Posts made by Thomas Aquinas Rici Adrian

Wah iya bener banget sih! Makanya kita juga sebenernya nyadar kalau lingkungan itu ga muncul begitu aja, tapi emang dibentuk sama media sama iklan-iklan yang kita lihat tiap hari. Contohnya aja kayak makeup selalu dikaitin sama cewek, padahal ya produk doang sebenernya.
Nah yang jadi menarik itu kayak ada lingkaran gitu ya - iklan bikin standar, terus kita sebagai konsumen ngikutin standar itu, eh malah bikin standarnya makin kuat karena kita beli produk sesuai stereotip tadi. Jadi emang bener sih kalau bilang pilihan kita ga sepenuhnya bebas, karena dari kecil udah dikasih lihat ini buat cewek, itu buat cowok.
Tapi yang menarik sekarang tuh mulai banyak juga orang yang ga mau dikekang sama stereotip gitu. Banyak konsumen sekarang malah nuntut brand buat lebih terbuka dan ga kaku sama gender. Jadi kayak ada perlawanan balik gitu dari konsumen ke industri. Intinya tetep ada pengaruh besar dari industri, tapi konsumen juga mulai punya suara lebih kuat buat nentang konstruksi yang udah terlanjur dibuat.
Konsep "self" atau identitas diri sangat memengaruhi loyalitas konsumen terhadap brand di era digital karena orang sekarang memilih brand yang mencerminkan siapa mereka atau siapa yang ingin mereka tunjukkan. Brand bukan sekadar produk, tapi menjadi alat untuk mengekspresikan identitas, nilai, dan gaya hidup kita di media sosial. Ketika seseorang merasa brand tertentu sejalan dengan kepribadian atau aspirasi mereka, mereka cenderung setia karena membeli brand tersebut sama dengan memperkuat identitas diri mereka.
Di era digital, loyalitas ini makin kuat karena konsumen aktif menampilkan pilihan brand mereka secara publik melalui postingan, review, atau konten. Ini menciptakan ikatan emosional yang lebih dalam - ketika kamu sudah mengasosiasikan dirimu dengan suatu brand di depan banyak orang, kamu akan lebih sulit berpaling karena brand itu sudah jadi bagian dari "personal branding" kamu. Brand yang pintar memanfaatkan ini dengan membangun komunitas dan nilai-nilai yang membuat konsumen merasa brand tersebut adalah perpanjangan dari diri mereka sendiri.
Teknologi seperti smartwatch dan media sosial mengubah cara kita memandang tubuh sendiri. Smartwatch membuat kita melihat tubuh sebagai angka-angka seperti kalori atau langkah kaki, bukan lagi dari perasaan fisik kita. Media sosial dengan filter dan foto-foto sempurna membuat kita membandingkan tubuh asli dengan standar kecantikan yang sering tidak realistis. Akibatnya, kita jadi lebih fokus pada bagaimana tubuh terlihat di kamera atau bagaimana datanya di aplikasi, bukan bagaimana rasanya hidup dengan tubuh itu. Teknologi ini membuat kita terus-menerus menilai dan mencoba memperbaiki tubuh untuk memenuhi standar yang sebenarnya diciptakan oleh teknologi itu sendiri.
menurut saya belanja online meningkatkan kesejahteraan dan juga merugikan konsumen.
alasannya, meningkatkan kesejahteraan konsumen karena mempermudah konsumen dalam membeli barang, terdapat banyak pilihan, harga yang terjangkau dan dapat membeli barang tanpa harus ke lokasi.
tetapi dapat merugikan konsumen jika konsumen itu tidak dapat mengontrol kecenderungan untuk membeli dan membeli tidak sesuai fungsi ataupun keperluan utamanya.
dari beberapa contoh merugikan yang saya lihat di medsos, saya pernah melihat ada sebuah keluarga yang kurang berkecukupan dia sering belanja online yang menyebapkan munculnya banyak masalah di keluarga mereka yang ketika dilihat menimbulkan kurangnya kesejahteraan.
namun menurut saya ini juga tergantung dari kecukupan finansial setiap orang dalam berbelanja sehingga tidak di anggap merugikan juga ketika seseorang yang berkelbihan berbelanja online memiliki finansial yang lebih.