Salwa Ulfazria
2413031062
Menurut saya, akuntansi modern tidak dapat dipisahkan dari aspek perilaku karena dijalankan oleh manusia yang dipengaruhi keterbatasan rasionalitas, emosi, nilai, dan kepentingan. Jurnal pertama menunjukkan bahwa bias kognitif seperti overconfidence, framing, dan confirmation bias memengaruhi pemahaman serta penggunaan informasi akuntansi, sehingga akuntansi tidak lagi dapat dipandang sebagai sistem teknis yang sepenuhnya netral. Jurnal kedua melengkapi temuan tersebut dengan menekankan peran sikap, motivasi, persepsi, nilai, dan kepribadian dalam membentuk perilaku akuntan dan manajer, termasuk dalam isu etika dan kecurangan. Kondisi ini menjadikan kajian akuntansi keperilakuan semakin penting di tengah kompleksitas sistem dan tekanan lingkungan bisnis.
Dalam proses standard-setting, saya memandang bahwa standar akuntansi dibentuk melalui interaksi aspek teknis, perilaku, dan ekonomi politik. Standar dipengaruhi oleh respons pengguna, budaya organisasi, serta kepentingan berbagai aktor yang terlibat. Oleh karena itu, pemahaman aspek perilaku diperlukan agar standar yang dihasilkan tidak hanya sah secara konseptual, tetapi juga efektif, aplikatif, dan mampu meminimalkan bias serta konflik kepentingan.