Nama: Chiara Kayana Prastika
NPM: 2451011042
Video yang disampaikan oleh bapak Supriyono, M.Pd, membahas tantangan dan dinamika Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Beliau menyoroti bahwa perkembangan ilmu saat ini lebih berorientasi pada kebutuhan pasar, mengabaikan nilai-nilai budaya bangsa.
Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi:
1. Kapitalisasi: Mengurangi ruang penerapan nilai Pancasila dalam ilmu.
2. Globalisasi: Menjadikan Indonesia lebih sebagai konsumen daripada produsen teknologi.
3. Konsumerisme: Membuat Indonesia menjadi pasar bagi produk asing.
4. Pragmatisme: Mengarahkan pengembangan ilmu tanpa arah ideologis yang jelas.
Bapak Supriyono menekankan pentingnya kontribusi ilmuwan berlandaskan Pancasila untuk mengarahkan perkembangan ilmu ke arah yang lebih bermanfaat bagi bangsa.
Sebagai mahasiswa, saya sangat menghargai pemaparan yang disampaikan dalam video tersebut. Saya setuju bahwa Pancasila harus menjadi landasan dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Tantangan yang dihadapi, seperti kapitalisasi dan globalisasi, memang mengancam nilai-nilai budaya kita.
Penting bagi kita untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen yang mampu menciptakan inovasi yang sesuai dengan karakter bangsa. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan dan penelitian, kita dapat memastikan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas dan nilai-nilai budaya kita.
NPM: 2451011042
Video yang disampaikan oleh bapak Supriyono, M.Pd, membahas tantangan dan dinamika Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Beliau menyoroti bahwa perkembangan ilmu saat ini lebih berorientasi pada kebutuhan pasar, mengabaikan nilai-nilai budaya bangsa.
Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi:
1. Kapitalisasi: Mengurangi ruang penerapan nilai Pancasila dalam ilmu.
2. Globalisasi: Menjadikan Indonesia lebih sebagai konsumen daripada produsen teknologi.
3. Konsumerisme: Membuat Indonesia menjadi pasar bagi produk asing.
4. Pragmatisme: Mengarahkan pengembangan ilmu tanpa arah ideologis yang jelas.
Bapak Supriyono menekankan pentingnya kontribusi ilmuwan berlandaskan Pancasila untuk mengarahkan perkembangan ilmu ke arah yang lebih bermanfaat bagi bangsa.
Sebagai mahasiswa, saya sangat menghargai pemaparan yang disampaikan dalam video tersebut. Saya setuju bahwa Pancasila harus menjadi landasan dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Tantangan yang dihadapi, seperti kapitalisasi dan globalisasi, memang mengancam nilai-nilai budaya kita.
Penting bagi kita untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen yang mampu menciptakan inovasi yang sesuai dengan karakter bangsa. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan dan penelitian, kita dapat memastikan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas dan nilai-nilai budaya kita.