nama : Lingga Fani jelita putri
kelas : Reguler A
Npm : 2416041028
prodi : Ilmu Administrasi Negara
1.Bagaimana tanggapan mu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut....
Jawaban:
Konflik komunal di perbatasan Indonesia dan Timor Leste, terutama yang melibatkan masyarakat lokal, dapat dipahami melalui beberapa faktor sosial, budaya, dan politik.
Persaingan Sumber Daya Alam: Salah satu pemicu utama konflik di daerah perbatasan adalah persaingan untuk mengakses sumber daya alam yang terbatas, seperti tanah, air, dan hasil alam lainnya. Masyarakat di kedua belah pihak sering merasa bahwa hak mereka terhadap sumber daya tersebut terancam, baik oleh kebijakan pemerintah maupun oleh kelompok lain yang dianggap memiliki klaim lebih kuat atas tanah atau wilayah tertentu.
Identitas dan Sentimen Nasionalisme: Konflik di perbatasan sering kali diperburuk oleh perbedaan identitas etnis dan nasionalisme. Masyarakat di perbatasan sering kali terjebak dalam persaingan identitas, dengan masing-masing pihak merasa lebih dekat atau loyal kepada negara asal mereka (Indonesia atau Timor Leste). Hal ini menyebabkan ketegangan antarwarga yang sebenarnya memiliki kesamaan budaya dan sejarah.
Perbedaan Sosial dan Ekonomi: Ketimpangan sosial dan ekonomi antara masyarakat yang tinggal di perbatasan sering kali menjadi bahan bakar konflik. Masyarakat perbatasan, yang seringkali hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit, merasa terabaikan oleh pemerintah pusat. Ketidakadilan dalam distribusi pembangunan dan kesejahteraan memperburuk ketegangan sosial antara kelompok-kelompok di perbatasan, bahkan dalam satu negara atau negara bertetangga.
Warisan Konflik Sejarah: Sejarah panjang yang melibatkan penjajahan, perang kemerdekaan, dan pemisahan Timor Leste dari Indonesia pada tahun 2002 meninggalkan luka emosional yang mendalam bagi banyak orang. Trauma masa lalu ini sering kali diperburuk oleh ingatan kolektif tentang pertempuran dan kekerasan yang terjadi selama periode tersebut, yang memengaruhi hubungan antarwarga dan menciptakan ketidakpercayaan yang besar.
Peran Pemerintah dan Kebijakan Perbatasan: Di beberapa titik, kebijakan pemerintah yang diterapkan di daerah perbatasan cenderung tidak cukup sensitif terhadap dinamika lokal. Masyarakat sering merasa bahwa kebijakan perbatasan lebih mengutamakan kepentingan negara dan keamanan, tanpa memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat yang tinggal di sana. Hal ini dapat memperburuk ketegangan, terutama jika masyarakat merasa bahwa mereka diperlakukan sebagai "korban" kebijakan tersebut.
Keterbatasan Komunikasi dan Pemahaman Antarwarga: Komunikasi antarwarga yang terhambat akibat perbedaan bahasa, budaya, dan pandangan politik dapat memperburuk konflik. Misalnya, masyarakat di daerah perbatasan Indonesia dan Timor Leste mungkin memiliki kesamaan budaya tetapi tidak selalu memiliki saluran yang jelas untuk berbicara satu sama lain atau untuk menyelesaikan perbedaan secara damai.
nilai positif (+) :
1.adanya kesadaran hukum
2. adanya sifat dalam membangun hubungan sosial yang baik
3. pentingnya kerjasama
2.Bagaimanakah menurut pendapatmu dari apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsep wawasan nusantara...
Jawaban:
Wawasan nusantara merupakan pandangan yang luas tentang arah dan identitas bangsa Indonesia. Wawasan nusantara juga menjadi pedoman, dorongan, dan motivasi dalam menentukan segala keputusan, kebijaksanaan, dan tindakan bagi penyelenggara negara.
Beberapa peran wawasan nusantara bagi bangsa Indonesia, di antaranya:
• Menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam pemanfaatan lingkungan
Melindungi kepentingan nasional
Mewujudkan dan memelihara persatuan dan kesatuan yang serasi dan selaras.
•Jika bangsa Indonesia tidak memiliki konsep wawasan nusantara, maka dapat terjadi beberapa hal, di antaranya: Hilangnya rasa persatuan dan kesatuan, Hilangnya cinta tanah air, Tercerai berainya bangsa dan negara Indonesia
kelas : Reguler A
Npm : 2416041028
prodi : Ilmu Administrasi Negara
1.Bagaimana tanggapan mu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut....
Jawaban:
Konflik komunal di perbatasan Indonesia dan Timor Leste, terutama yang melibatkan masyarakat lokal, dapat dipahami melalui beberapa faktor sosial, budaya, dan politik.
Persaingan Sumber Daya Alam: Salah satu pemicu utama konflik di daerah perbatasan adalah persaingan untuk mengakses sumber daya alam yang terbatas, seperti tanah, air, dan hasil alam lainnya. Masyarakat di kedua belah pihak sering merasa bahwa hak mereka terhadap sumber daya tersebut terancam, baik oleh kebijakan pemerintah maupun oleh kelompok lain yang dianggap memiliki klaim lebih kuat atas tanah atau wilayah tertentu.
Identitas dan Sentimen Nasionalisme: Konflik di perbatasan sering kali diperburuk oleh perbedaan identitas etnis dan nasionalisme. Masyarakat di perbatasan sering kali terjebak dalam persaingan identitas, dengan masing-masing pihak merasa lebih dekat atau loyal kepada negara asal mereka (Indonesia atau Timor Leste). Hal ini menyebabkan ketegangan antarwarga yang sebenarnya memiliki kesamaan budaya dan sejarah.
Perbedaan Sosial dan Ekonomi: Ketimpangan sosial dan ekonomi antara masyarakat yang tinggal di perbatasan sering kali menjadi bahan bakar konflik. Masyarakat perbatasan, yang seringkali hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit, merasa terabaikan oleh pemerintah pusat. Ketidakadilan dalam distribusi pembangunan dan kesejahteraan memperburuk ketegangan sosial antara kelompok-kelompok di perbatasan, bahkan dalam satu negara atau negara bertetangga.
Warisan Konflik Sejarah: Sejarah panjang yang melibatkan penjajahan, perang kemerdekaan, dan pemisahan Timor Leste dari Indonesia pada tahun 2002 meninggalkan luka emosional yang mendalam bagi banyak orang. Trauma masa lalu ini sering kali diperburuk oleh ingatan kolektif tentang pertempuran dan kekerasan yang terjadi selama periode tersebut, yang memengaruhi hubungan antarwarga dan menciptakan ketidakpercayaan yang besar.
Peran Pemerintah dan Kebijakan Perbatasan: Di beberapa titik, kebijakan pemerintah yang diterapkan di daerah perbatasan cenderung tidak cukup sensitif terhadap dinamika lokal. Masyarakat sering merasa bahwa kebijakan perbatasan lebih mengutamakan kepentingan negara dan keamanan, tanpa memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat yang tinggal di sana. Hal ini dapat memperburuk ketegangan, terutama jika masyarakat merasa bahwa mereka diperlakukan sebagai "korban" kebijakan tersebut.
Keterbatasan Komunikasi dan Pemahaman Antarwarga: Komunikasi antarwarga yang terhambat akibat perbedaan bahasa, budaya, dan pandangan politik dapat memperburuk konflik. Misalnya, masyarakat di daerah perbatasan Indonesia dan Timor Leste mungkin memiliki kesamaan budaya tetapi tidak selalu memiliki saluran yang jelas untuk berbicara satu sama lain atau untuk menyelesaikan perbedaan secara damai.
nilai positif (+) :
1.adanya kesadaran hukum
2. adanya sifat dalam membangun hubungan sosial yang baik
3. pentingnya kerjasama
2.Bagaimanakah menurut pendapatmu dari apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsep wawasan nusantara...
Jawaban:
Wawasan nusantara merupakan pandangan yang luas tentang arah dan identitas bangsa Indonesia. Wawasan nusantara juga menjadi pedoman, dorongan, dan motivasi dalam menentukan segala keputusan, kebijaksanaan, dan tindakan bagi penyelenggara negara.
Beberapa peran wawasan nusantara bagi bangsa Indonesia, di antaranya:
• Menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam pemanfaatan lingkungan
Melindungi kepentingan nasional
Mewujudkan dan memelihara persatuan dan kesatuan yang serasi dan selaras.
•Jika bangsa Indonesia tidak memiliki konsep wawasan nusantara, maka dapat terjadi beberapa hal, di antaranya: Hilangnya rasa persatuan dan kesatuan, Hilangnya cinta tanah air, Tercerai berainya bangsa dan negara Indonesia