གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Regina Salwa Lestari

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Soal

Regina Salwa Lestari གིས-
Nama : Regina Salwa Lestari
NPM : 2425061057
Kelas : PSTI D

A. Menurut saya, proses pendidikan selama covid -19 yang menggunakan sistem pembelajaran daring (online) membawa tantangan dalam hal akses teknologi, ketersediaan perangkat belajar, dan kemampuan adaptasi guru, siswa, serta orang tua. Beberapa siswa mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran karena keterbatasan akses internet atau perangkat. Namun, pandemi juga memunculkan inovasi dan fleksibilitas dalam sistem pendidikan, dengan adanya platform digital dan metode pembelajaran yang beragam.

B. Menurut saya, untuk mengefektifkan pendidikan di masa pandemi dan menjaga relevansi nilai Pancasila, sekolah dapat menerapkan pendidikan karakter melalui media daring. Misalnya, guru bisa mengintegrasikan diskusi tentang nilai-nilai seperti gotong royong, tanggung jawab, dan kedisiplinan dalam aktivitas pembelajaran.

C. Contoh kasus terkait pengembangan karakter Pancasilai adalah kegiatan berbagi bantuan untuk warga yang terdampak COVID-19, seperti penggalangan dana oleh siswa untuk membantu rekan-rekan yang membutuhkan akses belajar daring atau masyarakat sekitar yang kurang mampu. Contoh ini menunjukkan penerapan nilai gotong royong, peduli, dan tanggung jawab sosial.

D. Hakikat Pancasila sebagai paradigma berarti menjadikannya panduan dalam cara berpikir, sikap, dan tindakan sehari-hari. Pancasila menuntun masyarakat untuk bertindak sesuai dengan nilai-nilai seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Nilai-nilai ini menjadi pedoman moral bagi warga negara untuk hidup selaras, saling menghormati, dan bekerja bersama demi kesejahteraan bersama. Sebagai landasan berpikir, Pancasila berperan dalam membentuk pandangan hidup yang harmonis dalam masyarakat beragam.

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

Regina Salwa Lestari གིས-
Nama : Regina Salwa Lestari
NPM : 2415061057
Kelas : PSTI D

Analisis Jurnal

Jurnal ini membahas peran penting Pancasila dalam pendidikan Indonesia, yang diharapkan dapat membentuk karakter bangsa yang sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Sebagai ideologi dan dasar negara, Pancasila menjadi landasan hidup yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Pendidikan nasional yang berdasar pada filsafat Pancasila bertujuan untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik, tanggung jawab sosial, dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, pendidikan di Indonesia seharusnya mencerminkan identitas Pancasila sebagai pedoman perilaku dan panduan kehidupan sehari-hari bagi rakyat Indonesia.

Jurnal ini juga menekankan bahwa pendidikan karakter di Indonesia harus didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Integrasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan bertujuan untuk menghasilkan manusia yang mampu berperilaku baik dalam kehidupan individu maupun sosial.

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

Regina Salwa Lestari གིས-
Jurnal ini membahas hubungan antara filsafat ilmu dan Pancasila, serta relevansinya dalam mengatasi masalah kebangsaan di Indonesia. Melalui pendekatan filsafat ilmu, terutama aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi, Pancasila dilihat tidak hanya sebagai pandangan hidup tetapi juga sebagai sumber pengetahuan yang memiliki nilai luhur untuk memperkuat persatuan, keadilan sosial, dan kemanusiaan.

Jurnal ini juga menyoroti perlunya penguatan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di masyarakat, terutama di kalangan pemimpin, untuk mencegah masalah sosial seperti korupsi. Hal ini bertujuan agar Pancasila tidak sekadar menjadi simbol, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, jurnal ini menekankan pentingnya peran akademisi dan lembaga pendidikan dalam pengembangan dan penyebaran nilai-nilai Pancasila melalui kajian ilmiah dan diskusi filsafati. Melalui filsafat ilmu, nilai-nilai Pancasila dapat diaktualisasikan secara dinamis sesuai tuntutan zaman, sehingga menjadi landasan moral dan intelektual dalam menyikapi berbagai tantangan kebangsaan. Dengan pendekatan ini, Pancasila diharapkan tidak hanya dipahami sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai pedoman etis dan praktis yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani philosophia terdiri dari kata bill artinya cinta dan Sophia yang artinya kebijaksanaan cinta artinya hasrat yang besar atau yang berkobar-kobar dan atau yang sungguh-sungguh . Filsafat Pancasila dapat didefinisikan sebagai refleks kritis dari rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh.

Pancasila sebagai sistem filsafat sistem memiliki ciri-ciri sebagai berikut : suatu kesatuan bagian-bagian atau unsur atau elemen atau komponen, bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri saling berhubungan dan saling ketergantungan, keseluruhannya dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu ( tujuan sistem), terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks.

Wawasan filsafat meliputi bidang atau aspek penyelidikan antologis, epistemologis dan aksiologis.
1. Antiologis: menurut Aristoteles adalah ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada keberadaan atau eksistensi dan disamakan artinya dengan metafisika.
2. Epistemologis: adalah cabang filsafat yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan.
3. Aksiologis: istilah aksiologis berasal dari kata Yunani axios yang artinya nilai, manfaat, dan logos yang artinya pikiran, ilmu atau teori.

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Soal

Regina Salwa Lestari གིས-
Nama : Regina Salwa Lestari
NPM : 2415061057
Kelas : PSTI D1. Menurut pendapat saya, kasus penolakan jenazah korban COVID-19 di Jawa Tengah menunjukkan tantangan dalam penerapan nilai Pancasila, terutama dalam hal kemanusiaan. Penolakan ini sering muncul karena ketakutan dan stigma di masyarakat. Pancasila mengajarkan kita untuk saling menghormati, termasuk menghormati jenazah. Penolakan jenazah korban bertentangan dengan nilai kemanusiaan yang seharusnya mendorong kita untuk empati dan memberi penghormatan yang layak.
2. Yang pertama adalah dengan Edukasi Masyarakat. Yaitu dengan melakukan kampanye penyuluhan tentang COVID-19, termasuk cara penanganan jenazah yang aman dan sesuai protokol kesehatan. Yang kedua adalah dengan Media Sosial. Yaitu dengan menggunakan media sosial dan platform lain untuk menyebarkan informasi yang benar dan positif tentang COVID-19 dan penanganan jenazah. Buat konten yang mudah dipahami dan menarik.
3. Menurut saya, meskipun seseorang telah meninggal, martabatnya sebagai manusia tetap ada. Penolakan jenazah mencerminkan kurangnya penghormatan terhadap hak dan martabat individu tersebut, serta keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, Sila kedua menekankan pentingnya empati dan kepedulian terhadap sesama. Penolakan ini menunjukkan kurangnya rasa kemanusiaan, karena menyakiti perasaan keluarga dan masyarakat yang berduka.