Kiriman dibuat oleh Salwa ulfazria

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Salwa ulfazria -
Salwa Ulfazria
2413031062

Video tersebut menjelaskan bahwa manajemen laba merupakan praktik yang cukup umum dalam akuntansi karena adanya fleksibilitas standar yang memungkinkan manajer menggunakan pertimbangan profesional dalam penyusunan laporan keuangan. Praktik ini sering dilakukan untuk mencapai target laba, menjaga kestabilan kinerja perusahaan, serta memenuhi ekspektasi pihak eksternal seperti investor dan kreditor. Hal ini sejalan dengan artikel “Earnings Management: A Literature Review” karya Debbianita, Tan Ming Kuang, dan Marcella Hoetama (2024) yang menyatakan bahwa manajemen laba muncul akibat asimetri informasi antara manajemen dan pemangku kepentingan eksternal. Artikel tersebut membedakan manajemen laba dalam perspektif oportunistik dan perspektif sinyal, di mana manajemen laba tidak selalu berdampak negatif selama dilakukan sesuai standar akuntansi dan bertujuan meningkatkan relevansi informasi. Menurut saya, manajemen laba tidak dapat langsung dianggap sebagai tindakan yang salah, namun perlu dibatasi oleh etika, transparansi, dan pengawasan agar tidak berubah menjadi praktik manipulasi yang merugikan pengguna laporan keuangan.

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Salwa ulfazria -
Salwa Ulfazria
2413031062

Kedua artikel menyoroti pentingnya adopsi XBRL dan pengaruhnya terhadap transparansi informasi serta biaya ekuitas di lingkungan bisnis Yordania dan Indonesia. Artikel pertama menemukan bahwa penggunaan XBRL mampu meningkatkan transparansi laporan keuangan pada perusahaan keuangan di Yordania, yang pada akhirnya memperkuat keandalan dan kegunaan informasi bagi para pemangku kepentingan. Berbeda dengan itu, artikel kedua menunjukkan bahwa di Indonesia, adopsi XBRL justru berpotensi menaikkan biaya ekuitas, terutama pada perusahaan kecil, meskipun secara konseptual XBRL dirancang untuk meningkatkan kualitas pelaporan. Perbedaan hasil ini mengindikasikan bahwa dampak XBRL sangat bergantung pada kondisi lokal dan kesiapan implementasi, sehingga perusahaan di negara berkembang perlu memperhatikan aspek adaptasi dan pelaksanaan agar teknologi tersebut memberikan manfaat yang diharapkan.

TA B 2025 -> DISKUSI

oleh Salwa ulfazria -
Salwa Ulfazria
2413031062

Video tersebut membahas tentang SDGs, yaitu bagaimana capaian 17 tujuan pembangunan berkelanjutan dilaporkan dan dipantau secara sistematis. Video ini menekankan bahwa pelaporan SDGs penting untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta evaluasi kemajuan target hingga tahun 2030. Dengan adanya pelaporan yang jelas dan terukur, pemerintah dan pemangku kepentingan dapat menilai efektivitas kebijakan serta mendorong kolaborasi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

TA B 2025 -> DISKUSI

oleh Salwa ulfazria -
Salwa Ulfazria
2413031062

Menurut saya, akuntansi modern tidak dapat dipisahkan dari aspek perilaku karena dijalankan oleh manusia yang dipengaruhi keterbatasan rasionalitas, emosi, nilai, dan kepentingan. Jurnal pertama menunjukkan bahwa bias kognitif seperti overconfidence, framing, dan confirmation bias memengaruhi pemahaman serta penggunaan informasi akuntansi, sehingga akuntansi tidak lagi dapat dipandang sebagai sistem teknis yang sepenuhnya netral. Jurnal kedua melengkapi temuan tersebut dengan menekankan peran sikap, motivasi, persepsi, nilai, dan kepribadian dalam membentuk perilaku akuntan dan manajer, termasuk dalam isu etika dan kecurangan. Kondisi ini menjadikan kajian akuntansi keperilakuan semakin penting di tengah kompleksitas sistem dan tekanan lingkungan bisnis.

Dalam proses standard-setting, saya memandang bahwa standar akuntansi dibentuk melalui interaksi aspek teknis, perilaku, dan ekonomi politik. Standar dipengaruhi oleh respons pengguna, budaya organisasi, serta kepentingan berbagai aktor yang terlibat. Oleh karena itu, pemahaman aspek perilaku diperlukan agar standar yang dihasilkan tidak hanya sah secara konseptual, tetapi juga efektif, aplikatif, dan mampu meminimalkan bias serta konflik kepentingan.