Nadiya Alifa Firdaus
2413031066
Video “Earnings Management” memberikan gambaran dasar mengenai bagaimana manajemen perusahaan dapat menyesuaikan laporan keuangan untuk menampilkan kondisi yang tampak lebih baik atau demi memenuhi target tertentu. Video ini menjelaskan berbagai alasan terjadinya praktik tersebut, seperti keinginan memperhalus fluktuasi pendapatan, mencapai target kinerja, atau sekadar memperindah tampilan laporan. Beberapa contoh teknik yang ditunjukkan meliputi penundaan pengakuan pendapatan, penggeseran beban ke periode lain, melakukan big bath ketika perusahaan merugi, serta perubahan kebijakan akuntansi. Video juga menekankan adanya garis tipis antara praktik manajemen laba yang masih diperbolehkan oleh standar akuntansi dan tindakan manipulatif yang sudah tergolong fraud. Penyampaiannya singkat, jelas, dan mudah dipahami, sehingga sangat bermanfaat sebagai pengantar konsep bagi mahasiswa.
Sementara itu, jurnal “Earnings Management: A Literature Review” karya Debbianita, Tan Ming Kuang, dan Marcella Hoetama (Indonesian Journal of Accounting and Governance, Vol. 8 No. 1, Juni 2024) menyajikan ringkasan dari 50 penelitian internasional tentang manajemen laba. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menggunakan metode kuantitatif (sekitar 74%), dengan pendekatan accrual-based earnings management paling sering digunakan (65% dari studi kuantitatif). Penelitian juga menemukan bahwa perspektif oportunistik manajerial mendominasi sekitar 75% studi, sementara perspektif signalling mendapat perhatian lebih sedikit. Artikel ini membahas pembedaan antara accrual dan real earnings management, keterbatasan model discretionary accrual, serta kaitan manajemen laba dengan teori kontrak dan asimetri informasi. Namun, jurnal ini memiliki keterbatasan karena hanya meninjau dua perspektif utama dan menggunakan Google Scholar sebagai sumber utama, sehingga masih ada kemungkinan bias.