Nama : Laura Aulia Novriandiila
NPM : 2413031051
1. Pengertian dan Jenis Instrumen Keuangan
Pengertian:
Instrumen keuangan adalah kontrak yang menciptakan hak atas aset keuangan/ekuitas bagi satu pihak dan kewajiban pembayaran tunai bagi pihak lain (PSAK 50/IFRS 9). Digunakan untuk manajemen risiko, likuiditas, atau investasi, dicatat di neraca dan laporan laba rugi.
Jenis:
- Aset Keuangan: Hak inflow kas, seperti kas/setara kas, piutang, investasi (saham, obligasi, derivatif).
- Liabilitas Keuangan: Kewajiban outflow kas, seperti utang, pinjaman, derivatif obligasi.
- Ekuitas: Saham, tidak termasuk liabilitas. Klasifikasi berdasarkan model bisnis dan arus kas (amortisasi biaya, fair value OCI/P&L).
2. Kas dan Pengendalian Internal terhadap Kas
Pengertian Kas:
Kas adalah aset paling likuid: uang tunai, simpanan bank, dan instrumen jangka pendek (<3 bulan) tanpa risiko nilai signifikan (PSAK 2). Digunakan untuk kewajiban jangka pendek.
Pengendalian Internal:
- Pemisahan tugas (penerimaan, pencatatan, rekonsiliasi).
- Rekonsiliasi bank rutin bulanan.
- Dokumen pendukung dengan otorisasi.
- Pengamanan fisik dan audit internal.
- Monitoring via IT untuk keamanan dan akurasi.
3. Penyajian dan Pengungkapan Kas dalam Laporan Keuangan
Penyajian (PSAK 1 & 2):
- Aset lancar di neraca (terpisah dari non-lancar).
- Di laporan arus kas: Dibagi operasi, investasi, pendanaan (metode langsung/tidak langsung).
- Kas terbatas: Sajikan terpisah atau non-lancar.
Pengungkapan:
- Saldo akhir dan komposisi (tunai, bank, setara).
- Kebijakan akuntansi, risiko likuiditas, pembatasan.
- Rekonsiliasi periode dan dampak kurs. Untuk transparansi likuiditas.
4. Pengertian dan Pengakuan Piutang
Pengertian:
Piutang adalah hak klaim pembayaran tunai/aset dari pihak lain, timbul dari penjualan kredit (PSAK 50/IFRS 9). Termasuk piutang usaha (dagang) dan non-usaha; aset lancar jika jatuh tempo <1 tahun.
Pengakuan:
- Saat hak kontraktual ada, nilai terukur andal, dan inflow kas mungkin.
- Debit piutang, kredit pendapatan (accrual basis).
- Bunga dicatat terpisah. Tidak diakui jika risiko default tinggi.
5. Penilaian, Perhitungan Penurunan Nilai, Penyajian, dan Pengungkapan Piutang
Penilaian:
Biaya awal minus impairment dan penerimaan; amortisasi bunga efektif untuk piutang berbunga. Gunakan fair value jika diperdagangkan.
Perhitungan Penurunan Nilai (PSAK 71/IFRS 9, model ECL):
- Tahap 1: Risiko rendah (12-bulan ECL).
- Tahap 2: Risiko naik (lifetime ECL).
- Tahap 3: Bermasalah (lifetime ECL penuh).
Metode: Aging schedule atau model historis/ekonomi (contoh: cadangan 5% dari Rp100 juta = Rp5 juta).
Penyajian:
- Bersih impairment di neraca (aset lancar).
- Biaya impairment di laba rugi sebagai beban.
Pengungkapan:
- Saldo kotor/bersih, metode ECL, asumsi.
- Aging analysis, konsentrasi risiko, kolateral.
- Perubahan cadangan dan restrukturisasi
6. Analisis Kas dan Piutang
Analisis Kas:
- Rasio: Lancar (>1), cepat (aset lancar minus inventaris / liabilitas lancar).
- Arus kas: Tren operasi, free cash flow (operasi minus capex).
- Varians saldo, forecasting likuiditas, risiko (inflasi/pembatasan).
Analisis Piutang:
- Rasio: Turnover (penjualan kredit / rata-rata piutang), DSO (365/turnover, target <30-60 hari).
- Aging untuk deteksi macet.
- Cadangan impairment dan tren kerugian.
- Risiko: Konsentrasi, diversifikasi, skor kredit/ECL.
NPM : 2413031051
1. Pengertian dan Jenis Instrumen Keuangan
Pengertian:
Instrumen keuangan adalah kontrak yang menciptakan hak atas aset keuangan/ekuitas bagi satu pihak dan kewajiban pembayaran tunai bagi pihak lain (PSAK 50/IFRS 9). Digunakan untuk manajemen risiko, likuiditas, atau investasi, dicatat di neraca dan laporan laba rugi.
Jenis:
- Aset Keuangan: Hak inflow kas, seperti kas/setara kas, piutang, investasi (saham, obligasi, derivatif).
- Liabilitas Keuangan: Kewajiban outflow kas, seperti utang, pinjaman, derivatif obligasi.
- Ekuitas: Saham, tidak termasuk liabilitas. Klasifikasi berdasarkan model bisnis dan arus kas (amortisasi biaya, fair value OCI/P&L).
2. Kas dan Pengendalian Internal terhadap Kas
Pengertian Kas:
Kas adalah aset paling likuid: uang tunai, simpanan bank, dan instrumen jangka pendek (<3 bulan) tanpa risiko nilai signifikan (PSAK 2). Digunakan untuk kewajiban jangka pendek.
Pengendalian Internal:
- Pemisahan tugas (penerimaan, pencatatan, rekonsiliasi).
- Rekonsiliasi bank rutin bulanan.
- Dokumen pendukung dengan otorisasi.
- Pengamanan fisik dan audit internal.
- Monitoring via IT untuk keamanan dan akurasi.
3. Penyajian dan Pengungkapan Kas dalam Laporan Keuangan
Penyajian (PSAK 1 & 2):
- Aset lancar di neraca (terpisah dari non-lancar).
- Di laporan arus kas: Dibagi operasi, investasi, pendanaan (metode langsung/tidak langsung).
- Kas terbatas: Sajikan terpisah atau non-lancar.
Pengungkapan:
- Saldo akhir dan komposisi (tunai, bank, setara).
- Kebijakan akuntansi, risiko likuiditas, pembatasan.
- Rekonsiliasi periode dan dampak kurs. Untuk transparansi likuiditas.
4. Pengertian dan Pengakuan Piutang
Pengertian:
Piutang adalah hak klaim pembayaran tunai/aset dari pihak lain, timbul dari penjualan kredit (PSAK 50/IFRS 9). Termasuk piutang usaha (dagang) dan non-usaha; aset lancar jika jatuh tempo <1 tahun.
Pengakuan:
- Saat hak kontraktual ada, nilai terukur andal, dan inflow kas mungkin.
- Debit piutang, kredit pendapatan (accrual basis).
- Bunga dicatat terpisah. Tidak diakui jika risiko default tinggi.
5. Penilaian, Perhitungan Penurunan Nilai, Penyajian, dan Pengungkapan Piutang
Penilaian:
Biaya awal minus impairment dan penerimaan; amortisasi bunga efektif untuk piutang berbunga. Gunakan fair value jika diperdagangkan.
Perhitungan Penurunan Nilai (PSAK 71/IFRS 9, model ECL):
- Tahap 1: Risiko rendah (12-bulan ECL).
- Tahap 2: Risiko naik (lifetime ECL).
- Tahap 3: Bermasalah (lifetime ECL penuh).
Metode: Aging schedule atau model historis/ekonomi (contoh: cadangan 5% dari Rp100 juta = Rp5 juta).
Penyajian:
- Bersih impairment di neraca (aset lancar).
- Biaya impairment di laba rugi sebagai beban.
Pengungkapan:
- Saldo kotor/bersih, metode ECL, asumsi.
- Aging analysis, konsentrasi risiko, kolateral.
- Perubahan cadangan dan restrukturisasi
6. Analisis Kas dan Piutang
Analisis Kas:
- Rasio: Lancar (>1), cepat (aset lancar minus inventaris / liabilitas lancar).
- Arus kas: Tren operasi, free cash flow (operasi minus capex).
- Varians saldo, forecasting likuiditas, risiko (inflasi/pembatasan).
Analisis Piutang:
- Rasio: Turnover (penjualan kredit / rata-rata piutang), DSO (365/turnover, target <30-60 hari).
- Aging untuk deteksi macet.
- Cadangan impairment dan tren kerugian.
- Risiko: Konsentrasi, diversifikasi, skor kredit/ECL.