Nama : Nabila Alya Chalisa
Kelas : 2415061010
Kelas : PSTI C
Hasil analisis video
Video tersebut memberi analisis perkembangan demokrasi di Indonesia dalam beberapa periode penting. Dimulai dari masa revolusi kemerdekaan yang diwarnai keterbatasan demokrasi, Indonesia kemudian memasuki era demokrasi parlementer (1945-1959) yang dianggap sebagai puncak perkembangan demokrasi pada saat itu, meskipun akhirnya mengalami kegagalan akibat polarisasi politik aliran, kondisi sosial ekonomi yang lemah, serta adanya kesamaan kepentingan antara Presiden Soekarno dan Angkatan Darat. Selanjutnya, periode demokrasi terpimpin (1959-1965) ditandai dengan kuatnya tarik-menarik antara tiga kekuatan politik utama: ABRI, Soekarno, dan PKI. Era pemerintahan Orde Baru memperlihatkan adanya sentralisasi kekuasaan dan pembatasan peran partai politik, meskipun pada awalnya tampak memberikan harapan akan distribusi kekuasaan. Akhirnya, masa reformasi (1998 hingga kini) mengusung demokrasi Pancasila yang memiliki kemiripan dengan demokrasi parlementer namun masih terus berproses dalam menemukan jati dirinya.
Kelas : 2415061010
Kelas : PSTI C
Hasil analisis video
Video tersebut memberi analisis perkembangan demokrasi di Indonesia dalam beberapa periode penting. Dimulai dari masa revolusi kemerdekaan yang diwarnai keterbatasan demokrasi, Indonesia kemudian memasuki era demokrasi parlementer (1945-1959) yang dianggap sebagai puncak perkembangan demokrasi pada saat itu, meskipun akhirnya mengalami kegagalan akibat polarisasi politik aliran, kondisi sosial ekonomi yang lemah, serta adanya kesamaan kepentingan antara Presiden Soekarno dan Angkatan Darat. Selanjutnya, periode demokrasi terpimpin (1959-1965) ditandai dengan kuatnya tarik-menarik antara tiga kekuatan politik utama: ABRI, Soekarno, dan PKI. Era pemerintahan Orde Baru memperlihatkan adanya sentralisasi kekuasaan dan pembatasan peran partai politik, meskipun pada awalnya tampak memberikan harapan akan distribusi kekuasaan. Akhirnya, masa reformasi (1998 hingga kini) mengusung demokrasi Pancasila yang memiliki kemiripan dengan demokrasi parlementer namun masih terus berproses dalam menemukan jati dirinya.