Kiriman dibuat oleh MUHAMMAD ARIFIN ILHAM

TA2025 -> CASE STUDY

oleh MUHAMMAD ARIFIN ILHAM -
Nama : MUHAMMAD ARIFIN ILHAM
NPM : 2413031003

Analisis Kritis

Salah satu hambatan utama teori akuntansi tradisional dalam era otomatisasi dan blockchain adalah ketidakcocokannya dengan sistem akrual, tantangan dalam proses verifikasi audit, serta kesulitan menghadapi fluktuasi akibat kondisi geopolitik. Hal tersebut dapat menyebabkan laporan keuangan menjadi kurang akurat dan sulit untuk diverifikasi auditor.

Digitalisasi memang meningkatkan efisiensi dan keterbukaan melalui pemanfaatan AI dan blockchain, namun juga membawa risiko manipulasi, seperti bias dalam algoritma, celah keamanan, dan minimnya pengawasan manusia. Kondisi ini dapat menyesatkan investor, sebagaimana terlihat pada dugaan manipulasi yang melibatkan PT Delta.

Etika dan Transparansi

Tantangan etis yang dihadapi akuntan meliputi berkurangnya akuntabilitas, munculnya bias pada sistem algoritma, serta potensi konflik kepentingan. Ini terjadi karena keputusan berbasis AI sering dibuat tanpa adanya peninjauan etis yang memadai.

Akuntan profesional harus menolak segala tekanan untuk memodifikasi laporan, menjaga integritas dengan menelaah ketepatan keluaran sistem AI, melaporkan setiap indikasi manipulasi, dan memperkuat keterbukaan informasi demi mempertahankan kepercayaan investor.

Respons Strategis
Perusahaan dan akuntan publik perlu memperbarui pendekatan audit dengan menggabungkan teknologi seperti AI untuk pemantauan real-time, membentuk komite audit digital, serta memastikan algoritma melalui proses validasi guna mengidentifikasi potensi manipulasi.

Saat ini, standar pelaporan keuangan belum cukup adaptif karena minimnya panduan yang jelas terkait teknologi digital dan tantangan globalisasi. Oleh sebab itu, dibutuhkan pembaruan segera melalui penambahan modul khusus yang dapat meningkatkan transparansi, menyesuaikan regulasi, dan menangani kompleksitas seperti yang terjadi pada kasus PT Delta.