Posts made by ana cesya sari

Learning Social Science -> Tugas Mandiri

by ana cesya sari -
Nama: Ana Cesya Sari
NPM: 2413053114

Metode Pembelajaran: Project Based Learning (PjBL)

Kelebihan:

• Mendorong siswa untuk aktif dalam proses menemukan informasi dan menyelesaikan proyek secara mandiri maupun kelompok.
• Sesuai untuk materi geografis karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi dan observasi.
• Membantu mengembangkan kemampuan kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah.
• Membuat pembelajaran lebih bermakna karena terkait langsung dengan pengalaman nyata dan konteks kehidupan sehari-hari.

Kekurangan / Perlu Ditingkatkan:

• Tahapan PjBL perlu diperjelas agar siswa memahami alur kerja proyek, mulai dari perencanaan hingga penyajian hasil.
• Beberapa kelompok masih memerlukan pendampingan lebih intens agar pembagian tugas berjalan adil dan efektif.
• Waktu pembelajaran harus dikelola dengan baik karena metode PjBL cenderung memerlukan durasi lebih lama.
• Produk akhir atau hasil proyek perlu diarahkan lebih spesifik agar tujuan pembelajaran tercapai secara optimal.

Media Pembelajaran: Video YouTube, PPT, dan Gambar Visual

Kelebihan:

• Media bervariasi sehingga membantu menjelaskan materi melalui tampilan visual yang menarik dan mudah dipahami.
• Video YouTube memberikan ilustrasi nyata tentang kondisi bumi atau fenomena geografis.
• PPT membantu menata materi secara runtut dan mendukung penjelasan guru selama pembelajaran.
• Gambar visual mempermudah siswa memahami ciri-ciri bumi dan komponen yang sedang dipelajari.

Kekurangan / Perlu Ditingkatkan:

• Saat video diputar, siswa cenderung pasif sehingga perlu diselingi pertanyaan atau diskusi singkat.
• Media dapat diperkuat dengan menambahkan alat konkret seperti globe, peta fisik, atau miniatur bumi.
• Perlu memastikan kualitas video dan gambar jelas agar informasi tidak membingungkan siswa.
• Penggunaan media perlu disesuaikan dengan tingkat konsentrasi siswa agar pembelajaran tetap fokus dan terarah.

1. Penguasaan Materi

Kelebihan:

• Guru menunjukkan pemahaman yang sangat baik terhadap materi Perkenalan dengan Bumi Kita.
• Penjelasan disampaikan secara sistematis, runtut, dan mudah dipahami.
• Mampu menghubungkan konsep geografi dasar dengan contoh nyata di lingkungan sekitar.
• Responsif dalam menjawab pertanyaan siswa dengan jelas dan tepat.

Kekurangan / Perlu Ditingkatkan:

• Perlu menambah variasi pertanyaan pemantik untuk mengukur pemahaman yang lebih mendalam.
• Materi dapat diperluas agar siswa dapat mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman pribadi.

2. Pengelolaan Kelas

Kelebihan:

• Guru mampu menjaga suasana kelas tetap kondusif selama berbagai kegiatan: menonton video, diskusi, dan presentasi.
• Instruksi disampaikan dengan jelas sehingga siswa memahami tahapan kegiatan.
• Suasana pembelajaran teratur, terarah, dan berjalan lancar.

Kekurangan / Perlu Ditingkatkan:

• Beberapa siswa masih terlihat kurang fokus saat diskusi kelompok.
• Perlu strategi manajemen waktu dan pembagian peran yang lebih efektif.
• Presentasi masih didominasi siswa tertentu; keterlibatan seluruh anggota perlu diperkuat.

skor keseluruhan 90/100

Learning Social Science -> Tugas mandiri

by ana cesya sari -
Assalamualaikum Wr. Wb, sebelumnya izin memperkenalkan diri
Nama: Ana Cesya Sari
NPM: 2413053114
Kelas: 3D

Masalah sosial yang sering muncul dalam konteks pendidikan dasar adalah bullying (perundungan) di lingkungan sekolah. Bullying dapat berupa kekerasan verbal, fisik, maupun sosial yang dilakukan oleh siswa terhadap teman sebayanya. Fenomena ini menimbulkan dampak negatif yang serius, seperti menurunnya motivasi belajar, gangguan psikologis, serta terganggunya hubungan sosial antar peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang komprehensif untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui pendekatan pendidikan yang berlandaskan teori-teori relevan.

Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pendidikan karakter, yang menekankan penanaman nilai-nilai moral seperti empati, tanggung jawab, dan saling menghargai dalam kegiatan pembelajaran. Menurut Thomas Lickona (1991) dalam karyanya Educating for Character, pendidikan karakter merupakan proses pembentukan perilaku moral siswa melalui tiga aspek utama, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action. Melalui ketiga aspek tersebut, peserta didik tidak hanya memahami nilai-nilai moral, tetapi juga memiliki kesadaran dan kemauan untuk mewujudkannya dalam tindakan nyata (Lickona, 1991).

Selain itu, pendekatan teori belajar sosial juga relevan dalam upaya pencegahan bullying. Albert Bandura (1977) dalam Social Learning Theory menjelaskan bahwa individu belajar melalui proses observasi dan peniruan terhadap perilaku orang lain. Oleh karena itu, guru berperan penting sebagai model yang menunjukkan perilaku positif, seperti menghargai perbedaan, bersikap adil, dan menumbuhkan rasa empati antarsiswa. Pemberian penguatan positif kepada siswa yang berperilaku baik juga dapat memperkuat pembentukan karakter sosial yang diharapkan (Bandura, 1977).

Selanjutnya, untuk mengoptimalkan pencegahan bullying diperlukan keterlibatan seluruh ekosistem pendidikan melalui pendekatan ekologis. Berdasarkan teori Urie Bronfenbrenner (1979) dalam Ecological Systems Theory, perkembangan anak dipengaruhi oleh berbagai sistem lingkungan, meliputi keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, pencegahan bullying tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga memerlukan dukungan orang tua dan komunitas sekitar. Sekolah dapat membentuk kebijakan anti-bullying, sementara orang tua berperan dalam memberikan teladan dan pengawasan di rumah. Dengan demikian, lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung dapat tercipta untuk mengembangkan perilaku sosial yang positif pada peserta didik (Bronfenbrenner, 1979).

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa masalah bullying di sekolah dasar memerlukan penanganan yang holistik melalui sinergi antara pendidikan karakter, teori belajar sosial, dan pendekatan ekologis. Ketiga pendekatan tersebut saling melengkapi dalam membentuk perilaku siswa yang empatik, bertanggung jawab, dan menghargai sesama. Dengan implementasi yang konsisten, sekolah dapat menjadi lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan sosial emosional peserta didik secara optimal.