Posts made by Rizki Ramadani 2411011105

Nama: Rizki Ramadani
NPM: 2411011105
Prodi:S1 Manajemen

Assalamualaikum, selamat sore pak Roy dan teman-teman sekalian.
Izinkanlah saya memberi tanggapan tentang vidio materi pembelajaran Padaa hari ini
Video tersebut membahas tantangan terhadap Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu di Indonesia, khususnya dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat di era globalisasi. Pembahasan materi difokuskan pada empat poin utama:

1. Kapitalisme sebagai Penguasa Perekonomian Dunia:
Video menjelaskan bahwa dominasi kapitalisme global membatasi ruang penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan ilmu. Sistem ekonomi kapitalis yang berorientasi pada profit dan persaingan bebas cenderung mengabaikan aspek-aspek keadilan sosial dan kemanusiaan yang dianut Pancasila. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pun lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar global, bukan untuk menyelesaikan permasalahan sosial masyarakat Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

2. Globalisasi yang Melemahkan Daya Saing Bangsa:
Proses globalisasi, meskipun menawarkan peluang, juga menimbulkan tantangan bagi Indonesia. Video menyoroti lemahnya daya saing bangsa Indonesia dalam pengembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) di tengah persaingan global. Akibatnya, Indonesia cenderung menjadi konsumen produk teknologi dari negara lain yang lebih maju, daripada menjadi produsen teknologi sendiri. Hal ini dapat menghambat implementasi nilai-nilai Pancasila yang menekankan kemandirian dan kedaulatan bangsa.

3. Konsumerisme sebagai Ancaman:
Video menghubungkan globalisasi dengan meningkatnya konsumerisme di Indonesia. Konsumerisme yang berlebihan dapat menggeser fokus pengembangan ilmu dari kebutuhan riil masyarakat menuju pada pemenuhan keinginan konsumtif. Hal ini dapat menghambat terwujudnya kesejahteraan dan keadilan sosial yang menjadi cita-cita Pancasila. Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain, bukan sebagai pusat inovasi dan pengembangan teknologi sendiri yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

4. Pragmatisme yang Mengabaikan Nilai-nilai Pancasila:
Video mengkritik pendekatan pragmatis dalam pengembangan ilmu yang hanya berfokus pada tiga hal: kemampuan kerja, kepuasan, dan hasil. Pendekatan ini, menurut video, mengabaikan nilai-nilai luhur Pancasila seperti keadilan, gotong royong, dan kebersamaan. Akibatnya, pengembangan ilmu tidak memiliki arah dan orientasi yang jelas, serta tidak selaras dengan tujuan pembangunan nasional yang berlandaskan Pancasila.


Kesimpulan:

Video ini memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menerapkan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu di era globalisasi. Keempat poin yang dibahas saling terkait dan menunjukkan bagaimana sistem ekonomi global, proses globalisasi, dan budaya konsumerisme dapat menghambat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, video ini kurang memberikan solusi atau strategi konkret untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut.
Assalamualaikum, Selamat siang bapak Roy dan teman-teman sekalian.

Perkenalkanlah biografi saya:
Nama: Rizki Ramadani
NPM: 2411011105
Prodi: S1 Manajemen

Pada forum diskusi ini saya akan menyampaikan pendapat dan saran saya untuk vidio ke-2 tersebut. penyampaian gagasan yang saya sampaikan dalam bentuk pembahasan materi dan masalah.

Video tersebut membahas tentang ketahanan ideologi Pancasila di era digital, dengan dua fokus utama: kriminalisasi terhadap seorang jaksa, dan pentingnya menjaga ideologi Pancasila di tengah arus informasi digital.

1. Penjelasan Materi:

Bagian pertama video membahas kasus kriminalisasi yang dialami seorang jaksa, Jovi Andrea Bachtiar. Ia menuduh mantan atasannya, Siti Holijah Harahap, melakukan upaya kriminalisasi dan framing terhadap dirinya, termasuk dengan menyebarkan tuduhan palsu bahwa Bachtiar menyalahgunakan mobil dinas untuk kepentingan pribadi. Bachtiar membantah tuduhan tersebut dan menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam sistem peradilan.

Bagian kedua dan seterusnya beralih ke isu yang lebih luas, yaitu ketahanan ideologi Pancasila di era digital. Pembicara menekankan pentingnya menjaga ideologi Pancasila di Indonesia, mengingat jumlah pengguna internet yang sangat besar dan potensi paparan ideologi asing yang mudah tersebar melalui internet. Ia menjelaskan bahwa ancaman ideologi asing ini dapat dianggap sebagai "perang modern" yang perlu dihadapi dengan strategi yang tepat.

Video juga mendefinisikan "ideologi" dari dua perspektif: De Tracy yang memandangnya sebagai gagasan yang sehat dan sesuai realita, dan Karl Marx yang melihatnya sebagai kesadaran palsu. Kemudian, video menjelaskan upaya penguatan ideologi Pancasila baik secara struktural (melalui program pemerintah) maupun kultural (melalui pendidikan dan pembiasaan nilai-nilai Pancasila). Upaya struktural yang dijelaskan meliputi sosialisasi 4 pilar kebangsaan, sementara upaya kultural meliputi pendidikan karakter, pembiasaan nilai religius, dan menanamkan nilai nasionalisme.

2. Masalah yang Dibahas:

Video mengangkat beberapa masalah penting:

2.1 Ancaman Ideologi Asing di Era Digital: Penyebaran informasi dan ideologi asing melalui internet merupakan ancaman serius terhadap ketahanan ideologi Pancasila. Kemudahan akses dan kecepatan penyebaran informasi membuat generasi muda rentan terhadap pengaruh negatif.
2.2 Keadilan dan Akuntabilitas Sistem Peradilan:
Kasus kriminalisasi yang dialami Jaksa Jovi Andrea Bachtiar menunjukkan potensi ketidakadilan dan kurangnya akuntabilitas dalam sistem peradilan. Hal ini dapat mengikis kepercayaan publik terhadap penegakan hukum
2.3 Pentingnya Penguatan Ideologi Pancasila:
Video menekankan urgensi penguatan ideologi Pancasila melalui pendekatan struktural dan kultural untuk melindungi generasi muda dari pengaruh ideologi asing dan menjaga persatuan bangsa.
2.4 Peran Generasi Milenial:
Generasi milenial diidentifikasi sebagai kelompok yang rentan terhadap disinformasi dan propaganda di era digital, sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam upaya penguatan ideologi Pancasila.

3. Tanggapan:

Video ini berhasil menyoroti dua isu penting yang saling berkaitan: kasus kriminalisasi seorang jaksa sebagai contoh nyata dari tantangan dalam penegakan hukum, dan pentingnya ketahanan ideologi Pancasila di era digital. Namun, video ini kurang memberikan solusi yang komprehensif terhadap masalah yang dibahas. Penjelasan mengenai upaya penguatan ideologi Pancasila terasa umum dan kurang spesifik. Lebih rinci lagi mengenai strategi dan implementasi konkret yang efektif dalam menghadapi ancaman ideologi asing di era digital akan meningkatkan nilai informatif video ini. Selain itu, penyajian kasus kriminalisasi jaksa bisa lebih mendalam untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan objektif.
Assalamualaikum, Selamat siang bapak Roy dan teman-teman sekalian.

Perkenalkanlah biografi saya:
Nama: Rizki Ramadani
NPM: 2411011105
Prodi: S1 Manajemen 

Pada forum diskusi ini saya akan menyampaikan pendapat dan saran saya untuk vidio ke-2 tersebut. penyampaian gagasan yang saya sampaikan dalam bentuk pembahasan materi dan masalah.

Video tersebut membahas tentang ketahanan ideologi Pancasila di era digital, dengan dua fokus utama: kriminalisasi terhadap seorang jaksa, dan pentingnya menjaga ideologi Pancasila di tengah arus informasi digital.

1. Penjelasan Materi:

Bagian pertama video membahas kasus kriminalisasi yang dialami seorang jaksa, Jovi Andrea Bachtiar. Ia menuduh mantan atasannya, Siti Holijah Harahap, melakukan upaya kriminalisasi dan framing terhadap dirinya, termasuk dengan menyebarkan tuduhan palsu bahwa Bachtiar menyalahgunakan mobil dinas untuk kepentingan pribadi. Bachtiar membantah tuduhan tersebut dan menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam sistem peradilan.

Bagian kedua dan seterusnya beralih ke isu yang lebih luas, yaitu ketahanan ideologi Pancasila di era digital. Pembicara menekankan pentingnya menjaga ideologi Pancasila di Indonesia, mengingat jumlah pengguna internet yang sangat besar dan potensi paparan ideologi asing yang mudah tersebar melalui internet. Ia menjelaskan bahwa ancaman ideologi asing ini dapat dianggap sebagai "perang modern" yang perlu dihadapi dengan strategi yang tepat.

Video juga mendefinisikan "ideologi" dari dua perspektif: De Tracy yang memandangnya sebagai gagasan yang sehat dan sesuai realita, dan Karl Marx yang melihatnya sebagai kesadaran palsu. Kemudian, video menjelaskan upaya penguatan ideologi Pancasila baik secara struktural (melalui program pemerintah) maupun kultural (melalui pendidikan dan pembiasaan nilai-nilai Pancasila). Upaya struktural yang dijelaskan meliputi sosialisasi 4 pilar kebangsaan, sementara upaya kultural meliputi pendidikan karakter, pembiasaan nilai religius, dan menanamkan nilai nasionalisme.

2. Masalah yang Dibahas:

Video mengangkat beberapa masalah penting:

2.1 Ancaman Ideologi Asing di Era Digital: Penyebaran informasi dan ideologi asing melalui internet merupakan ancaman serius terhadap ketahanan ideologi Pancasila. Kemudahan akses dan kecepatan penyebaran informasi membuat generasi muda rentan terhadap pengaruh negatif.
2.2 Keadilan dan Akuntabilitas Sistem Peradilan:
Kasus kriminalisasi yang dialami Jaksa Jovi Andrea Bachtiar menunjukkan potensi ketidakadilan dan kurangnya akuntabilitas dalam sistem peradilan. Hal ini dapat mengikis kepercayaan publik terhadap penegakan hukum
2.3 Pentingnya Penguatan Ideologi Pancasila: 
 Video menekankan urgensi penguatan ideologi Pancasila melalui pendekatan struktural dan kultural untuk melindungi generasi muda dari pengaruh ideologi asing dan menjaga persatuan bangsa.
2.4 Peran Generasi Milenial:
Generasi milenial diidentifikasi sebagai kelompok yang rentan terhadap disinformasi dan propaganda di era digital, sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam upaya penguatan ideologi Pancasila.

3. Tanggapan:

Video ini berhasil menyoroti dua isu penting yang saling berkaitan: kasus kriminalisasi seorang jaksa sebagai contoh nyata dari tantangan dalam penegakan hukum, dan pentingnya ketahanan ideologi Pancasila di era digital. Namun, video ini kurang memberikan solusi yang komprehensif terhadap masalah yang dibahas. Penjelasan mengenai upaya penguatan ideologi Pancasila terasa umum dan kurang spesifik. Lebih rinci lagi mengenai strategi dan implementasi konkret yang efektif dalam menghadapi ancaman ideologi asing di era digital akan meningkatkan nilai informatif video ini. Selain itu, penyajian kasus kriminalisasi jaksa bisa lebih mendalam untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dan objektif.
Assalamualaikum, selamat siang bapak Roy dan teman-teman sekalian.

Perkenalkanlah biografi saya:
Nama: Rizki Ramadani
NPM: 2411011105
Prodi: S1 Manajemen

Pada forum ini saya akan menyampaikan pendapat saya terkait vidio 1 tersebut, berupa penjelasan materi dan masalah yang dibicarakan pada vidio.

Pada vidio menampilkan Jaksa Jovi Andrea Bachtiar yang sedang memberikan keterangan dalam sebuah Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI. Ia menyatakan dirinya sebagai korban kriminalisasi oleh mantan Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan, Siti Holijah Harahap.

1. Isi Materi

Bachtiar menjabarkan tiga poin utama permasalahan yang dialaminya:

#1.1 Upaya Kriminalisasi:
Ia merasa menjadi target upaya kriminalisasi yang dilakukan oleh Harahap. Rinciannya tidak dijelaskan secara detail dalam cuplikan video ini, tetapi konteksnya mengarah pada tuduhan yang tidak benar.

#1.2 Perbuatan Sewenang-wenang:
Bachtiar menuduh Harahap melakukan perbuatan sewenang-wenang selama masa jabatannya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan. Ini terkait dengan poin berikutnya.

#1.3Upaya Pemecatan:
Harahap diduga berupaya memecat Bachtiar dari Kejaksaan Republik Indonesia. Ini tampaknya merupakan konsekuensi dari dua poin sebelumnya.

Sebagai inti dari permasalahannya, Bachtiar membantah tuduhan yang dipublikasikan dan dituangkan dalam surat dakwaan, yaitu bahwa ia menuduh seseorang (Nella Marcella) menggunakan mobil dinas untuk berhubungan badan dengan pacarnya. Ia menegaskan bahwa ia tidak pernah melakukan hal tersebut dan hanya mengkritik Nella Marcella yang sering memamerkan penggunaan mobil dinas di media sosial. Ia juga menekankan status penggunaan mobil dinas tersebut sebagai pinjaman dari pemerintah daerah (Pemda) Tapanuli Selatan, yang dibiayai oleh uang rakyat. Bachtiar bahkan sampai bersumpah atas kebenaran pernyataannya.

2. Permasalahan:

Permasalahan utama dalam video ini adalah dugaan kriminalisasi yang dialami Jaksa Jovi Andrea Bachtiar. Ini meliputi:

#2.1 Dugaan fitnah dan pencemaran nama baik: 
Tuduhan palsu yang dilayangkan terhadap Bachtiar telah merusak reputasinya.
#2.2 Penyalahgunaan wewenang:
Harahap diduga menyalahgunakan wewenangnya sebagai kepala kejaksaan untuk melakukan kriminalisasi dan upaya pemecatan terhadap Bachtiar.
#2.3 Kurangnya transparansi dan akuntabilitas: 
Proses hukum yang dijalani Bachtiar tampaknya tidak adil dan transparan, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang akuntabilitas Kejaksaan Republik Indonesia.
#2.4 Penyalahgunaan aset negara:
Nella Marcella yang diduga menggunakan mobil dinas secara tidak pantas juga menjadi permasalahan yang diangkat, meskipun Bachtiar menekankan bahwa ia hanya mengkritik perilaku tersebut.

3 Abstraksi
Secara keseluruhan, video ini menyoroti potensi pelanggaran etik dan hukum yang serius di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia, serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum. Pernyataan Bachtiar yang tegas dan sumpahnya menunjukkan betapa seriusnya ia menganggap tuduhan tersebut. Namun, perlu informasi lebih lanjut untuk mendapatkan gambaran lengkap dan objektif dari kasus ini.