Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pak/Bu
izin memperkenalkan diri
Nama: Asnia Sundari
NPM: 2413031040
sebelumnya terima kasih atas artikel yang diberikan, berikut resume singkat dari kedua artikel di atas.
Artikel pertama menyoroti bahwa adopsi XBRL oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia bertujuan meningkatkan transparansi, mengurangi error, dan menurunkan cost of equity. Studi empiris menunjukkan bahwa setelah adopsi XBRL, biaya ekuitas perusahaan justru menurun, terutama pada perusahaan besar yang memiliki proses pelaporan lebih matang. Ini menunjukkan bahwa digitalisasi pelaporan benar-benar membantu investor memproses informasi lebih efisien (reducing information-processing costs).
Artikel kedua berfokus pada isu keberlanjutan. Penulis menawarkan suatu alignment approach untuk menyelaraskan berbagai panduan SDGs (misalnya GRI dan IIRC), agar perusahaan dapat melaporkan kinerja keberlanjutannya secara lebih terstruktur dan konsisten. Artikel ini menekankan bahwa perusahaan sering mengalami kebingungan karena banyaknya pedoman ESG. Dengan alignment framework tersebut, perusahaan dapat lebih mudah memenuhi tuntutan stakeholder global yang semakin peduli pada corporate sustainability performance.
Dalam kedua artikel tersebut ditegaskan bahwa high-quality reporting matters, baik dalam konteks keuangan maupun keberlanjutan. Menurut saya, kedua kajian ini menunjukkan arah yang sama, yakni perusahaan modern tidak bisa lagi hanya fokus pada laba, tetapi juga pada transparency, accountability, and sustainability. Digital reporting seperti XBRL memperkuat aspek efisiensi informasi, sementara alignment SDGs memperkuat aspek legitimasi dan kepercayaan publik. Jika digabungkan, keduanya membentuk fondasi pelaporan korporat yang lebih relevan di era ESG saat ini.
Sekian, terima kasih, Pak/Bu..