Posts made by Rahma Alya Az-Zhara 2411011107

Nama : Rahma Alya Az-Zhara
NPM : 241101110
Kelas : MKU PKn
Prodi : Manajemen

Berdasarkan video tersebut yang membahas mengenai “Ketahanan Nasional" Menurut saya sebagai seorang mahasiswa, menyadari bahwa ketahanan nasional bukan hanya tanggung jawab atau tugas pemerintah dan lembaga keamanan negara, tapi juga menjadi tanggung jawab kita sebagai warga negara. Video ini membuka pandangan saya bahwa ketahanan nasional mencakup banyak aspek seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Semua ini saling berkaitan dan harus dijaga bersama-sama agar Indonesia tetap kuat dan tidak mudah terpecah.
Menurut saya, peran mahasiswa dalam menjaga ketahanan nasional bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti berpikir kritis, tidak mudah terprovokasi, menjaga toleransi, dan aktif berkontribusi dalam masyarakat. Pendidikan kewarganegaraan ternyata sangat penting untuk membentuk karakter yang sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Pancasila dan UUD 1945 bukan sekadar teori, tetapi panduan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Saya juga setuju bahwa generasi muda harus jadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa. Dalam era globalisasi dan media sosial seperti sekarang, kita harus pintar memilah informasi dan menjaga sikap agar tidak ikut menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian. Ketahanan nasional dimulai dari diri sendiri dan dari bagaimana kita berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.
Nama : Rahma Alya Az-Zhara
NPM : 2411011107

Jurnal “Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi Covid-19” yang ditulis oleh Syahrul Kemal. Jurnal ini menekankan bahwa bela negara bukan hanya tentang senjata, tetapi juga tentang sikap dan perilaku yang menunjukkan cinta tanah air, seperti mematuhi aturan pemerintah saat pandemi, menjaga kebersihan, dan saling membantu sesama. Menurut saya, aktualisasi bela negara di masa pandemi terlihat dari hal-hal sederhana, misalnya tetap di rumah, memakai masker, atau membantu orang yang terdampak secara ekonomi. Hal ini membuktikan bahwa setiap warga, punya peran pentimg dalam menjaga keutuhan negara, bahkan lewat tindakan kecil sehari-hari.

Jurnal ini juga menegaskan bahwa bela negara adalah hak dan kewajiban semua warga negara yang sudah diatur dalam UUD 1945 dan undang-undang lainnya. Saya setuju, karena tanpa kesadaran bela negara, bangsa kita akan mudah terpecah dan sulit menghadapi tantangan global. Sebagai mahasiswa, saya merasa punya tanggung jawab untuk terus belajar, berpikir kritis, dan ikut menyebarkan semangat bela negara di lingkungan sekitar. Solidaritas dan gotong royong yang ditekankan dalam jurnal ini juga sangat penting, apalagi saat banyak orang mengalami kesulitan akibat pandemi. Jadi, menurut saya, bela negara di masa sekarang bisa diwujudkan dengan cara-cara sederhana yang sesuai dengan kemampuan masing-masing, asalkan dilakukan dengan niat yang tulus demi kebaikan bersama.
Nama : Rahma Alya Az-Zhara
NPM : 2411011107

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi Pak Roy dan teman-teman semua, izin memberi tanggapan dari video materi yang telah diberikan

Perkembangan ilmu dan teknologi di Indonesia dewasa ini belum berakar pada nilai-nilai budaya bangsa Indonesia, tetapi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia lebih berorientasi pada kebutuhan pasar.
Terdapat beberapa tantangan terhadap Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi :
1. Kapitalisasi : penguasa perekonomian dunia yang mengakibatkan terbatasnya penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu. Kapitalisasi ini bisa dihadapi dengan kurikulum pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila secara eksplisit agar siswa memahami pentingnya menjaga identitas nasional dalam pengembangan ilmu.
2. Globalisasi : lemahnya daya saing bangsa Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menyebabkan Indonesia lebih berkedudukan sebagai konsumen daripada produsen. Hal ini dapat dihadapi dengan mendorong inovasi berbasis lokal yang memanfaatkan potensi sumber daya alam dan budaya Indonesia untuk menghasilkan produk unggulan yang bisa bersaing di pasar internasional.
3. Konsumerisme : Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju IPTEKnya. Hal ini dapat dihadapi dengan mendorong produksi domestik teknologi yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga Indonesia menjadi produsen bukan hanya konsumen.
4. Pragmatisme : kemampuan kerja, kepuasan, dan hasil yang memengaruhi perilaku. Dapat dihadapi dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan untuk membentuk karakter dan moralitas serta mengubah pola pikir yang pragmatis menjadi lebih idealis dan berorientasi pada nilai-nilai luhur, termasuk kejujuran dan integritas.

Pancasila penting dalam menerapkan ilmu karena bangsa Indonesia memiliki akar budaya dan religi yang kuat apabila pengembangan ilmu tidak berakar pada ideologi bangsa maka ilmu berkembang tanpa arah dan orientasi yang tidak jelas.