Posts made by Sefriani Helenvia

Learning Social Science -> Tugas Mandiri

by Sefriani Helenvia -
Nama: Sefriani Helenvia
NPM: 2413053117
Kelas: 3 D

Izin menumpulkan hasil pengamatan video:

1. Metode yang digunakan

Kelebihan : Dari video di atas Bu Beti menggunakan kombinasi metode, mulai dari menonton video pembelajaran tentang kenampakan alam, diskusi bersama, diskusi kelompok, presentasi, dan tanya jawab. Selain itu, diawal pembelajaran juga ada pertanyaan pemantik yang membangun rasa inginn tahu peserta didik. Hal ini akan membuat pembelajaran lebih aktif dan tidak monoton, dan peserta didik juga tidak akan cepat bosan karena pada pembelajaran diselinginn dengan ice breaking (menyanyikan lagu tentang permukaan bumi). Dengan diskusi kelompok dan diskusi bersama-sama, peserta didik akan terlatih dalam mengungkapkan pendapatnya.

Kekurangan: Meskipun metode yang digunakan membuat pembelajaran lebih aktif, tapi mungkin ada beberapa siswa yang jadi tidak fokus pada materi dan malah lebih fokus keaktivitasnya. selain itu, banyaknya kegiatan yang harus dialakukan, seperti diskusi, presentasi, dan lainnya, membuat pembelajaran membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memastikan semua peserta didik paham dengan materi yang diajarkan.

2. media yang digunakan

Kelebihan : Dalam video, Bu Beti menggunakan media pembelajaran seperti video tentang kenampakan alam, PPT, gambar, dan LKPD, semua media itu sangat pas jika dikombinasikan. Hal ini, akan membantu peserta didik belajar dengan melihat visualisasinya juga (melalui video dan gambar), dan dengan mengerjakan LKPD peserta didik dapat mengukur pemahamanya tetang materi yang telah dipelajari.

Kekurangan: Media-media yang digunakan mungkin bisa membuat peserta didik yang daya fokusnya rendah akan gambapak terdistraksi, dan bukannya fokus pada materinya mereka justrus akan fokus pada media yang digunakan.

3. Penguasaan materi oleh guru

Kelebihan : Dari video, Bu Beti terlihat sudah menguasai materi tentang kenampakann alam. Hal ini bisa dilihat dari penjelasan yang runtut, dan bisa menyaitkan materi dengan kehidupan nyata sehingga pembelajran jadi lebih relevan dengan kehidupan peserta didik, serta conntoh-contoh nyata yang disebutkan.

Kekurangan: Terdapat beberapa bagian yang dijelaskan dengan cukup cepat, sehingga untuk peserta didik yang membutuhkan waktu lebih dalam memahami materi akan merasa kesulitan.

4. Pegelolaan kelas

Kelebihan : Dari awal Bu Beti sudan mangajak peserta didik melakukan ice breaking (bernyanyi lagu nasional, tepuk kelas lima, sampai lagu tentang permukaan bumi) yang membuat peserta didik tetap bersemangat. Selain itu, penjelasan baik untuk materi maupun tugas kelompok dijelaskan dengan jelas dan tegas. kemudian Bu Beti juga berkeliling untuk memantau peserta didik selama mengerjakan LKPD serta mengakarkan pembiasan baik dengan berdoa dan mengecek kebersihan kelas.

Keurangan: Saat presentasi kelompok, kebanyakan peserta didik hanya amendengarkan jadi kelas terasa pasif.

5. Skor untuk Bu Beti dari rentang 1-100

92/100, karena pembelajaran yang dilakukan sudah lengkap dan interaktif, Bu Beti juga profesionala dalam mengelola kelas dan menguasai materi pembelajaran.

Learning Social Science -> Tugas mandiri

by Sefriani Helenvia -
Nama : Sefriani Helenvia
NPM   : 2413053117
Kelas  : 3D

1. Masalah Sosial

Contoh masalah sosialnya adalah kesenjangan sosial di lingkungan sekolah dasar. Kesenjangan ini dapat dilihat dari perbedaan fasilitas, kualitas guru, dan kesempatan belajar antara siswa di daerah perkotaan dan pedesaan, atau antara siswa dari keluarga kaya dan kurang mampu. Hal ini, menyebabkan ketidakadilan dalam akses dan hasil belajar, serta membuat anak dari keluarga kurang mampu sulit berkembang secara maksimal (Nadya et al, 2025).

2. Solusi

Menurut Nadya et al (2025), kesenjangan sosial di sekolah dasar dapat diatasi dengan beberapa langkah strategis, yaitu:
1. Pemerataan akses pendidikan, melalui bantuan finansial seperti beasiswa dan subsidi perlengkapan sekolah agar semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar.

2. Peningkatan kualitas guru, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), dengan pelatihan dan pengembangan profesionalisme guru.

3. Penyediaan fasilitas belajar yang memadai, seperti laboratorium, perpustakaan, dan alat peraga pembelajaran.

4. Pengembangan kurikulum yang inklusif dan relevan, agar setiap anak merasa dihargai tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi.

5. Menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis dan bebas diskriminasi, supaya semua siswa bisa belajar dalam suasana yang setara dan saling menghargai.
Langkah-langkah ini sejalan dengan gagasan bahwa sekolah harus berperan sebagai agen perubahan sosial yang menanamkan nilai keadilan dan kesetaraan bagi seluruh peserta didik (Nadya et al, 2025).

3. Teori yang Melandasi

Masalah kesenjangan sosial ini dijelaskan dengan Teori Konflik Karl Marx, yang menyatakan bahwa ketimpangan dalam masyarakat terjadi karena perbedaan kepemilikan dan kekuasaan atas sumber daya ekonomi. Dalam konteks pendidikan, teori ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan sering merubah struktur sosial yang sudah ada, di mana anak dari keluarga mampu memiliki keunggulan, sementara anak dari keluarga kurang mampu tetap tertinggal. Pendidikan seharusnya menjadi alat untuk mewujudkan keadilan sosial, bukan memperkuat perbedaan kelas sosial. Menurut Wahyudin (2020 dalam Nadya et al, 2025), teori konflik Marx relevan untuk memahami bagaimana ketimpangan sosial di sekolah dasar terjadi akibat struktur sosial dan ekonomi yang tidak seimbang, serta bagaimana pendidikan bisa menjadi sarana untuk mengurangi ketimpangan tersebut.