Posts made by Nabila Alyaa Putri

NAMA = NABILA ALYAA PUTRI
NPM = 2415061003
KELAS = PSTI C

Jurnal ini menganalisis tantangan dalam memantapkan demokrasi di Indonesia pasca Pemilu Presiden 2019, dengan menekankan pentingnya pendalaman demokrasi sebagai fondasi bagi demokrasi yang substansial, efektif, dan bertanggung jawab.
Isu utama yang dibahas meliputi:
1. Polarisasi sosial dan politisasi identitas yang ditandai dengan pembelahan masyarakat dan eksploitasi isu agama serta identitas dalam meraih dukungan, termasuk fragmentasi di kalangan umat Islam.
2. Kegagalan partai politik dalam kaderisasi, edukasi politik, komersialisasi pencalonan, minimnya visi ideologis, dan dominasi kepentingan elite yang melemahkan representasi rakyat.
3. Politisasi birokrasi melalui ketidaknetralan ASN dan pejabat publik dalam kampanye, mengindikasikan kerapuhan institusional dan lemahnya meritokrasi.
Jurnal ini membandingkan demokrasi prosedural (aspek teknis pemilu) dengan demokrasi substantif (substansi seperti akuntabilitas dan kesetaraan), menilai Indonesia masih didominasi oleh aspek prosedural. Data empiris dan fenomena penting seperti laporan pelanggaran pemilu, tingginya hoaks dan ujaran kebencian, serta kerusuhan 22 Mei 2019 menunjukkan kerapuhan tatanan demokrasi.

Kesimpulan jurnal menyatakan bahwa demokrasi Indonesia belum terkonsolidasi karena pilar-pilarnya belum berfungsi optimal. Rekomendasi utama adalah membangun kepercayaan publik terhadap institusi negara dan melakukan pembenahan komprehensif melalui reformasi birokrasi, penguatan partai politik, dan pendidikan politik masyarakat.
Kelebihan jurnal terletak pada analisisnya yang tajam, sistematis, dan relevan, menggabungkan pendekatan teoretis dan empiris. Kekurangannya adalah kurangnya solusi operasional konkret dan analisis struktural jangka panjang, serta cenderung lebih fokus pada kritik terhadap elite dan institusi.

NAMA = NABILA ALYAA PUTRI

NPM= 2415061003

KELAS = PSTI C

Video ini menyoroti tantangan yang dihadapi demokrasi di Indonesia saat ini, menekankan perlunya menghindari polemik dan kegaduhan yang tidak produktif meskipun perdebatan adalah hal wajar dalam sistem ini. Merujuk pada penurunan peringkat demokrasi Indonesia sejak 2013 menurut studi Freedom House, pembicara juga membandingkan kondisi ini dengan negara lain, termasuk Amerika, yang juga mengalami kemunduran kualitas demokrasi. Hal ini menimbulkan kecemasan global terhadap keadaan demokrasi.

Intinya adalah:

1. Polemik yang berlebihan dalam demokrasi harus dibatasi agar tidak merugikan.

2. Peringkat demokrasi Indonesia menurun dan ini menjadi perhatian serius.

3. Kemunduran demokrasi adalah isu global, dialami juga oleh negara-negara yang demokrasinya sudah mapan.

4. Kualitas demokrasi perlu dijaga dan ditingkatkan melalui dialog dan persatuan.

5. Penurunan peringkat Indonesia menunjukkan adanya masalah mendasar dalam aspek kebebasan dan hak asasi manusia, yang dapat merusak citra negara.

6. "Keributan" dalam demokrasi harus konstruktif dan tidak menyebabkan perpecahan.

7. Isu demokrasi bersifat universal, memerlukan perbaikan di tingkat global.

8. Penurunan demokrasi adalah fenomena luas yang membutuhkan tindakan kolektif internasional.

9. Masyarakat perlu kritis dan aktif berpartisipasi untuk meningkatkan kualitas demokrasi.

10. Kolaborasi dan dialog antar elemen masyarakat penting untuk mengatasi tantangan demokrasi.

11. Optimisme untuk perbaikan demokrasi tetap ada melalui upaya bersama.


Nama = Nabila Alyaa Putri
NPM = 2415061003
Kelas = PSTIC

Jurnal ini membahas Pancasila sebagai filsafat ilmu dan implikasinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia. Penulis menekankan pentingnya Pancasila sebagai ideologi dasar negara yang harus dijadikan pedoman dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cepat serta tantangan globalisasi.

Pancasila diuraikan sebagai hasil akulturasi budaya yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pandangan hidup yang memberikan pedoman dalam interaksi dengan dunia. Jurnal ini membahas lima sila Pancasila dan implikasinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, yaitu:

Sila Ketuhanan yang Maha Esa menekankan pentingnya nilai-nilai spiritual dan moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan, di mana manusia harus menyadari keterbatasan akal dan mengembalikan segala sesuatu kepada Tuhan.

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menggarisbawahi pentingnya martabat manusia dan perlakuan yang adil dalam pengembangan ilmu pengetahuan, dengan penekanan bahwa ilmu pengetahuan harus berorientasi pada kemanusiaan dan tidak merugikan orang lain.

Persatuan Indonesia menyatakan bahwa ilmu pengetahuan harus dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, dengan IPTEK sebagai alat untuk menjalin persaudaraan antar daerah.

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan menekankan pentingnya demokrasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, di mana ilmuwan harus memiliki kebebasan berinovasi sambil menghormati kebebasan orang lain.

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menekankan perlunya keadilan dalam pengembangan ilmu pengetahuan agar semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

Kesimpulan dari jurnal ini adalah bahwa Pancasila sebagai filsafat ilmu dapat menjadi landasan yang kuat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila, diharapkan pengembangan IPTEK dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menciptakan kehidupan yang sejahtera, aman, dan damai.

Jurnal ini relevan dalam konteks pendidikan dan pengembangan kebijakan di Indonesia, mengajak pembaca untuk mempertimbangkan aspek moral dan etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meskipun memberikan pandangan komprehensif, ada ruang untuk memperluas diskusi dengan contoh konkret penerapan nilai-nilai Pancasila dalam penelitian dan inovasi, serta tantangan yang dihadapi dalam integrasi Pancasila dalam IPTEK. Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan wawasan mendalam tentang hubungan antara Pancasila dan pengembangan ilmu pengetahuan, serta pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dalam konteks modern.
Nama = Nabila Alyaa Putri
NPM = 2415061003
Kelas = PSTIC

A. Peran Pancasila sebagai Paradigma Ilmu
Penjelasan Umum: Pancasila sebagai dasar negara seharusnya menjadi acuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Setiap disiplin ilmu, baik itu ilmu alam, sosial, maupun humaniora, harus sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

Contoh Penerapan pada Berbagai Disiplin Ilmu:
Teknik Informatika: Pengembangan teknologi informasi harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, memperkuat persatuan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Contohnya, pengembangan aplikasi yang dapat membantu penyandang disabilitas atau sistem informasi yang transparan dan akuntabel.
Ilmu Sosial: Penelitian dalam ilmu sosial harus memperhatikan keberagaman budaya Indonesia dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Contohnya, penelitian tentang toleransi antaragama atau studi tentang sejarah perjuangan bangsa.
Ilmu Hukum: Pengembangan hukum harus mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, namun tetap berakar pada nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan. Contohnya, pembuatan regulasi terkait e-commerce atau perlindungan data pribadi.

Proses Implementasi dalam Persaingan Global:
Adaptasi: Ilmuwan Indonesia perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan global, namun tetap memegang teguh nilai-nilai Pancasila.
Inovasi: Ilmuwan Indonesia harus mampu menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia dan berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dunia.
Kolaborasi: Kolaborasi dengan ilmuwan dari negara lain dapat mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, namun harus dilakukan dengan tetap menjaga identitas nasional.

B. Harapan terhadap Pemimpin, Warga Negara, dan Ilmuwan Pancasilais
Pemimpin: Pemimpin yang Pancasilais adalah pemimpin yang memiliki integritas, visi yang jelas, dan komitmen untuk memajukan bangsa. Pemimpin seperti ini mampu mengambil keputusan yang tepat dan adil, serta mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Warga Negara: Warga negara yang Pancasilais adalah warga negara yang memiliki kesadaran akan hak dan kewajibannya, serta memiliki sikap toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air. Warga negara seperti ini akan aktif berpartisipasi dalam pembangunan bangsa.
Ilmuwan: Ilmuwan yang Pancasilais adalah ilmuwan yang tidak hanya mengejar prestasi pribadi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa. Ilmuwan seperti ini akan menggunakan ilmunya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa.