Kiriman dibuat oleh Asnia Sundari

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Asnia Sundari -
Assalamualaikum, Pak/Bu.
izin memperkenalkan diri
Nama: Asnia Sundari
NPM: 2413031040

Artikel ini membahas secara komprehensif konsep earnings management sebagai tindakan manajerial untuk memengaruhi angka laba melalui kebijakan akuntansi yang masih berada dalam koridor standar. Penulis meninjau 50 artikel internasional dan menemukan bahwa sebagian besar penelitian menggunakan pendekatan accrual-based earnings management, terutama karena model pengukuran akrual telah lebih mapan dan dianggap lebih representatif. Secara teoritis, earnings management dipahami melalui dua perspektif utama.

Pertama, opportunistic perspective, yaitu pandangan bahwa manajer memanfaatkan information asymmetry untuk memperoleh manfaat pribadi, misalnya mengejar bonus, memenuhi debt covenant, atau menghindari tekanan politik. Perspektif ini didominasi oleh teori keagenan (agency theory) dan menjelaskan bahwa earnings management dapat menyesatkan stakeholder karena informasi laba menjadi tidak mencerminkan kinerja sebenarnya.

Kedua, signaling perspective, yang melihat earnings management sebagai alat komunikasi. Dalam perspektif ini,manajer menggunakan fleksibilitas akuntansi untuk memberikan sinyal mengenai prospek perusahaan di masa depan, sehingga praktik ini tidak selalu dianggap negatif. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa smoothing laba dapat meningkatkan value relevance dan membantu investor memprediksi kinerja masa depan. Sebagian besar literatur masih berfokus pada perspektif oportunistik, sementara penelitian yang menggunakan pendekatan signaling relatif terbatas. Hal ini menunjukkan bahwa diskursus akademik masih cenderung menilai earnings management sebagai praktik yang merugikan.

Menurut saya, artikel ini memberikan gambaran yang balanced dan menunjukkan bahwa earnings management adalah fenomena kompleks. Tidak semua praktik bersifat manipulatif; dalam konteks tertentu, earnings management dapat menjadi informational tool. Namun, untuk menjaga kualitas pelaporan, praktik ini tetap perlu diawasi melalui governance dan transparansi yang memadai agar tidak menciptakan information distortion yang merugikan pengguna laporan keuangan.
Sekian, terima kasih, Pak/Bu..

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Asnia Sundari -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pak/Bu
izin memperkenalkan diri
Nama: Asnia Sundari
NPM: 2413031040
sebelumnya terima kasih atas artikel yang diberikan, berikut resume singkat dari kedua artikel di atas.

Artikel pertama menyoroti bahwa adopsi XBRL oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia bertujuan meningkatkan transparansi, mengurangi error, dan menurunkan cost of equity. Studi empiris menunjukkan bahwa setelah adopsi XBRL, biaya ekuitas perusahaan justru menurun, terutama pada perusahaan besar yang memiliki proses pelaporan lebih matang. Ini menunjukkan bahwa digitalisasi pelaporan benar-benar membantu investor memproses informasi lebih efisien (reducing information-processing costs).

Artikel kedua berfokus pada isu keberlanjutan. Penulis menawarkan suatu alignment approach untuk menyelaraskan berbagai panduan SDGs (misalnya GRI dan IIRC), agar perusahaan dapat melaporkan kinerja keberlanjutannya secara lebih terstruktur dan konsisten. Artikel ini menekankan bahwa perusahaan sering mengalami kebingungan karena banyaknya pedoman ESG. Dengan alignment framework tersebut, perusahaan dapat lebih mudah memenuhi tuntutan stakeholder global yang semakin peduli pada corporate sustainability performance.

Dalam kedua artikel tersebut ditegaskan bahwa high-quality reporting matters, baik dalam konteks keuangan maupun keberlanjutan. Menurut saya, kedua kajian ini menunjukkan arah yang sama, yakni perusahaan modern tidak bisa lagi hanya fokus pada laba, tetapi juga pada transparency, accountability, and sustainability. Digital reporting seperti XBRL memperkuat aspek efisiensi informasi, sementara alignment SDGs memperkuat aspek legitimasi dan kepercayaan publik. Jika digabungkan, keduanya membentuk fondasi pelaporan korporat yang lebih relevan di era ESG saat ini. 
Sekian, terima kasih, Pak/Bu..