Posts made by Melisa Rahmadini

Learning Social Science -> Tugas mandiri

by Melisa Rahmadini -

Nama: Melisa Rahmadini

NPM: 2413053111

Kelas: 3D

  • Masalah sosial yang masih terjadi di Indonesia adalah Kebiasaan Jajan Sembarangan pada Anak Sekolah Dasar. Penelitian Khoiriyah, Solikhah, & Supriatiningrum (2023) yang dilakukan di beberapa SD Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menunjukkan bahwa banyak siswa yang memiliki kebiasaan membeli jajanan di luar sekolah tanpa memperhatikan kebersihan dan kandungan gizinya. Kebiasaan ini dipengaruhi oleh pengetahuan anak yang masih rendah tentang makanan sehat, pengaruh teman sebaya, dan kurangnya pengawasan dari orang tua. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kebiasaan konsumsi jajanan dengan status gizi anak, di mana anak yang sering jajan sembarangan cenderung memiliki status gizi kurang baik, baik itu kekurangan gizi maupun kelebihan berat badan.
  • Solusi: Berdasarkan saran dari penelitian Khoiriyah et al. (2023), beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini antara lain:
  1. Pendidikan gizi sejak dini kepada siswa agar memahami pentingnya memilih makanan yang sehat dan bergizi.
  2. Perlunya kerja sama antara guru dan orang tua untuk mengawasi kebiasaan jajan anak, baik di rumah maupun di sekolah.
  3. Menyediakan kantin sekolah yang sehat dan higienis, agar siswa memiliki pilihan makanan yang aman.
  4. Peran tenaga kesehatan dan pemerintah, untuk memberikan penyuluhan dan pengawasan terhadap jajanan yang dijual di sekitar sekolah.
  • Landasan Teori yang Relevan
  1. Teori Fungsionalisme (Émile Durkheim), Teori ini memandang masyarakat sebagai suatu sistem yang terdiri atas bagian-bagian yang saling berhubungan dan berfungsi untuk menjaga keseimbangan sosial. Jika salah satu bagian tidak berfungsi dengan baik, misalnya sekolah tidak memberikan pendidikan gizi, atau keluarga tidak mengawasi anak, maka akan timbul gangguan sosial, seperti kebiasaan makan yang tidak sehat. Dengan demikian, setiap lembaga sosial perlu menjalankan perannya secara harmonis agar keseimbangan masyarakat tetap terjaga.
  2. Teori Ekologi Sosial (Urie Bronfenbrenner) Teori ini menjelaskan bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan sosial di berbagai tingkatan. Perilaku anak tidak hanya dibentuk oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh keluarga, sekolah, teman sebaya, masyarakat, dan budaya di sekitarnya. Dalam konteks kebiasaan jajan sembarangan, lingkungan yang tidak mendukung, seperti banyaknya pedagang di sekitar sekolah atau kurangnya pengawasan orang tua dapat memperkuat kebiasaan negatif tersebut. Oleh karena itu, perubahan perilaku anak perlu dilakukan dengan memperbaiki lingkungan sosial secara menyeluruh.
  • Kesimpulan: Kebiasaan jajan sembarangan di sekolah dasar merupakan masalah sosial yang dipengaruhi oleh pengetahuan, lingkungan, dan pengawasan sosial. Berdasarkan teori Fungsionalisme dan Ekologi Sosial, perilaku ini muncul karena fungsi lembaga sosial seperti sekolah dan keluarga belum berjalan optimal, serta lingkungan sosial anak belum mendukung pola hidup sehat. Untuk mengatasinya, perlu dilakukan pendidikan gizi, kerja sama antar lembaga sosial, dan pengawasan lingkungan sekolah, agar anak-anak terbiasa hidup sehat dan bertanggung jawab terhadap diri serta lingkungannya.