Posts made by Athifa Husni Mardiyah

Learning Social Science -> Tugas Mandiri

by Athifa Husni Mardiyah -
Nama: Athifa Husni Mardiyah
NPM: 2413053144
Kelas: 3D

1. Metode yang digunakan
Kelebihan:
Guru menggunakan metode yang variatif, yaitu menonton video tentang kenampakan alam, diskusi, mengidentifikasi jenis-jenis kenampakan alam, kerja kelompok, presentasi, tanya jawab, hingga penulisan jurnal refleksi di akhir pembelajaran. Metode-metode ini membantu peserta didik terlibat aktif dan memahami materi secara menyeluruh.

Kekurangan:
Metode yang digunakan sudah baik, namun pada saat diskusi beberapa peserta didik kurang aktif dalam menyampaikan pendapat. Beberapa kelompok lebih didominasi peserta didik tertentu. Guru dapat menambah strategi agar peserta didik bisa lebih aktif.

2. Media yang digunakan
Kelebihan:
Guru menggunakan media yang cukup lengkap, seperti proyektor, laptop, speaker, serta LKPD. Media audio-visual membantu peserta didik memahami materi dengan lebih menarik dan jelas.

Kekurangan:
Guru belum memanfaatkan papan tulis untuk menuliskan poin-poin penting. Padahal, jika materi inti ditulis di papan, peserta didik dapat lebih mudah mencatat dan mengingat apa yang disampaikan.

3. Penguasaan materi oleh guru
Kelebihan:
Guru sangat menguasai materi. Penjelasan yang diberikan jelas, runtut, dan mudah dipahami oleh peserta didik. Guru berkomunikasi dengan kecepatan yang pas, sehingga peserta didik tetap mampu mengikuti pembelajaran dengan baik.

Kekurangan:
Kekurangan yang tampak hanya pada bagian penyampaian contoh. Akan lebih baik jika dituliskan atau diperjelas melalui media tertulis agar peserta didik memiliki acuan tambahan selain penjelasan lisan.

4. Pengelolaan kelas
Kelebihan:
Pengelolaan kelas sudah baik. Suasana kelas tertib, peserta didik memperhatikan, dan pembelajaran berjalan kondusif.

Kekurangan:
Partisipasi peserta didik masih belum merata. Beberapa peserta didik baru menjawab jika ditunjuk langsung oleh guru. Guru bisa mencoba teknik yang lebih mendorong semua peserta didik untuk terlibat tanpa harus ditunjuk satu per satu.

5. Skor penilaian untuk Bu Bety
Secara keseluruhan, berdasarkan metode, media, penguasaan materi, dan pengelolaan kelas, saya memberikan skor 80. Guru sudah sangat baik, hanya ada beberapa aspek kecil yang bisa ditingkatkan seperti pemanfaatan papan tulis dan pemerataan partisipasi peserta didik.

Learning Social Science -> Tugas mandiri

by Athifa Husni Mardiyah -
Nama: Athifa Husni Mardiyah
NPM: 2413053144
Kelas: 3D

1. Masalah Sosial
Di salah satu sekolah dasar, banyak peserta didik kelas V dan VI yang mulai menunjukkan perilaku individualistik misalnya tidak mau menolong teman yang kesulitan, mengejek teman yang nilainya rendah, dan kurang peduli terhadap kebersihan kelas bersama. Guru sering kali menegur, tetapi perilaku itu muncul kembali dalam bentuk yang lebih halus, seperti tidak mau bekerja sama dalam kelompok atau mengabaikan teman yang berbeda latar belakang ekonomi.

2. Analisis Berdasarkan Teori
1. Teori Perkembangan Sosial Vygotsky
Vygotsky menekankan bahwa perkembangan kognitif dan sosial anak terjadi melalui interaksi sosial dengan teman sebaya dan orang dewasa yang lebih kompeten.

2. Pendidikan Karakter menurut Lickona (1991)
Pendidikan karakter harus mengembangkan tiga komponen utama: moral knowing (pengetahuan moral), moral feeling (perasaan moral), dan moral action (tindakan moral). Dalam kasus ini, peserta didik mungkin tahu apa itu empati, tetapi belum merasakan dan menerapkannya.

3. Solusi
Untuk mengatasi kurangnya empati dan kepedulian antarteman, guru dapat menumbuhkan suasana kebersamaan melalui kegiatan sederhana yang melatih kepekaan sosial. Misalnya dengan membiasakan sesi “sapaan pagi” di mana peserta didik saling menyapa dan berbagi kabar, atau dengan memberi tugas kelompok yang menuntut kerja sama dan saling membantu. Dalam kegiatan seperti ini, guru tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga cara peserta didik berinteraksi. Ketika ada peserta didik yang terlihat menyendiri atau diabaikan, guru dapat menugaskan teman sebaya untuk mendampingi dan membantu agar semua anak merasa diterima dan dihargai.
Selain itu, sekolah dapat mengadakan kegiatan sosial seperti “Hari Berbagi” atau “Papan Kebaikan”, di mana setiap peserta didik mencatat atau menempelkan tindakan baik yang dilakukan atau diterima dari teman. Kegiatan seperti ini menumbuhkan kesadaran bahwa empati bukan hanya sikap, tetapi juga tindakan nyata. Dengan pembiasaan seperti ini, suasana kelas akan menjadi lebih hangat, peserta didik saling peduli, dan nilai-nilai sosial dapat tumbuh secara alami dalam keseharian mereka.

4. Simpulan
Masalah rendahnya empati di sekolah dasar bukan sekadar perilaku individu, tetapi hasil dari interaksi sosial dan lingkungan belajar. Dengan menerapkan pembelajaran kolaboratif, reflektif, dan berbasis keteladanan, guru dapat menumbuhkan empati sosial siswa secara berkelanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan teori Vygotsky dan Lickona yang menekankan pentingnya lingkungan sosial, peneladanan, dan pendidikan karakter dalam perkembangan moral anak.