Posts made by Azzumma Zhuhri Arieza Hakim

NAMA : AZZUMMA ZHUHRI ARIEZA HAKIM
NPM : 2416031046
KELAS : REGULER B

Jurnal ini membahas bagaimana seharusnya praktik demokrasi di Indonesia mencerminkan nilai-nilai yang terkandung dalam sila keempat Pancasila, khususnya dalam konteks pelaksanaan pemilu. Pemilu merupakan salah satu bentuk nyata dari sistem demokrasi yang memberi ruang bagi rakyat untuk berperan aktif dalam pemerintahan. Namun, dalam realitasnya, pelaksanaan pemilu di Indonesia belum sepenuhnya sejalan dengan ideologi bersama yang telah disepakati, yaitu Pancasila.

Penelitian ini menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara hukum sekaligus negara demokrasi, di mana sila keempat Pancasila menjadi dasar utama. Sebagai negara hukum, Indonesia wajib menegakkan prinsip-prinsip demokratis dan menjunjung supremasi hukum dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam proses pemilu. Demokrasi yang berjalan sesuai sila keempat Pancasila memiliki peran penting bagi terciptanya pemerintahan yang adil dan berlandaskan hukum.

Namun, kenyataannya, pelaksanaan pemilu di berbagai daerah di Indonesia masih belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai sila keempat, yaitu prinsip kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk memastikan bahwa proses pemilu di Indonesia semakin mencerminkan nilai-nilai Pancasila, sehingga demokrasi dapat berkembang sesuai dengan cita-cita luhur bangsa.
NAMA : AZZUMMA ZHUHRI ARIEZA HAKIM
NPM : 2416031046
KELAS : REGULER B

Video ini mengulas perkembangan demokrasi di Indonesia dari masa awal kemerdekaan hingga masa kini. Pada masa Revolusi Kemerdekaan, demokrasi belum menjadi prioritas utama karena pemerintah lebih fokus pada mempertahankan kemerdekaan dari berbagai ancaman luar.

Ketika memasuki era Demokrasi Parlementer (1945–1959), Indonesia mulai menerapkan nilai-nilai demokrasi dan sempat mengalami masa kejayaan dalam kehidupan politik yang lebih terbuka. Namun, sistem ini tidak bertahan lama karena konflik antar kekuatan politik serta situasi ekonomi yang tidak stabil, yang membuat kondisi negara semakin rumit.

Berlanjut ke masa Demokrasi Terpimpin (1959–1965), kekuasaan semakin terpusat di tangan tiga aktor utama: Presiden Soekarno, ABRI, dan PKI. Pada masa ini, demokrasi mulai kehilangan esensinya karena sistem pemerintahan lebih condong ke arah kekuasaan tunggal.

Di era Orde Baru, awalnya ada harapan bahwa masyarakat akan lebih dilibatkan dalam proses pemerintahan. Namun kenyataannya, kekuasaan justru semakin terkonsentrasi pada militer, terutama ABRI, dan suara masyarakat semakin tersisihkan.

Reformasi tahun 1998 menjadi titik penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Setelah lengsernya Presiden Soeharto, demokrasi mulai tumbuh kembali kebebasan berpendapat lebih dijamin, pemilu berlangsung lebih terbuka, dan masyarakat lebih aktif dalam proses politik. Meskipun telah mengalami banyak kemajuan, demokrasi di Indonesia masih terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan realitas sosial dan politik bangsa.