Kiriman dibuat oleh Muhammad Rizky Bintang Samhadi

Nama : Muhammad Rizky Bintang Samhadi
Kelas : PSTI-C
NPM : 2415061020

A. Proses pendidikan di Indonesia selama pandemi COVID-19 telah mengalami transformasi yang signifikan, beralih dari metode tatap muka ke pembelajaran daring. Perubahan ini, meskipun diperlukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan siswa serta tenaga pendidik, membawa berbagai tantangan yang kompleks.Salah satu tantangan utama adalah aksesibilitas. Banyak siswa tidak memiliki perangkat yang memadai, seperti komputer atau smartphone, serta kesulitan dalam mengakses internetDi sisi lain, meskipun pembelajaran daring menawarkan fleksibilitas, metode ini sering kali kurang efektif dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka. Banyak siswa merasa kurang terlibat dan motivasi mereka menurun karena kurangnya interaksi langsung dengan guru dan teman sebaya. Namun, ada juga aspek positif dari pembelajaran daring. Guru dan sekolah berusaha untuk beradaptasi dengan menggunakan berbagai platform digital seperti Zoom, Google Classroom, dan WhatsApp untuk memfasilitasi pembelajaran.Pendidikan selama pandemi menunjukkan bahwa kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Kerjasama ini dapat membantu mengatasi beberapa tantangan yang muncul dan memastikan bahwa proses belajar tetap berjalan meskipun dalam kondisi yang sulit. Dengan demikian, meskipun terdapat banyak tantangan dalam pendidikan di tengah pandemi COVID-19, ada peluang untuk memperbaiki dan mengembangkan sistem pendidikan ke arah yang lebih baik di masa depan.

B. Untuk mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi COVID-19 dengan tetap mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila, beberapa langkah strategis dapat diambil:

Integrasi Nilai Pancasila dalam Kurikulum
Pendidikan Karakter: Mengintegrasikan pendidikan karakter yang menekankan nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, keadilan, dan persatuan ke dalam kurikulum. Hal ini dapat dilakukan melalui mata pelajaran yang relevan dan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan karakter siswa.
Pembelajaran Interaktif: Menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran daring harus diarahkan untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan kolaboratif.

Penggunaan Teknologi Secara Bijaksana
Etika Digital: Mengajarkan etika penggunaan teknologi kepada siswa, termasuk tanggung jawab dalam berkomunikasi di dunia maya. Ini dapat membantu siswa memahami pentingnya menjaga privasi dan keamanan serta bertindak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam interaksi digital.
Platform Pembelajaran: Memanfaatkan berbagai platform pembelajaran daring yang memungkinkan kolaborasi antar siswa, seperti diskusi kelompok online atau proyek kolaboratif yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Keterlibatan Orang Tua dan Masyarakat
Kolaborasi dengan Orang Tua: Mendorong orang tua untuk terlibat aktif dalam proses pendidikan anak-anak mereka. Ini bisa dilakukan melalui komunikasi rutin antara guru dan orang tua mengenai kemajuan belajar anak.
Kegiatan Sosial: Mengadakan kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat, seperti program bakti sosial atau kerja bakti, untuk memperkuat rasa gotong royong dan kepedulian sosial di kalangan siswa.

C. Contoh penerapan karakter Pancasilais di lingkungan saya dapat dilihat melalui kegiatan gotong royong membersihkan area sekitar. Setiap akhir pekan, warga di kompleks perumahan berkumpul untuk membersihkan area publik, seperti taman dan jalan setapak. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga memperkuat hubungan antara warga.

Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena mencerminkan nilai gotong royong yang merupakan bagian dari Pancasila. Lebih dari itu, kegiatan ini juga memberikan pendidikan kepada anak-anak di lingkungan kami tentang pentingnya kebersihan dan saling tolong-menolong. Dengan melibatkan anak-anak dalam kegiatan ini, mereka belajar bertanggung jawab dan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, yang menjadi bagian dari karakter Pancasilais.

D. Hakikat Pancasila mencerminkan esensi dari setiap sila yang ada, berperan sebagai pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan. Pancasila juga berfungsi sebagai paradigma berpikir yang membentuk cara pandang masyarakat dalam berbagai aspek, baik sosial, politik, maupun budaya.

Sebagai kerangka berpikir, Pancasila mendorong masyarakat untuk berpikir secara kritis dan positif, menghargai perbedaan, serta berkomitmen pada nilai-nilai keadilan dan kesejahteraan bersama. Dalam bersikap, Pancasila mengajarkan pentingnya kesantunan, toleransi, dan kepedulian terhadap orang lain, serta mendorong perilaku yang sesuai dengan norma masyarakat.

Pada aspek perilaku, Pancasila menginspirasi tindakan nyata yang mencerminkan nilai gotong royong, keadilan sosial, dan persatuan. Oleh karena itu, hakikat Pancasila bukan hanya menjadi slogan, tetapi harus benar-benar dihayati dan diwujudkan dalam tindakan nyata di kehidupan sehari-hari.
Nama : Muhaammd Rizky Bintang Samhadi 
Kelas : PSTI-C
NPM : 2415061020

Analisis jurnal tentang Filsafat Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia

Pancasila berfungsi sebagai dasar dan ideologi bagi bangsa Indonesia, mempengaruhi semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Sistem pendidikan Indonesia mengadopsi nilai-nilai dari Pancasila, mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai ini di semua tingkat dan jenis pendidikan.Pancasila memberikan pedoman etika yang menekankan dimensi integral, etis, dan religius dalam interaksi manusia

Signifikansi Pancasila dalam Pendidikan
Pancasila berperan fundamental sebagai dasar dan ideologi yang memengaruhi seluruh aspek kehidupan termasuk sistem pendidikan nasional.Sistem pendidikan Indonesia dirancang untuk menghasilkan warga negara yang cerdas, bermoral, dan beriman kepada Tuhan.

Aspek Filosofis
Jurnal ini mengkaji pendidikan melalui perspektif filosofis yang mendalam untuk menemukan kebenaran.Nilai-nilai Pancasila diintegrasikan ke dalam semua jenjang dan jenis pendidikan.

Pendidikan Karakter
Fokus utama adalah pembentukan perilaku positif berdasarkan nilai-nilai luhur Pancasila.Terdapat penekanan pada dimensi integral, etis, dan religius dalam interaksi manusia.

Implementasi Praktis
Para pendidik dituntut tidak hanya memahami tetapi juga menjadi teladan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.Bertujuan membentuk masyarakat yang menjunjung tinggi kebaikan dan tanggung jawab.

Relevansi
Jurnal ini menunjukkan pentingnya sintesis Pancasila dalam sistem pendidikan untuk membentuk integritas moral bangsa.Memberikan kerangka pendidikan yang sesuai dengan identitas dan nilai-nilai bangsa Indonesia.
Jurnal ini membahas hubungan antara filsafat ilmu dan Pancasila dalam konteks permasalahan kebangsaan. Filsafat ilmu digunakan sebagai pisau analisis untuk mengkaji dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila. Pengkajian Pancasila melalui filsafat ilmu mengandung nilai-nilai yang dapat membantu dalam menghadapi masalah kebangsaan, seperti korupsi. Filsafat ilmu memiliki fungsi dalam menganalisis hubungan antara ilmu dan semua aspek kehidupan, menjadikannya relevan untuk mengembangkan Pancasila sebagai pandangan hidup. Pancasila sebagai way of life harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk politik, pendidikan, agama, budaya, sosial, dan ekonomi.

Terdapat tiga aspek analisis filsafat ilmu terhadap Pancasila:
Secara ontologi: Pancasila memiliki ajaran dan nilai-nilai luhur seperti sikap saling menghormati antar sesama manusia
Secara epistemologi: Pancasila memiliki sumber pengetahuan dan wawasan kebangsaan yang harus diimplementasikan
Secara aksiologi: Nilai-nilai Pancasila berkontribusi bagi kehidupan manusia melalui nilai-nilai keadilan sosial dan kemanusiaan 

Jurnal ini mengidentifikasi permasalahan kebangsaan utama yaitu:
-Merebaknya praktik korupsi oleh pejabat negara
- Lunturnya pemahaman dan penghayatan nilai Pancasila
- Munculnya kerusuhan dan perpecahan di masyarakat 

Solusi yang ditawarkan adalah revitalisasi dan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila melalui jalur pendidikan, terutama di perguruan tinggi. Para akademisi memiliki peran penting sebagai mediator untuk memberikan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila.Pancasila perlu dikembangkan secara ilmiah menggunakan pendekatan filsafat ilmu agar dapat menjadi landasan yang kuat dalam mengatasi berbagai persoalan kebangsaan
Filsafat, yang berasal dari kata Yunani "Philosophia," berarti cinta kebijaksanaan, merupakan kajian mendalam mengenai pertanyaan-pertanyaan eksistensial dan moral yang mendasari kehidupan manusia. Dalam filsafat, terdapat berbagai aliran yang menawarkan perspektif berbeda, seperti rasionalisme yang menekankan akal sebagai sumber kebenaran, materialisme yang memprioritaskan materi, individualisme yang menekankan pentingnya individu, dan hedonisme yang mengagungkan kesenangan. Mempelajari filsafat memberikan manfaat signifikan, termasuk kemampuan berpikir logis dan bijaksana, serta membantu individu mencapai keseimbangan antara pertimbangan dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

Filsafat Pancasila sebagai refleksi kritis terhadap dasar negara Indonesia mengajak kita untuk memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila secara mendalam. Sebagai sistem filsafat, Pancasila memiliki komponen-komponen yang saling berhubungan dan berfungsi untuk mencapai tujuan tertentu dalam konteks budaya bangsa. Wawasan filsafat mencakup aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis; di mana ontologis membahas hakikat keberadaan, epistemologis menyelidiki asal dan validitas pengetahuan, serta aksiologis menilai nilai dan manfaat dari tindakan. Dengan pemahaman ini, diharapkan masyarakat dapat menghargai dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
1. Kasus penolakan jenazah korban Covid-19, terutama seorang perawat, mencerminkan kurangnya penghargaan terhadap nilai kemanusiaan yang tercantum dalam Pancasila. Tindakan tersebut menunjukkan stigma negatif dan ketidakpahaman masyarakat terhadap penanganan Covid-19. Penolakan ini bertentangan dengan sila kedua Pancasila, yaitu "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab," yang menekankan pentingnya menghargai martabat setiap individu, termasuk mereka yang telah meninggal.

2. Saran dan solusi saya sebagai mahasiswa adalah pendidikan nilai-nilai pancasila di sekolah-sekolah harus lebih di diperhatikan agar implementasi nilai-nilai kemanusiaan dan empati sudah tertanam sejak dini. Hal ini dapat membantu membentuk generasi yang lebih menghargai sesama, termasuk dalam situasi sulit seperti pandemi. Selain itu sosialisasi tentang penguburan jenazah yang tertular covid juga sangat penting, agar masyarakat setempat dapat menangani masalah seperti ini dan tidak menolak jenazah yang tertular covid lagi kedepannya.

3. Penolakan jenazah korban Covid-19 jelas merupakan pelanggaran terhadap sila kedua Pancasila. Meskipun jenazah tersebut sudah tidak bernyawa, hak untuk dihormati dan dimakamkan dengan baik tetap berlaku. Tindakan penolakan menunjukkan ketidakadilan dan kurangnya rasa kemanusiaan, yang seharusnya menjadi dasar perilaku masyarakat. Setiap individu, termasuk mereka yang meninggal akibat penyakit menular, berhak mendapatkan penghormatan dan perlakuan manusiawi.