NPM: 2413053130
Posts made by NI PUTU PUSPA RADHA WIJAYA
Npm : 2413053130
Kelas : 3D
1. Metode yang Digunakan
Dari rangkaian kegiatan, Bu Beti memakai metode pembelajaran yang cukup lengkap, mulai dari nonton video, diskusi kelas, identifikasi gambar, sampai presentasi kelompok. Variasi metode ini membuat suasana belajar lebih hidup dan tidak monoton. Tapi karena jumlah kegiatannya banyak, ritme pembelajaran jadi cukup padat sehingga beberapa bagian terasa cepat dan kurang digali secara maksimal.
2. Media yang Digunakan
Media yang dipakai juga beragam, ada video, PPT, gambar, lagu, serta LKPD. Kombinasi media seperti ini sangat membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah karena mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga melihat dan melakukan aktivitas. Meski demikian, banyaknya media perlu dikelola dengan baik agar perpindahan dari satu media ke media lain tidak membingungkan siswa.
3. Penguasaan Materi oleh Guru
Dari cara Bu Beti menjelaskan materi setelah pemutaran video dan saat memberi arahan LKPD, terlihat bahwa beliau menguasai topik penampakan alam dengan baik. Penyampaiannya jelas dan terarah. Hanya saja, beberapa instruksi bisa dibuat lebih singkat supaya waktu belajar dapat dimanfaatkan lebih efisien dan seluruh kegiatan bisa berjalan optimal.
4. Pengelolaan Kelas
Secara umum, pengelolaan kelas sudah cukup baik. Siswa terlihat aktif dan terlibat dalam berbagai aktivitas seperti diskusi kelompok dan presentasi. Guru juga turun langsung memberi bimbingan ke tiap kelompok, menunjukkan perhatian pada proses belajar siswa. Namun, karena aktivitasnya cukup banyak, guru perlu memastikan seluruh siswa tetap fokus agar tidak ada yang kehilangan arah saat perpindahan aktivitas.
skor yang saya berikan untuk Bu Beti : 86/100
NPM : 2413053130
Kelas : 3D
1. Metode yang digunakan
Kelebihan:
Guru menggunakan metode ceramah yang sederhana dan langsung, sehingga materi mudah dipahami oleh siswa.
Penyampaian dilakukan dengan bahasa yang komunikatif dan sesuai usia siswa.
Guru memberikan contoh konkret sehingga siswa lebih cepat mengerti.
Kekurangan:
Aktivitas siswa belum terlihat banyak, sehingga pembelajaran masih berpusat pada guru.
Belum tampak adanya metode tambahan seperti tanya jawab atau praktik langsung untuk meningkatkan keterlibatan siswa.
2. Media yang digunakan
Kelebihan:
Media yang digunakan cukup relevan dengan materi, yaitu contoh identitas langsung (ID card).
Media nyata membuat siswa lebih mudah memahami konsep perkenalan diri.
Kekurangan:
Media pembelajaran masih sangat terbatas pada contoh fisik—belum ada pendukung visual lain seperti gambar, poster, atau tampilan papan tulis.
Variasi media belum terlihat sehingga suasana kelas bisa menjadi kurang menarik bagi siswa.
3. Penguasaan materi oleh guru
Kelebihan:
Guru terlihat cukup percaya diri dalam menyampaikan materi.
Penjelasan runtut dan mudah diikuti oleh siswa.
Intonasi suara jelas sehingga pesan tersampaikan dengan baik.
Kekurangan:
Belum terlihat pendalaman materi atau contoh tambahan yang dapat memperkaya pemahaman siswa.
Penjelasan masih fokus pada satu arah tanpa memancing respon siswa.
4. Pengelolaan kelas
Kelebihan:
Kelas dalam kondisi tertib saat guru menjelaskan.
Posisi duduk siswa sudah teratur sehingga memudahkan guru berkomunikasi dengan mereka.
Suasana kelas cukup kondusif.
Kekurangan:
Beberapa siswa tampak belum fokus penuh, sehingga pengawasan guru perlu lebih menyeluruh.
Guru perlu lebih sering mengarahkan pandangan ke seluruh sisi kelas agar semua siswa merasa diperhatikan.
5. Skor untuk guru Bu Beti (1–100)
Skor: 80/100
Alasan:
Penyampaian materi jelas dan guru menguasai topik.
Kondisi kelas cukup terkendali.
Namun variasi metode, media, dan strategi menjaga fokus siswa masih bisa ditingkatkan.
NPM : 2413053130
Kelas : 3D
Masalah Sosial: Kemiskinan dan Kesenjangan Sosial
Konteks Masalah
Kemiskinan dan kesenjangan sosial merupakan masalah yang sangat kontekstual di Indonesia, terutama karena faktor distribusi sumber daya yang tidak merata dan ketidaksetaraan akses terhadap pendidikan, pekerjaan, dan fasilitas umum. Situasi ini menunjukkan adanya ketidakadilan dalam sistem sosial ekonomi yang memperlihatkan adanya disparitas antar wilayah dan masyarakat tertentu.
Solusi Berdasarkan Teori
Solusi terhadap masalah ini dapat dilandasi pada Teori Struktur Fungsionalisme yang menyatakan bahwa setiap bagian dari masyarakat harus bekerja secara harmonis untuk menjaga kestabilan sosial. Salah satu solusi berbasis teori ini adalah pengembangan industri kecil di daerah pedesaan, yang dapat meratakan pembangunan dan mengurangi urbanisasi berlebih, sehingga mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial.
Selain itu, Teori Konflik yang menekankan bahwa konflik sosial muncul akibat ketidaksetaraan kekuasaan dan sumber daya dapat diterapkan untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat melalui kebijakan redistribusi kekayaan dan pemberdayaan masyarakat desa. Program pelatihan kerja dan pemberian akses modal usaha merupakan langkah konkret yang sejalan dengan teori ini untuk mengurangi ketimpangan dan memperbaiki posisi sosial masyarakat miskin.