Kiriman dibuat oleh Gusti Ngurah Soma Adnyane

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Gusti Ngurah Soma Adnyane -
Nama: Gusti Ngurah Soma Adnyane
NPM: 2413031063
Kelas: 2024B
Menurut saya jika dibuat perbandingan dengan metode FIFO (First In, First Out), metode LIFO (Last In, First Out) akan menghasilkan laba bersih yang lebih rendah selama periode harga meningkat. Hal ini karena LIFO menganggap bahwa barang yang terakhir dibeli (dengan harga yang lebih tinggi) dijual lebih dulu, sehingga harga pokok penjualan (HPP) menjadi lebih besar dan laba bersih menjadi lebih kecil.
Sebaliknya, selama periode harga menurun, metode LIFO akan menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan FIFO. Ini karena barang yang terakhir dibeli (dengan harga lebih rendah) dijual terlebih dahulu, sehingga HPP menjadi lebih kecil dan laba bersih meningkat.
Akan tetapi, metode lifo memiliki kerugian yaitu apabila barang memiliki masa exp atau kedaluwarsa maka metode ini kurang cocok karena barang yang dibeli pertama akan expiration sehingga tidak dapat dijual dan menyebabkan kerugian bagi perusahaan.

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Gusti Ngurah Soma Adnyane -
Nama: Gusti Ngurah Soma Adnyane
NPM: 2413031063
Kelas: 2024B
1. Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan bagi satu pihak dan kewajiban keuangan bagi pihak lain. Jenisnya dibagi menjadi dua, yaitu instrumen keuangan primer (seperti kas, piutang, obligasi, saham) dan instrumen keuangan derivatif (seperti opsi, futures, dan swap).
2. Kas adalah uang tunai dan saldo di bank yang siap digunakan untuk transaksi. Pengendalian internal terhadap kas dilakukan melalui pemisahan tugas, pencatatan yang rapi, otorisasi transaksi, serta pemeriksaan kas secara rutin agar terhindar dari kecurangan dan kesalahan.
3. Penyajian kas dalam laporan keuangan dilakukan pada aset lancar di neraca, dan pengungkapannya dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan, termasuk rincian kas di tangan, kas di bank, serta pembatasan penggunaannya jika ada.
4. Piutang adalah hak perusahaan untuk menerima uang dari pelanggan akibat penjualan kredit. Pengakuan piutang dilakukan saat penjualan terjadi dan perusahaan memiliki hak menagih dari pelanggan.
5. Penilaian piutang dilakukan berdasarkan jumlah yang dapat ditagih. Jika ada risiko tidak tertagih, maka dicatat penurunan nilai (cadangan kerugian piutang). Dalam laporan keuangan, piutang disajikan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasikan, dan pengungkapan berisi rincian jenis serta kebijakan penagihan piutang.
6. Analisis kas dan piutang dilakukan untuk menilai kemampuan perusahaan mengelola likuiditas dan menagih piutang. Analisis ini bisa menggunakan rasio seperti current ratio, quick ratio, dan perputaran piutang (receivable turnover) untuk melihat efektivitas penggunaan kas dan kebijakan kredit perusahaan.

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Gusti Ngurah Soma Adnyane -
Nama: Gusti Ngurah Soma Adnyane
NPM: 2413031063
Kelas: 2024B
Konsep dari nilai waktu dari uang adalah nilai uang sekarang lebih berharga dari nilai uang di masa depan. Contohnya: harga gorengan dulu hanya 500 perak akan tetapi sekarang harganya 1000 rupiah. maka dengan jumlah yang sama nilainya lebih tinggi nilai uang yang dahulu, hal ini dipengaruhi sangat dipengaruhi oleh inflasi.

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Gusti Ngurah Soma Adnyane -
Nama: Gusti Ngurah Soma Adnyane
NPM: 2413031063
Kelas: 2024B
Keterbatasan utama dari neraca sebagai sumber informasi adalah bahwa neraca tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya dari perusahaan. Neraca hanya menampilkan posisi keuangan pada satu titik waktu tertentu, sehingga tidak menunjukkan perubahan atau pergerakan keuangan selama periode berjalan. Selain itu, banyak akun dalam neraca disajikan berdasarkan biaya historis, bukan nilai pasar saat ini, sehingga nilai aset atau kewajiban bisa berbeda dari nilai sebenarnya. Neraca juga tidak mencatat aset tak berwujud seperti reputasi, keahlian karyawan, atau potensi bisnis di masa depan, padahal hal-hal tersebut bisa sangat berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Karena itu, meskipun neraca penting, informasi di dalamnya perlu dilengkapi dengan laporan lain seperti laporan laba rugi dan arus kas untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang kondisi keuangan perusahaan.

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Gusti Ngurah Soma Adnyane -
Nama: Gusti Ngurah Soma Adnyane
NPM: 2413031063
Kelas: 2024B
a. Menurut saya, pengelolaan laba dapat mempengaruhi kualitas laba karena tindakan manajemen dalam mengatur atau memanipulasi waktu pengakuan pendapatan dan beban bisa membuat laba terlihat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Jika laba dikelola hanya untuk memenuhi target tertentu, maka angka laba tersebut tidak lagi mencerminkan kinerja keuangan yang sesungguhnya, sehingga kualitas laba menjadi rendah. Laba yang berkualitas adalah laba yang dihasilkan dari proses akuntansi yang jujur, objektif, dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.
b. Dalam penggunaan angka laba dari laporan laba rugi karena laba bisa dipengaruhi oleh kebijakan akuntansi dan estimasi yang berbeda antarperusahaan. Angka laba yang terlihat besar belum tentu menunjukkan kinerja yang baik jika tidak dihasilkan dengan cara yang benar. Oleh karena itu, penerapan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum sangat penting agar laporan laba rugi disusun dengan standar yang konsisten, dapat dipercaya, dan menggambarkan kondisi keuangan sebenarnya. Prinsip ini membantu pengguna laporan, seperti investor atau kreditor, agar dapat membuat keputusan ekonomi dengan lebih tepat dan adil.