Forum Analisis Jurnal

Forum Analisis Jurnal

Number of replies: 54
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Ica Nuria Ilmawati IF Unila -
Nama: Ica Nuria Ilmawati
NPM: 2415061053
Kelas: PSTI-D

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu serta implikasinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Pancasila sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia memiliki peran penting dalam perkembangan IPTEK. Tanpa landasan Pancasila, perkembangan teknologi berpotensi mengancam moralitas dan mentalitas bangsa. Jurnal ini menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan, terutama untuk menghadapi tantangan globalisasi.
Konsep Pancasila sebagai Filsafat Ilmu:
Pancasila diuraikan sebagai dasar filosofis dan ideologi negara yang memberikan landasan untuk memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan:
 Landasan Ketuhanan: Menekankan pentingnya aspek spiritual dalam pengembangan ilmu.
 Aspek Kemanusiaan: Mengarahkan ilmu untuk kesejahteraan manusia secara adil dan beradab.
 Nilai Nasionalisme: Menggunakan IPTEK untuk memperkuat persatuan bangsa.
 Keterbukaan dan Demokrasi: Mendorong pengembangan ilmu yang menghormati kebebasan dan tanggung jawab sosial.
 Keseimbangan Keadilan: IPTEK harus mencerminkan keadilan sosial, menciptakan harmoni dengan manusia, alam, dan Tuhan.
Implikasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pengembangan IPTEK:
1. Ketuhanan yang Maha Esa: Menekankan nilai spiritualitas dan moral dalam pendidikan serta pengembangan IPTEK.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: IPTEK diarahkan untuk kesejahteraan manusia secara holistik dan tidak eksploitatif.
3. Persatuan Indonesia: IPTEK sebagai alat memperkuat rasa nasionalisme dan persatuan.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan: Mendorong pengembangan ilmu secara demokratis dan menghargai masukan kolektif.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Menjaga keseimbangan dalam penggunaan IPTEK untuk seluruh lapisan masyarakat.
Dapat disimpulkan bahwa pengembangan IPTEK berdasarkan nilai-nilai Pancasila akan membawa perbaikan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Pancasila menjadi pedoman dalam memecahkan tantangan kehidupan dan menjaga keseimbangan moral dalam menghadapi arus modernisasi.
In reply to Ica Nuria Ilmawati IF Unila

Re: Forum Analisis Jurnal

by Rajashatara Althaffarel Detalenta Azka IF UNILA -
Nama : Rajashatara Althaffarel Detalenta Azka
NPM : 2415061030
Kelas : PSTI - C

Jurnal Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasinya terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) menguraikan bagaimana Pancasila dapat menjadi landasan moral dan filosofis dalam pengembangan IPTEK di Indonesia. Sebagai dasar negara yang mengakar pada budaya nusantara, Pancasila bertujuan menjaga persatuan, identitas nasional, dan memberikan pedoman etis untuk memanfaatkan teknologi demi kesejahteraan bangsa.

Kemajuan IPTEK telah membawa manfaat signifikan, seperti efisiensi dalam berbagai aspek kehidupan dan kemudahan berinteraksi secara global. Namun, perkembangan ini juga menghadirkan tantangan serius, termasuk penurunan moralitas, munculnya individualisme dan hedonisme, serta risiko lunturnya nilai-nilai sosial dan budaya. Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan dalam pengembangan IPTEK untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya berorientasi pada inovasi, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Setiap sila Pancasila memberikan panduan khusus dalam pengembangan IPTEK:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa menekankan pentingnya spiritualitas dalam IPTEK, seperti keseimbangan antara akal dan rasa, serta penerapan nilai religius dalam pendidikan teknologi.
2 .Kemanusiaan yang Adil dan Beradab memastikan bahwa IPTEK digunakan untuk kemaslahatan manusia, menghindari diskriminasi, dan menjaga moralitas dalam proses inovasi teknologi.
3. Persatuan Indonesia mengarahkan teknologi untuk memperkuat persatuan bangsa, misalnya melalui pengembangan teknologi yang mendukung komunikasi dan kolaborasi lintas wilayah.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan mendorong pengembangan IPTEK secara demokratis dengan kebebasan ilmiah yang bertanggung jawab serta keterbukaan terhadap kritik dan masukan.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia memastikan akses yang adil terhadap teknologi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Jurnal ini menegaskan bahwa IPTEK tanpa landasan moral dapat menjadi ancaman, terutama jika digunakan untuk kepentingan kelompok tertentu atau mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Dampak negatif seperti eksploitasi sumber daya, polarisasi sosial, dan ketergantungan pada teknologi asing dapat dicegah dengan menjadikan Pancasila sebagai filter moral.

Sebagai filsafat ilmu, Pancasila membimbing Indonesia dalam memanfaatkan IPTEK tidak hanya untuk kemajuan domestik, tetapi juga untuk berperan aktif di kancah global. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, Indonesia dapat menciptakan IPTEK yang tidak hanya memajukan bangsa tetapi juga melestarikan nilai-nilai luhur budaya, menjaga keseimbangan antara inovasi dan etika, serta memberikan manfaat luas bagi umat manusia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Putri Hepti Amelia -
Nama: Putri Hepti Amelia
NPM: 2415061005
Kelas: PSTI-D

1. Pokok-Pokok Isi Jurnal
a. Latar Belakang
Jurnal ini mengangkat isu relevansi Pancasila sebagai filsafat ilmu dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Di tengah pesatnya kemajuan IPTEK, nilai-nilai Pancasila sering kali terabaikan, sehingga dikhawatirkan berdampak negatif, terutama dalam moralitas dan mentalitas masyarakat Indonesia.

b. Tujuan Penulisan
Penulis bertujuan menggarisbawahi pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam pengembangan IPTEK untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan material dan nilai-nilai spiritual bangsa.

c. Permasalahan yang Diangkat
Masuknya informasi dan teknologi global tanpa filtrasi berbasis Pancasila dapat melemahkan budaya lokal.
Pengembangan IPTEK tanpa fondasi nilai-nilai Pancasila berpotensi menjadi ancaman bagi moralitas masyarakat.

2. Analisis Kritis
a. Kekuatan Jurnal
- Relevansi Tema
Jurnal ini sangat relevan, terutama dalam konteks modern di mana IPTEK berkembang pesat, namun sering kali mengabaikan nilai-nilai lokal dan budaya. Pancasila sebagai filsafat ilmu memberikan landasan yang unik bagi bangsa Indonesia untuk menyeimbangkan antara kemajuan teknologi dan etika.

- Pemanfaatan Pancasila sebagai Paradigma
Penulis mampu menunjukkan bahwa Pancasila tidak hanya sebagai ideologi bangsa, tetapi juga memiliki implikasi filosofis yang mendalam untuk pengembangan ilmu. Sila-sila dalam Pancasila dapat diterjemahkan ke dalam etika dan panduan dalam riset maupun inovasi teknologi.

- Kesadaran Akan Tantangan Globalisasi
Penulis menyadari bahwa globalisasi membawa dampak positif maupun negatif. Pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya arus informasi dan teknologi menjadi poin yang jelas dan relevan.

b. Kelemahan jurnal
- Minimnya Data Empiris
Jurnal ini cenderung normatif dan filosofis, tanpa didukung data empiris atau studi kasus spesifik yang menunjukkan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam IPTEK. Hal ini membuat argumen kurang kuat untuk dibuktikan secara praktis.

- Kurangnya Pembahasan Konkrit Implikasi
Walaupun jurnal ini menekankan pentingnya Pancasila sebagai landasan IPTEK, implikasi konkrit terhadap pengembangan teknologi di berbagai sektor (misalnya pendidikan, kesehatan, ekonomi) tidak dibahas secara mendalam.

-Tidak Ada Strategi Implementasi
Jurnal tidak memberikan rekomendasi atau strategi spesifik untuk memasukkan nilai-nilai Pancasila ke dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dalam kebijakan pemerintah atau institusi pendidikan.

3. Implikasi Terhadap Pengembangan Ilmu dan Teknologi
a. Potensi Positif
Pancasila sebagai filsafat ilmu dapat memberikan:
- Landasan Etika dan Moral: Menjadikan IPTEK tidak hanya mengejar kemajuan material, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan keseimbangan
dengan alam.
- Penguatan Identitas Bangsa: Mendorong IPTEK yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan melestarikan budaya bangsa.
- Pengembangan Berbasis Nilai Lokal: Teknologi yang dihasilkan dapat lebih relevan dengan konteks Indonesia, baik secara sosial maupun ekonomi.

b. Tantangan
Dampak Globalisasi: Informasi dan teknologi global sering kali tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, sehingga membutuhkan filtrasi.
Ketergantungan Teknologi Asing: Sulitnya mengintegrasikan Pancasila dalam IPTEK jika teknologi yang digunakan mayoritas berasal dari luar negeri.

Kesimpulan
Jurnal ini memberikan perspektif penting tentang peran Pancasila sebagai filsafat ilmu dalam menghadapi tantangan perkembangan IPTEK. Meskipun memiliki kelemahan berupa minimnya data empiris dan rekomendasi konkret, jurnal ini relevan sebagai refleksi filosofis untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi di Indonesia tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Andhika Pramudya Kusdiananggalih -
Nama : Andhika Pramudya Kusdiananggalih
NPM : 2455061001
Kelas : PSTI D

Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasinya terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Jurnal ini berusaha menggali peran Pancasila sebagai dasar filosofi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila tidak hanya menjadi panduan dalam kehidupan sosial-politik, tetapi juga dapat berfungsi sebagai landasan filosofis dalam proses pengembangan IPTEK. Dengan mengacu pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, jurnal ini menganalisis bagaimana Pancasila dapat membentuk pola pikir, etika ilmiah, serta memberikan panduan bagi ilmuwan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang bertanggung jawab.

Setiap sila dalam Pancasila memiliki relevansi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi:

Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila pertama mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan tidak boleh terlepas dari nilai-nilai spiritual dan moral. Pencarian ilmu harus selaras dengan ajaran agama, menjaga kelestarian alam, serta memperhatikan keseimbangan kehidupan.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Ilmu dan teknologi harus dikembangkan demi kesejahteraan umat manusia. Setiap inovasi harus berdampak positif, menciptakan kehidupan yang lebih baik, beradab, dan penuh keadilan, tanpa merugikan pihak lain.
Persatuan Indonesia
Pengembangan IPTEK harus mendukung solidaritas sosial, memperkuat kesatuan nasional, serta menghindari fragmentasi. Ilmu pengetahuan harus menjadi alat pemersatu yang memajukan seluruh rakyat Indonesia.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Keputusan dalam pengembangan IPTEK harus melibatkan partisipasi publik melalui dialog sosial yang inklusif. Pendekatan ini memastikan kebijaksanaan kolektif dalam menentukan arah perkembangan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila kelima menuntut agar hasil pengembangan IPTEK dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. IPTEK harus mengurangi kesenjangan sosial dan memberikan manfaat yang adil bagi semua pihak.
Kesimpulan Jurnal
Jurnal ini menyimpulkan bahwa Pancasila adalah landasan filosofis yang kuat dalam pengembangan IPTEK di Indonesia. Jika perkembangan ilmu pengetahuan tidak berlandaskan Pancasila, maka ada risiko merusak moralitas dan mentalitas bangsa. Sebaliknya, pengembangan IPTEK yang mengacu pada nilai-nilai Pancasila akan menghasilkan ilmu yang beretika, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan umat manusia.

Pancasila mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan harus menjadi alat untuk kemajuan dan kebahagiaan manusia, baik secara lahir maupun batin. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam pembangunan IPTEK, Indonesia dapat memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya berfokus pada keuntungan material, tetapi juga menciptakan peradaban yang lebih baik, adil, dan berkeadaban. Sebagai ideologi yang mendalam dan hasil pemikiran besar para pendiri bangsa, Pancasila harus terus dipertahankan sebagai pedoman dalam membangun bangsa yang bermartabat dan berdaya saing di kancah global.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Vivian Rizkiana Fauzi -
Nama: Vivian Rizkiana Fauzi
NPM: 2415061002
Kelas: PSTI-D

Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara, terdiri dari lima sila dengan makna yang mendalam. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menekankan pentingnya kepercayaan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta mengajarkan toleransi dan penghormatan terhadap keragaman agama dan keyakinan di Indonesia. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengedepankan nilai kemanusiaan yang menghormati hak asasi manusia, menjunjung tinggi martabat setiap individu, serta mengajak seluruh warga untuk berperilaku adil, beradab, dan saling menghargai. Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mencerminkan semangat nasionalisme yang mengedepankan rasa cinta tanah air dan menegaskan pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama. Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, menegaskan prinsip demokrasi yang menghargai kedaulatan rakyat dengan menjunjung tinggi nilai musyawarah dan mufakat dalam pengambilan keputusan demi kepentingan bersama. Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengajarkan pentingnya pemerataan hak dan kewajiban di berbagai bidang seperti hukum, politik, ekonomi, dan budaya, sehingga kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh rakyat tanpa diskriminasi, sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam mewujudkan keadilan sosial. Melalui lima sila ini, Pancasila menjadi panduan moral, etika, dan politik yang menyatukan bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan di masa kini dan masa depan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Salsabila Aulia Putri -
Nama : Salsabila Aulia Putri
NPM : 2415061023
Kelas : PSTI D

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai dasar filsafat ilmu yang menjadi landasan utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi filter dalam menghadapi tantangan modernisasi dan globalisasi. Tanpa dasar moral ini, perkembangan IPTEK berpotensi merusak moralitas bangsa.

Pancasila sebagai Filsafat IlmuPancasila adalah pedoman moral yang mengintegrasikan aspek spiritual, rasional, dan sosial dalam pengembangan ilmu. Lima sila Pancasila memberikan dasar etis untuk menjawab berbagai tantangan yang muncul dalam pengembangan IPTEK.

Implikasi Nilai Pancasila terhadap IPTEK:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa: IPTEK harus menghormati nilai spiritualitas, menanamkan moralitas, dan menjaga harmoni antara ilmu dan iman.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: IPTEK digunakan untuk kesejahteraan bersama tanpa diskriminasi, dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

3. Persatuan Indonesia: Teknologi mendukung integrasi nasional, seperti memperkuat komunikasi lintas budaya.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan: Pengembangan IPTEK harus demokratis, menghormati kebebasan berpikir, dan melibatkan masyarakat.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Teknologi harus memberikan manfaat yang merata bagi seluruh rakyat, mengurangi kesenjangan sosial, dan meningkatkan kualitas hidup.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Regina Salwa Lestari -
Nama : Regina Salwa Lestari
NPM : 2415061057
Kelas : PSTI D
Jurnal ini menekankan pentingnya Pancasila sebagai dasar dan panduan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Sebagai falsafah hidup bangsa, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara tetapi juga menjadi landasan berpikir yang etis dan spiritual dalam menghadapi derasnya arus globalisasi dan perkembangan IPTEK. Penulis menggarisbawahi bahwa tanpa fondasi nilai-nilai Pancasila, perkembangan IPTEK berpotensi membawa dampak negatif, khususnya pada moralitas dan mentalitas bangsa. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai luhur Pancasila, seperti religiusitas, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial, IPTEK dapat diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kesejahteraan umat manusia.

Setiap sila dalam Pancasila memiliki implikasi langsung terhadap pengembangan IPTEK. Sebagai contoh, sila pertama menekankan pentingnya nilai spiritual dalam membatasi penyimpangan moral, sementara sila kedua mengarahkan pengembangan teknologi untuk kesejahteraan umat manusia tanpa merugikan pihak lain. Jurnal ini juga menyoroti bahwa sila ketiga dan keempat menuntut IPTEK untuk memperkuat persatuan bangsa dan mendukung pengambilan keputusan berbasis musyawarah. Akhirnya, sila kelima menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus mampu menciptakan keadilan sosial yang merata di berbagai bidang kehidupan. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, IPTEK tidak hanya berkembang secara modern tetapi juga selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dan identitas bangsa Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Nayla Citra Andira -
Nama: Nayla Citra Andira
NPM: 2415061004
Kelas: PSTI-D

Jurnal yang berjudul "Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasinya Terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi" oleh Syarifuddin mengupas peran penting Pancasila sebagai dasar filsafat ilmu dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menekankan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang harus diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang IPTEK. Dalam konteks ini, Pancasila berperan sebagai filter untuk memastikan bahwa perkembangan teknologi yang pesat tidak mengabaikan moralitas dan mentalitas bangsa, serta dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh perkembangan teknologi.

Pancasila terdiri dari lima sila yang mewakili nilai-nilai budaya Indonesia, dan dalam jurnal ini, penulis menjelaskan bahwa Pancasila harus dijadikan sebagai pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Pengetahuan yang berkembang harus mengakomodasi aspek ketuhanan dan kemanusiaan agar tetap relevan dengan nilai moral dan budaya bangsa. Dengan demikian, Pancasila menjadi landasan yang mendalam bagi ilmuwan dan praktisi IPTEK dalam menciptakan inovasi yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga bertanggung jawab terhadap masyarakat.

Penulis juga menggali lebih dalam mengenai implikasi dua sila Pancasila dalam perkembangan IPTEK. Pertama, sila Ketuhanan yang Maha Esa, yang menekankan pentingnya nilai spiritual dalam ilmu pengetahuan. Penulis menyarankan agar pendidikan mengintegrasikan nilai religius untuk mencapai keseimbangan antara rasionalitas dan spiritualitas, sehingga ilmu pengetahuan tidak terlepas dari nilai-nilai luhur yang menjadi dasar moralitas bangsa. Kedua, sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, yang menekankan martabat manusia dan pentingnya norma sosial dalam pengambilan keputusan. Penulis menegaskan bahwa setiap langkah dalam pengembangan IPTEK harus berlandaskan pada prinsip-prinsip kemanusiaan dan norma kesusilaan agar teknologi yang dihasilkan dapat bermanfaat untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa mengorbankan nilai kemanusiaan.

Secara keseluruhan, jurnal ini menyimpulkan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu sangat penting untuk membimbing perkembangan IPTEK di Indonesia. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila, masyarakat Indonesia diharapkan dapat menghadapi tantangan modernisasi dan globalisasi tanpa kehilangan identitas budaya, moralitas, dan kemanusiaan. Pancasila tidak hanya menjadi dasar dalam membangun negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Satriyo Novriyanto IF UNILA -
Nama : Satriyo Novriyanto
NPM : 2415061058
Kelas : PSTI-D

Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, berfungsi sebagai pedoman moral dan etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai-nilai yang relevan dan penting untuk diinternalisasi dalam proses pengembangan iptek. Misalnya, sila pertama, "Ketuhanan Yang Maha Esa," menekankan pentingnya spiritualitas dan moralitas dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam penelitian dan pengembangan teknologi. Hal ini mengingatkan para ilmuwan dan peneliti untuk tidak hanya mengejar kemajuan teknologi, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari penemuan mereka. Dengan demikian, Pancasila berperan sebagai filter yang menjaga agar perkembangan iptek tetap beretika dan tidak merugikan masyarakat, serta mendorong penciptaan teknologi yang bermanfaat bagi umat manusia.

Selanjutnya, sila kedua dan ketiga, yaitu "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab" serta "Persatuan Indonesia," memberikan arah yang jelas dalam pengembangan iptek. Kemanusiaan yang adil menuntut agar ilmu pengetahuan dikembangkan untuk kepentingan seluruh umat manusia, bukan hanya untuk segelintir orang atau kelompok tertentu. Ini mendorong para ilmuwan untuk mempertimbangkan dampak sosial dari penemuan mereka dan memastikan bahwa hasil penelitian dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Sementara itu, sila persatuan menekankan pentingnya kerjasama dan saling menghormati antar berbagai suku, agama, dan budaya di Indonesia. Dalam konteks iptek, hal ini berarti bahwa kolaborasi antar daerah dan antar disiplin ilmu sangat penting untuk menciptakan inovasi yang dapat memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan mengedepankan nilai-nilai ini, pengembangan iptek diharapkan dapat menciptakan solusi yang inklusif dan berkelanjutan.

Akhirnya, sila keempat dan kelima, yang berkaitan dengan "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan" dan "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia," menegaskan bahwa pengembangan iptek harus dilakukan secara demokratis dan inklusif. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan menunjukkan bahwa setiap keputusan dalam pengembangan ilmu pengetahuan harus melibatkan partisipasi masyarakat dan mempertimbangkan kepentingan rakyat. Ini menciptakan ruang bagi dialog dan musyawarah dalam pengambilan keputusan, sehingga hasil penelitian dapat mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Selain itu, keadilan sosial menuntut agar setiap individu di Indonesia mendapatkan perlakuan yang adil dalam akses terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya menjadi pedoman ideologis, tetapi juga menjadi kerangka kerja yang memastikan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia berjalan dengan adil, beretika, dan bermanfaat bagi seluruh rakyat. Pancasila, dalam konteks ini, menjadi landasan yang kuat untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera, aman, dan damai melalui pengembangan iptek yang berkelanjutan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Yaza Nurzahira -
Nama : Yaza Nurzahira
Npm : 2415061032
Kelas : PSTI D

Poin Utama Jurnal
Relevansi Pancasila: Jurnal ini menekankan pentingnya Pancasila sebagai landasan filosofis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia.

Tantangan Globalisasi: Menyoroti dampak negatif globalisasi terhadap nilai-nilai lokal dan pentingnya menjaga identitas bangsa melalui IPTEK yang berakar pada Pancasila.

Keseimbangan Material dan Spiritual: Menganjurkan pengembangan IPTEK yang tidak hanya mengejar kemajuan material, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.

Analisis Kritis
Kekuatan:
Relevansi Tema: Sangat relevan dengan konteks Indonesia saat ini.
Fokus pada Pancasila: Menunjukkan kedalaman filosofis Pancasila sebagai landasan IPTEK.
Kesadaran akan Tantangan Globalisasi: Menekankan pentingnya menjaga identitas bangsa di tengah arus globalisasi.

Kelemahan:
Kurang Data Empiris: Kurangnya bukti konkret tentang penerapan Pancasila dalam IPTEK di Indonesia.
Kurang Detail dalam Implikasi: Tidak menjelaskan secara rinci bagaimana Pancasila dapat diterapkan dalam berbagai sektor IPTEK.
Kurang Strategi Implementasi: Tidak memberikan solusi konkret untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan IPTEK.
Implikasi bagi Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Potensi Positif:
Etika dan Moral: Menjamin pengembangan IPTEK yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Identitas Nasional: Memperkuat identitas bangsa dan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.
Relevansi Lokal: Mengembangkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Indonesia.

Tantangan:
Globalisasi: Menghadapi pengaruh nilai-nilai asing yang bertentangan dengan Pancasila.
Implementasi: Sulitnya menerjemahkan nilai-nilai abstrak Pancasila ke dalam praktik pengembangan teknologi.
Kesimpulan
Jurnal ini memberikan kontribusi yang berharga dalam mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan IPTEK. Namun, untuk menjadi lebih komprehensif, jurnal ini perlu diperkaya dengan data empiris, analisis yang lebih mendalam, dan rekomendasi yang lebih konkret.

Saran untuk Pengembangan Lebih Lanjut
Studi Kasus: Melakukan studi kasus konkret tentang penerapan nilai-nilai Pancasila dalam proyek-proyek riset atau pengembangan teknologi di Indonesia.
Kolaborasi dengan Peneliti Lain: Bekerjasama dengan peneliti dari berbagai disiplin ilmu untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas.
Analisis Kebijakan: Menganalisis kebijakan pemerintah terkait pengembangan IPTEK dan memberikan rekomendasi untuk penyempurnaan.
Evaluasi Program Pendidikan: Mengevaluasi kurikulum pendidikan tinggi untuk melihat sejauh mana nilai-nilai Pancasila terintegrasi dalam pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan demikian, jurnal ini dapat menjadi titik awal untuk diskusi lebih lanjut tentang bagaimana kita dapat mengembangkan IPTEK yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga berakar pada nilai-nilai luhur bangsa Ind
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Yostiar Aminudin 2415061016 -
Nama : Yostiar AMinudin
NPM : 2415061016
Kelas : PSTI-D


1. Pokok-Pokok Isi Jurnal
a. Latar Belakang
Jurnal ini membahas relevansi Pancasila sebagai landasan filsafat ilmu dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Pesatnya kemajuan IPTEK sering kali mengabaikan nilai-nilai Pancasila, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap dampaknya pada moralitas dan mentalitas masyarakat Indonesia.

b. Tujuan Penulisan
Penulis ingin menekankan pentingnya Pancasila sebagai pedoman dalam pengembangan IPTEK, guna menciptakan keseimbangan antara kemajuan material dengan nilai-nilai spiritual bangsa.

c. Permasalahan yang Diangkat

Masuknya informasi dan teknologi global tanpa penyaringan berbasis Pancasila dapat melemahkan budaya lokal.
Pengembangan IPTEK tanpa fondasi nilai-nilai Pancasila dapat mengancam moralitas masyarakat.
2. Analisis Kritis
a. Kekuatan Jurnal

Relevansi Tema: Tema jurnal sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana IPTEK berkembang pesat namun sering kali mengabaikan nilai-nilai lokal dan budaya.
Pemanfaatan Pancasila sebagai Paradigma: Penulis berhasil menunjukkan bahwa Pancasila dapat berperan sebagai etika dan panduan dalam riset serta inovasi teknologi.
Kesadaran Akan Tantangan Globalisasi: Penulis memberikan penekanan yang baik pada perlunya penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan globalisasi.
b. Kelemahan Jurnal

Minimnya Data Empiris: Jurnal lebih bersifat normatif dan filosofis tanpa dukungan data empiris atau studi kasus konkret.
Kurangnya Pembahasan Konkrit Implikasi: Implikasi penerapan nilai-nilai Pancasila pada berbagai sektor IPTEK tidak dijelaskan secara mendalam.
Tidak Ada Strategi Implementasi: Penulis tidak memberikan rekomendasi atau strategi praktis untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan IPTEK.
3. Implikasi Terhadap Pengembangan Ilmu dan Teknologi
a. Potensi Positif

Landasan Etika dan Moral: Pancasila dapat menjadikan IPTEK lebih manusiawi, menjunjung nilai-nilai keadilan dan harmoni dengan alam.
Penguatan Identitas Bangsa: Mendorong pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan lokal sekaligus melestarikan budaya bangsa.
Pengembangan Berbasis Nilai Lokal: Teknologi yang dihasilkan dapat lebih kontekstual dengan kondisi sosial dan ekonomi Indonesia.
b. Tantangan

Dampak Globalisasi: Informasi dan teknologi global sering kali bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, sehingga membutuhkan mekanisme filtrasi.
Ketergantungan Teknologi Asing: Kesulitan mengintegrasikan Pancasila dalam IPTEK jika mayoritas teknologi yang digunakan berasal dari luar negeri.
Kesimpulan
Jurnal ini menawarkan pandangan penting tentang peran Pancasila sebagai filsafat ilmu dalam menghadapi tantangan IPTEK. Meskipun memiliki kelemahan dalam hal minimnya data empiris dan rekomendasi konkret, jurnal ini tetap relevan sebagai refleksi filosofis untuk memastikan kemajuan teknologi Indonesia tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Kanaya Traylingga Pratama -
Nama : Kanaya Traylingga Pratama
Npm : 2415061059
Kelas : PSTI D
Pokok-Pokok Isi Jurnal

1. Latar Belakang

Membahas relevansi Pancasila sebagai landasan filsafat ilmu dalam perkembangan IPTEK.

Menyoroti kemajuan IPTEK yang sering mengabaikan nilai-nilai Pancasila.

Kekhawatiran muncul terhadap dampak IPTEK pada moralitas dan mentalitas masyarakat Indonesia.



2. Tujuan Penulisan

Menekankan pentingnya Pancasila sebagai pedoman dalam pengembangan IPTEK.

Mengupayakan keseimbangan antara kemajuan material dan nilai spiritual bangsa.



3. Permasalahan yang Diangkat

Masuknya informasi dan teknologi global tanpa penyaringan berbasis Pancasila melemahkan budaya lokal.

Pengembangan IPTEK tanpa fondasi Pancasila mengancam moralitas masyarakat.




Analisis Kritis

1. Kekuatan Jurnal

Relevansi Tema: Tema sesuai dengan tantangan modern IPTEK yang sering melupakan nilai lokal dan budaya.

Peran Pancasila sebagai Paradigma: Pancasila dipaparkan sebagai etika dan panduan riset serta inovasi teknologi.

Kesadaran Tantangan Globalisasi: Penulis memberikan perhatian pada pentingnya memperkuat nilai Pancasila menghadapi globalisasi.



2. Kelemahan Jurnal

Minim Data Empiris: Penulis tidak menyajikan data empiris atau studi kasus konkret.

Pembahasan Implikasi Kurang Mendalam: Implikasi penerapan nilai Pancasila di berbagai sektor IPTEK belum teruraikan secara detail.

Tidak Ada Strategi Implementasi: Penulis tidak menawarkan rekomendasi praktis untuk mengintegrasikan Pancasila dalam pengembangan IPTEK.




Implikasi Terhadap Pengembangan Ilmu dan Teknologi

1. Potensi Positif

Landasan Etika dan Moral: IPTEK menjadi lebih manusiawi, selaras dengan nilai keadilan dan harmoni alam.

Penguatan Identitas Bangsa: Mendorong teknologi yang relevan dengan kebutuhan lokal sambil melestarikan budaya.

Pengembangan Berbasis Nilai Lokal: Teknologi dihasilkan sesuai dengan kondisi sosial dan ekonomi Indonesia.



2. Tantangan

Dampak Globalisasi: Informasi dan teknologi global sering tidak sesuai dengan nilai Pancasila, memerlukan filtrasi.

Ketergantungan Teknologi Asing: Sulit mengintegrasikan Pancasila dalam IPTEK jika sebagian besar teknologi berasal dari luar negeri.




Kesimpulan

Jurnal ini menegaskan pentingnya Pancasila sebagai filsafat ilmu dalam menghadapi tantangan IPTEK.

Kelemahan berupa minimnya data empiris dan rekomendasi konkret tidak mengurangi relevansi jurnal ini sebagai refleksi filosofis.

Peran Pancasila tetap penting untuk memastikan kemajuan teknologi yang berakar pada nilai-nilai bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Fany Nuurviana -
NAMA: FANY NUURVIANA
NPM: 2415061037
KELAS: PSTI D

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia berfungsi sebagai pedoman moral dan etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Setiap sila Pancasila memberikan nilai-nilai yang relevan untuk memastikan bahwa IPTEK berkembang secara etis, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Sila pertama, "Ketuhanan Yang Maha Esa," menekankan pentingnya spiritualitas dan moralitas dalam pengembangan IPTEK. Hal ini mengingatkan para peneliti untuk mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan, serta mendorong inovasi yang berorientasi pada kesejahteraan manusia.

Sila kedua, "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab," menuntut agar IPTEK dikembangkan untuk kepentingan seluruh umat manusia, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Hasil penelitian harus berdampak positif dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Sila ketiga, "Persatuan Indonesia," menekankan pentingnya kolaborasi antar daerah dan disiplin ilmu untuk menciptakan inovasi yang memperkuat kesatuan bangsa dan mencerminkan keberagaman Indonesia.

Sila keempat, "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan," mengarahkan pengambilan keputusan dalam pengembangan IPTEK melalui dialog dan musyawarah yang melibatkan masyarakat, sehingga hasilnya mencerminkan kebutuhan rakyat.

Sila kelima, "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia," menegaskan bahwa setiap individu harus mendapatkan akses yang adil terhadap IPTEK. Pengembangan teknologi harus memastikan pemerataan manfaat bagi seluruh rakyat.

Dengan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan, pengembangan IPTEK di Indonesia tidak hanya bertujuan pada kemajuan teknologi, tetapi juga kesejahteraan, keadilan, dan keberlanjutan yang inklusif bagi seluruh masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Rifki Yudika Perdana -
Nama : Rifki Yudika Perdana
NPM : 2415061090
Kelas : PSTI D

Pokok-Pokok Isi Jurnal

a. Latar Belakang
Jurnal ini mengkaji relevansi Pancasila sebagai landasan filsafat ilmu dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Pesatnya kemajuan IPTEK sering kali mengabaikan nilai-nilai Pancasila, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap dampaknya pada moralitas dan mentalitas masyarakat Indonesia.

b. Tujuan Penulisan
Penulisan jurnal ini bertujuan menegaskan pentingnya Pancasila sebagai pedoman dalam pengembangan IPTEK untuk menciptakan keseimbangan antara kemajuan material dan nilai-nilai spiritual bangsa.

c. Permasalahan yang Diangkat
- Masuknya informasi dan teknologi global tanpa penyaringan berbasis Pancasila dapat melemahkan budaya lokal.
- Pengembangan IPTEK tanpa landasan nilai-nilai Pancasila berisiko mengancam moralitas masyarakat.

Analisis Kritis

a. Kekuatan Jurnal
1. Relevansi Tema: Tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana perkembangan IPTEK sering kali mengesampingkan nilai-nilai budaya dan lokal.
2. Pancasila sebagai Paradigma: Penulis berhasil menggambarkan Pancasila sebagai pedoman etika dan moral dalam riset dan inovasi teknologi.
3. Kesadaran Tantangan Globalisasi: Jurnal ini menyoroti perlunya penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah pengaruh globalisasi yang semakin besar.

b. Kelemahan Jurnal
1. Minim Data Empiris: Artikel lebih menitikberatkan pada pembahasan normatif tanpa menyertakan data atau studi kasus yang konkret.
2. Kurangnya Implikasi Konkrit: Dampak penerapan nilai-nilai Pancasila pada berbagai sektor IPTEK tidak diuraikan secara mendalam.
3. Tidak Ada Strategi Implementasi: Penulis tidak memberikan langkah-langkah praktis untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan IPTEK.

Implikasi Terhadap Pengembangan Ilmu dan Teknologi

a. Potensi Positif
1. Landasan Etika dan Moral: Pancasila dapat menjadikan IPTEK lebih manusiawi dengan menjunjung nilai keadilan dan harmoni dengan alam.
2. Penguatan Identitas Bangsa: Teknologi dapat dikembangkan sesuai kebutuhan lokal dan melestarikan budaya bangsa.
3. Pengembangan Berbasis Nilai Lokal: Teknologi yang dihasilkan dapat lebih sesuai dengan kondisi sosial dan ekonomi Indonesia.

b. Tantangan
1. Pengaruh Globalisasi: Informasi dan teknologi dari luar sering kali bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, sehingga diperlukan mekanisme filtrasi yang efektif.
2. Ketergantungan Teknologi Asing: Ketergantungan pada teknologi luar negeri menyulitkan integrasi Pancasila dalam pengembangan IPTEK.

Kesimpulan
Jurnal ini memberikan pandangan penting mengenai peran Pancasila sebagai filsafat ilmu dalam menghadapi tantangan IPTEK. Meskipun terdapat kelemahan seperti kurangnya data empiris dan strategi implementasi, jurnal ini tetap relevan sebagai refleksi filosofis untuk memastikan kemajuan teknologi Indonesia berakar pada nilai-nilai Pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by 2415061010 Nabila Alya Chalisa -
Nama : Nabila Alya Chalisa
NPM : 2415061010
Kelas : PSTI C

Jurnal karya Syarifuddin berjudul "Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi" membahas peran Pancasila sebagai landasan moral, etika, dan arah dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di Indonesia. Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai pedoman berbangsa dan bernegara, tetapi juga sebagai filsafat ilmu yang memastikan pengembangan Iptek tetap memihak pada nilai-nilai luhur kemanusiaan, keadilan, dan persatuan. Nilai-nilai dalam setiap sila Pancasila memberikan arahan strategis dalam pengembangan Iptek, seperti menekankan penggunaan teknologi yang tidak bertentangan dengan ajaran agama (sila Ketuhanan Yang Maha Esa), memprioritaskan kemanusiaan dalam penyelesaian masalah sosial (sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab), memperkuat persatuan bangsa melalui inovasi lokal (sila Persatuan Indonesia), serta menciptakan teknologi yang demokratis dan melibatkan partisipasi masyarakat (sila Kerakyatan). Selain itu, Pancasila juga menuntut agar pengembangan Iptek mendukung kesejahteraan rakyat secara adil dan tidak menciptakan ketimpangan (sila Keadilan Sosial).

Namun, penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan Iptek masih menghadapi tantangan, seperti globalisasi yang dapat membawa dampak negatif, termasuk krisis identitas budaya, kesenjangan sosial, dan monopoli teknologi. Oleh karena itu, penting bagi Iptek di Indonesia untuk tidak hanya mengejar kemajuan, tetapi juga menjaga keberpihakan kepada rakyat dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Sebagai mahasiswa Teknik Informatika, jurnal ini memberikan pandangan penting bahwa pengembangan teknologi harus canggih sekaligus bermanfaat bagi masyarakat, berlandaskan Pancasila, dan mampu bersaing di tengah arus globalisasi. Meski begitu, salah satu kelemahan yang dikritik adalah implementasi konsep Pancasila yang sering terjebak pada tataran teori dan kurang diterapkan secara konkret dalam kebijakan teknologi. Maka, untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar pengembangan Iptek, perlu upaya nyata dalam pendidikan dan kebijakan pemerintah agar inovasi berbasis nilai-nilai Pancasila dapat lebih menonjol.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Muhamad Nabil Almuzzaki -
Nama : Muhamad Nabil Almuzzaki
NPM : 2415061121
Kelas : PSTI C

Jurnal ini menjelaskan tentang pancasila sebagai filsafat ilmu dan mengkaji implikasinya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Pancasila sebagai dasar negara, tidak hanya menjadi falsafah hidup, namun juga pedoman dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat, apabila tidak dibarengi dengan dasar-dasar pancasila yang kuat, berpotensi menjadi penghancur bangsa, khususnya dari segi moralitas dan mentalitas.
Pentingnya memperkuat warga negara dengan nilai-nilai pancasila sebagai dasar untuk memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pembahasan Utama
Konsep Dasar Pancasila: Diuraikan tentang asal mula dan makna dari nama pancasila, serta dijabarkan bahwa pancasila merupakan dasar falsafah negara dan pedoman hidup bangsa Indonesia.
Pancasila sebagai Filsafat Ilmu: Dipaparkan bahwa pancasila sebagai dasar falsafah dan ideologi negara, menjadi dasar dalam berpikir, berpengetahuan, dan menjalani hidup. Jurnal ini juga mengkaji nilai-nilai pancasila sebagai landasan untuk memandang realitas alam, masyarakat, dan bangsa, serta dalam menyelesaikan permasalahan hidup.
Implikasi Sila-Sila dalam Pengembangan IPTEK: Jurnal menganalisis implikasi dari setiap sila dalam pancasila terhadap pengembangan IPTEK, seperti:
• Ketuhanan Yang Maha Esa: Penanaman nilai religi dan moral, membangun sikap toleransi dan menghormati perbedaan agama, serta menjadikan Tuhan sebagai pusat alam semesta.
• Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Menekankan pada pentingnya nilai-nilai kemanusiaan, seperti persamaan derajat, hak, dan kewajiban, serta menjaga sikap tenggang rasa, toleransi, dan adil.
• Persatuan Indonesia: Mengajak masyarakat Indonesia untuk bersatu dan menjunjung tinggi nilai nasionalisme dan patriotisme, serta memanfaatkan IPTEK untuk memperkuat persatuan bangsa.
• Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan: Menegaskan pentingnya kedaulatan rakyat dan menekankan bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat, yang dijalankan melalui musyawarah dan perwakilan.
• Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Menggarisbawahi pentingnya pemerataan dalam akses terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menciptakan keadilan sosial yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kesimpulan

Jurnal ini menekankan bahwa Pancasila harus dijadikan sebagai landasan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila, diharapkan perkembangan IPTEK dapat berjalan seiring dengan peningkatan moralitas dan etika masyarakat.
Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam pendidikan dan penelitian, akan menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berintegritas.
Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, baik pemerintah, akademisi, maupun masyarakat, untuk bersama-sama mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap langkah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemajuan bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by RAFEYFA ASYLA 2415061107 -
NAMA : RAFEYFA ASYLA
NPM : 2415061107
KELAS : PSTI-C

Jurnal berjudul Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasinya terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) menjelaskan bagaimana Pancasila, sebagai dasar negara dan pedoman hidup bangsa Indonesia, dapat menjadi landasan filosofis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pancasila diuraikan sebagai hasil dari proses berpikir mendalam yang mengakar pada nilai-nilai budaya nusantara, bertujuan untuk menjaga persatuan, identitas nasional, serta memberikan panduan moral bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam jurnal ini, penulis menyoroti bahwa perkembangan IPTEK membawa kemajuan besar di berbagai bidang, seperti efisiensi aktivitas manusia dan kemudahan berinteraksi lintas wilayah. Namun, kemajuan ini juga menimbulkan tantangan besar, seperti penurunan moralitas, individualisme, hedonisme, dan potensi lunturnya nilai-nilai sosial serta budaya bangsa. Oleh karena itu, pengembangan IPTEK perlu dilandasi nilai-nilai Pancasila agar tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi semata, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Setiap sila Pancasila memberikan kontribusi penting dalam pengembangan IPTEK, yaitu :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa, menekankan pentingnya aspek spiritual dalam pengembangan IPTEK, seperti menjaga keseimbangan antara akal dan rasa, serta menanamkan nilai religius dalam pendidikan teknologi.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengarahkan IPTEK untuk kemaslahatan manusia, menghindari diskriminasi, dan menjaga moralitas dalam proses pengembangan teknologi.
3. Persatuan Indonesia, IPTEK harus menjadi alat untuk mempererat persatuan bangsa, misalnya melalui teknologi yang mendukung komunikasi dan kerja sama antarwilayah.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mendorong pengembangan IPTEK secara demokratis, dengan kebebasan ilmiah yang bertanggung jawab, serta keterbukaan terhadap kritik dan masukan.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, memastikan akses IPTEK yang adil dan merata, sehingga manfaat teknologi dapat dinikmati oleh seluruh rakyat tanpa terkecuali.

Jurnal ini juga menyoroti bahwa IPTEK tanpa landasan moral dapat menjadi alat penghancur bangsa, terutama jika digunakan untuk kepentingan kelompok tertentu atau mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. oleh karena itu, penanaman nilai-nilai Pancasila dalam IPTEK dapat menjadi filter yang mencegah dampak negatif modernisasi, seperti eksploitasi sumber daya, polarisasi sosial, dan ketergantungan terhadap teknologi asing.
Sebagai filsafat ilmu, Pancasila tidak hanya membimbing pengembangan teknologi di Indonesia, tetapi juga mempersiapkan bangsa untuk menjadi pemain aktif di kancah global. Dengan menjadikan Pancasila sebagai filter moral dalam pengembangan IPTEK, Indonesia dapat menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pelestarian nilai-nilai luhur bangsa, sekaligus menciptakan IPTEK yang membawa manfaat bagi seluruh umat manusia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Nabilah Putri Tarevi IF UNILA -
Nama: Nabilah Putri Tarevi
NPM: 2415061025
Kelas: PSTI C

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu dan implikasinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Pancasila, yang merupakan ideologi dasar negara, berfungsi sebagai pedoman hidup dan nilai-nilai yang harus dipegang oleh bangsa Indonesia. Dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat, Pancasila diharapkan dapat menjadi filter yang menjaga moralitas dan etika dalam penggunaan IPTEK.

Pancasila terdiri dari lima sila yang masing-masing memiliki implikasi penting dalam pengembangan IPTEK:

1. Ketuhanan yang Maha Esa: Sila ini menekankan pentingnya nilai-nilai spiritual dan moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam konteks ini, manusia sebagai makhluk religi diharapkan untuk menyadari bahwa ada kekuatan yang lebih tinggi yang menciptakan dan menguasai alam semesta. Oleh karena itu, dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penting untuk menanamkan nilai-nilai religius, moral, dan etika. Hal ini mencakup pengajaran tentang batasan kemampuan manusia dalam berpikir dan pentingnya mengembalikan segala sesuatu kepada Sang Pencipta. Selain itu, sila ini juga mendorong sikap saling menghormati antar pemeluk agama dan kepercayaan yang berbeda, sehingga tercipta kerukunan hidup di masyarakat.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Sila ini mengarahkan pengembangan ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan, dengan menekankan pentingnya moralitas dan etika dalam penggunaan IPTEK. Kemanusiaan yang adil dan beradab berarti bahwa setiap individu harus diperlakukan dengan adil, menghormati harkat dan martabat manusia, serta tidak semena-mena terhadap orang lain. Dalam konteks IPTEK, ini berarti bahwa pengembangan teknologi harus memperhatikan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan, serta berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup semua orang.

3. Persatuan Indonesia: Sila ini mendorong rasa nasionalisme dan persatuan di antara seluruh rakyat Indonesia. Dalam pengembangan IPTEK, kemajuan teknologi diharapkan dapat memperkuat hubungan antar daerah dan masyarakat, serta menciptakan solidaritas di antara berbagai suku, agama, dan budaya. Dengan memanfaatkan IPTEK, diharapkan persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, sehingga menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan: Sila ini menyiratkan bahwa pengembangan IPTEK harus dilakukan secara demokratis. Setiap ilmuwan dan peneliti harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, sambil tetap menghormati kebebasan orang lain. Selain itu, penting untuk memiliki sikap terbuka terhadap kritik dan masukan dari pihak lain. Dengan demikian, pengembangan IPTEK dapat dilakukan dengan cara yang inklusif dan partisipatif, yang melibatkan berbagai pihak dalam pengambilan keputusan.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Sila ini menekankan perlunya keadilan dalam pengembangan IPTEK, agar semua rakyat Indonesia mendapatkan manfaat yang setara. Keadilan sosial berarti bahwa setiap orang harus diperlakukan dengan adil dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam akses terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam konteks ini, pengembangan IPTEK harus diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta menghormati hak milik orang lain. Dengan demikian, diharapkan tercipta masyarakat yang adil dan makmur, di mana semua orang dapat merasakan manfaat dari kemajuan teknologi.

Pancasila sebagai filsafat ilmu diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia dan menciptakan kehidupan yang sejahtera, aman, dan damai. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, diharapkan bangsa Indonesia dapat menghadapi tantangan global dengan lebih baik, sambil tetap mempertahankan identitas dan jati diri sebagai bangsa yang beradab dan bermoral. Pancasila bukan hanya sekadar ideologi, tetapi juga merupakan landasan yang kuat untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Bintang Prastyo Kusumo Wicaksono -
Nama : Bintang Prastyo Kusumo Wicaksono
NPM : 2455061007
Kelas : PSTI D

Jurnal ini mengkaji peran Pancasila sebagai landasan filosofis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai pedoman dalam kehidupan sosial-politik, tetapi juga sebagai panduan dalam pengembangan IPTEK. Dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila, pengembangan IPTEK diharapkan dapat menciptakan pola pikir yang beretika, membentuk integritas ilmiah, serta memandu para ilmuwan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang bertanggung jawab secara moral dan sosial.

Setiap sila dalam Pancasila memiliki relevansi yang signifikan terhadap pengembangan IPTEK. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan harus tetap berlandaskan nilai-nilai spiritual dan moral. Penelitian dan inovasi tidak hanya ditujukan untuk mencapai kemajuan teknis tetapi juga harus selaras dengan ajaran agama, menjaga keseimbangan alam, dan memperhatikan keberlanjutan kehidupan.

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, menekankan bahwa IPTEK harus dikembangkan untuk kesejahteraan umat manusia. Setiap inovasi yang dihasilkan diharapkan membawa manfaat positif, menciptakan kehidupan yang lebih baik, beradab, serta menjunjung tinggi keadilan tanpa merugikan pihak lain.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, menegaskan bahwa IPTEK harus menjadi alat untuk memperkuat solidaritas sosial dan mempererat persatuan bangsa. Pengembangan ilmu dan teknologi tidak boleh memicu fragmentasi sosial, tetapi sebaliknya harus memajukan seluruh rakyat Indonesia secara bersama-sama.

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, memberikan arahan bahwa setiap keputusan dalam pengembangan IPTEK harus melibatkan partisipasi publik secara inklusif. Dialog sosial yang melibatkan berbagai pihak akan memastikan bahwa teknologi yang dihasilkan bermanfaat luas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menggarisbawahi pentingnya hasil pengembangan IPTEK dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat secara merata. IPTEK harus menjadi alat untuk mengurangi kesenjangan sosial dan memberikan manfaat yang adil, termasuk kepada kelompok masyarakat yang kurang mampu.

Kesimpulannya, Pancasila merupakan landasan filosofis yang kokoh dalam pengembangan IPTEK di Indonesia. Tanpa berpegang pada nilai-nilai Pancasila, pengembangan IPTEK berpotensi merusak moral dan mentalitas bangsa. Sebaliknya, dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, pengembangan ilmu pengetahuan dapat menghasilkan teknologi yang beretika, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan manusia.

Pancasila mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan harus menjadi sarana untuk menciptakan kemajuan dan kebahagiaan umat manusia, baik secara materi maupun spiritual. Dengan berlandaskan Pancasila, kemajuan teknologi tidak hanya mengejar keuntungan material, tetapi juga membangun peradaban yang adil, bermartabat, dan berkeadaban. Sebagai ideologi bangsa yang lahir dari pemikiran mendalam para pendiri negara, Pancasila harus tetap dijadikan pedoman utama dalam membangun bangsa yang unggul dan kompetitif di kancah global.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Ezzra Rei Setiawan -
Nama : Ezzra Rei Setiawan
NPM : 2415061096
Kelas : PSTI-C
Hasil Analisis Jurnal :
Jurnal ini membahas peran Pancasila sebagai dasar filsafat ilmu yang menjadi pijakan utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menyoroti pentingnya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai penyaring dalam menghadapi modernisasi dan globalisasi. Tanpa landasan moral ini, kemajuan IPTEK berisiko merusak moral bangsa. Sebagai filsafat ilmu, Pancasila berfungsi sebagai pedoman moral yang menyatukan aspek spiritual, rasional, dan sosial dalam pengembangan ilmu. Kelima sila Pancasila menyediakan landasan etis untuk menghadapi berbagai tantangan yang muncul dalam proses pengembangan IPTEK. Jurnal ini menyimpulkan bahwa Pancasila merupakan fondasi filosofis yang kokoh dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Tanpa berpegang pada Pancasila, perkembangan ilmu pengetahuan berpotensi merusak moral dan mental bangsa. Sebaliknya, dengan mengacu pada nilai-nilai Pancasila, IPTEK dapat dikembangkan secara etis, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan manusia.
Pancasila mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan harus menjadi sarana untuk meningkatkan kemajuan dan kebahagiaan manusia, baik secara fisik maupun spiritual. Menjadikan Pancasila sebagai pedoman pengembangan IPTEK memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya mengejar keuntungan materi, tetapi juga membangun peradaban yang lebih adil, manusiawi, dan berkeadaban. Sebagai ideologi yang lahir dari pemikiran para pendiri bangsa, Pancasila harus terus dijaga sebagai panduan dalam membangun Indonesia yang bermartabat dan kompetitif di tingkat global.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Maxwel Raski H Marbun Lumban Gaol IF UNILA -
Nama : Maxwel Raski H Marbun
NPM : 2415061119
Kelas : PSTI-D

Jurnal berjudul "Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi" oleh Syarifuddin membahas pentingnya Pancasila sebagai dasar ideologi dan filsafat negara Indonesia. Dalam pendahuluan, penulis menjelaskan konteks sosial dan politik di Indonesia, di mana berbagai pandangan ideologi muncul yang mempertanyakan keberadaan Pancasila. Penulis menekankan bahwa Pancasila harus dipertahankan sebagai dasar negara dan ideologi bangsa, serta menjadi pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

Selanjutnya, jurnal ini menguraikan Pancasila sebagai hasil akulturasi budaya yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pandangan hidup yang harus diinternalisasi dalam pengembangan iptek. Penulis menekankan bahwa Pancasila sebagai sistem filsafat memberikan landasan bagi pengembangan iptek, dengan penekanan pada pentingnya moralitas dan etika dalam setiap aspek ilmu pengetahuan. Implikasi dari lima sila Pancasila dijelaskan secara rinci, di mana setiap sila memiliki peran penting dalam membentuk arah dan tujuan pengembangan ilmu pengetahuan yang berkeadilan dan beradab.

Dalam kesimpulannya, penulis menegaskan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu harus menjadi pedoman dalam pengembangan iptek untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia. Jurnal ini memberikan analisis yang mendalam tentang hubungan antara Pancasila dan pengembangan ilmu pengetahuan, serta menyoroti pentingnya moralitas dan etika dalam ilmu pengetahuan. Meskipun demikian, penulis dapat memperkuat argumennya dengan menambahkan contoh konkret atau studi kasus yang relevan untuk menunjukkan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam praktik pengembangan iptek di Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Kadek Dwi Octo Lesa Candigo IF UNILA -
Nama : Kadek Dwi Octo Lesa Candigo
NPM : 2415061072
Kelas : PSTI D

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu serta implikasinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Harapan terhadap model pemimpin, warga negara, dan ilmuwan yang Pancasilais sangat relevan dalam menghadapi tantangan global saat ini dan di masa mendatang. Pemimpin Pancasilais diharapkan mampu menunjukkan kebijaksanaan dan keadilan dalam memimpin, dengan fokus pada kesejahteraan rakyat dan menjaga keutuhan bangsa. Mereka perlu menggunakan kemajuan teknologi secara bijak untuk membangun infrastruktur yang inklusif, mengurangi kesenjangan sosial, dan memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan global, tanpa mengorbankan nilai-nilai moral dan etika.

Warga negara yang Pancasilais memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan keberagaman. Mereka perlu mengutamakan sikap saling menghormati, gotong-royong, dan cinta tanah air dalam setiap aspek kehidupan. Dalam era digital, mereka harus bijak memanfaatkan teknologi, menjauhi pola konsumtif dan individualisme yang berlebihan, serta memastikan bahwa kemajuan teknologi dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup bersama.

Ilmuwan yang Pancasilais diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan. Inovasi yang mereka ciptakan seharusnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan material, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menjaga keseimbangan lingkungan, dan memajukan peradaban bangsa.

Di masa depan, individu-individu yang Pancasilais akan menjadi pilar penting dalam menjawab berbagai tantangan global. Mereka dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan tanpa kehilangan identitas nasional dan nilai-nilai luhur yang menjadi dasar kehidupan bangsa. Dengan demikian, cita-cita untuk menciptakan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat dapat tercapai.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Ridho Azhari Putra -
NAMA : RIDHO AZHARI PUTRA
NPM: 2415061039
KELAS: PSTI-D

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai dasar filsafat ilmu dan dampaknya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Harapan terhadap pemimpin, warga negara, dan ilmuwan yang berlandaskan Pancasila sangat relevan untuk menghadapi tantangan global saat ini dan masa depan. Pemimpin Pancasilais diharapkan dapat menunjukkan kebijaksanaan dan keadilan dalam memimpin, dengan fokus pada kesejahteraan rakyat dan menjaga integritas bangsa. Mereka perlu memanfaatkan teknologi dengan bijaksana untuk membangun infrastruktur yang inklusif, mengurangi kesenjangan sosial, dan memperkuat posisi Indonesia di tengah kompetisi global, tanpa mengorbankan nilai-nilai moral dan etika.

Warga negara Pancasilais memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan keragaman. Mereka harus mengedepankan sikap saling menghormati, gotong-royong, dan cinta tanah air dalam setiap aspek kehidupan. Dalam era digital, mereka perlu bijak dalam menggunakan teknologi, menghindari konsumtivisme dan individualisme yang berlebihan, serta memastikan teknologi dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup bersama.

Ilmuwan Pancasilais diharapkan dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan. Inovasi yang mereka ciptakan seharusnya tidak hanya berfokus pada keuntungan material, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menjaga keseimbangan lingkungan, dan memajukan peradaban bangsa.

Di masa depan, individu-individu yang Pancasilais akan menjadi pilar penting dalam mengatasi berbagai tantangan global. Mereka dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan tanpa kehilangan identitas nasional dan nilai-nilai luhur bangsa. Dengan demikian, cita-cita untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat dapat terwujud.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Hengky Kurniawan IF UNILA -
NAMA : HENGKY KURNIAWAN
NPM : 2415061105
KELAS : PSTI D

1. Latar Belakang
Pancasila memiliki relevansi penting sebagai landasan filsafat ilmu dalam membimbing arah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Namun, kemajuan pesat IPTEK di era modern sering kali mengabaikan nilai-nilai fundamental Pancasila. Hal ini menjadi perhatian serius karena dampaknya terhadap moralitas dan mentalitas masyarakat Indonesia. Perubahan yang dihasilkan dari perkembangan teknologi tanpa pijakan nilai luhur dapat merusak budaya lokal dan harmoni sosial bangsa.

2. Tujuan Penulisan
Tujuan utama dari kajian ini adalah menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman etis dalam pengembangan IPTEK. Dengan panduan ini, diharapkan tercipta keseimbangan antara kemajuan material yang dihasilkan dari teknologi dan nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasi kehidupan bangsa Indonesia.

3. Permasalahan yang Diangkat
Terdapat beberapa masalah yang diidentifikasi, yaitu:

Masuknya Informasi dan Teknologi Global: Derasnya arus informasi dan teknologi asing yang tidak disaring berdasarkan nilai-nilai Pancasila telah melemahkan budaya lokal dan identitas bangsa.
Pengembangan IPTEK Tanpa Pancasila: Inovasi teknologi yang tidak dilandasi nilai-nilai Pancasila berpotensi merusak moralitas masyarakat dan meningkatkan individualisme.
4. Analisis Kritis
Kekuatan Jurnal
Relevansi Tema: Topik yang dibahas sangat sesuai dengan tantangan kontemporer, khususnya bagaimana IPTEK sering kali mengabaikan nilai lokal dan budaya, termasuk nilai-nilai Pancasila.
Peran Pancasila sebagai Paradigma: Penulis berhasil menekankan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga etika dan panduan dalam riset serta pengembangan teknologi.
Kesadaran Tantangan Globalisasi: Jurnal ini secara eksplisit membahas pentingnya memperkuat nilai-nilai Pancasila untuk menghadapi dampak globalisasi yang sering kali menggerus nilai-nilai lokal.
Kelemahan Jurnal
Minim Data Empiris: Jurnal tidak menyertakan data empiris atau studi kasus konkret yang memperkuat argumen. Hal ini membuat pembahasan kurang dapat divalidasi dengan bukti nyata.
Pembahasan Implikasi Kurang Mendalam: Implikasi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam sektor IPTEK dijelaskan secara umum tanpa uraian detail mengenai dampaknya pada berbagai bidang, seperti pendidikan, ekonomi, atau sosial.
Tidak Ada Strategi Implementasi: Penulis tidak memberikan langkah-langkah atau strategi praktis untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan IPTEK di Indonesia.
5. Implikasi Terhadap Pengembangan Ilmu dan Teknologi
Potensi Positif
Landasan Etika dan Moral: Penggunaan IPTEK yang dilandasi nilai-nilai Pancasila akan membuat teknologi lebih manusiawi, mencerminkan keadilan, dan menjaga harmoni dengan alam.
Penguatan Identitas Bangsa: Teknologi yang dikembangkan berdasarkan nilai-nilai lokal dapat memperkuat identitas kebangsaan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia secara spesifik.
Pengembangan Berbasis Nilai Lokal: Teknologi yang dihasilkan akan lebih relevan dengan kondisi sosial, budaya, dan ekonomi Indonesia, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Tantangan
Dampak Globalisasi: Teknologi dan informasi global yang tidak selaras dengan nilai Pancasila sering kali masuk tanpa filtrasi, sehingga menimbulkan konflik budaya dan nilai di masyarakat.
Ketergantungan pada Teknologi Asing: Sebagian besar teknologi yang digunakan di Indonesia berasal dari luar negeri, sehingga menyulitkan upaya untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangannya.
6. Kesimpulan
Jurnal ini menyoroti pentingnya Pancasila sebagai landasan filsafat ilmu untuk menghadapi tantangan perkembangan IPTEK. Walaupun terdapat kelemahan, seperti kurangnya data empiris dan minimnya rekomendasi konkret, jurnal ini tetap relevan sebagai refleksi filosofis tentang hubungan antara IPTEK dan nilai-nilai bangsa.
Pancasila harus tetap menjadi pedoman utama untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi yang dicapai tidak hanya membawa keuntungan material, tetapi juga menjaga nilai-nilai budaya, moralitas, dan spiritual bangsa. Hal ini penting agar teknologi yang berkembang tidak hanya bermanfaat secara teknis, tetapi juga mendukung terciptanya masyarakat yang adil, sejahtera, dan beradab sesuai dengan semangat Pancasila.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Pandu Sahala Sitanggang -
Nama: Pandu Sahala Sitanggang
NPM: 2415061089
Kelas: PSTI C

Jurnal berjudul "Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi" membahas pentingnya Pancasila sebagai landasan moral, etika, dan spiritual dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Pancasila dijelaskan sebagai falsafah ilmu yang membimbing proses berpikir, sehingga perkembangan IPTEK tidak hanya berorientasi pada kemajuan material, tetapi juga memperhatikan nilai kemanusiaan, moralitas, dan keseimbangan spiritual. Implikasi dari setiap sila Pancasila terhadap IPTEK dijabarkan secara rinci.
-Sila pertama menekankan perlunya keseimbangan antara rasionalitas dan spiritualitas,
-sila kedua menegaskan bahwa IPTEK harus mendukung kesejahteraan manusia tanpa mendominasi atau merusak.
-Sila ketiga mengarahkan IPTEK untuk memperkuat persatuan bangsa,
-sila keempat mendorong pengembangan IPTEK secara demokratis dengan menghormati kebebasan berpikir.
-sila kelima menekankan bahwa IPTEK harus menciptakan keadilan sosial dalam semua aspek kehidupan.

Kekuatan jurnal ini terletak pada relevansi topiknya yang mengaitkan nilai-nilai Pancasila dengan tantangan globalisasi IPTEK, serta pendekatan konseptual yang mendalam menggunakan landasan filsafat dari tokoh-tokoh seperti Soekarno dan Hegel. jurnal ini memberikan pandangan yang signifikan tentang bagaimana Pancasila dapat menjadi pedoman dalam pengembangan IPTEK untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera, adil, dan bermoral.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Putri Amanda IF UNILA -
Nama : Putri Amanda
NPM : 2415061112
Kelas : PSTI C
Artikel ini membahas peran Pancasila sebagai filsafat ilmu dan implikasinya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Pancasila, yang merupakan ideologi dasar negara, diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat. Penulis menekankan bahwa tanpa landasan Pancasila yang kuat, kemajuan teknologi dapat berpotensi merusak moralitas dan mentalitas bangsa. Dengan kemudahan akses informasi global, penting bagi masyarakat untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Pancasila terdiri dari lima sila yang mencerminkan nilai-nilai budaya dan spiritual bangsa Indonesia. Setiap sila memiliki implikasi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, seperti pentingnya nilai ketuhanan yang mengajarkan manusia untuk menyadari keterbatasan akal dan mengembalikan segala sesuatu kepada Sang Pencipta. Selain itu, sila kemanusiaan yang adil dan beradab menekankan perlunya norma-norma objektif dalam pengambilan keputusan serta penghormatan terhadap budaya dan moralitas. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai pedoman hidup, tetapi juga sebagai dasar bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang beretika dan bermoral, sehingga dapat membantu masyarakat Indonesia dalam mencapai kemajuan yang seimbang antara aspek material dan spiritual.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by hafni dzaki haniyah -
nama : hafni dzaki haniyah
npm : 2415061061
kelas : psti c
mata kuliah : pendidikan pancasila

Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Landasan Berpikir:

Pancasila berfungsi sebagai dasar filosofis untuk proses berpikir dan berpengetahuan, mengedepankan keseimbangan antara aspek rasional dan nilai-nilai moral-spiritual.
Nilai Ketuhanan memberikan landasan bahwa pengetahuan harus menghormati batas kemampuan manusia dan tunduk pada kebenaran yang lebih tinggi.
Etika dalam IPTEK:

Pancasila menawarkan kerangka nilai untuk mengarahkan IPTEK agar tidak sekadar bertujuan eksplorasi ilmiah, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial, moral, dan keberlanjutan.
Aspek kemanusiaan dalam Pancasila mengingatkan bahwa pengetahuan harus digunakan untuk kesejahteraan bersama, bukan untuk kepentingan segelintir kelompok.
Panduan Pengembangan:

Sebagai filsafat, Pancasila memungkinkan diskusi terbuka dan kritis terhadap perkembangan IPTEK tanpa kehilangan identitas nasional.
Pancasila membantu menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian nilai-nilai lokal yang sesuai dengan budaya Indonesia.
Implikasi Terhadap Pengembangan IPTEK
Sila Ketuhanan yang Maha Esa:

Mendorong pengembangan IPTEK yang menanamkan nilai religius dan moral, dengan menyeimbangkan rasionalitas dan spiritualitas.
Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab:

Mengarahkan IPTEK untuk menjunjung tinggi martabat manusia, menghindari penggunaan teknologi untuk hal-hal destruktif atau tidak manusiawi.
Sila Persatuan Indonesia:

Mendorong IPTEK untuk memperkuat kesatuan dan kerukunan nasional, serta memanfaatkan teknologi untuk mempererat hubungan antarwilayah.
Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan:

Menjunjung prinsip demokratis dalam pengembangan IPTEK, termasuk kebebasan ilmiah yang tetap bertanggung jawab secara sosial.
Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia:

Menjamin bahwa hasil pengembangan IPTEK membawa manfaat yang merata, tanpa adanya kesenjangan yang berlebihan di masyarakat.
Kesimpulan
Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi panduan filosofis untuk mengembangkan IPTEK yang etis, manusiawi, dan bermanfaat bagi masyarakat. Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan, pengembangan ilmu pengetahuan dapat diarahkan untuk memperkuat moralitas, keadilan sosial, dan persatuan bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Jehan Reza Pahlevi -
Nama : jehan reza pahlevi
NPM : 2415061067
Jurnal ini mengkaji secara mendalam peran Pancasila sebagai filsafat ilmu dan implikasinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Pancasila, sebagai dasar negara dan pedoman hidup bangsa, memiliki posisi yang sangat strategis dalam membimbing perkembangan IPTEK agar selaras dengan nilai-nilai moral, etika, dan kebangsaan. Tanpa landasan Pancasila, pengembangan teknologi dapat menjadi ancaman terhadap moralitas, mentalitas, dan identitas budaya bangsa. Oleh karena itu, penting untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan, khususnya dalam menghadapi tantangan globalisasi yang semakin cepat.

Konsep Pancasila sebagai Filsafat Ilmu

Pancasila, sebagai filsafat ilmu, memberikan pedoman dalam memahami dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Setiap sila dalam Pancasila memiliki peran yang jelas dalam membentuk kerangka moral dan etika dalam perkembangan IPTEK:

1. Landasan Ketuhanan Yang Maha Esa
Pancasila menekankan pentingnya aspek spiritual dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Ilmu tidak hanya dilihat sebagai alat untuk kemajuan teknis semata, tetapi juga harus mempertimbangkan nilai-nilai ketuhanan yang menjunjung tinggi moralitas dan spiritualitas. Oleh karena itu, riset dan inovasi teknologi harus sejalan dengan prinsip keadilan, kebaikan, dan keberlanjutan, serta tidak merusak lingkungan dan kehidupan sosial.


2. Aspek Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
IPTEK harus diarahkan untuk memajukan kesejahteraan manusia secara adil dan beradab. Ilmu pengetahuan dan teknologi harus bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa adanya diskriminasi. Sebagai contoh, pengembangan teknologi kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur yang terjangkau bagi masyarakat miskin dan daerah terpencil merupakan manifestasi dari nilai ini. Teknologi yang berkembang harus mengutamakan kesejahteraan manusia, bukan hanya mengejar keuntungan semata.


3. Nilai Nasionalisme
Penggunaan IPTEK harus memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Pancasila mendorong penggunaan ilmu dan teknologi untuk memperkuat daya saing bangsa di kancah global, sekaligus mempertahankan identitas budaya Indonesia. Pengembangan teknologi lokal yang berbasis pada kebutuhan dan potensi sumber daya alam Indonesia menjadi wujud dari rasa nasionalisme yang mencintai tanah air.


4. Keterbukaan dan Demokrasi
Pancasila juga mengajarkan nilai keterbukaan dan demokrasi dalam pengembangan ilmu. IPTEK harus berkembang melalui proses yang terbuka, dimana setiap individu atau kelompok dapat berkontribusi dalam penyusunan kebijakan teknologi. Pengambilan keputusan terkait IPTEK harus demokratis, dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, akademisi, dan praktisi, untuk mencapai hasil yang berpihak kepada kepentingan umum.


5. Keseimbangan Keadilan Sosial
Salah satu pokok ajaran Pancasila adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. IPTEK yang berkembang harus mencerminkan prinsip keadilan sosial, dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas hidup semua lapisan masyarakat. Teknologi harus dapat diakses oleh semua orang, baik yang tinggal di daerah perkotaan maupun di pedesaan, serta tidak menguntungkan satu golongan atau segmen masyarakat tertentu saja.



Implikasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pengembangan IPTEK

Setiap sila dalam Pancasila membawa implikasi mendalam dalam pengembangan IPTEK. Dalam praktiknya, ini berperan dalam berbagai aspek berikut:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa
IPTEK yang dikembangkan harus mengandung nilai-nilai spiritual dan moral, serta tidak hanya berfokus pada kemajuan teknis semata. Misalnya, dalam bidang pengembangan energi terbarukan, riset tidak hanya dilihat dari sudut pandang efisiensi atau keuntungan ekonomi, tetapi juga dari aspek keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial. Teknologi harus mengutamakan kebermanfaatan untuk umat manusia secara keseluruhan dan tidak merusak tatanan alam yang telah diciptakan.


2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Teknologi harus dirancang untuk memberikan manfaat yang menyeluruh bagi seluruh umat manusia, mengutamakan kesejahteraan dan martabat setiap individu. Misalnya, aplikasi teknologi dalam bidang pendidikan harus memperhatikan kesetaraan akses, agar tidak ada kelompok yang tertinggal dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Inovasi teknologi yang memperhatikan kemanusiaan akan memastikan bahwa teknologi tidak menjadi alat eksploitasi, melainkan sebagai alat untuk memberdayakan masyarakat.


3. Persatuan Indonesia
IPTEK harus digunakan sebagai alat untuk memperkuat persatuan bangsa. Teknologi harus menjadi alat untuk membangun kekuatan nasional dan bukan sebaliknya menjadi pemicu perpecahan. Pengembangan teknologi berbasis lokal yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing akan memperkuat ekonomi domestik dan menciptakan lapangan kerja, sekaligus mempererat ikatan persatuan di antara warga negara.


4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
Proses pengembangan dan pengambilan keputusan terkait IPTEK harus melalui mekanisme demokratis dan melibatkan partisipasi masyarakat. Setiap kebijakan yang berkaitan dengan teknologi harus mempertimbangkan suara rakyat dan mencerminkan kebijaksanaan dalam mengelola dampak teknologi terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. Oleh karena itu, riset dan inovasi teknologi harus dilakukan dengan pendekatan yang mengutamakan musyawarah dan mufakat.


5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Teknologi yang dikembangkan harus mendukung terwujudnya keadilan sosial. Ini berarti teknologi harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terisolasi atau kurang berkembang. Misalnya, teknologi informasi dan komunikasi harus dapat diakses oleh masyarakat di daerah terpencil agar mereka juga dapat merasakan manfaat dari kemajuan teknologi yang terjadi di dunia.



Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa pengembangan IPTEK yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila akan membawa dampak positif bagi perbaikan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Pancasila memberikan pedoman dalam menghadapi tantangan globalisasi dan menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan moralitas dan etika. IPTEK yang dikembangkan dengan berpijak pada prinsip-prinsip Pancasila akan menciptakan teknologi yang tidak hanya bermanfaat secara material, tetapi juga memberikan dampak positif dalam hal kesejahteraan sosial, keadilan, dan kelestarian lingkungan. Sebagai bangsa, Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan IPTEK untuk memperkokoh kedaulatan nasional, meningkatkan kualitas hidup, dan menjaga identitas budaya bangsa dalam menghadapi arus modernisasi global.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Rafi Zakwan Ekaputra -
Nama : Rafi Zakwan Ekaputra
NPM : 2455061008
Kelas : PSTI-D

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia berperan sebagai pedoman moral dan etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Setiap sila Pancasila mengandung nilai-nilai yang relevan untuk memastikan bahwa IPTEK berkembang secara etis, inklusif, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Sila pertama, "Ketuhanan Yang Maha Esa," menggarisbawahi pentingnya moralitas dan spiritualitas dalam pengembangan IPTEK. Hal ini mengingatkan para ilmuwan dan peneliti untuk memperhatikan dampak sosial serta lingkungan dari inovasi mereka, sekaligus mendorong penerapan teknologi yang berorientasi pada kesejahteraan manusia.

Sila kedua, "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab," mengharuskan pengembangan IPTEK dilakukan demi kepentingan seluruh umat manusia, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu saja. Hasil inovasi harus memiliki dampak positif yang merata dan dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.

Sila ketiga, "Persatuan Indonesia," menekankan pentingnya kerja sama antar daerah serta lintas disiplin ilmu guna menghasilkan inovasi yang mendukung persatuan bangsa dan mencerminkan keberagaman Indonesia.

Sila keempat, "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan," mengarahkan agar pengambilan keputusan dalam pengembangan IPTEK dilakukan melalui dialog dan musyawarah yang melibatkan berbagai pihak, sehingga hasilnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Sila kelima, "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia," menegaskan bahwa pengembangan IPTEK harus memastikan akses yang adil bagi semua kalangan. Inovasi teknologi perlu dirancang agar manfaatnya dapat dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat.

Dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar, pengembangan IPTEK di Indonesia tidak hanya bertujuan untuk mencapai kemajuan teknologi, tetapi juga untuk menciptakan kesejahteraan, keadilan, serta keberlanjutan yang inklusif bagi seluruh masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Hafizh Abdoel Ghofar -
Nama: Hafizh Abdoel Ghofar
NPM: 2415061076
Kelas: PSTI-C

1. Dasar Fundamental
- Pancasila berfungsi sebagai ideologi dasar Indonesia, terdiri dari lima prinsip yang membentuk kerangka moral dan etika bangsa
- Filosofi ini muncul dari refleksi budaya yang mendalam yang bertujuan untuk menyatukan keberagaman populasi Indonesia

2. Integrasi Keilmuan
- Filosofi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai budaya dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
- Secara unik menggabungkan aspek ketuhanan dengan nilai-nilai kemanusiaan untuk mencegah degradasi moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan

3. Prinsip Utama dan Implikasi Keilmuannya:

a) Landasan Religius
- Mengakui penciptaan ilahi sambil mempromosikan keharmonisan beragama
- Mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam sistem pendidikan

b) Aspek Kemanusiaan
- Menekankan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan harus mengutamakan kesejahteraan manusia
- Memastikan kemajuan teknologi meningkatkan, bukan menurunkan martabat manusia

c) Persatuan Nasional
- Mendorong penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memperkuat solidaritas nasional
- Mendorong kolaborasi ilmiah di antara kelompok yang beragam

d) Pendekatan Demokratis
- Mendukung pengembangan ilmu pengetahuan yang transparan dan inklusif
- Menekankan kebijaksanaan kolektif dalam proses pengambilan keputusan

e) Keadilan Sosial
- Mengadvokasi distribusi manfaat ilmu pengetahuan yang merata
- Memastikan kemajuan teknologi melayani semua warga negara secara adil

4. Dampak Keseluruhan
Jurnal ini secara efektif menunjukkan bagaimana Pancasila membimbing pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia sambil mempertahankan nilai-nilai budaya dan mempromosikan kesejahteraan sosial
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by M. Faqih Dwinanda -
Nama : M. Faqih Dwinanda
NPM : 2415061056
Kelas : PSTI D

"Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasinya terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi"

Jurnal ini menjelaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar filosofis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Pancasila, sebagai ideologi bangsa, tidak hanya berfungsi sebagai pedoman bernegara tetapi juga menjadi landasan moral dan etika dalam memajukan IPTEK yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kemanusiaan.
Setiap sila Pancasila memberikan panduan unik:
- Ketuhanan Yang Maha Esa: Mengintegrasikan nilai spiritualitas dan moralitas dalam pengembangan IPTEK, sehingga ilmu tidak hanya mengejar materialisme tetapi juga mendukung keharmonisan hidup.
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Mendorong inovasi teknologi yang memperjuangkan kesejahteraan manusia tanpa diskriminasi.
- Persatuan Indonesia: Memastikan IPTEK memperkuat solidaritas dan keutuhan bangsa di tengah globalisasi.
- Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan: Menjamin IPTEK dikembangkan secara demokratis dengan memperhatikan aspirasi masyarakat.
- Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Menuntut distribusi manfaat IPTEK yang adil dan merata di seluruh lapisan masyarakat.
Penulis menekankan bahwa tanpa landasan Pancasila, kemajuan IPTEK berpotensi merusak moralitas dan mentalitas bangsa. Oleh karena itu, integrasi Pancasila sebagai falsafah ilmu diharapkan dapat menciptakan IPTEK yang membawa perbaikan kualitas hidup, kesejahteraan, dan harmoni sosial. Jurnal ini memberikan wawasan yang relevan tentang bagaimana nilai-nilai lokal dapat menjadi filter sekaligus katalis dalam menghadapi tantangan globalisasi di bidang IPTEK.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Rizky Novrizal -
Nama : Rizky Novrizal
NPM : 2415061021
Kelas : PSTI-D

Jurnal ini membahas pentingnya Pancasila sebagai landasan filosofis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Pancasila, yang digali dari nilai-nilai budaya bangsa, bukan hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman etika dan moral dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk perkembangan IPTEK. Berikut adalah poin-poin penting dari analisis jurnal tersebut yang disajikan secara lebih santai dan mudah dipahami:

1. Pancasila sebagai Dasar Pemikiran
Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan hasil dari akumulasi pemikiran dan budaya yang membentuk dasar kehidupan berbangsa. Dalam konteks IPTEK, Pancasila membantu menyaring perkembangan teknologi agar tetap sejalan dengan nilai-nilai moral dan kemanusiaan. Tanpa landasan ini, kemajuan IPTEK berpotensi merusak, terutama dalam hal moralitas dan mentalitas masyarakat.

2. Perkembangan IPTEK dan Tantangannya
Pesatnya perkembangan teknologi membuat informasi dari seluruh dunia dapat dengan mudah masuk ke Indonesia. Di satu sisi, hal ini membawa manfaat besar seperti efisiensi kerja dan kemudahan komunikasi. Namun, di sisi lain, tanpa kontrol yang tepat, teknologi ini bisa menjadi ancaman, misalnya lunturnya nilai sosial dan budaya lokal. Oleh karena itu, Pancasila berfungsi sebagai "filter" untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan dan identitas bangsa.

3. Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Sebagai filsafat ilmu, Pancasila mengajarkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan harus mempertimbangkan aspek ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Ilmu pengetahuan tidak hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu, tetapi juga untuk menciptakan kebahagiaan lahir dan batin. Dalam hal ini, Pancasila menjadi panduan agar ilmu pengetahuan tidak kehilangan tujuan mulianya.

4. Implikasi Sila Pancasila terhadap IPTEK
- Ketuhanan yang Maha Esa: Menekankan nilai-nilai spiritual dan etika dalam pengembangan ilmu, agar tidak hanya mengandalkan logika tetapi juga mempertimbangkan moralitas.
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Ilmu pengetahuan harus berorientasi pada kesejahteraan manusia secara adil, bukan untuk kelompok tertentu saja.
- Persatuan Indonesia: Teknologi harus memperkuat persatuan bangsa dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat internasional.
- Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan: Ilmuwan memiliki kebebasan mengembangkan IPTEK, tetapi harus menghormati nilai demokrasi dan terbuka pada kritik.
- Keadilan Sosial: Pengembangan IPTEK harus menciptakan keseimbangan dalam kehidupan manusia, baik secara material maupun spiritual.

Pancasila adalah kunci untuk menjaga agar IPTEK berkembang tanpa melupakan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan, Indonesia dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat tanpa kehilangan identitas budaya dan moralitas bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by 2415061064 Triandika Teknik Infoematika -
Nama : Triandika
NPM : 2415061064
Kelas : PSTI C

Konsep Dasar Pancasila
Pancasila didefinisikan sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia yang berfungsi sebagai dasar falsafah dan ideologi negara. Konsep ini lahir dari nilai-nilai budaya nusantara dan menjadi landasan berpikir dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari.

Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila memberikan landasan teoritis dan normatif bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Nilai-nilai Pancasila memastikan bahwa ilmu tidak hanya mengejar kebenaran dan kebijaksanaan, tetapi juga mendukung kesejahteraan lahir dan batin, baik di dunia maupun akhirat. Jurnal ini menyoroti pentingnya keseimbangan antara aspek rasional dan spiritual dalam pengembangan ilmu.

Implikasi Nilai-Nilai Pancasila terhadap IPTEK
1. Ketuhanan yang Maha Esa: Pengembangan IPTEK harus menghormati nilai-nilai spiritual dan religius, dengan menjaga keseimbangan antara akal dan keimanan.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: IPTEK harus bertujuan untuk kesejahteraan umat manusia dan tidak merusak moral atau budaya.
3. Persatuan Indonesia: Teknologi harus memperkuat solidaritas nasional dan memajukan persatuan bangsa.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Pengembangan IPTEK perlu bersifat demokratis dan menghormati kebebasan berpikir, dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Teknologi harus memberikan manfaat yang adil bagi seluruh rakyat, menjaga keseimbangan antara manusia, masyarakat, dan lingkungan.

Tantangan dan Peluang
Arus globalisasi dan kemajuan teknologi dapat menjadi tantangan besar jika nilai-nilai Pancasila tidak diterapkan. Di sisi lain, Pancasila memberikan peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan IPTEK yang unik dan berlandaskan moral, sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara holistik.

Kesimpulan
Pancasila adalah landasan yang penting dalam pengembangan IPTEK di Indonesia. Nilai-nilai Pancasila memberikan arah moral dan etika, memastikan bahwa teknologi tidak hanya berfokus pada efisiensi dan inovasi, tetapi juga pada keadilan, kemanusiaan, dan keberlanjutan. Jurnal ini menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan dan pengembangan IPTEK agar bangsa Indonesia dapat bersaing secara global tanpa kehilangan identitas nasional.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Revalina Revalina Wanda Sari -
Nama : Revalina Wanda Sari
NPM : 2415061070
Kelas : PSTI D

Jurnal ini membahas bagaimana Pancasila dapat berfungsi sebagai dasar filosofis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Pancasila tidak hanya menjadi pedoman ideologi bangsa, tetapi juga sebagai kerangka filosofis yang dapat membimbing pengembangan ilmu pengetahuan dengan mengintegrasikan nilai-nilai etis dan humanis.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by M. Zinedine Zidane -
Nama : M. Zinedine Zidane
Npm : 2415061082

Jurnal ini membahas peran Pancasila sebagai dasar filsafat ilmu yang menjadi fondasi utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menyoroti pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai filter dalam menghadapi tantangan modernisasi dan globalisasi. Tanpa landasan moral yang kuat, kemajuan IPTEK dapat berisiko merusak nilai-nilai moral bangsa. Sebagai filsafat ilmu, Pancasila berfungsi sebagai pedoman etika yang menggabungkan aspek spiritual, rasional, dan sosial dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Kelima sila Pancasila memberikan dasar moral yang diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan IPTEK. Jurnal ini menyimpulkan bahwa Pancasila adalah fondasi filosofis yang kokoh dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Tanpa berpegang pada Pancasila, perkembangan ilmu pengetahuan dapat merusak moral dan karakter bangsa. Sebaliknya, dengan berpedoman pada nilai-nilai Pancasila, IPTEK dapat dikembangkan dengan cara yang etis, adil, dan berfokus pada kesejahteraan manusia.
Pancasila mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan harus digunakan untuk memajukan dan meningkatkan kebahagiaan manusia, baik secara fisik maupun spiritual. Menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam pengembangan IPTEK memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya berfokus pada keuntungan materi, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya peradaban yang lebih adil, manusiawi, dan beradab. Sebagai ideologi yang berasal dari pemikiran para pendiri bangsa, Pancasila harus tetap dijaga dan diterapkan sebagai panduan dalam membangun Indonesia yang bermartabat dan kompetitif di tingkat global.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Nadya Putri Gusnarni -
Nama : Nadya Putri Gusnarni
Npm : 2415061043

Jurnal ini membahas peran Pancasila sebagai dasar filsafat ilmu yang menjadi landasan utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai filter dalam menghadapi modernisasi dan globalisasi. Tanpa landasan moral ini, kemajuan IPTEK dapat berisiko merusak nilai-nilai moral bangsa. Sebagai filsafat ilmu, Pancasila berfungsi sebagai pedoman etika yang mengintegrasikan aspek spiritual, rasional, dan sosial dalam pengembangan ilmu. Kelima sila Pancasila memberikan dasar etis untuk menghadapi tantangan yang muncul dalam proses pengembangan IPTEK. Jurnal ini menyimpulkan bahwa Pancasila merupakan fondasi filosofis yang kuat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Tanpa berpegang pada Pancasila, kemajuan ilmu pengetahuan berpotensi merusak moral dan karakter bangsa. Sebaliknya, dengan mengacu pada nilai-nilai Pancasila, IPTEK dapat dikembangkan secara etis, adil, dan berfokus pada kesejahteraan umat manusia.
Pancasila mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan harus menjadi alat untuk meningkatkan kemajuan dan kebahagiaan manusia, baik secara fisik maupun spiritual. Menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam pengembangan IPTEK memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi, tetapi juga membangun peradaban yang lebih adil, manusiawi, dan beradab. Sebagai ideologi yang lahir dari pemikiran para pendiri bangsa, Pancasila harus terus dipertahankan sebagai panduan dalam membangun Indonesia yang bermartabat dan kompetitif di kancah global.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Nanda Nabila Fauziah -
Nama: Nanda Nabila Fauziah
NPM: 2415061009

Jurnal ini membahas peran Pancasila sebagai dasar pemikiran untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia, Pancasila digali dari nilai-nilai budaya nusantara. Dalam era modern, perkembangan IPTEK yang pesat membawa banyak manfaat, tetapi jika tidak diimbangi dengan penerapan nilai-nilai Pancasila, bisa berdampak buruk pada moral dan mental masyarakat.

1. Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila menjadi dasar berpikir yang penting dalam ilmu pengetahuan. Sebagai filosofi, Pancasila membantu mengarahkan pengembangan IPTEK agar tidak hanya fokus pada kemajuan teknis, tetapi juga tetap mempertimbangkan nilai-nilai spiritual, kemanusiaan, dan moral. Dengan begitu, ilmu pengetahuan dapat berkembang secara seimbang dan memberi manfaat yang luas.

2. Penerapan Setiap Sila dalam IPTEK
  • Ketuhanan Yang Maha Esa: Ilmu pengetahuan harus dikembangkan dengan tetap mengakui peran Tuhan. Hal ini menciptakan harmoni antara akal dan iman.
  • Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: IPTEK harus digunakan untuk kesejahteraan manusia, tanpa melupakan etika dan moral.
  • Persatuan Indonesia: Perkembangan IPTEK diharapkan memperkuat persatuan bangsa, meningkatkan kerja sama antardaerah, dan mempererat hubungan internasional.
  • Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan: Pengembangan IPTEK dilakukan secara demokratis, dengan menghormati kebebasan berpikir dan diskusi yang sehat.
  • Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Kemajuan IPTEK harus membawa manfaat yang merata bagi semua lapisan masyarakat, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
3. Kesimpulan
Pancasila adalah dasar negara yang dirumuskan dari proses panjang akulturasi budaya. Sebagai panduan hidup dan filsafat ilmu, Pancasila memberi arah yang jelas dalam pengembangan IPTEK, agar tidak hanya mengejar kemajuan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan Pancasila, ilmu pengetahuan bisa menciptakan kehidupan yang lebih baik, aman, dan damai bagi bangsa Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Preisi Odelia Hutabarat 2415061101 -
Nama: Preisi Odelia Hutabarat
NPM: 2415061101
Kelas: PSTI-C

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) di Indonesia telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, baik positif maupun negatif. Di satu sisi, kemajuan Iptek mendorong nilai-nilai demokrasi dan keterbukaan dalam politik, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memperkuat kontrol terhadap pemerintah untuk menciptakan pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel. Dalam aspek ekonomi, Iptek berpotensi menarik investasi asing, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan membuka akses pasar internasional bagi produk dalam negeri. Teknologi canggih, seperti internet dan gadget, mempermudah akses informasi dan meningkatkan efisiensi aktivitas sehari-hari.

Namun, di sisi lain, perkembangan Iptek juga membawa tantangan, seperti potensi penyalahgunaan nilai-nilai demokrasi yang dapat mengganggu stabilitas politik, serta dampak negatif terhadap produk lokal akibat perdagangan bebas yang tidak teratur. Dalam konteks sosial budaya, kemajuan Iptek dapat memicu gaya hidup konsumtif dan individualisme, serta mengancam nilai-nilai sosial dan keagamaan. Di bidang hukum, kemajuan teknologi dapat memunculkan tindakan anarkis yang mengganggu ketahanan nasional. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan Iptek yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, serta memperkuat produksi domestik agar tidak terlalu bergantung pada pihak asing. Dengan pendekatan yang tepat, kemajuan Iptek dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas dan meningkatkan kesejahteraan umum.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Thoriq abdillah IF UNILA -
Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu dan implikasinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai falsafah hidup, tetapi juga sebagai pedoman dalam mengembangkan IPTEK. Tanpa landasan Pancasila yang kokoh, perkembangan IPTEK yang pesat berisiko merusak moral dan mental bangsa. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi dasar penting dalam memahami dan memajukan IPTEK.

Pembahasan Utama

1. Konsep Dasar Pancasila
Artikel ini menjelaskan asal usul, makna, dan peran Pancasila sebagai dasar falsafah negara serta pedoman hidup bangsa Indonesia.


2. Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila dipaparkan sebagai landasan berpikir dan berpengetahuan, serta sebagai panduan untuk memahami realitas alam, masyarakat, dan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.


3. Implikasi Sila-Sila Pancasila terhadap Pengembangan IPTEK
Jurnal ini menganalisis bagaimana setiap sila dalam Pancasila memberikan dampak pada pengembangan IPTEK:

Ketuhanan Yang Maha Esa: Menanamkan nilai religius dan moral, membangun toleransi, serta menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan.

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Menekankan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan, seperti persamaan hak, toleransi, dan keadilan.

Persatuan Indonesia: Mendorong semangat nasionalisme dan memanfaatkan IPTEK untuk memperkuat persatuan bangsa.

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Menegaskan kedaulatan rakyat melalui musyawarah sebagai mekanisme pengambilan keputusan.

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Mendorong pemerataan akses terhadap IPTEK dan keadilan sosial yang berkelanjutan.




Kesimpulan

Jurnal ini menekankan pentingnya Pancasila sebagai landasan pengembangan IPTEK di Indonesia. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila, diharapkan perkembangan IPTEK tidak hanya meningkatkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter masyarakat yang bermoral dan beretika. Pemerintah, akademisi, dan masyarakat perlu bersinergi dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila demi menciptakan kemajuan bangsa yang berkeadilan dan berintegritas.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Hafidz Azka Rikzi -
Nama: Hafidz Azka Rikzi
NPM: 2415061051
Kelas: PSTI-C

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai landasan filsafat ilmu serta implikasinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Dalam menghadapi tantangan global, harapan terhadap pemimpin, warga negara, dan ilmuwan yang mengamalkan nilai-nilai Pancasila menjadi sangat relevan untuk menciptakan kemajuan yang beretika dan berkelanjutan.

Pemimpin Pancasilais diharapkan mampu menunjukkan kebijaksanaan, keadilan, dan integritas dalam memimpin. Fokus mereka harus diarahkan pada kesejahteraan rakyat, penguatan keutuhan bangsa, dan pemanfaatan teknologi secara bijak untuk membangun infrastruktur yang inklusif. Selain itu, pemimpin semacam ini juga perlu mengurangi kesenjangan sosial dan memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan global, dengan tetap menjaga nilai-nilai moral, etika, dan kearifan lokal.

Warga negara Pancasilais berperan penting dalam menjaga persatuan, keberagaman, dan semangat gotong-royong. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka diharapkan menjunjung tinggi sikap saling menghormati, cinta tanah air, dan tanggung jawab sosial. Di era digital, warga Pancasilais perlu memanfaatkan teknologi secara bijak, menghindari pola konsumtif dan individualisme berlebihan, serta memastikan bahwa kemajuan teknologi dimanfaatkan untuk kesejahteraan bersama dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Ilmuwan Pancasilais, diharapkan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, keberlanjutan, dan keadilan. Penelitian dan inovasi yang mereka hasilkan harus berdampak positif pada masyarakat luas, tidak hanya berorientasi pada keuntungan material. Mereka juga perlu menjaga keseimbangan lingkungan dan berkontribusi pada pembangunan yang mendukung kemandirian bangsa.

Ke depan, individu-individu yang berpegang pada nilai-nilai Pancasila akan menjadi pilar utama dalam menghadapi berbagai tantangan global. Dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara strategis, mereka dapat menciptakan kemajuan tanpa kehilangan identitas nasional dan nilai-nilai luhur bangsa. Dengan kolaborasi pemimpin, warga negara, dan ilmuwan Pancasilais, cita-cita Indonesia sebagai bangsa yang adil, makmur, dan berdaulat dapat terwujud.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Muhammad Akbar Prayuga -
Muhammad Akbar Prayuga
2415061017
PSTI C

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu dan implikasinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Pancasila, yang merupakan ideologi dasar negara, berfungsi sebagai pedoman hidup dan nilai-nilai yang harus dipegang oleh bangsa Indonesia. Dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat, Pancasila diharapkan dapat menjadi filter yang menjaga moralitas dan etika dalam penggunaan IPTEK.

Pancasila terdiri dari lima sila yang masing-masing memiliki implikasi penting dalam pengembangan IPTEK:

1. Ketuhanan yang Maha Esa: Sila ini menekankan pentingnya nilai-nilai spiritual dan moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam konteks ini, manusia sebagai makhluk religi diharapkan untuk menyadari bahwa ada kekuatan yang lebih tinggi yang menciptakan dan menguasai alam semesta. Oleh karena itu, dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penting untuk menanamkan nilai-nilai religius, moral, dan etika. Hal ini mencakup pengajaran tentang batasan kemampuan manusia dalam berpikir dan pentingnya mengembalikan segala sesuatu kepada Sang Pencipta. Selain itu, sila ini juga mendorong sikap saling menghormati antar pemeluk agama dan kepercayaan yang berbeda, sehingga tercipta kerukunan hidup di masyarakat.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Sila ini mengarahkan pengembangan ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan, dengan menekankan pentingnya moralitas dan etika dalam penggunaan IPTEK. Kemanusiaan yang adil dan beradab berarti bahwa setiap individu harus diperlakukan dengan adil, menghormati harkat dan martabat manusia, serta tidak semena-mena terhadap orang lain. Dalam konteks IPTEK, ini berarti bahwa pengembangan teknologi harus memperhatikan dampaknya terhadap manusia dan lingkungan, serta berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup semua orang.

3. Persatuan Indonesia: Sila ini mendorong rasa nasionalisme dan persatuan di antara seluruh rakyat Indonesia. Dalam pengembangan IPTEK, kemajuan teknologi diharapkan dapat memperkuat hubungan antar daerah dan masyarakat, serta menciptakan solidaritas di antara berbagai suku, agama, dan budaya. Dengan memanfaatkan IPTEK, diharapkan persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, sehingga menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan: Sila ini menyiratkan bahwa pengembangan IPTEK harus dilakukan secara demokratis. Setiap ilmuwan dan peneliti harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, sambil tetap menghormati kebebasan orang lain. Selain itu, penting untuk memiliki sikap terbuka terhadap kritik dan masukan dari pihak lain. Dengan demikian, pengembangan IPTEK dapat dilakukan dengan cara yang inklusif dan partisipatif, yang melibatkan berbagai pihak dalam pengambilan keputusan.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Sila ini menekankan perlunya keadilan dalam pengembangan IPTEK, agar semua rakyat Indonesia mendapatkan manfaat yang setara. Keadilan sosial berarti bahwa setiap orang harus diperlakukan dengan adil dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam akses terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam konteks ini, pengembangan IPTEK harus diarahkan untuk menciptakan keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta menghormati hak milik orang lain. Dengan demikian, diharapkan tercipta masyarakat yang adil dan makmur, di mana semua orang dapat merasakan manfaat dari kemajuan teknologi.

Pancasila sebagai filsafat ilmu diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia dan menciptakan kehidupan yang sejahtera, aman, dan damai. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, diharapkan bangsa Indonesia dapat menghadapi tantangan global dengan lebih baik, sambil tetap mempertahankan identitas dan jati diri sebagai bangsa yang beradab dan bermoral. Pancasila bukan hanya sekadar ideologi, tetapi juga merupakan landasan yang kuat untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Putri Nabilla Atifa -
Nama: Putri Nabilla Atifa
NPM: 2415061040
Kelas: PSTI-D

Dalam jurnal tersebut membahas tentang Pancasila sebagai filsafat ilmu dan implikasi terhadap IPTEK.

yang dimana pancasila sebagai ilmu dengan hasil akulturasi budaya nusantara yang menjadikan pancasila ini menjadi falsafah dan pedoman hidup bangsa indonesia. sebagai filsafat ilmu, pancasila memberikan sebuah landasan teori dan normatif dalam pengembangan suatu ilmu pengetahuan dan teknologi IPTEK. Pancasila mengintegrasikan nilai spiritual, moral, dan etika dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Dengan panjangnya sebuah perjuangan kemerdekaan bangsa ini para pegada negara indonesia telah merumuskan sebuah dasar-dasar ideologi bangsa dengan musyawarah dan mufakat. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak dapat dibersamai dengan sebuah dasar-dasar negara pancasila sehingga akan menjadi sebuah aspek yang kuat untuk penghancur bangsa, terutama darisegi moralitas dan mentalitas. yang dimana perkembangan teknologi yang terlampau deras menyebabkan terlalu mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia. 


Berdasarkan berbagai pendapat dapat disimpulkan bahwa  pancasila adalah pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik dan juga sebagai dasar falsafah negara indonesia yang lahir dari pemikiran mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa dengan tujuan untuk dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia. maka daripada itu poin penting dalam seperti Pancasila sebagai filsafah ilmu, yang dimana Pancasila sebagai landasan berpikir dan berpengetahuan yang berorientasi pada sebuah nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Pancasila sebagai pemasti keseimbangan antara aspek rasional dan spiritual serta menjaga dampak negatif seperti krisis moralitas.

pengimplikasian nilai Pancasila terhadap IPTEK seperti:

- Ketuhanan Yang Maha Esa: Penanaman nilai religius dalam pendidikan IPTEK untuk menciptakan harmoni antara rasionalitas dan keimanan.

- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: IPTEK harus diarahkan untuk meningkatkan martabat manusia secara adil dan beradab.

- Persatuan Indonesia: Kemajuan IPTEK diharapkan memperkuat persatuan bangsa melalui pengembangan teknologi lokal.

- Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan: Demokrasi dalam IPTEK menuntut keterbukaan terhadap kritik dan keberagaman perspektif.

- Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan di semua bidang kehidupan.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Valerie Alana Yusri IF Unila -

Nama: Valerie Alana Yusri

NPM: 2415061046

Kelas: PSTI-D

Jurnal ini menekankan  Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pijakan etis dan moral dalam membangun ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Setiap sila dalam Pancasila memiliki nilai yang relevan untuk membimbing arah pengembangan ilmu, seperti menjunjung tinggi moralitas, memperhatikan kemanusiaan, memperkuat persatuan nasional, serta menegakkan keadilan sosial.

Pembahasan dalam jurnal ini juga mengkritisi pengembangan ilmu yang sering kali hanya berorientasi pada materialisme dan melupakan aspek spiritual serta kemanusiaan. Dalam konteks ini, Pancasila berfungsi sebagai penyeimbang agar kemajuan ilmu tidak hanya berfokus pada aspek teknologi semata, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai kebudayaan dan keberagaman sosial di Indonesia. Implikasinya, pengembangan ilmu dan teknologi harus berorientasi pada kesejahteraan bersama, mengurangi kesenjangan sosial, dan menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui pendekatan ini, Pancasila menjadi panduan untuk menciptakan kemajuan ilmu pengetahuan yang tidak hanya modern, tetapi juga berkeadilan dan beretika.


In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Rahman Hidayat -
Rahman Hidayat
2415061073
PSTI C

Jurnal ini mendalami Pancasila sebagai landasan filsafat ilmu dan implikasinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Pancasila, yang merupakan hasil pemikiran mendalam bangsa, berfungsi sebagai pedoman hidup yang esensial dalam menghadapi dinamika globalisasi dan kemajuan teknologi yang cepat. Tanpa integrasi nilai-nilai Pancasila, perkembangan ilmu pengetahuan dapat mengancam moralitas dan identitas budaya bangsa.

Penulis menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan untuk membentuk karakter masyarakat yang beradab. Pancasila diharapkan menjadi filter dalam menghadapi tantangan modernisasi, memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap sejalan dengan nilai-nilai spiritual dan moral yang mendasar. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai panduan dalam menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Jihan Fatimah Az Zahra -

Nama: Jihan Fatimah Az Zahra

NMP: 2415061027

Kelas: PSTI C

---

Jurnal ini membahas tentang pentingnya Pancasila sebagai dasar ideologi dan filsafat negara Indonesia, serta implikasinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Kemudian jurnal ini juga menjelaskan tentang konteks sosial dan politik di Indonesia, di mana terdapat berbagai pandangan ideologi yang mempertanyakan keberadaan Pancasila, yang meskipun terdapat pandangan yang berbeda, Pancasila tetap harus dipertahankan sebagai dasar negara dan ideologi bangsa. Hal ini penting untuk menjaga identitas dan moralitas bangsa Indonesia. Pancasila dijelaskan sebagai hasil akulturasi budaya yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Pancasila harus menjadi pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa landasan Pancasila yang kuat, perkembangan iptek dapat berpotensi merusak moralitas dan mentalitas bangsa.

Jurnal ini menguraikan Pancasila sebagai sistem filsafat yang memberikan landasan bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Pancasila dianggap sebagai pedoman dalam berpikir dan berpengetahuan, yang harus memperhatikan aspek ketuhanan dan kemanusiaan. di mana filsafat harus mencakup pemikiran yang mendalam dan luas.

Implikasi Sila-sila Pancasila dalam Pengembangan IPTEK:

Sila I (Ketuhanan yang Maha Esa): Menekankan pentingnya nilai spiritual dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Manusia sebagai makhluk religi harus menyadari keterbatasan akal dan mengembalikan segala sesuatu kepada Tuhan.

Sila II (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab): Mengharuskan pengembangan iptek untuk memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan dan moral. Ilmu pengetahuan harus digunakan untuk kemanusiaan dan tidak hanya untuk kepentingan kelompok tertentu.

Sila III (Persatuan Indonesia): Menekankan bahwa iptek dapat berperan dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Kemajuan teknologi dapat meningkatkan komunikasi dan interaksi antar daerah.

Sila IV (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan): Menjelaskan bahwa pengembangan iptek harus dilakukan secara demokratis, di mana setiap ilmuwan memiliki kebebasan untuk berinovasi, tetapi harus diimbangi dengan tanggung jawab.

Sila V (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia): Menekankan bahwa pengembangan iptek harus menjunjung tinggi keadilan sosial. Setiap individu harus mendapatkan akses yang sama terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.

Jurnal ini menyimpulkan bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar ideologi, tetapi juga sebagai pedoman moral dan etika dalam pengembangan iptek. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila, diharapkan pengembangan iptek dapat membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Jurnal ini juga relevan dalam konteks perkembangan teknologi yang cepat dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Tanpa landasan moral yang kuat, kemajuan teknologi dapat berpotensi merusak nilai-nilai kemanusiaan dan budaya bangsa. Oleh karena itu, penting untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan dan pengembangan iptek.

In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Rizky Ahmad Fahrezi -
Nama : Rizky Ahmad Fahrezi
NPM : 2415061031
Kelas : PSTI D

Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, berperan sebagai panduan moral dan etika dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Setiap sila Pancasila mengandung nilai-nilai yang relevan untuk memastikan bahwa IPTEK berkembang secara etis, inklusif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sila pertama, "Ketuhanan Yang Maha Esa," menekankan pentingnya spiritualitas dan nilai-nilai moral dalam proses pengembangan IPTEK. Prinsip ini mengingatkan para inovator untuk mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan serta memprioritaskan kesejahteraan manusia dalam setiap inovasi.

Sila kedua, "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab," menggarisbawahi pentingnya pengembangan IPTEK yang inklusif dan bermanfaat bagi semua kalangan. Hasil penelitian harus memberikan dampak positif dan dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.

Sila ketiga, "Persatuan Indonesia," menekankan pentingnya kerja sama lintas daerah dan lintas disiplin ilmu dalam menciptakan inovasi yang tidak hanya memperkuat persatuan bangsa tetapi juga mencerminkan keberagaman yang ada di Indonesia.

Sila keempat, "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan," menuntut agar keputusan dalam pengembangan IPTEK dilakukan melalui dialog dan musyawarah yang melibatkan masyarakat. Dengan begitu, hasilnya dapat memenuhi kebutuhan rakyat secara menyeluruh.

Sila kelima, "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia," menegaskan bahwa akses terhadap hasil pengembangan IPTEK harus merata. Teknologi yang dikembangkan harus memberikan manfaat yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman, pengembangan IPTEK di Indonesia tidak hanya berfokus pada kemajuan teknologi, tetapi juga mengedepankan kesejahteraan, keadilan, dan keberlanjutan bagi seluruh masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Riffa Yudika -
Nama: Riffa Yudika Permana
NPM: 2415061091
Kelas: PSTI D

1. Pancasila sebagai Filsafat Ilmu:
- Pancasila bertindak sebagai landasan filosofis yang membimbing proses berpikir dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
- Nilai-nilai Pancasila, seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial, memberikan kerangka etis dan moral dalam pengembangan IPTEK.

2. Implikasi terhadap IPTEK:
- Sila Ketuhanan Yang Maha Esa: Menekankan pentingnya nilai-nilai religius dalam pengembangan IPTEK, menjaga keseimbangan antara rasionalitas dan spiritualitas.
- Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Ilmu pengetahuan harus dikembangkan untuk kemaslahatan manusia secara adil, tidak hanya untuk kelompok tertentu.
- Sila Persatuan Indonesia: Pengembangan IPTEK harus memperkuat rasa persatuan dan keutuhan bangsa.
- Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Menekankan pengembangan IPTEK secara demokratis, dengan menghormati kebebasan ilmuwan dan terbuka terhadap kritik.
- Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Pengembangan IPTEK harus memperhatikan keadilan sosial di berbagai bidang kehidupan.

3. Kesimpulan:
- Pancasila sebagai filsafat ilmu diharapkan mampu memberikan arah yang jelas bagi pengembangan ilmu pengetahuan, yang tidak hanya mencari kebenaran ilmiah tetapi juga memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Joshua Andrew Siahaan IF UNILA -
Nama: Joshua Andrew Siahaan
NPM: 2455061010
Kelas: PSTI-D

A. Peran Pancasila sebagai Landasan Ilmu dalam Berbagai Disiplin
Pancasila berfungsi sebagai dasar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang tidak hanya fokus pada inovasi, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Berikut adalah peran masing-masing sila sebagai paradigma dan etika:

Ketuhanan Yang Maha Esa
a) Kebijakan Ilmu: Pengembangan teknologi harus sejalan dengan nilai-nilai moral dan spiritual, serta tidak merusak lingkungan atau melanggar etika. Contohnya adalah penelitian energi terbarukan yang bertujuan mengurangi dampak perubahan iklim.
b) Proses: Dalam setiap riset dan inovasi, prinsip kejujuran, integritas, dan tanggung jawab harus selalu dijunjung tinggi.

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
a) Kebijakan Ilmu: Teknologi harus inklusif dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, serta dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Contohnya adalah inovasi teknologi kesehatan berbasis IoT yang dapat menjangkau daerah terpencil.
b) Proses: Menghindari praktik eksploitatif, seperti penggunaan tenaga kerja murah dalam pengembangan teknologi.

Persatuan Indonesia
a) Kebijakan Ilmu: Mendorong pengembangan teknologi lokal yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global, seperti perangkat elektronik yang menggunakan bahan baku lokal.
b) Proses: Melibatkan semua elemen bangsa, termasuk pemerintah, akademisi, dan industri dalam riset teknologi nasional.

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
a) Kebijakan Ilmu: Pengambilan keputusan dalam pengembangan teknologi dilakukan melalui musyawarah, dengan mempertimbangkan masukan dari masyarakat dan para ahli.
b) Proses: Melibatkan uji publik dan evaluasi ilmiah sebelum implementasi teknologi secara luas.

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
a) Kebijakan Ilmu: Memastikan bahwa hasil inovasi teknologi memberikan manfaat yang merata, tanpa diskriminasi terhadap wilayah atau kelompok tertentu.
b) Proses: Mengembangkan kebijakan subsidi teknologi untuk masyarakat kurang mampu, seperti penyediaan listrik tenaga surya di daerah terpencil.

Dalam menghadapi persaingan global, proses ini memerlukan konsistensi dalam pengembangan teknologi lokal, peningkatan pendidikan STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika), serta kolaborasi internasional yang tetap menjaga kedaulatan bangsa.

B. Harapan Mengenai Model Pemimpin, Warganegara, dan Ilmuwan yang Pancasilais

Pemimpin yang Pancasilais
Pemimpin diharapkan memiliki karakter yang tegas, jujur, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Mereka harus mampu berpikir strategis dan bijaksana dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan teknologi, seperti pengaturan regulasi industri dan perlindungan hak cipta.

Warganegara yang Pancasilais
Warga negara diharapkan memiliki literasi digital yang baik untuk mengakses, memahami, dan menggunakan teknologi secara bijak. Mereka harus bersikap toleran terhadap perbedaan, menghormati hak orang lain, dan memanfaatkan teknologi untuk memperkuat persatuan bangsa. Selain itu, membangun budaya konsumsi yang cerdas dengan mendukung produk teknologi dalam negeri juga sangat penting.

Ilmuwan yang Pancasilais
Ilmuwan diharapkan mengembangkan teknologi yang berlandaskan etika, memperhatikan dampak sosial, dan mendukung kemajuan bangsa. Mereka harus menjunjung tinggi prinsip kolaborasi dalam pengembangan teknologi, sambil tetap menjaga nilai-nilai kejujuran dan integritas. Kontribusi dalam riset dan inovasi yang mendorong keberlanjutan dan mengurangi ketergantungan pada produk asing juga sangat diharapkan.

Harapan di Masa Depan:
Dengan berpegang pada nilai-nilai Pancasila, diharapkan tercipta ekosistem yang memajukan teknologi tanpa melupakan identitas bangsa. Pemimpin, warganegara, dan ilmuwan yang Pancasilais akan mampu menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing global tanpa mengorbankan nilai-nilai kebangsaan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Farhan Naufal Azmi -
Nama : Farhan Naufal Azmi
Kelas : PSTI-C
NPM : 2415061111

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu dan implikasinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Pancasila dijelaskan sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia yang lahir dari akulturasi budaya nusantara. Nilai-nilai Pancasila memberikan landasan filosofis dan moral dalam pengembangan IPTEK agar tetap sesuai dengan karakter dan jati diri bangsa, terutama untuk mencegah degradasi moral dan dampak negatif modernisasi.

Sebagai filsafat ilmu, Pancasila menjadi landasan dalam proses berpikir dan pengembangan pengetahuan. Pengetahuan harus memperhatikan aspek Ketuhanan, kemanusiaan, dan nilai-nilai dasar lainnya agar tetap memiliki makna moral dan tidak hanya memenuhi rasa ingin tahu. Pancasila juga dianggap sebagai panduan yang mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan global dalam pengembangan IPTEK untuk kemajuan bangsa.

Implikasi Pancasila terhadap pengembangan IPTEK dijabarkan melalui kelima silanya. Sila Ketuhanan mengingatkan pentingnya nilai spiritual dan etika dalam pengembangan ilmu. Sila Kemanusiaan menekankan perlunya moralitas dan nilai kemanusiaan dalam penggunaan IPTEK. Sila Persatuan mendorong pengembangan teknologi yang memperkuat persatuan bangsa. Sila Kerakyatan mendukung pengembangan IPTEK secara demokratis dan terbuka. Sila Keadilan menuntut pengembangan IPTEK yang menjunjung keseimbangan keadilan sosial.

Kesimpulannya, Pancasila sebagai filsafat ilmu memberikan kerangka berpikir dan bertindak yang mendasar bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan globalisasi. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam IPTEK, diharapkan Indonesia dapat menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan bermoral tinggi, tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Ledi Daiyana Alfara -
Jurnal yang membahas "Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi" oleh Syarifuddin menjelaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia
Pancasila sebagai Dasar Negara merupakan ideologi atau dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima prinsip yang menjadi pedoman hidup bagi masyarakat Indonesia. Pancasila harus menjadi acuan dalam pengembangan iptek agar tidak menyimpang dari nilai-nilai moral dan etika.
Perkembangan Iptek yang Cepat. Saat ini, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat. Namun, jika perkembangan ini tidak diimbangi dengan nilai-nilai Pancasila, bisa berbahaya bagi moralitas dan mentalitas bangsa.
Dampak Konsumerisme yang tinggi membuat Indonesia lebih tergantung pada produk luar negeri. Hal ini dapat mengurangi daya saing produk lokal dan menghilangkan identitas budaya.
Pendidikan Nilai Pancasila yang mengajarkan nilai-nilai Pancasila sangat penting, mulai dari pendidikan dasar hingga tinggi. Ini untuk membentuk karakter generasi muda agar memiliki kesadaran moral yang kuat.
Pancasila sebagai Filsafat Ilmu Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga filsafat ilmu. Ini berarti bahwa setiap pengembangan pengetahuan harus mempertimbangkan nilai-nilai Pancasila, seperti ketuhanan, kemanusiaan, dan keadilan.

Pancasila sebagai argument yang kuat penting untuk menjaga moralitas bangsa di tengah perkembangan teknologi yang cepat. Dengan menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan tantangan modernisasi.
Dengan mengaitkan konsumerisme dengan ketergantungan pada produk asing, maka ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini. Ini menunjukkan perlunya penguatan produk local sebagai hubungan social.
Penekanan pada pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila sangat penting agar generasi muda dapat menghadapi tantangan global dengan baik.
Mendorong diskusi tentang penerapan nilai-nilai Pancasila dalam konteks modern, membantu masyarakat untuk berpikir kritis terhadap perkembangan teknologi.
Maka Jurnal ini menekankan bahwa Pancasila harus menjadi landasan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Dengan pendidikan yang baik dan kesadaran akan nilai-nilai Pancasila, diharapkan masyarakat dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat tanpa kehilangan identitas budaya. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi membawa manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by M. Darunnadwah Al-Qushai Sutrawhana IF UNILA -
Nama : M.Darunnadwah Al-Qushai Sutrawhana
NPM : 2455061005
Kelas : PSTI-C

Pancasila sebagai landasan negara Indonesia berfungsi sebagai pedoman moral dan etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Setiap sila Pancasila mengandung nilai-nilai yang sangat relevan untuk memastikan bahwa IPTEK berkembang dengan cara yang etis, inklusif, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Sila pertama, "Ketuhanan Yang Maha Esa," menekankan pentingnya moralitas dan spiritualitas dalam pengembangan IPTEK. Ini mengingatkan para ilmuwan dan peneliti untuk mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari inovasi yang mereka ciptakan, serta mendorong penerapan teknologi yang berfokus pada kesejahteraan manusia dan lingkungan.

Sila kedua, "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab," menuntut agar pengembangan IPTEK dilakukan untuk kepentingan seluruh umat manusia, bukan hanya untuk kelompok tertentu. Hasil dari inovasi harus memberikan dampak positif yang merata dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, sehingga tidak ada yang tertinggal dalam kemajuan teknologi.

Sila ketiga, "Persatuan Indonesia," menekankan pentingnya kolaborasi antar daerah dan lintas disiplin ilmu untuk menghasilkan inovasi yang mendukung persatuan bangsa dan mencerminkan keberagaman yang ada di Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan saling menghargai di antara berbagai suku dan budaya.

Sila keempat, "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan," mengarahkan agar pengambilan keputusan dalam pengembangan IPTEK dilakukan melalui dialog dan musyawarah yang melibatkan berbagai pihak. Dengan melibatkan masyarakat dalam proses ini, hasil inovasi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan aspirasi masyarakat secara menyeluruh.

Sila kelima, "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia," menegaskan bahwa pengembangan IPTEK harus menjamin akses yang adil bagi semua kalangan. Inovasi teknologi perlu dirancang agar manfaatnya dapat dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat, sehingga tidak ada kesenjangan yang terjadi akibat kemajuan teknologi.

Dengan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar, pengembangan IPTEK di Indonesia tidak hanya bertujuan untuk mencapai kemajuan teknologi, tetapi juga untuk menciptakan kesejahteraan, keadilan, dan keberlanjutan yang inklusif bagi seluruh masyarakat. Selain itu, penerapan nilai-nilai Pancasila dalam IPTEK juga dapat mendorong inovasi yang berkelanjutan, yang tidak hanya memperhatikan keuntungan ekonomi, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan, sehingga menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Nabila Alyaa Putri -
Nama = Nabila Alyaa Putri
NPM = 2415061003
Kelas = PSTIC

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu dan implikasinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menekankan pentingnya Pancasila sebagai ideologi dasar negara yang harus dijadikan pedoman dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat serta tantangan globalisasi.

Pancasila diuraikan sebagai hasil akulturasi budaya yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pandangan hidup yang memberikan pedoman dalam interaksi dengan dunia. Jurnal ini membahas lima sila Pancasila dan implikasinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, yaitu:

Sila Ketuhanan yang Maha Esa menekankan pentingnya nilai-nilai spiritual dan moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan, di mana manusia harus menyadari keterbatasan akal dan mengembalikan segala sesuatu kepada Tuhan.

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menggarisbawahi pentingnya martabat manusia dan perlakuan yang adil dalam pengembangan ilmu pengetahuan, dengan penekanan bahwa ilmu pengetahuan harus berorientasi pada kemanusiaan dan tidak merugikan orang lain.

Persatuan Indonesia menyatakan bahwa ilmu pengetahuan harus dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, dengan IPTEK sebagai alat untuk menjalin persaudaraan antar daerah.

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan menekankan pentingnya demokrasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, di mana ilmuwan harus memiliki kebebasan berinovasi sambil menghormati kebebasan orang lain.

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menekankan perlunya keadilan dalam pengembangan ilmu pengetahuan agar semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

Kesimpulan dari jurnal ini adalah bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu dapat menjadi landasan yang kuat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila, diharapkan pengembangan IPTEK dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menciptakan kehidupan yang sejahtera, aman, dan damai.

Jurnal ini relevan dalam konteks pendidikan dan pengembangan kebijakan di Indonesia, mengajak pembaca untuk mempertimbangkan aspek moral dan etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meskipun memberikan pandangan komprehensif, ada ruang untuk memperluas diskusi dengan contoh konkret penerapan nilai-nilai Pancasila dalam penelitian dan inovasi, serta tantangan yang dihadapi dalam integrasi Pancasila dalam IPTEK. Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan wawasan mendalam tentang hubungan antara Pancasila dan pengembangan ilmu pengetahuan, serta pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dalam konteks modern.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Fakhry Ramadhan Subur -
Jurnal Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasinya terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) menjelaskan bagaimana Pancasila dapat berfungsi sebagai landasan moral dan filosofis dalam mengembangkan IPTEK di Indonesia. Sebagai dasar negara yang terikat kuat dengan budaya nusantara, Pancasila bertujuan untuk menjaga persatuan, identitas nasional, serta memberikan pedoman etis dalam pemanfaatan teknologi untuk kesejahteraan bangsa.

Kemajuan IPTEK telah memberikan dampak positif yang signifikan, seperti efisiensi dalam berbagai bidang dan kemudahan dalam berinteraksi secara global. Namun, perkembangan ini juga membawa tantangan besar, seperti penurunan moralitas, munculnya individualisme dan hedonisme, serta ancaman terhadap nilai-nilai sosial dan budaya. Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila harus dijadikan dasar dalam pengembangan IPTEK agar kemajuan teknologi tidak hanya fokus pada inovasi, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Setiap sila dalam Pancasila memberikan pedoman khusus dalam pengembangan IPTEK:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa menekankan pentingnya spiritualitas dalam IPTEK, yang mencakup keseimbangan antara akal dan rasa, serta penerapan nilai-nilai religius dalam pendidikan teknologi.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab memastikan bahwa IPTEK digunakan untuk kebaikan umat manusia, menghindari diskriminasi, dan menjaga moralitas dalam inovasi teknologi.
3. Persatuan Indonesia mengarahkan penggunaan teknologi untuk memperkuat persatuan bangsa, contohnya melalui pengembangan teknologi yang mendukung komunikasi dan kolaborasi antarwilayah.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan mendorong pengembangan IPTEK secara demokratis dengan kebebasan ilmiah yang bertanggung jawab serta keterbukaan terhadap kritik dan masukan.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia memastikan adanya akses yang setara terhadap teknologi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.
Jurnal ini menekankan bahwa tanpa landasan moral, IPTEK dapat menjadi ancaman, terutama jika digunakan untuk kepentingan kelompok tertentu atau mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Dampak negatif seperti eksploitasi sumber daya, polarisasi sosial, dan ketergantungan pada teknologi asing bisa dihindari dengan menjadikan Pancasila sebagai filter moral.

Sebagai filsafat ilmu, Pancasila memandu Indonesia dalam memanfaatkan IPTEK tidak hanya untuk kemajuan domestik, tetapi juga untuk berperan aktif di kancah internasional. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman, Indonesia dapat menciptakan IPTEK yang tidak hanya memajukan bangsa, tetapi juga melestarikan nilai-nilai luhur budaya, menjaga keseimbangan antara inovasi dan etika, serta memberikan manfaat luas bagi umat manusia.
In reply to First post

Re: Forum Analisis Jurnal

by Edbert Frederick -
Nama : Edbert Frederick
NPM : 2415061114
Kelas : PSTI D

Analisis Jurnal: Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasinya terhadap IPTEK
Jurnal ini menyoroti posisi penting Pancasila sebagai filsafat ilmu yang memberikan landasan etis, moral, dan filosofis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai panduan ideologi, tetapi juga sebagai kerangka berpikir yang mengintegrasikan nilai-nilai luhur bangsa dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam inovasi dan penerapan IPTEK.

Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu
Pancasila merupakan hasil pemikiran mendalam dari para pendiri bangsa yang digali dari nilai-nilai budaya nusantara. Sebagai filsafat ilmu, Pancasila memberikan panduan dalam proses berpikir dan berpengetahuan, dengan tetap memperhatikan aspek spiritual, moral, dan sosial. Jurnal ini menekankan bahwa pengembangan IPTEK yang tidak berdasarkan Pancasila berpotensi merusak moralitas, persatuan, dan keseimbangan kehidupan manusia.

Menurut Friedrich Hegel, filsafat adalah sintesis dari pemikiran yang lahir dari antitesis. Demikian pula, Pancasila hadir sebagai hasil akulturasi berbagai budaya, pemikiran, dan pengalaman bangsa Indonesia, menjadikannya sebagai pedoman hidup yang mencerminkan nilai-nilai universal dan lokal. Dalam konteks filsafat ilmu, Pancasila menempatkan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin, baik di dunia maupun akhirat.

Implikasi Sila-Sila Pancasila dalam Pengembangan IPTEK
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila ini menekankan bahwa manusia adalah makhluk religius yang memiliki kesadaran akan adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Dalam pengembangan IPTEK, penting untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dan moral. Hal ini dilakukan dengan memahami batas kemampuan manusia dalam berpikir serta menciptakan keseimbangan antara akal dan rasa. Penanaman nilai ini dapat dilakukan melalui pendidikan agama sejak dini hingga perguruan tinggi, sehingga pengembangan IPTEK tidak hanya berfokus pada hasil material tetapi juga menghormati nilai-nilai ketuhanan.

2. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila ini memberikan arahan bahwa ilmu pengetahuan harus digunakan untuk kesejahteraan umat manusia secara menyeluruh, bukan hanya untuk kelompok tertentu. IPTEK harus dikembangkan dengan prinsip moralitas dan beradab, sehingga tidak merugikan pihak lain atau merusak keseimbangan sosial. Contohnya adalah memastikan bahwa teknologi tidak digunakan untuk eksploitasi, diskriminasi, atau tujuan destruktif lainnya. Sebaliknya, teknologi harus meningkatkan harkat dan martabat manusia, seperti melalui inovasi yang mendukung keadilan sosial.

3. Sila Persatuan Indonesia
Sila ini menegaskan pentingnya pengembangan IPTEK yang memperkuat persatuan bangsa. Teknologi harus menjadi alat pemersatu, bukan pemecah belah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Contohnya adalah penggunaan teknologi komunikasi untuk mempererat hubungan antarwarga negara di berbagai daerah, sekaligus mempromosikan kebudayaan Indonesia di dunia internasional.

4. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Dalam konteks ini, pengembangan IPTEK harus dilakukan secara demokratis. Setiap ilmuwan memiliki kebebasan untuk berinovasi, namun tetap menghormati kepentingan bersama dan terbuka terhadap kritik. Proses pengambilan keputusan dalam pengembangan IPTEK juga harus melibatkan musyawarah yang mempertimbangkan kepentingan seluruh rakyat, sehingga teknologi yang dihasilkan benar-benar bermanfaat bagi banyak pihak.

5. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila ini menekankan bahwa IPTEK harus membawa keadilan dalam segala bidang kehidupan, baik politik, ekonomi, sosial, maupun budaya. Teknologi harus dapat diakses oleh seluruh masyarakat, tanpa memandang status sosial atau ekonomi. Misalnya, pengembangan teknologi pendidikan yang merata, sehingga semua lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.

Tantangan dan Solusi
Jurnal ini juga membahas tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di tengah pesatnya perkembangan IPTEK. Salah satu tantangan terbesar adalah masuknya informasi dan teknologi dari luar negeri yang sering kali tidak sesuai dengan budaya dan nilai-nilai lokal. Tanpa filter yang kuat, hal ini dapat menyebabkan degradasi moral dan lunturnya identitas bangsa. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memperkuat pendidikan karakter berbasis Pancasila di semua jenjang pendidikan. Selain itu, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan regulasi yang memastikan bahwa pengembangan IPTEK tetap sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Kesimpulan
Pancasila sebagai filsafat ilmu memberikan kerangka berpikir yang holistik dan integratif dalam pengembangan IPTEK. Dengan menjadikannya pedoman, bangsa Indonesia dapat memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya mendorong kesejahteraan material tetapi juga menjunjung nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial. Di tengah persaingan global, Pancasila menjadi landasan yang menjaga identitas bangsa sekaligus memandu arah pengembangan IPTEK menuju kehidupan yang lebih sejahtera, adil, dan harmonis.