གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ MUHAMMAD ARIFIN ILHAM

AKM A2025 -> Diskusi

MUHAMMAD ARIFIN ILHAM གིས-
MUHAMMAD ARIFIN ILHAM
2413031003

Keterbatasan utama dari neraca terletak pada sifatnya yang bersifat statis, karena hanya menyajikan kondisi keuangan perusahaan pada satu waktu tertentu. Dengan demikian, laporan tersebut tidak menunjukkan dinamika atau perubahan yang terjadi setelah tanggal penyusunan, sehingga pembaca laporan berpotensi tidak memperoleh gambaran terkini mengenai keadaan perusahaan.

Selain itu, penyusunan neraca umumnya menggunakan dasar harga perolehan historis, bukan nilai wajar atau harga pasar saat ini. Akibatnya, nilai aset maupun kewajiban yang tercatat bisa berbeda cukup signifikan dengan kondisi riil di pasar. Hal ini membuat neraca kurang mampu menyajikan informasi yang sepenuhnya relevan untuk mendukung pengambilan keputusan ekonomi.

AKM A2025 -> Diskusi

MUHAMMAD ARIFIN ILHAM གིས-
Nama : Muhammad Arifin Ilham
NPM : 2413031003

Neraca merupakan salah satu laporan keuangan utama yang menunjukkan posisi finansial perusahaan pada suatu titik waktu tertentu. Meskipun penting, laporan ini memiliki sejumlah keterbatasan. Pertama, neraca hanya menampilkan kondisi pada saat tertentu sehingga tidak memberikan gambaran mengenai dinamika perubahan keuangan secara berkelanjutan. Kedua, sebagian besar aset dicatat berdasarkan harga perolehan, sehingga nilainya sering kali tidak sesuai dengan kondisi pasar aktual. Ketiga, neraca tidak memasukkan aspek non-keuangan yang sebenarnya berpengaruh besar terhadap keberlangsungan usaha, seperti kualitas sumber daya manusia, loyalitas pelanggan, maupun peluang ekspansi bisnis. Selain itu, angka-angka dalam neraca kerap dipengaruhi oleh estimasi serta kebijakan akuntansi, misalnya dalam perhitungan depresiasi atau penilaian piutang bermasalah, yang dapat menimbulkan perbedaan antar perusahaan. Neraca juga tidak secara rinci menggambarkan likuiditas jangka pendek karena hanya menyajikan total aset lancar dan kewajiban lancar tanpa menunjukkan kemampuan nyata untuk memenuhi utang segera. Oleh sebab itu, agar kondisi keuangan perusahaan lebih utuh, neraca perlu dilengkapi dengan laporan lain seperti laporan laba rugi dan laporan arus kas.

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

MUHAMMAD ARIFIN ILHAM གིས-
Nama : Muhammad Arifin Ilham
NPM : 2413031003

Jurnal ini membahas secara mendalam mengenai pelaporan keuangan dan penerapannya dalam kerangka konseptual akuntansi, sekaligus menyoroti berbagai keterbatasan yang muncul dalam praktik nyata. Fokus utama tulisan ini adalah menjelaskan bagaimana konsep-konsep dalam kerangka konseptual akuntansi digunakan untuk memberikan batasan, arahan, serta memperjelas proses penyusunan laporan keuangan. Dengan adanya kerangka ini, diharapkan pelaporan keuangan dapat lebih konsisten, transparan, dan memenuhi standar yang dapat dipahami oleh berbagai pihak. Artikel ini juga meninjau sejumlah literatur guna mengidentifikasi berbagai hambatan, perbedaan pandangan, serta tantangan yang seringkali dihadapi dalam praktik penyusunan laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi.

Dalam pembahasannya, artikel ini menekankan bahwa meskipun kerangka konseptual akuntansi dimaksudkan sebagai pedoman universal, penerapannya tidak selalu berjalan mulus. Di lapangan, muncul berbagai hambatan yang bersumber dari perbedaan interpretasi antara praktisi, kebutuhan praktis yang berbeda di setiap organisasi, serta kompleksitas kondisi ekonomi yang terus berubah. Hal ini menyebabkan standar akuntansi yang bersifat umum kadang perlu disesuaikan dengan konteks tertentu agar lebih relevan.

Oleh karena itu, diperlukan adanya keseimbangan yang tepat antara teori dan praktik. Teori melalui kerangka konseptual memberikan landasan yang jelas dan sistematis, sementara praktik menuntut fleksibilitas agar laporan keuangan tetap sesuai dengan kebutuhan nyata para penggunanya. Dengan demikian, laporan keuangan tidak hanya menjadi dokumen formal semata, melainkan juga sarana penting yang mampu menyajikan informasi akurat, relevan, serta dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Artikel ini akhirnya menegaskan bahwa perpaduan antara pemahaman teoretis dan kemampuan praktis akan memperkuat kualitas pelaporan keuangan, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap informasi yang disajikan.