Posts made by yosa salwa destasari

YOSA SALWA DESTASARI
2411021092

1. Strategi mana dari 5 strategi yang paling prioritas untuk desa ini? Beri alasan.
Jawaban:
Strategi yang paling prioritas adalah peningkatan infrastruktur dan akses internet. Kondisi saat ini menunjukkan bahwa sinyal internet di desa masih terbatas pada 3G dan tidak stabil, sehingga menjadi hambatan utama dalam pengembangan digital. Tanpa koneksi internet yang memadai, berbagai upaya seperti pemasaran online, pelatihan keterampilan digital, hingga digitalisasi layanan publik tidak akan berjalan efektif. Dengan adanya akses internet yang cepat dan stabil, masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi, membuka peluang usaha berbasis digital, serta meningkatkan kualitas layanan administrasi desa. Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur internet menjadi fondasi utama sebelum menjalankan strategi lainnya.

2. Usulkan 2 kegiatan konkret dalam 6 bulan ke depan untuk memulai transformasi digital.
Jawaban:
a. Mengadakan pelatihan literasi digital bagi UMKM dan pemuda desa secara bertahap dan berkelanjutan. Materi pelatihan mencakup penggunaan marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, strategi pemasaran melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok, serta pemanfaatan pembayaran digital. Selain itu, peserta juga dapat diajarkan cara membuat konten promosi yang menarik agar produk lokal seperti hasil laut dan kerajinan bambu memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

b. Membangun pusat internet desa atau digital hub yang dilengkapi dengan WiFi publik di balai desa atau lokasi strategis lainnya. Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai akses internet, tetapi juga sebagai tempat belajar bersama, pelatihan, dan pengembangan usaha digital. Dalam jangka pendek, fasilitas ini dapat membantu masyarakat yang belum memiliki akses internet pribadi, sekaligus mendorong munculnya aktivitas ekonomi berbasis digital di desa.

3. Siapa saja pihak yang harus dilibatkan: pemerintah desa, swasta, komunitas, kampus?
Jawaban:
Transformasi digital desa membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah desa berperan sebagai pengambil kebijakan, pengelola program, serta penyedia fasilitas dasar. Pemerintah daerah dan pusat diperlukan untuk memberikan dukungan anggaran serta pembangunan infrastruktur, khususnya jaringan internet. Pihak swasta seperti penyedia layanan internet, perusahaan teknologi, dan platform marketplace dapat berkontribusi dalam penyediaan jaringan, pelatihan, serta membuka akses pasar bagi produk desa. Komunitas lokal seperti karang taruna dan pelaku UMKM menjadi pelaksana utama yang akan menggerakkan program di lapangan. Sementara itu, kampus dapat memberikan pendampingan melalui kegiatan pengabdian masyarakat, pelatihan, serta riset yang membantu merancang strategi pengembangan desa berbasis digital secara berkelanjutan.
YOSA SALWA DESTASARI
2411021092

Studi Kasus 2
Gojek dan Grab : Gig Economy

1. Apakah gig economy meningkatkan kesejahteraan pekerja?
Menurut saya, gig economy memberikan peluang peningkatan kesejahteraan, tetapi sifatnya tidak merata. Di satu sisi, platform seperti Gojek dan Grab membuka lapangan pekerjaan yang fleksibel dan mudah diakses, terutama bagi masyarakat yang sulit masuk ke sektor formal. Pengemudi bisa mendapatkan penghasilan tanpa terikat jam kerja tetap. Namun di sisi lain, pendapatan yang diperoleh cenderung tidak stabil karena bergantung pada jumlah order, insentif, dan kebijakan platform. Hal ini membuat kesejahteraan pekerja dalam gig economy masih belum sepenuhnya terjamin.

2. Bagaimana perlindungan tenaga kerja digital?
Perlindungan tenaga kerja dalam gig economy masih menjadi isu penting. Sebagian besar pekerja dianggap sebagai mitra, bukan karyawan, sehingga tidak mendapatkan jaminan seperti asuransi kesehatan, jaminan pensiun, atau perlindungan kerja lainnya secara penuh. Meskipun beberapa platform sudah menyediakan program perlindungan dasar, hal ini belum sebanding dengan perlindungan yang diterima pekerja formal. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang lebih jelas dari pemerintah untuk memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi.

3. Apakah ini bentuk fleksibilitas atau eksploitasi?
Gig economy bisa dilihat sebagai dua sisi. Dari satu sisi, sistem ini menawarkan fleksibilitas karena pekerja dapat mengatur waktu kerja sendiri sesuai kebutuhan. Namun dari sisi lain, fleksibilitas ini sering kali disertai dengan ketidakpastian pendapatan dan minimnya perlindungan, yang bisa mengarah pada bentuk eksploitasi terselubung. Menurut saya, gig economy akan lebih adil jika fleksibilitas tersebut diimbangi dengan jaminan dasar bagi para pekerjanya.