Kiriman dibuat oleh AYU NANDA USNITA

NAMA:Ayu Nanda Usnita
NPM: 2416041003
KELAS: Reguler A
PRODI: Ilmu Administrasi Negara

Jawaban analisi kasus 2:
1) Artikel ini menggambarkan situasi HAM di Indonesia sebagai sangat memprihatatikan
~Pembatasan Kebebasan: Pembatasan kebebasan berekspresi dan beragama menunjukkan kemunduran dalam demokrasi dan hak-hak sipil.
~Diskriminasi Gender: Diskriminasi berbasis gender yang mengakar menunjukkan perlunya reformasi mendalam dalam kebijakan dan sikap pejabat publik.
*Hal positip yang bisa diambil adalah:
Indonesia telah melakukan beberapa langkah reformasi penting untuk memastikan perlindungan HAM yang lebih baik, seperti ratifikasi hampir semua perjanjian HAM internasional. Adanya Kembalinya gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial atas jalannya kekuasaan negara menunjukkan adanya harapan untuk perubahan positif.

2) Adanya Moral dan Etika dalam Demokrasi. Demokrasi yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa tidak hanya mengandung unsur-unsur formal seperti pemilihan umum dan pemisahan kekuasaan, tetapi juga unsur-unsur substansial seperti sikap moral, etika, dan norma-norma sosial. selain itu, teedapat toleransi beragama: Dengan menekankan ketuhanan, prinsip ini juga mendorong toleransi dan kerukunan antar umat beragama.

3) Pemerintah telah melakukan beberapa reformasi hukum untuk memperkuat perlindungan HAM dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi, seperti melalui gerakan mahasiswa dan organisasi masyarakat sipil, menunjukkan adanya kesadaran dan upaya untuk memperbaiki praktik demokrasi di Indonesia.

4) Tindakan seperti ini menimbulkan kekecewaan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif. Ketika anggota parlemen tidak mewakili kepentingan rakyat yang sebenarnya, mereka mengkhianati mandat yang telah diberikan oleh pemilih. Kebijakan yang dihasilkan dari agenda politik pribadi atau kelompok tertentu sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat luas. Hal ini dapat mengakibatkan kebijakan yang tidak efektif atau bahkan merugikan masyarakat.

5) Pendapat saya mengenai fenomena ini adalah bahwa kharismatik sering kali digunakan untuk memanipulasi dan mengeksploitasi emosi serta loyalitas rakyat. Ketika kekuasaan digunakan untuk tujuan yang tidak jelas atau pribadi, sering kali terjadi pelanggaran HAM. Penggunaan kekuasaan kharismatik untuk tujuan yang tidak jelas dapat mengikis kepercayaan publik terhadap institusi demokrasi dan pemimpin mereka. Ini dapat mengakibatkan ketidakstabilan politik dan sosial yang lebih luas.

*Hubungan dengan Konsep HAM dalam Era Demokrasi
~Prinsip Demokrasi: Demokrasi modern menekankan partisipasi aktif dan kesetaraan semua warga negara dalam proses politik. Ketika kekuasaan kharismatik digunakan untuk tujuan yang tidak jelas, ini bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi yang mengutamakan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi rakyat.
~Perlindungan HAM: Demokrasi yang sehat harus menjamin perlindungan HAM bagi semua warga negara. Penggunaan kekuasaan kharismatik yang merugikan rakyat menunjukkan kegagalan dalam melindungi HAM dan menciptakan lingkungan yang adil dan setara.
Nama: Ayu Nanda Usnita
NPM: 2416041003
Kelas: Reguler A
PRODI: Ilmu Administrasi Negara

Artikel tentang “Kasus Konflik Komunal di Perbatasan Indonesia-Timor Leste dan Upaya Penyelesaiannya” membahas konflik yang terjadi antara warga perbatasan Kabupaten Timor Tengah Utara, Indonesia, dan Distrik Oecussi, Timor Leste. Konflik ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk belum selesainya delimitasi perbatasan dan rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat.

1) *Tanggapan saya mengenai isi artikel: Artikel ini memberikan analisis mendalam tentang penyebab konflik dan upaya penyelesaiannya. Penulis menyoroti pentingnya penyelesaian delimitasi perbatasan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai langkah kunci untuk mencegah konflik di masa depan.
*Hal positif yang bisa diambil:
~Fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai salah satu solusi konflik mengingatkan kita bahwa kesejahteraan ekonomi dan sosial adalah fondasi penting untuk stabilitas dan perdamaian.
~ Pentingnya menyelesaikan masalah delimitasi perbatasan adalah langkah penting untuk mencegah konflik di masa depan. Ini mengajarkan kita bahwa penyelesaian masalah struktural dapat mencegah konflik yang lebih besar.

2) Dampak jika Indonesia tidak memiliki konsepsi Wawasan Nusantara:
~Perpecahan Wilayah: Tanpa Wawasan Nusantara, yang menekankan kesatuan dan keutuhan wilayah, Indonesia bisa menghadapi risiko perpecahan. Konflik antar daerah bisa meningkat karena kurangnya rasa persatuan dan kesatuan.
~Ketidakstabilan Sosial dan Politik: Wawasan Nusantara membantu menjaga stabilitas sosial dan politik dengan mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Tanpa konsep ini, potensi konflik sosial dan politik bisa meningkat.

3) Berikut adalah beberapa cara bagaimana Wawasan Nusantara dapat membantu:
~Kesatuan dan Keutuhan Wilayah: Wawasan Nusantara menekankan pentingnya kesatuan dan keutuhan wilayah Indonesia.
~Solidaritas dan Kerjasama: Asas solidaritas dalam Wawasan Nusantara mendorong kerjasama antara berbagai pihak, baik di tingkat lokal maupun nasional.
~Pendekatan Multidimensi: Wawasan Nusantara mengajarkan pendekatan yang komprehensif dalam menangani masalah, termasuk aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan.
NAMA: Ayu Nanda Usnita
NPM: 2416041003
KELAS: Reguler A
PRODI: Ilmu Administrasi Negara


Berdasarkan analisis saya dari video tersebut adalah bahwa Indonesia merupakan negara kesatuan berbentuk republik, terdiri dari beribu-ribu pulau yang tersebar di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta berada di antara Benua Asia dan Australia. Ada beberapa faktor dalam geopolitik Indonesia, salah satunya termasuk dalam perubahan kepemimpinan, hubungan dengan negara-negara tetangga, dan dinamika global. Namun terdapat beberapa contoh konflik wilayah yang dapat memengaruhi geopolik di Indonesia, diantaranya: Konflik di papua, Adanya laut Cina selatan, dan adanya beberapa sangketa perbatasan dengan malaysia.
Selain itu, terdapat cara pandang Indonesia dalam geopolitik, diantaranya:
~Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai suatu kesatuan politik.
~Perwujudan Kepuauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi.
~Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya.
~Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan perlindungan keamanan.