Nama: Novita Sari Dewi Gultom
NPM: 2411011003
NPM: 2411011003
Kelas: A
Selamat pagi Pak Roy dan teman-teman, izinkan saya untuk memberikan tanggapan mengenai materi yang telah diberikan melalui video youtube dan juga ppt.
Materi Pancasila sebagai Sistem Filsafat itu dimulai dari pengertian filsafat itu sendiri, hingga bagaimana Pancasila dapat dilihat sebagai suatu sistem filsafat yang utuh.
1. Pengertian Filsafat: Filsafat berasal dari kata Yunani philosophia yang berarti mencintai kebijaksanaan. Terdapat dua pendekatan utama dalam filsafat, yaitu filsafat sebagai proses (cara berpikir dan metode) serta filsafat sebagai produk (pandangan hidup atau hasil pemikiran). Dalam konteks ini, Pancasila dipahami sebagai filsafat dalam arti produk, yakni pandangan hidup bangsa Indonesia yang mencakup nilai-nilai kehidupan sehari-hari.
2. Pancasila Sebagai Filsafat: Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai refleksi mendalam yang dilakukan oleh pendiri bangsa. Filosofi Pancasila memberikan pengetahuan tentang hakikatnya, sebagaimana disebut oleh tokoh seperti Notonagoro dan Ruslan Abdul Gani. Pancasila memuat nilai-nilai dan pemikiran yang dapat menjadi substansi bagi pembentukan ideologi Indonesia.
3. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat: Pancasila dipahami sebagai sistem filsafat karena lima silanya membentuk suatu kesatuan yang saling berhubungan dan melengkapi. Sistem ini menyeluruh dan bulat, yang artinya tidak dapat dipisah-pisahkan antara satu sila dengan yang lain. Dalam mengkaji Pancasila, terdapat pendekatan deduktif dan induktif; deduktif mengacu pada pemahaman hakikat Pancasila, sedangkan induktif berfokus pada observasi gejala sosial-budaya.
4. Ciri Khas Filsafat Pancasila: Pancasila berbeda dari sistem filsafat lain seperti materialisme, komunisme, dan liberalisme. Ciri khasnya adalah keterkaitan antara sila-sila yang mencerminkan pandangan tentang manusia dalam hubungannya dengan Tuhan, sesama manusia, dan bangsa.
5. Kajian Filsafat dalam Pancasila: Filsafat Pancasila mencakup tiga aspek utama: ontologi (hakikat keberadaan), epistemologi (pengetahuan), dan aksiologi (nilai-nilai). Ketiga aspek ini merepresentasikan kesemestaan pandangan yang menyeluruh, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi manusia secara umum.
Secara keseluruhan, saya sendiri menangkap bahwa materi ini memberikan pemahaman komprehensif tentang Pancasila sebagai suatu sistem filsafat yang utuh dan terintegrasi, serta bagaimana sistem tersebut dapat dijadikan panduan hidup baik secara teoritis maupun praktis.
Selamat pagi Pak Roy dan teman-teman, izinkan saya untuk memberikan tanggapan mengenai materi yang telah diberikan melalui video youtube dan juga ppt.
Materi Pancasila sebagai Sistem Filsafat itu dimulai dari pengertian filsafat itu sendiri, hingga bagaimana Pancasila dapat dilihat sebagai suatu sistem filsafat yang utuh.
1. Pengertian Filsafat: Filsafat berasal dari kata Yunani philosophia yang berarti mencintai kebijaksanaan. Terdapat dua pendekatan utama dalam filsafat, yaitu filsafat sebagai proses (cara berpikir dan metode) serta filsafat sebagai produk (pandangan hidup atau hasil pemikiran). Dalam konteks ini, Pancasila dipahami sebagai filsafat dalam arti produk, yakni pandangan hidup bangsa Indonesia yang mencakup nilai-nilai kehidupan sehari-hari.
2. Pancasila Sebagai Filsafat: Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai refleksi mendalam yang dilakukan oleh pendiri bangsa. Filosofi Pancasila memberikan pengetahuan tentang hakikatnya, sebagaimana disebut oleh tokoh seperti Notonagoro dan Ruslan Abdul Gani. Pancasila memuat nilai-nilai dan pemikiran yang dapat menjadi substansi bagi pembentukan ideologi Indonesia.
3. Pancasila Sebagai Sistem Filsafat: Pancasila dipahami sebagai sistem filsafat karena lima silanya membentuk suatu kesatuan yang saling berhubungan dan melengkapi. Sistem ini menyeluruh dan bulat, yang artinya tidak dapat dipisah-pisahkan antara satu sila dengan yang lain. Dalam mengkaji Pancasila, terdapat pendekatan deduktif dan induktif; deduktif mengacu pada pemahaman hakikat Pancasila, sedangkan induktif berfokus pada observasi gejala sosial-budaya.
4. Ciri Khas Filsafat Pancasila: Pancasila berbeda dari sistem filsafat lain seperti materialisme, komunisme, dan liberalisme. Ciri khasnya adalah keterkaitan antara sila-sila yang mencerminkan pandangan tentang manusia dalam hubungannya dengan Tuhan, sesama manusia, dan bangsa.
5. Kajian Filsafat dalam Pancasila: Filsafat Pancasila mencakup tiga aspek utama: ontologi (hakikat keberadaan), epistemologi (pengetahuan), dan aksiologi (nilai-nilai). Ketiga aspek ini merepresentasikan kesemestaan pandangan yang menyeluruh, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi manusia secara umum.
Secara keseluruhan, saya sendiri menangkap bahwa materi ini memberikan pemahaman komprehensif tentang Pancasila sebagai suatu sistem filsafat yang utuh dan terintegrasi, serta bagaimana sistem tersebut dapat dijadikan panduan hidup baik secara teoritis maupun praktis.