Posts made by Zahra Loka Mart Syes Saputri

Learning Social Science -> Tugas Mandiri

by Zahra Loka Mart Syes Saputri -
Nama: Zahra Loka Mart Syes Saputri
NPM: 2413053112
Kelas: 3D

1. Metode (menonton video, diskusi, identifikasi, presentasi, Discovery Learning, PjBL)

Kelebihan:
1. Menggabungkan berbagai pendekatan yang membuat siswa aktif (visual, diskusi, praktik).
2. Mendorong pengembangan pemikiran kritis dan keterampilan kerjasama melalui PjBL dan diskusi.
3. Sesuai untuk topik tentang fenomena alam karena melibatkan observasi dan identifikasi.

Kekurangan:
1. Banyaknya variasi metode memerlukan pengelolaan waktu yang ketat; ada risiko beberapa kegiatan tidak berjalan dengan baik.
2. Butuh strategi khusus untuk menarik siswa yang cenderung pemalu agar terlibat aktif.

2. Media (video YouTube, PPT)

Kelebihan:
1. Visualisasi dari video sangat membantu dalam memahami konsep fenomena alam.
2. PPT mempermudah penyampaian materi agar terorganisasi dengan baik dan fokus pada hal-hal penting.

Kekurangan:
1. Harus memastikan kualitas dan relevansi video jika video kurang tepat, bisa menyebabkan kebingungan.
2. Ketergantungan pada alat dan koneksi internet; kemungkinan adanya gangguan teknis dapat mengganggu proses belajar.

3. Penguasaan Materi (guru menjelaskan dengan sangat baik)

Kelebihan:
1. Guru yang menguasai materi menjadikan penjelasan terstruktur dan mudah dipahami.
2. Penyampaian yang efektif mempercepat pemahaman siswa dan meningkatkan kepercayaan diri dalam kelas.

Kekurangan:
1. Terdapat sedikit variasi mungkin perlu menyiapkan contoh tambahan atau latihan berbeda untuk siswa yang membutuhkan pendekatan khusus agar semua siswa mencapai hasil pembelajaran.

4. Pengelolaan Kelas (penataan kursi kelompok, ice breaking)

Kelebihan:
1. Penataan kursi secara kelompok sangat efektif untuk diskusi dan kerja sama.
2. Ice breaking di awal dan tengah sesi membantu mempertahankan motivasi dan menciptakan suasana kelas yang positif.

Kekurangan:
1. Membutuhkan pengaturan tempat duduk dan instruksi yang jelas agar kelompok tetap terfokus dan tidak gaduh.
2. Pengawasan guru harus aktif agar setiap kelompok dapat bekerja secara maksimal dan tidak bersikap pasif.

Skor Keseluruhan: 92 / 100

Learning Social Science -> Tugas mandiri

by Zahra Loka Mart Syes Saputri -
Nama: Zahra Loka Mart Syes Saputri
NPM: 2413053112
Kelas: 3D

Masalah Sosial: Penyalahgunaan Media Sosial di Kalangan Remaja

Banyak anak muda saat ini terlibat dalam penggunaan media sosial yang berlebihan tanpa adanya pengawasan. Mereka sering kali terjerumus dalam perilaku negatif seperti perundungan siber, penyebaran informasi palsu, pencarian pengakuan melalui jumlah likes dan pengikut, serta kecanduan menggulir layar yang mengganggu prestasi belajar dan kesehatan mental mereka.

Solusi :
1. Pendidikan Literasi Digital di Sekolah.
Menggabungkan literasi digital ke dalam kurikulum untuk mengajarkan etika berinternet, perlindungan data, dan cara menggunakan media sosial dengan bijaksana.
2. Peran Keluarga.
Orang tua harus memberikan bimbingan serta menetapkan batasan waktu penggunaan perangkat, dan berfungsi sebagai teladan dalam penggunaan teknologi yang seimbang.
3. Pendekatan Komunitas.
Membentuk wadah atau kampanye remaja "Bijak Bermedia Sosial" yang melibatkan sekolah, komunitas, dan influencer lokal untuk menyebarkan konten yang positif.

Teori yang Relevan :
1. Teori Perkembangan Psikososial Erik Erikson.
Pada fase remaja (identitas vs. kebingungan peran), individu berusaha menemukan jati diri mereka. Tanpa bimbingan yang tepat, mereka dapat dengan mudah mencari pengakuan di dunia maya.
- Implementasi: Sekolah dan keluarga perlu mendukung remaja dalam membangun identitas positif dan rasa percaya diri tanpa harus bergantung pada media sosial.
2. Teori Uses and Gratifications (Katz, Blumler, dan Gurevitch).
Teori ini menunjukkan bahwa individu menggunakan media untuk memenuhi kebutuhan spesifik, seperti hiburan, informasi, dan pembentukan identitas.
- Implementasi: Dengan memahami motivasi ini, pendidik dapat membimbing remaja untuk memanfaatkan media sosial dengan cara yang produktif, misalnya untuk belajar, membagikan karya, atau terlibat dalam kegiatan sosial.