NPM : 2415061119
Kelas : PSTI-D
Video yang membahas perkembangan demokrasi di Indonesia umumnya menyoroti perjalanan demokrasi yang mengalami pasang surut dari waktu ke waktu. Secara formal, demokrasi di Indonesia dimulai dengan pemilu pertama pada tahun 1955 yang berlandaskan semangat parlementer. Namun, selama masa Orde Baru, demokrasi mengalami kemunduran dengan kekuasaan yang sangat terpusat dan penekanan terhadap kebebasan sipil. Reformasi tahun 1998 menjadi titik balik yang membuka kembali ruang partisipasi publik, kebebasan pers, dan pemilu langsung. Sejak saat itu, demokrasi di Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan dalam aspek prosedural, dengan pemilu langsung yang rutin dilaksanakan baik di tingkat nasional maupun daerah. Partisipasi politik masyarakat juga meningkat, ditandai dengan munculnya media independen, lembaga swadaya masyarakat, dan keterbukaan informasi. Namun, tantangan terhadap demokrasi tetap ada. Video ini juga menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia saat ini masih menghadapi masalah serius, seperti politisasi identitas, penyebaran disinformasi, praktik vote buying, dan lemahnya kelembagaan partai politik.
Video ini juga menekankan bahwa demokrasi di Indonesia cenderung bersifat prosedural, lebih fokus pada mekanisme teknis seperti pemilu, tetapi belum sepenuhnya substantif. Demokrasi yang substantif berarti menjamin keadilan sosial, partisipasi yang bermakna, dan pemerintahan yang akuntabel. Banyak warga yang masih apatis dan merasa suara mereka tidak berpengaruh nyata terhadap kebijakan, karena elite politik dianggap lebih mementingkan kekuasaan daripada pelayanan publik.
Peran masyarakat sipil juga ditekankan sebagai penyeimbang kekuasaan. Lembaga pengawas pemilu, media massa, aktivis, dan masyarakat sipil memiliki peran penting dalam mengkritisi kebijakan dan menjaga transparansi. Namun, mereka juga menghadapi tantangan seperti kriminalisasi, tekanan politik, dan pembatasan ruang gerak melalui regulasi yang represif. Sebagai penutup, video ini menyampaikan bahwa demokrasi di Indonesia adalah proses yang terus berkembang. Ia bukanlah hasil akhir, melainkan perjuangan yang memerlukan komitmen bersama dari pemerintah, elite politik, masyarakat sipil, dan warga negara biasa. Hanya dengan partisipasi aktif dan kesadaran kritis kolektif, demokrasi Indonesia dapat tumbuh menjadi demokrasi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.