Nama: Muhammad Syafiq Al Ghifary
NPM: 1. Instrumen Keuangan: Instrumen keuangan adalah kontrak atau aset yang memiliki nilai ekonomi dan bisa diperdagangkan. Contohnya uang tunai, saham, obligasi, reksa dana, serta kontrak derivatif seperti opsi atau futures. Jenis-Jenis Instrumen Keuangan
Instrumen pasar uang (cash instruments): nilai langsung dipakai di pasar, seperti kas, deposito, wesel tagih.
Instrumen ekuitas: saham kepemilikan perusahaan.
Instrumen hutang (debt): obligasi, surat utang.
Derivatif: kontrak yang nilainya ditentukan dari aset lain (seperti harga komoditas, suku bunga, mata uang).
Instrumen gabungan: menggabungkan unsur ekuitas dan utang/derivatif.
2. Kas dan pengendalian internal terhadap kas
Kas adalah uang fisik, saldo rekening, dan setara kas yang siap dipakai.
Pengendalian internal: pisah tugas (yang menerima uang tidak sama dengan yang mencatatnya), otorisasi transaksi, pembatasan akses fisik ke kas, rekonsiliasi bank rutin, catatan kas yang akurat, audit internal.
3. Penyajian dan pengungkapan kas dalam laporan keuangan
Penyajian: kas ditempatkan di aset lancar neraca (beserta setara kas).
Pengungkapan: kebijakan kas dan setara kas (apa saja termasuk setara kas), rincian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan dalam laporan arus kas; catatan kaki menjelaskan kebijakan konversi mata uang, jika ada.
4. Pengertian, pengakuan piutang
Piutang adalah hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pihak lain atas penjualan barang/jasa atau pinjaman.
Pengakuan: diakui saat perusahaan memiliki hak yang pasti atas penerimaan kas dan jumlahnya dapat diukur dengan andal; sering disertai estimasi kerugian piutang jika ada risiko gagal bayar.
5. Penilaian, penurunan nilai, penyajian dan pengungkapan piutang
Penilaian: dicatat sebesar jumlah yang akan diterima (net realisasi), bukan hanya nominal tagihan.
Penurunan nilai: jika ada indikasi kerugian (piutang tidak tertagih), dibuat cadangan kerugian piutang.
Penyajian: piutang disajikan sebagai aset lancar (net setelah cadangan), dengan informasi cadangan dalam catatan.
Pengungkapan: kebijakan penilaian, tingkat cadangan, umur piutang, serta risiko kredit perlu diungkapkan.
6. Analisis kas dan piutang
Analisis kas: cek likuiditas, arus kas operasional vs. investasi vs. pendanaan, rasio likuiditas, dan tren arus kas.
Analisis piutang: umur piutang, periode kolektibilitas, efektivitas penagihan, ukuran cadangan kerugian, dan kebijakan kredit.
Tujuan: menilai kemampuan membayar kewajiban, efisiensi pengelolaan piutang, serta kesehatan arus kas perusahaan.
NPM: 1. Instrumen Keuangan: Instrumen keuangan adalah kontrak atau aset yang memiliki nilai ekonomi dan bisa diperdagangkan. Contohnya uang tunai, saham, obligasi, reksa dana, serta kontrak derivatif seperti opsi atau futures. Jenis-Jenis Instrumen Keuangan
Instrumen pasar uang (cash instruments): nilai langsung dipakai di pasar, seperti kas, deposito, wesel tagih.
Instrumen ekuitas: saham kepemilikan perusahaan.
Instrumen hutang (debt): obligasi, surat utang.
Derivatif: kontrak yang nilainya ditentukan dari aset lain (seperti harga komoditas, suku bunga, mata uang).
Instrumen gabungan: menggabungkan unsur ekuitas dan utang/derivatif.
2. Kas dan pengendalian internal terhadap kas
Kas adalah uang fisik, saldo rekening, dan setara kas yang siap dipakai.
Pengendalian internal: pisah tugas (yang menerima uang tidak sama dengan yang mencatatnya), otorisasi transaksi, pembatasan akses fisik ke kas, rekonsiliasi bank rutin, catatan kas yang akurat, audit internal.
3. Penyajian dan pengungkapan kas dalam laporan keuangan
Penyajian: kas ditempatkan di aset lancar neraca (beserta setara kas).
Pengungkapan: kebijakan kas dan setara kas (apa saja termasuk setara kas), rincian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan dalam laporan arus kas; catatan kaki menjelaskan kebijakan konversi mata uang, jika ada.
4. Pengertian, pengakuan piutang
Piutang adalah hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pihak lain atas penjualan barang/jasa atau pinjaman.
Pengakuan: diakui saat perusahaan memiliki hak yang pasti atas penerimaan kas dan jumlahnya dapat diukur dengan andal; sering disertai estimasi kerugian piutang jika ada risiko gagal bayar.
5. Penilaian, penurunan nilai, penyajian dan pengungkapan piutang
Penilaian: dicatat sebesar jumlah yang akan diterima (net realisasi), bukan hanya nominal tagihan.
Penurunan nilai: jika ada indikasi kerugian (piutang tidak tertagih), dibuat cadangan kerugian piutang.
Penyajian: piutang disajikan sebagai aset lancar (net setelah cadangan), dengan informasi cadangan dalam catatan.
Pengungkapan: kebijakan penilaian, tingkat cadangan, umur piutang, serta risiko kredit perlu diungkapkan.
6. Analisis kas dan piutang
Analisis kas: cek likuiditas, arus kas operasional vs. investasi vs. pendanaan, rasio likuiditas, dan tren arus kas.
Analisis piutang: umur piutang, periode kolektibilitas, efektivitas penagihan, ukuran cadangan kerugian, dan kebijakan kredit.
Tujuan: menilai kemampuan membayar kewajiban, efisiensi pengelolaan piutang, serta kesehatan arus kas perusahaan.