Posts made by Reni Reni Febriyani

Nama: Reni Febriyani
NPM: 2416031024
Kelas: Reguler B
Prodi: Ilmu Komunikasi

Video dalam kanal youtube Fajar Kurniawan menjelaskan bahwa Ketahanan Nasional adalah keuletan, keterampilan, ketangguhan, dan kemampuan mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang datang secara langsung, luar, dalam, dan tidak langsung. Sehingga Indonesia harus memiliki kemampuan mengembangkan ketahanan nasional. Ancaman tersebut terdiri dari Ancaman Unsur Trigatra (lokasi & posisi geografis, keadaan & kekayaan alam, serta kemampuan penduduk) dan Ancaman Unsur Pancagatra (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam).

Oleh sebab itu kita sebagai bangsa Indonesia harus dapat menghadapi ancaman tersebut dengan perwujudan aspek alamiah sebagai berikut:
a. Trigatra
• Lokasi & Posisi Geografis: peningkatan potensi laut dan darat seeta kemampuan posisidengan negara tetangga.
• Sumber Daya Alam: kesadaran nasional tentang pemanfaatan kekayaan alam.
• Keadaan & Kemampuan Penduduk: berupa pendidikan.

b. Pancagatra
• Ideologi: rangkaian nilai mampu menampung aspirasi.
• Politik: demokrasi — keseimbangan input dan output.
• Ekonomi: sarana, modal, dan teknologi.
• Sosial Budaya: tradisi, pendidikan, dan kepemimpinan.
• HANKAM: partisipasi dan kesadaran masyarakat.
Nama: Reni Febriyani
NPM: 2416031024
Kelas: Reguler B
Prodi: Ilmu Komunikasi

Jurnal berjudul “Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi Covid-19” karya Syahrul kemal menjelaskan pentingnya semangat bela negara, terutama pada saat pandemi Covid-19. Bela negara tidak melulu tindakan fisik atau militer, melainkan peran aktif seluruh warga negara dalam menjaga dan mendukung keberlangsungan negara melalui berbagai cara sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dalam situasi pandemi, bentuk bela negara dapat diwujudkan dengan mematuhi protokol kesehatan, mengikuti kebijakan pemerintah seperti pembatasan sosial, tidak menyebarkan hoax, serta menahan diri untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memperparah penyebaran virus.

Jurnal ini juga menekankan nilai solidaritas sebagai bagian dari semangat bela negara. Misalnya dengan membantu sesama yang terdampak pandemi, memberikan dukungan kepada tenaga medis, dan donasi untuk keluarga yang terkena dampak ekonomi. Penulis menegaskan bahwa kesadaran bela negara yang tinggi akan memperkuat ketahanan bangsa dan mengurangi potensi perpecahan di tengah krisis. Dengan demikian, setiap individu tanpa memandang profesi atau latar belakang memiliki peran penting dalam mempertahankan negara, baik secara langsung maupun tidak langsung karena hal tersebut merupakan kewajiban seluruh warga negara.
Nama: Reni Febriyani
NPM: 2416031024
Kelas: Reguler B
Prodi: Ilmu Komunikasi

A. Setelah saya membacanya, isi artikel tersebut menggambarkan jika penegakan HAM di Indonesia tahun 2019 itu masih suram karena banyak kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu yang tidak kunjung selesai. Masalah Papua yang tidak jelas ujungnya dan ruang kebebasan sipil yang semakin sempit. Selain itu, diskriminasi gender dan rasisme juga masih banyak terjadi, terutama pada masyarakat Papua. Tapi ada sisi positifnya, misalnya pemerintah terus berusaha meratifikasi perjanjian HAM internasional dan ada gerakan mahasiswa serta masyarakat yang aktif mengawal HAM, seperti menolak reklamasi dan mempertahankan hak mereka meski ada tekanan. Jadi, walaupun kondisinya berat, masih ada harapan dari gerakan masyarakat sipil yang peduli HAM.

B. Menurut saya, demokrasi di Indonesia itu mempunyai akar kuat dari budaya seperti musyawarah, gotong royong, dan saling menghormati. Dari dulu, masyarakat adat sudah terbiasa mengambil keputusan bersama-sama, tidak main-main atau asal sekadar voting. Jadi, demokrasi kita itu bukan hanya soal suara terbanyak, tetapi juga menjaga harmoni dan keadilan sosial. Demokrasi yang berkeTuhanan Yang Maha Esa ini penting banget karena Indonesia negara yang memiliki beragam agama. Prinsip ini mengajarkan kita untuk tetap menghormati keyakinan orang lain, hidup rukun, dan tidak semena-mena dengan kelompok minoritas. Jika dijalankan dengan benar, kemungkinan demokrasi kita dapat makin bermoral dan tidak mudah dipecah belah.

C. Jika dilihat dari kenyataan sekarang, praktik demokrasi di Indonesia masih jauh dari ideal Pancasila dan UUD 1945. Banyak pelanggaran HAM yang belum diselesaikan, kebebasan berpendapat sering dibatasi, diskriminasi agama dan ras masih terjadi, dan korupsi politik juga merajalela. Demokrasi dan HAM itu seharusnya berjalan bersama, tetapi di Indonesia terkadang malah saling bertabrakan. Jadi praktik di lapangannya masih banyak yang harus dibenahi agar benar-benar sesuai sama nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

D. Menurut saya jika ada anggota parlemen yang mengaku mewakili rakyat tetapi malah mengurusi kepentingannya sendiri, jelas membuat kecewa. Anggota parlemen itu seharusnya jadi perantara suara rakyat, bukan alat untuk mengurusi agenda politik kelompoknya sendiri. Jika seperti itu terus, rakyat menjadi tidak percaya dengan yang katanya “wakil rakyat” itu dan demokrasi jadi kehilangan makna. Seharusnya anggota parlemen itu benar-benar mendengarkan dan perjuangin kebutuhan rakyat, bukan malah sibuk mencari untung untuk dirinya sendiri.

E. Menurut saya jika ada tokoh tradisi atau agama yang menggunakan pengaruhnya untuk menyetir massa demi tujuan yang tidak jelas itu sudah kelewatan, apalagi kalau sampai membuat orang jadi korban atau tumbal. Di era demokrasi sekarang semua orang punya hak untuk hidup aman, bebas dari manipulasi, dan tidak boleh dijadikan alat untuk kepentingan segelintir orang. Tindakan seperti itu jelas melanggar HAM karena memanfaatkan kepercayaan dan emosi rakyat untuk tujuan yang tidak transparan dan bahkan dapat merugikan banyak orang.