Posts made by Muhammad Syafiq Al Ghifary

AKM B2025 -> Diskusi

by Muhammad Syafiq Al Ghifary -
Nama: Muhammad Syafiq Al Ghifary
NPM: 1. Instrumen Keuangan: Instrumen keuangan adalah kontrak atau aset yang memiliki nilai ekonomi dan bisa diperdagangkan. Contohnya uang tunai, saham, obligasi, reksa dana, serta kontrak derivatif seperti opsi atau futures. Jenis-Jenis Instrumen Keuangan
Instrumen pasar uang (cash instruments): nilai langsung dipakai di pasar, seperti kas, deposito, wesel tagih.
Instrumen ekuitas: saham kepemilikan perusahaan.
Instrumen hutang (debt): obligasi, surat utang.
Derivatif: kontrak yang nilainya ditentukan dari aset lain (seperti harga komoditas, suku bunga, mata uang).
Instrumen gabungan: menggabungkan unsur ekuitas dan utang/derivatif.
2. Kas dan pengendalian internal terhadap kas
Kas adalah uang fisik, saldo rekening, dan setara kas yang siap dipakai.
Pengendalian internal: pisah tugas (yang menerima uang tidak sama dengan yang mencatatnya), otorisasi transaksi, pembatasan akses fisik ke kas, rekonsiliasi bank rutin, catatan kas yang akurat, audit internal.
3. Penyajian dan pengungkapan kas dalam laporan keuangan
Penyajian: kas ditempatkan di aset lancar neraca (beserta setara kas).
Pengungkapan: kebijakan kas dan setara kas (apa saja termasuk setara kas), rincian arus kas operasional, investasi, dan pendanaan dalam laporan arus kas; catatan kaki menjelaskan kebijakan konversi mata uang, jika ada.
4. Pengertian, pengakuan piutang
Piutang adalah hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pihak lain atas penjualan barang/jasa atau pinjaman.
Pengakuan: diakui saat perusahaan memiliki hak yang pasti atas penerimaan kas dan jumlahnya dapat diukur dengan andal; sering disertai estimasi kerugian piutang jika ada risiko gagal bayar.
5. Penilaian, penurunan nilai, penyajian dan pengungkapan piutang
Penilaian: dicatat sebesar jumlah yang akan diterima (net realisasi), bukan hanya nominal tagihan.
Penurunan nilai: jika ada indikasi kerugian (piutang tidak tertagih), dibuat cadangan kerugian piutang.
Penyajian: piutang disajikan sebagai aset lancar (net setelah cadangan), dengan informasi cadangan dalam catatan.
Pengungkapan: kebijakan penilaian, tingkat cadangan, umur piutang, serta risiko kredit perlu diungkapkan.
6. Analisis kas dan piutang
Analisis kas: cek likuiditas, arus kas operasional vs. investasi vs. pendanaan, rasio likuiditas, dan tren arus kas.
Analisis piutang: umur piutang, periode kolektibilitas, efektivitas penagihan, ukuran cadangan kerugian, dan kebijakan kredit.
Tujuan: menilai kemampuan membayar kewajiban, efisiensi pengelolaan piutang, serta kesehatan arus kas perusahaan.

AKM B2025 -> Diskusi

by Muhammad Syafiq Al Ghifary -
Nama: Muhammad Syafiq Al Ghifary
NPM: 2413031044

Menurut saya: Ketika harga barang mengalami kenaikan, laba bersih dengan LIFO biasanya lebih rendah daripada FIFO. FIFO menjual persediaan yang lebih lama (harga lebih murah) sehingga beban pokok penjualan rendah dan laba lebih besar. LIFO menjual persediaan terakhir (harga lebih mahal) sehingga beban penjualan lebih tinggi dan laba lebih kecil. Namun saat harga barang turun, efeknya berbalik. LIFO cenderung menghasilkan laba bersih lebih tinggi daripada FIFO karena beban pokok penjualan lebih rendah (biaya terkini yang rendah), sedangkan FIFO memakai biaya lama yang lebih tinggi.

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Muhammad Syafiq Al Ghifary -
Nama: Muhammad Syafiq Al Ghifary
NPM: 2413031044

Artikel ini menyoroti perlunya fondasi teori pengukuran dalam akuntansi, terutama bagaimana tujuan laporan keuangan tidak selalu selaras dengan prinsip-prinsip representational measurement. Pengukuran dalam akuntansi kerap dipahami sebagai “art of measuring,” namun tanpa teori pengukuran yang jelas, informasi yang tersaji dalam laporan keuangan tidak sepenuhnya merepresentasikan realitas ekonomi. Teori pengukuran representasional menekankan adanya struktur empiris, skala pengukuran, dan representing structure yang konsisten untuk memastikan makna angka dapat diinterpretasikan secara valid. Dalam konteks ini, proses penyusunan laporan keuangan (berdasarkan kerangka kerja IASB) dipandang sebagai aktivitas pengukuran, dengan asumsi bahwa elemen laporan keuangan memiliki biaya atau nilai yang dapat diukur secara andal. Namun, analisis kritis menunjukkan beberapa kendala: nilai historis, nilai wajar, dan estimasi sering bersifat tidak pasti dan tidak selalu memenuhi kriteria pengukuran empiris. Akibatnya, klaim bahwa laporan keuangan secara mutlak mencerminkan kebenaran empiris perlu direduksi dengan mempertimbangkan adanya ketidaklengkapan dalam teori pengukuran akuntansi. ujuan laporan keuangan menurut Trueblood committee, terkait dengan kebutuhan pengguna dan kemampuan prediktifnya. Beberapa tujuan menekankan keputusan ekonomi, akses informasi bagi pengguna dengan sumber daya terbatas, serta kemampuan untuk memprediksi arus kas. Tantangannya adalah bagaimana tujuan-tujuan tersebut dapat selaras dengan teori pengukuran jika tidak didukung oleh kerangka teori yang memadai. menyoroti bahwa nilai saat ini dan going concern dapat membatasi kemampuan laporan keuangan untuk berfungsi sebagai ukuran empiris yang akurat, karena realitas ekonomi bersifat dinamis dan sering melibatkan estimasi serta asumsi masa depan. Secara praktis, rekomendasinya adalah memperkuat landasan teori pengukuran dalam akuntansi melalui definisi properti yang diukur, skala pengukuran, dan standar pengukuran yang konsisten. Hal ini diharapkan meningkatkan interpretabilitas, validitas, dan perbandingan informasi keuangan lintas entitas, sambil tetap memperhatikan kebutuhan pengguna dan keterbatasan konseptual yang melekat pada pengukuran dalam bidang sosial.

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Muhammad Syafiq Al Ghifary -
Nama: Muhammad Syafiq Al Ghifary
NPM: 2413031044

Inti jurnal ini ialah menelaah pembatasan dalam Kavramal Framework (CFW) atau Kerangka Konseptual untuk Pelaporan Keuangan, dengan fokus pada bagaimana CFW membentuk kualitas pelaporan dan hubungannya dengan standar IFRS maupun GAAP. Tujuan utama studi adalah menyusun gambaran literatur tentang pembatasan-pembatasan CFW dan bagaimana pembatasan tersebut mempengaruhi kualitas informasi keuangan yang disajikan. Fungsi dan tujuan CFW: menyediakan informasi yang membantu pengguna membuat keputusan mengenai alokasi sumber daya, dengan menekankan kontribusinya terhadap konsistensi prinsip dan definisi elemen pelaporan keuangan (aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, beban). Relevansi vs representasi andal: CFW menekankan bahwa informasi harus relevan dan representatif secara akurat, namun terdapat perdebatan mengenai seberapa besar peran konservatisme, nilai wajar versus biaya historis, dan bagaimana pilihan pengukuran memengaruhi relevansi serta reliabilitas. Pembatasan utama CFW: analisis mengidentifikasi beberapa pembatas utama seperti masalah perbandingan, penggunaan biaya historis versus nilai wajar, serta isu-isu terkait kebijakan akuntansi estimasi, kesalahan dan penipuan serta kontras antara konservatisme bersifat kondisional, tidak bersifat kondisional. Peran kontras antara IASB dan FASB: meskipun kedua lembaga sepakat mengenai perlunya kerangka konseptual yang lebih kohesif, terdapat perbedaan konseptual dan implementasi antara CFW IASB dan GAAP FASB, terutama dalam arah konvergensi IFRS dan US GAAP. Implikasi praksis: pembahasan menekankan bahwa CFW perlu menjadi “konstitusi” regulasi yang menuntun pengembangan standar akuntansi di masa depan, sambil mempertimbangkan konteks institusional, budaya akuntansi nasional, dan kebutuhan pengguna informasi keuangan. Konservatisme: dibahas sebagai mekanisme pengendalian risiko dan biaya utama, dengan perbedaan antara konservatisme kondisional maupun tidak kondisional, serta bagaimana pilihan ini berpengaruh terhadap biaya utang, integritas laporan, dan insentif manajemen.

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Muhammad Syafiq Al Ghifary -
Nama: Muhammad Syafiq Al Ghifary
NPM: 2413031044

Jurnal ini menelaah kerangka konseptual akuntansi melalui tiga pilar utama: elemen teori, struktur, dan kerangka konseptual. Inti tematiknya adalah bagaimana unsur-unsur tersebut saling terkait untuk menghasilkan pelaporan keuangan yang kredibel dan relevan bagi pemangku kepentingan. Penelitian menegaskan bahwa teori akuntansi hanya bernilai jika diimplementasikan secara nyata dalam praktik sehari-hari, terutama melalui contoh-contoh kongkret yang memperlihatkan bagaimana prinsip-prinsip tersebut bekerja dalam situasi nyata. Ketidakseragaman tafsir terhadap elemen, struktur, dan kerangka konseptual menjadi tantangan utama dalam upaya harmonisasi standar dan praktik pelaporan. Elemen utama teori akuntansi meliputi kegunaan (usefulness), relevansi, reliabilitas, dan konsistensi informasi keuangan. Selain itu, terdapat asumsi-asumsi mendasar seperti entitas, periode akuntansi, going concern, dan satuan uang yang menjadi pondasi penyusunan laporan. Tujuan praktisnya adalah memastikan bahwa informasi keuangan tidak hanya akurat secara teknis, tetapi juga memiliki nilai decision-usefulness bagi investor, kredibilitas bagi kreditor, dan transparansi bagi publik. Jurnal menekankan bahwa tanpa penerapan yang konsisten, teori tinggal menjadi kerangka konseptual abstrak. Struktur teori terdiri atas postulat, definisi, dan prinsip yang membentuk bahasa operasional akuntansi. Sementara kerangka konseptual berisi tujuan pelaporan, karakteristik kualitatif informasi, serta definisi dan batasan aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban. Gabungan ketiganya memungkinkan penyusunan standar akuntansi yang konsisten dan relevan, serta memandu proses pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan. emuan menekankan bahwa pembenahan praktik pelaporan memerlukan kolaborasi antara akademisi, regulator, dan praktisi. Perubahan di IFRS/GAAP sering kali lahir dari kajian teoretis yang diuji secara empiris, sehingga kerangka konseptual harus terus direvisi berdasarkan temuan praktis dan kebutuhan pemangku kepentingan. Edukasi akuntansi perlu menekankan demonstrasi teori melalui kasus nyata, simulasi audit, dan analisis laporan keuangan agar mahasiswa dan profesional dapat mengaitkan konsep teoretis dengan realitas bisnis.