Kiriman dibuat oleh Aurelia Salsabila

MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Video-2

oleh Aurelia Salsabila -

Nama: Aurelia Salsabila

NPM: 2415012001


Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki menunjukkan dampak destruktif IPTEK jika digunakan tanpa moral. Kemajuan teknologi nuklir pada masa itu membunuh ratusan ribu jiwa dan meninggalkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan lingkungan.

Kaitannya dengan IPTEK:

  1. Penggunaan IPTEK: Teknologi nuklir yang seharusnya untuk kemajuan manusia disalahgunakan sebagai senjata pemusnah massal.
  2. Tanggung Jawab Moral: IPTEK tanpa nilai kemanusiaan dapat menimbulkan kehancuran besar.

Kaitannya dengan Pancasila:

  1. Sila 1: IPTEK harus digunakan sesuai dengan nilai Ketuhanan, menghormati kehidupan, dan menjaga perdamaian.
  2. Sila 2: Pengeboman bertentangan dengan kemanusiaan yang adil dan beradab, karena mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.
  3. Sila 3-5: Perdamaian dunia dan keadilan sosial harus menjadi tujuan utama pengembangan IPTEK, bukan penghancuran.

Kesimpulan:
Peristiwa ini mengingatkan bahwa IPTEK harus dikembangkan dengan etika Pancasila untuk memastikan kesejahteraan umat manusia, bukan kehancuran.



MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Video-1

oleh Aurelia Salsabila -

Nama: Aurelia Salsabila

NPM: 2415012001


Video ini menyoroti dampak negatif limbah pabrik terhadap lingkungan, terutama pencemaran air, udara, dan tanah. Limbah beracun yang tidak dikelola dengan baik merusak ekosistem, mengancam kesehatan masyarakat sekitar, serta mengurangi kualitas hidup.

Poin Utama:

  1. Kerusakan Lingkungan: Pencemaran menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dan rusaknya sumber daya alam.
  2. Dampak Sosial: Masyarakat sekitar pabrik menderita akibat air tercemar dan polusi udara yang memicu berbagai penyakit.
  3. Tanggung Jawab Perusahaan: Minimnya pengawasan dan tanggung jawab pabrik dalam mengelola limbah menunjukkan lemahnya regulasi lingkungan.

Kesimpulan:
Pemerintah dan perusahaan harus meningkatkan pengelolaan limbah dan menerapkan sanksi tegas untuk melindungi lingkungan dan masyarakat.



MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Soal-2

oleh Aurelia Salsabila -

Nama: Aurelia Salsabila

NPM: 2415012001


A. Pancasila dapat menjadi landasan etika dan kebijakan dalam disiplin ilmu Arsitektur, khususnya dalam menghadapi tantangan persaingan global, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
  • Kebijakan Ilmu: Arsitektur yang berbasis spiritualitas dan menghargai keragaman keyakinan. Pembangunan desain harus menghormati nilai-nilai keagamaan dan menyediakan ruang ibadah yang inklusif.
  • Landasan Etika: Menciptakan bangunan yang tidak hanya estetis tetapi juga mengandung makna spiritual dan mendukung kehidupan beragama.
Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  • Kebijakan Ilmu: Arsitektur berorientasi pada kesejahteraan manusia, menyediakan hunian layak bagi semua lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.
  • Landasan Etika: Merancang bangunan yang ramah lingkungan, nyaman, dan aman bagi semua pengguna, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan difabel.
Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
  • Kebijakan Ilmu: Arsitektur yang memperkuat identitas nasional dan keunikan budaya lokal, dengan mengintegrasikan elemen tradisional ke dalam desain modern.
  • Landasan Etika: Membangun harmoni antara tradisi dan modernitas, serta mempromosikan arsitektur yang mencerminkan keberagaman budaya Indonesia.
Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
  • Kebijakan Ilmu: Proses perencanaan dan pembangunan arsitektur yang partisipatif, melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan.
  • Landasan Etika: Mengutamakan musyawarah dan dialog dengan komunitas lokal sebelum memulai proyek pembangunan untuk memastikan desain yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
  • Kebijakan Ilmu: Merancang hunian dan infrastruktur yang terjangkau, adil, dan berkelanjutan untuk semua lapisan masyarakat.
  • Landasan Etika: Mewujudkan kesetaraan akses terhadap fasilitas umum, ruang hijau, dan infrastruktur dasar bagi semua warga negara.

B.

  1. Pemimpin Pancasilais
  • Jujur, adil, berempati, serta mengutamakan kesejahteraan rakyat melalui musyawarah.
Warganegara Pancasilais
  • Cerdas, kritis, menghargai keberagaman, dan bijak memanfaatkan teknologi.
Ilmuwan Pancasilais
  • Inovatif, beretika, mengutamakan keberlanjutan, serta mengembangkan ilmu untuk kesejahteraan bangsa.

Kesimpulan:
Pancasila sebagai landasan etika membimbing perkembangan ilmu arsitektur agar tetap memajukan kesejahteraan bangsa dengan menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah persaingan global.



MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Soal-1

oleh Aurelia Salsabila -

Nama: Aurelia Salsabila

NPM: 2415012001


A. Berita tersebut menyoroti betapa masifnya dampak hoaks, terutama ketika bertemu dengan media sosial. Fakta bahwa latar belakang pendidikan tidak menjamin seseorang kebal terhadap hoaks menunjukkan betapa seriusnya masalah ini. Hoaks beredar bukan hanya karena kurangnya literasi, tetapi juga karena bias personal yang memperkuat keyakinan seseorang.


Langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah yaitu meningkatkan literasi digital serta kampanye anti hoax.


B. Pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dapat menghasilkan dampak negatif, seperti penyebaran kebencian, polarisasi sosial, dan penurunan nilai-nilai kemanusiaan. Nilai-nilai Pancasila seperti musyawarah, keadilan sosial, dan kemanusiaan sering terabaikan ketika media sosial digunakan untuk menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian.


Solusi yang dapat diterapkan yaitu: 

1. Penggunaan Teknologi untuk Kebaikan

2. Penegakan Etika Digital


C. Sebagai mahasiswa Jurusan Arsitektur, sikap konsumerisme yang menjadikan Indonesia sebagai pasar bagi produk teknologi asing dapat diatasi dengan solusi yang berfokus pada pengembangan teknologi arsitektur lokal. Berikut beberapa solusi yang relevan:


1. Pengembangan material lokal berbasis teknologi

2. Penerapan Teknologi Bangunan Hijau (Green Building)

3. Kampanye cinta produk lokal


MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Jurnal

oleh Aurelia Salsabila -
Nama: Aurelia Salsabila
NPM: 2415012001

Analisis Jurnal yang berjudul 

Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


Pancasila sebagai landasan filsafat ilmu di Indonesia. Pancasila tidak hanya berperan sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat membimbing arah perkembangan IPTEK agar selaras dengan etika dan moral bangsa.


Pancasila sebagai filsafat ini menjelaskan bahwa Pancasila dapat dianggap sebagai filsafat ilmu karena mengandung prinsip-prinsip dasar yang membimbing cara berpikir ilmiah.


Jurnal ini menyoroti bahwa Pancasila memberikan kerangka etis bagi IPTEK. Implikasinya antara lain:

  • Pengembangan IPTEK yang Beretika: Ilmu pengetahuan harus memperhatikan nilai kemanusiaan dan lingkungan, bukan hanya mengejar keuntungan material.
  • Inovasi yang Berorientasi Sosial: Teknologi yang dikembangkan harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti teknologi ramah lingkungan, kesehatan, dan pendidikan.
  • Keseimbangan antara Tradisi dan Modernitas: IPTEK harus menghormati nilai-nilai budaya lokal sambil tetap mengikuti perkembangan global.

Kesimpulan jurnal menegaskan bahwa Pancasila dapat menjadi landasan yang kuat untuk mengembangkan IPTEK yang tidak hanya maju secara teknis tetapi juga berakar pada nilai-nilai luhur bangsa. Dengan Pancasila, ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan dapat menjadi sarana yang membawa kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.


Penting untuk memahami bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu memberikan arah bagi IPTEK agar tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga proses yang etis dan bertanggung jawab. Pengembangan IPTEK yang berbasis Pancasila memastikan bahwa kemajuan ilmu tidak mengorbankan nilai kemanusiaan. Selain itu, dalam konteks globalisasi, Pancasila dapat menjadi keunikan Indonesia dalam menciptakan inovasi yang beretika dan berkelanjutan.

Dengan demikian, jurnal ini mengajak kita untuk berpikir kritis tentang peran Pancasila dalam IPTEK serta mendorong kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu yang bermoral dan bermanfaat bagi masyarakat luas.