Posts made by Azzumma Zhuhri Arieza Hakim

Nama : Azzumma Zhuhri Arieza Hakim
NPM : 2416031046
Kelas : Reguler B

Prof. Jimly Asshiddiqie menjelaskan evolusi konstitusi Indonesia dari kemerdekaan hingga saat ini. UUD 1945, yang diresmikan pada 18 Agustus 1945, telah mengalami berbagai perubahan sesuai dengan perkembangan politik dan sosial masyarakat.

Setelah kemerdekaan, Indonesia menggunakan UUD 1945 sebagai konstitusi pertama. Namun, pada tahun 1949, Indonesia beralih menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan konstitusi baru. Perubahan ini hanya berlangsung sebentar, dan pada tahun 1950, Indonesia kembali menjadi negara kesatuan dengan UUD Sementara. Upaya penyusunan konstitusi baru melalui Konstituante pada tahun 1955 gagal karena perbedaan pandangan antara kelompok Islam dan nasionalis.

Pada tahun 1959, Presiden mengeluarkan dekrit yang mengembalikan UUD 1945 sebagai konstitusi yang berlaku, dengan beberapa perubahan sebagai tambahan yang integral. Sejak saat itu, UUD 1945 terus digunakan dan mengalami empat kali amandemen antara 1999 dan 2002 untuk mencerminkan prinsip-prinsip demokrasi.

Perubahan-perubahan ini berdampak besar, seperti pembatasan kekuasaan presiden, penguatan peran DPR, dan pengakuan hak asasi manusia. Desentralisasi juga memberikan lebih banyak kewenangan kepada daerah, serta meningkatkan peran masyarakat dalam mempertahankan konstitusi.

Dengan demikian, UUD 1945 bukanlah dokumen yang kaku, melainkan terus berkembang. Pemahaman yang mendalam tentang konstitusi sangat penting agar masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga demokrasi dan keadilan di Indonesia.

MKU ILMU Komunikasi 2024 A -> ANALISIS KASUS

by Azzumma Zhuhri Arieza Hakim -
NAMA: Azzumma Zhuhri Arieza Hakim
NPM: 2416031046
KELAS: Reguler B

1. Menurut saya, globalisasi memberikan banyak kemudahan dalam aktivitas kita sehari-hari dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Kita juga bisa lebih mudah mengakses informasi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Namun, kemudahan ini juga membawa dampak negatif, seperti munculnya budaya asing, khususnya dari Barat, yang tidak disaring dengan baik. Hal ini menyebabkan krisis identitas di Indonesia, misalnya maraknya LGBT yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Selain itu, banyak masalah seperti korupsi yang merugikan negara dan masyarakat. Dalam politik, banyak program yang tidak diterima oleh masyarakat, yang berujung pada aksi demonstrasi. Ketimpangan dalam pendidikan juga mengakibatkan banyak anak putus sekolah dan terjerumus dalam pergaulan bebas, yang sangat disayangkan. Semua ini bisa memicu disintegrasi, baik dari kecemburuan sosial akibat ketimpangan pembangunan dan pendidikan, maupun hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Semua masalah ini terjadi karena kurangnya pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap penerapan nilai-nilai dalam UUD 1945 dan Pancasila.

2. Untuk memperbaiki masalah tersebut, kita perlu meningkatkan pembelajaran tentang Pancasila agar masyarakat bisa memahaminya, mengamalkannya, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Indonesia memiliki banyak keberagaman, seperti dalam seni tari. Sebagai pemuda Indonesia, kita seharusnya melestarikan budaya ini dengan mengadakan pertunjukan tari tradisional. Kita juga perlu meningkatkan rasa saling menghormati antar suku, ras, agama, dan golongan untuk menciptakan suasana yang nyaman. Selain itu, kita bisa menggunakan bahasa daerah dalam percakapan untuk melestarikannya. Media sosial juga bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.
NAMA : Azzumma Zhuhri Arieza Hakim
NPM : 2416031046
KELAS : Reguler B

Integrasi nasional di Indonesia melibatkan pembentukan kelompok-kelompok yang bersatu berdasarkan isu-isu umum seperti ideologi, ekonomi, dan sosial. Tujuan dari gerakan ini adalah membangun kesadaran bersama dan membentuk struktur sosial yang memungkinkan berbagai kelompok dengan identitas berbeda untuk merasa sebagai bagian dari satu kesatuan. Namun, proses integrasi nasional menghadapi berbagai tantangan, seperti etnosentrisme, aspek keagamaan, dan politik. Sepanjang sejarahnya, Indonesia telah mengalami berbagai perubahan, termasuk masa Orde Baru yang dipengaruhi oleh kepentingan elit politik. Meskipun Orde Baru turut berperan dalam membentuk Bangsa Indonesia, kontribusinya terhadap integrasi nasional masih menjadi perdebatan.

Era Reformasi muncul dengan tujuan menciptakan sistem demokrasi yang lebih kokoh serta menjadi landasan bagi pembangunan bangsa. Pada periode ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya keadilan dan keharmonisan sosial semakin meningkat. Namun, permasalahan yang ada belum sepenuhnya terselesaikan, dan strategi integrasi nasional masih belum terwujud secara konkret. Identitas nasional sendiri merupakan hasil dari dinamika sosial yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti etnisitas, profesi, tingkat pendidikan, dan wilayah asal. Seiring dengan perkembangan identitas nasional, keberagaman dalam industri media juga semakin terlihat.