Nama : Farhan Naufal Azmi
Kelas : PSTI-C
NPM : 2415061111
Sebagai dasar dan ideologi negara, Pancasila bukan hanya sekadar simbol, tetapi menjadi panduan hidup berbangsa dan bernegara, yang tercermin dalam semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Filsafat adalah upaya untuk berpikir secara mendalam demi menemukan kebenaran, dan filsafat pendidikan bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan yang berdasarkan pandangan filosofis.
Dalam konteks pendidikan, filsafat Pancasila di Indonesia memberikan landasan nilai-nilai yang integral, etis, dan religius yang sesuai dengan budaya bangsa. Pendidikan Indonesia seharusnya bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga harus menanamkan karakter seperti kemandirian, kecerdasan, dan sikap sosial yang kuat pada peserta didik. Nilai-nilai utama dari Pancasila, seperti ke-Tuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, menjadi dasar pembentukan karakter yang diharapkan dari pendidikan nasional. Selain itu, karakter yang baik, seperti kejujuran, sikap saling menghormati, dan semangat gotong royong, harus diajarkan di sekolah sebagai perwujudan nyata dari Pancasila.
Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah studi kepustakaan, di mana analisis dilakukan terhadap berbagai sumber mengenai penerapan Pancasila dalam pendidikan. Hal ini bertujuan untuk menemukan kesimpulan yang valid mengenai peran Pancasila sebagai filsafat yang menyokong terciptanya generasi muda yang berkarakter mulia. Dengan pendidikan yang berbasis pada Pancasila, diharapkan lahir generasi yang berperilaku baik, cerdas, mampu hidup mandiri dan bersosial, serta beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sistem pendidikan Indonesia yang berpedoman pada Pancasila akan menciptakan generasi yang mampu memenuhi hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara yang baik. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila, bangsa Indonesia diharapkan mampu menjaga identitas dan martabatnya di tengah tantangan globalisasi.
Kelas : PSTI-C
NPM : 2415061111
Sebagai dasar dan ideologi negara, Pancasila bukan hanya sekadar simbol, tetapi menjadi panduan hidup berbangsa dan bernegara, yang tercermin dalam semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Filsafat adalah upaya untuk berpikir secara mendalam demi menemukan kebenaran, dan filsafat pendidikan bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan yang berdasarkan pandangan filosofis.
Dalam konteks pendidikan, filsafat Pancasila di Indonesia memberikan landasan nilai-nilai yang integral, etis, dan religius yang sesuai dengan budaya bangsa. Pendidikan Indonesia seharusnya bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga harus menanamkan karakter seperti kemandirian, kecerdasan, dan sikap sosial yang kuat pada peserta didik. Nilai-nilai utama dari Pancasila, seperti ke-Tuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, menjadi dasar pembentukan karakter yang diharapkan dari pendidikan nasional. Selain itu, karakter yang baik, seperti kejujuran, sikap saling menghormati, dan semangat gotong royong, harus diajarkan di sekolah sebagai perwujudan nyata dari Pancasila.
Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah studi kepustakaan, di mana analisis dilakukan terhadap berbagai sumber mengenai penerapan Pancasila dalam pendidikan. Hal ini bertujuan untuk menemukan kesimpulan yang valid mengenai peran Pancasila sebagai filsafat yang menyokong terciptanya generasi muda yang berkarakter mulia. Dengan pendidikan yang berbasis pada Pancasila, diharapkan lahir generasi yang berperilaku baik, cerdas, mampu hidup mandiri dan bersosial, serta beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Sistem pendidikan Indonesia yang berpedoman pada Pancasila akan menciptakan generasi yang mampu memenuhi hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara yang baik. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila, bangsa Indonesia diharapkan mampu menjaga identitas dan martabatnya di tengah tantangan globalisasi.