Posts made by Naura Silvania Putri 2411011073

Nama : Naura Silvania Putri
NPM : 2411011073

Presentasi tim pemasaran suatu perusahaan ke calon distributor gagal karena slidenya terlalu banyak tulisan, presenter ngomong terlalu cepat, dan tidak ada data pendukung yang kuat. nah kamu diberi tugas untuk memperbaiki keseluruhan presentasi dan memastikan pitch kedua berjalan jauh lebih efektif.

Apa risiko terbesar jika presentasi kedua masih gagal memenuhi ekspektasi distributor, dan bagaimana strategi komunikasi kamu bisa meminimalkan risiko tersebut selama penyampaian presentasi?
Nama : Naura Silvania Putri
NPM : 2411011073

Izin bertanya kepada kelompok 3.
Misalnya ada kasus seller Shopee yang harus ngasih pesan negatif ke pembeli—contohnya pembeli minta refund tapi bukti kurang lengkap, atau pesanan terpaksa dibatalin karena stok tiba-tiba kosong, atau pembeli komplain barang rusak padahal nggak ada video unboxing. nah di situasi-situasi sensitif kayak gini, gimana cara seller nentuin kapan harus ngomong secara langsung dan tidak langsung? apalagi dengan adanya risiko pembeli bisa kecewa, ngasih bintang 1, bahkan ngelaporin toko, plus aturan Shopee yang tetap harus seller patuhi, gimana seller bisa nyimbangin bahasa yang ramah, penjelasan yang tegas, dan komunikasi yang tetap enak buat diterima pembeli?
Nama : Naura Silvania Putri
NPM : 2411011073

Izin menjawab pertanyaan dari Vellyna.
Kalau audiensnya skeptis, menurut aku hal paling penting itu bangun kepercayaan dulu. Jangan langsung nyerang dengan klaim besar, tapi tunjukin bukti nyata dan sikap yang jujur. Orang yang udah ragu tuh lebih percaya sama data dan konsistensi, bukan kata-kata manis.

Kalau dikaitin sama model AIDA :
1. Di tahap Attention, jangan mulai dengan janji yang berlebihan, tapi pakai fakta atau hasil nyata.
2. Di Interest, tunjukin kalau kita ngerti kekhawatiran atau pengalaman buruk mereka sebelumnya.
3. Di Desire, fokus ke manfaat realistis yang bisa dibuktikan, bukan yang mengawang.
4. Di Action, ajak mereka diskusi dulu, bukan langsung nyuruh beli atau setuju.

Jadi intinya, model AIDA tetap bisa dipakai, cuma perlu disesuaikan biar lebih jujur, logis, dan berorientasi ke kepercayaan, bukan sekadar bikin orang langsung terpengaruh.