Posts made by Zahra Rizki Ariesta

Learning Social Science -> Tugas Mandiri

by Zahra Rizki Ariesta -
Nama : Zahra Rizki Ariesta
NPM : 2413053108
Kelas : 3C

1. Metode yang digunakan
Kelebihan: Bu Beti memakai berbagai pendekatan dalam mengajar, seperti kerja kelompok, sesi tanya jawab, presentasi, bernyanyi, serta memutar video pendukung. Kombinasi metode tersebut membuat pembelajaran terasa aktif dan kolaboratif.
Kekurangan: Namun, perpindahan dari satu metode ke metode lain terlihat kurang halus, dan alokasi waktunya kurang seimbang. Terutama pada bagian diskusi dan presentasi, durasinya terasa terlalu singkat.

2. Media yang digunakan
Kelebihan: Penggunaan media audio-visual seperti PPT dan video membantu siswa memahami materi tentang kenampakan alam dan lapisan bumi karena penyajiannya lebih konkret dan mudah dibayangkan.
Kekurangan: Hanya saja tampilan PPT di proyektor kurang jelas dan ditampilkan terlalu sebentar—terutama saat bagian identifikasi kenampakan alam—sehingga fungsi medianya belum optimal.

3. Penguasaan materi guru
Kelebihan: Bu Beti terlihat menguasai topik dengan baik. Ia mampu menjelaskan konsep-konsep seperti atmosfer, hidrosfer, dan litosfer, serta memberikan contoh kenampakan alam dengan cukup tepat.
Kekurangan: Meski begitu, beberapa penjelasan terasa berulang dan kurang diperdalam. Selain itu, terkadang beliau langsung memberikan jawaban tanpa memberi jeda lebih lama agar siswa mencoba menjawab.

4. Pengelolaan kelas
Kelebihan: Di awal pembelajaran Bu Beti berhasil mengarahkan siswa untuk berdoa, mengikuti absensi, tepuk kelas, dan menyanyikan lagu nasional. Pada kegiatan inti, beliau mampu membimbing kelompok saat diskusi maupun presentasi.
Kekurangan: Akan tetapi, masih tampak beberapa siswa yang kurang memperhatikan atau membuat kegaduhan ketika Bu Beti memberi penjelasan atau saat kelompok lain sedang tampil. Pengaturan waktu untuk diskusi dan presentasi juga cenderung terburu-buru.

5. Skor akhir
Skor keseluruhan untuk Bu Beti adalah 83 dari 100.

Learning Social Science -> Tugas mandiri

by Zahra Rizki Ariesta -
Zahra Rizki Ariesta
2413053108

1. Contoh Masalah Sosial Kontekstual:
Salah satu masalah sosial yang sering terjadi di lingkungan sekitar adalah sampah plastik di sekolah dan rumah. Banyak siswa maupun warga yang masih terbiasa membuang sampah sembarangan, terutama plastik sekali pakai. Akibatnya, lingkungan menjadi kotor, saluran air tersumbat, bahkan bisa menyebabkan banjir ketika musim hujan tiba.

2. Solusi:
Untuk mengatasi masalah ini, sekolah dapat membuat program Bank Sampah Sekolah dan melaksanakan Gerakan Jumat Bersih secara rutin. Guru juga dapat mengaitkan topik ini ke dalam pembelajaran IPS agar siswa memahami pentingnya tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.
Selain itu, siswa bisa diajak membuat poster ajakan menjaga kebersihan atau projek daur ulang plastik agar mereka terlibat langsung. Kegiatan seperti ini akan lebih efektif jika juga melibatkan orang tua dan masyarakat sekitar.

3. Dasar Teori yang Relevan:
a. Teori Fungsionalisme (Emile Durkheim)
Menurut teori ini, masyarakat ibarat tubuh manusia yang setiap bagiannya memiliki fungsi. Jika salah satu bagian tidak berfungsi dengan baik, keseimbangan sosial akan terganggu. Dalam konteks ini, bila masyarakat tidak menjalankan peran menjaga kebersihan, maka lingkungan menjadi tidak sehat. Jadi, kerja sama antarwarga dan lembaga pendidikan penting untuk menjaga keseimbangan sosial.

b. Teori Interaksi Sosial (George Herbert Mead)
Perilaku seseorang dibentuk melalui interaksi dengan orang lain. Ketika siswa melihat guru dan teman-temannya membuang sampah pada tempatnya, mereka akan terdorong untuk meniru. Melalui interaksi seperti ini, kesadaran sosial bisa tumbuh secara alami.

c. Teori Konflik (Karl Marx)
Masalah sampah juga bisa muncul karena ketidakseimbangan tanggung jawab antara individu dan lembaga. Jika sebagian orang tidak peduli sementara yang lain berusaha menjaga kebersihan, akan timbul ketegangan sosial. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi dan kesepakatan bersama agar semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama terhadap lingkungan.

4. Kesimpulan:
Masalah sosial seperti sampah plastik dapat diselesaikan melalui kerja sama antara sekolah, siswa, dan masyarakat. Pembelajaran IPS berperan penting dalam menanamkan nilai tanggung jawab sosial, sehingga teori-teori sosiologi dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.