Posts made by MUHAMMAD ARIFIN ILHAM

AKM A2025 -> slide ppt aset tetap

by MUHAMMAD ARIFIN ILHAM -
Nama: Muhammad Arifin Ilham
NPM : 2413031003

Aset tetap merupakan sumber daya berwujud yang dimiliki oleh perusahaan untuk mendukung kegiatan operasionalnya secara berkelanjutan dan tidak diperuntukkan untuk dijual dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Contohnya meliputi tanah, bangunan, kendaraan, mesin, serta peralatan. Berdasarkan pendapat Kieso, Weygandt, dan Warfield (2020), suatu aset tetap dapat diakui apabila manfaat ekonominya di masa mendatang besar kemungkinan akan diterima oleh perusahaan dan biaya perolehannya dapat diukur secara andal. Pencatatan nilai aset tetap umumnya dilakukan berdasarkan biaya perolehannya, yaitu seluruh pengeluaran hingga aset tersebut siap digunakan, dan akan mengalami penyusutan sepanjang masa manfaatnya sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

Pendapat pribadi:
Menurut saya, aset tetap memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang aktivitas operasional perusahaan. Tanpa pengelolaan yang baik, aset tetap dapat menimbulkan pemborosan, penurunan produktivitas, hingga kerugian akibat tidak terpantau nilainya. Di masa kini, penggunaan sistem akuntansi berbasis digital sangat membantu dalam proses pencatatan dan pengawasan aset tetap, sehingga data keuangan menjadi lebih akurat serta transparan. Pemahaman mengenai aset tetap juga krusial bagi mahasiswa akuntansi agar dapat menilai efektivitas penggunaan sumber daya dan memahami kontribusi aset terhadap nilai serta kinerja perusahaan secara menyeluruh.

Referensi:
Kieso, D. E., Weygandt, J. J., & Warfield, T. D. (2020). Akuntansi Menengah (Edisi ke-17). Hoboken, NJ: John Wiley & Putra.

TA2025 -> CASE STUDY

by MUHAMMAD ARIFIN ILHAM -
Nama : Muhammad Arifin Ilham
NPM : 2413031003

1. Kritik terhadap keputusan PT Garuda Sejahtera

PT Garuda Sejahtera memutuskan menggunakan nilai wajar (fair value) untuk menilai pesawatnya sesuai dengan IFRS. Secara teori, langkah ini dapat dibenarkan karena sejalan dengan prinsip “substance over form”, yakni laporan keuangan harus menggambarkan kondisi ekonomi yang sebenarnya sehingga lebih informatif bagi investor internasional. Akan tetapi, dalam konteks Indonesia, pasar pesawat relatif sempit sehingga penentuan nilai wajar sering kali tidak akurat dan dapat menimbulkan volatilitas besar pada laporan laba rugi. Sementara itu, PSAK masih memperbolehkan penggunaan biaya historis, yang cenderung lebih stabil dan sesuai dengan kondisi pasar domestik. Oleh karena itu, meski keputusan ini sah secara global, perusahaan tetap harus menyertakan pengungkapan terkait metode, asumsi, serta ketidakpastian untuk menjaga transparansi dan kepercayaan pengguna laporan.

2. Perbandingan kerangka konseptual PSAK dan IFRS

1. Tujuan laporan keuangan: PSAK lebih berorientasi pada kebutuhan pengguna di dalam negeri, sedangkan IFRS dirancang untuk kepentingan investor global.
2. Karakteristik kualitatif: Keduanya menekankan relevansi, keandalan, keterbandingan, dan kemudahan pemahaman informasi.
3. Dasar pengukuran: IFRS memberikan keleluasaan dengan berbagai opsi (nilai wajar, biaya historis, amortisasi), sedangkan PSAK cenderung lebih berhati-hati terutama pada pasar lokal yang kurang aktif.
4.Asumsi dasar: Baik PSAK maupun IFRS sama-sama berlandaskan asumsi kelangsungan usaha (going concern).

3. Pandangan terhadap penerapan IFRS secara penuh di Indonesia

Penerapan IFRS secara utuh di Indonesia sebaiknya tidak dilakukan tanpa adanya penyesuaian lokal. Beberapa alasannya antara lain:
1. Pasar untuk sejumlah aset masih tidak likuid, sehingga sulit menentukan nilai wajar yang benar-benar dapat diandalkan.
2. Investor dan kreditor domestik lebih membutuhkan kestabilan laporan keuangan daripada fluktuasi yang tajam.
3.Pelaku usaha lokal membutuhkan sistem pelaporan yang lebih sederhana dan praktis.

AKM A2025 -> Diskusi

by MUHAMMAD ARIFIN ILHAM -
Nama : Muhammad Arifin Ilham
NPM : 2413031003

Konsep nilai waktu dari uang menjelaskan bahwa uang yang dimiliki saat ini memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan uang yang akan diterima di masa depan. Hal ini disebabkan karena uang yang tersedia sekarang dapat segera dimanfaatkan, baik untuk investasi, ditabung, maupun digunakan dalam aktivitas produktif yang berpotensi menghasilkan keuntungan tambahan. Sebaliknya, uang yang baru diterima di kemudian hari cenderung memiliki daya beli berbeda karena dipengaruhi oleh inflasi, risiko, serta hilangnya peluang. Dengan demikian, semakin cepat uang diterima, semakin besar pula nilainya, sebab dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan atau menciptakan keuntungan.