Nama: Muhammad Arifin Ilham
NPM : 2413031003
Aset tetap merupakan sumber daya berwujud yang dimiliki oleh perusahaan untuk mendukung kegiatan operasionalnya secara berkelanjutan dan tidak diperuntukkan untuk dijual dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Contohnya meliputi tanah, bangunan, kendaraan, mesin, serta peralatan. Berdasarkan pendapat Kieso, Weygandt, dan Warfield (2020), suatu aset tetap dapat diakui apabila manfaat ekonominya di masa mendatang besar kemungkinan akan diterima oleh perusahaan dan biaya perolehannya dapat diukur secara andal. Pencatatan nilai aset tetap umumnya dilakukan berdasarkan biaya perolehannya, yaitu seluruh pengeluaran hingga aset tersebut siap digunakan, dan akan mengalami penyusutan sepanjang masa manfaatnya sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
Pendapat pribadi:
Menurut saya, aset tetap memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang aktivitas operasional perusahaan. Tanpa pengelolaan yang baik, aset tetap dapat menimbulkan pemborosan, penurunan produktivitas, hingga kerugian akibat tidak terpantau nilainya. Di masa kini, penggunaan sistem akuntansi berbasis digital sangat membantu dalam proses pencatatan dan pengawasan aset tetap, sehingga data keuangan menjadi lebih akurat serta transparan. Pemahaman mengenai aset tetap juga krusial bagi mahasiswa akuntansi agar dapat menilai efektivitas penggunaan sumber daya dan memahami kontribusi aset terhadap nilai serta kinerja perusahaan secara menyeluruh.
Referensi:
Kieso, D. E., Weygandt, J. J., & Warfield, T. D. (2020). Akuntansi Menengah (Edisi ke-17). Hoboken, NJ: John Wiley & Putra.
NPM : 2413031003
Aset tetap merupakan sumber daya berwujud yang dimiliki oleh perusahaan untuk mendukung kegiatan operasionalnya secara berkelanjutan dan tidak diperuntukkan untuk dijual dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Contohnya meliputi tanah, bangunan, kendaraan, mesin, serta peralatan. Berdasarkan pendapat Kieso, Weygandt, dan Warfield (2020), suatu aset tetap dapat diakui apabila manfaat ekonominya di masa mendatang besar kemungkinan akan diterima oleh perusahaan dan biaya perolehannya dapat diukur secara andal. Pencatatan nilai aset tetap umumnya dilakukan berdasarkan biaya perolehannya, yaitu seluruh pengeluaran hingga aset tersebut siap digunakan, dan akan mengalami penyusutan sepanjang masa manfaatnya sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
Pendapat pribadi:
Menurut saya, aset tetap memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang aktivitas operasional perusahaan. Tanpa pengelolaan yang baik, aset tetap dapat menimbulkan pemborosan, penurunan produktivitas, hingga kerugian akibat tidak terpantau nilainya. Di masa kini, penggunaan sistem akuntansi berbasis digital sangat membantu dalam proses pencatatan dan pengawasan aset tetap, sehingga data keuangan menjadi lebih akurat serta transparan. Pemahaman mengenai aset tetap juga krusial bagi mahasiswa akuntansi agar dapat menilai efektivitas penggunaan sumber daya dan memahami kontribusi aset terhadap nilai serta kinerja perusahaan secara menyeluruh.
Referensi:
Kieso, D. E., Weygandt, J. J., & Warfield, T. D. (2020). Akuntansi Menengah (Edisi ke-17). Hoboken, NJ: John Wiley & Putra.