Nama : Lingga Fani J.p
Npm : 2416041028
Kelas : Reg A
Prodi : Ilmu administrasi Negara
1.Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
=Artikel ini menggambarkan kondisi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan meskipun ada beberapa pencapaian positif. Pada 2019, Indonesia mengalami masa kelam dalam penegakan HAM, ditandai dengan kegagalan menuntaskan pelanggaran HAM, pembungkaman kebebasan berekspresi dan beragama, diskriminasi gender, serta pelanggaran hak-hak perempuan. Selain itu, masalah pelanggaran HAM di Papua, rasisme, dan ketimpangan sosial juga menjadi isu besar. Pemerintah dinilai gagal dalam menegakkan keadilan bagi korban pelanggaran HAM masa lalu dan melindungi hak seluruh masyarakat Indonesia.
Namun, ada upaya positif dalam menghadapi tantangan ini, seperti reformasi kunci, penguatan supremasi hukum, dan peningkatan keamanan untuk memastikan perlindungan HAM. Selain itu, keterlibatan gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial juga mencerminkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memperbaiki kondisi penegakan HAM di Indonesia.
2.Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
=Demokrasi Indonesia mengakar pada nilai-nilai adat dan budaya asli, seperti musyawarah yang melibatkan partisipasi masyarakat, kebebasan menyampaikan pendapat, dan gotong royong yang menekankan kebersamaan. Pemilihan pemimpin, seperti kepala desa, juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Secara keseluruhan, demokrasi Indonesia mengutamakan kepentingan bersama, solidaritas, dan keadilan di atas kepentingan individu.
menurut pendapat saya, prinsip nilai “ketuhanan yang maha esa” semakin menghargai adanya perbedaan dalam setiap hal di masyarakat yang bisa saling menghormati perbedaan tersebut sehingga ikut serta mensejahterakan masyarakat.
3.Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab:
= Meskipun Pemilu dan aturan tentang perlindungan HAM menunjukkan keberadaan demokrasi di Indonesia, praktik demokrasi seringkali tidak sesuai dengan Pancasila, UUD 1945, dan mengabaikan nilai Hak Asasi Manusia. Banyak pelanggaran HAM, diskriminasi terhadap kaum minoritas, serta lemahnya penegakan hukum. Demonstrasi mahasiswa yang seharusnya menjadi bentuk partisipasi aktif sering dihadapi dengan kekerasan aparat, pembungkaman hak berpendapat, bahkan ancaman nyawa. Hal ini menunjukkan bahwa praktik demokrasi di Indonesia masih belum sepenuhnya berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan HAM, sehingga aturan yang tertulis dalam konstitusi terasa hanya sebagai formalitas.
4.Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
= saya prihatin karena masyarakat sering kali dijadikan alat untuk kepentingan anggota parlemen dan elit. Padahal, anggota parlemen seharusnya menjadi wadah aspirasi masyarakat. Saya mengkritik perlunya pengawasan ketat terhadap kinerja anggota parlemen, bahkan dengan sanksi jika diperlukan. Anggota parlemen harus mendengarkan kebutuhan rakyat dan bertindak sebagai "wakil rakyat." Keterlibatan aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan sangat penting, sesuai prinsip demokrasi. Negara seharusnya melayani kepentingan masyarakat, bukan kepentingan diri sendiri atau kelompok. Jika hal ini diabaikan, demokrasi akan melemah dan negara kehilangan integritas.
5.Bagaimanakah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
= menurut saya, Penyalahgunaan kekuasaan di Indonesia seringkali dipicu oleh emosi masyarakat yang lebih dominan daripada rasionalitas, terutama dalam memberikan dukungan kepada pihak yang berkuasa. Pihak-pihak ini kemudian memanfaatkan loyalitas dan emosi rakyat untuk mencapai tujuan pribadi atau kelompok, tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat. Hal ini mengarah pada pelanggaran demokrasi dan hak asasi manusia (HAM), karena kepentingan rakyat tidak lagi diutamakan, menciptakan ketidakadilan dan mengabaikan hak untuk memperoleh keadilan.
Penyalahgunaan kekuasaan yang membatasi partisipasi aktif masyarakat juga mengabaikan nilai-nilai demokrasi yang menekankan keterlibatan rakyat dalam pengambilan keputusan. Jika masyarakat tidak memiliki akses atau peran, maka hak asasi manusia, terutama dalam konteks demokrasi, akan terabaikan.
Oleh karena itu, di era sekarang, penting untuk menegakkan demokrasi yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 serta menjunjung tinggi HAM. Indonesia perlu usaha lebih keras untuk mewujudkan demokrasi yang adil dan menghormati HAM.
Npm : 2416041028
Kelas : Reg A
Prodi : Ilmu administrasi Negara
1.Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
=Artikel ini menggambarkan kondisi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan meskipun ada beberapa pencapaian positif. Pada 2019, Indonesia mengalami masa kelam dalam penegakan HAM, ditandai dengan kegagalan menuntaskan pelanggaran HAM, pembungkaman kebebasan berekspresi dan beragama, diskriminasi gender, serta pelanggaran hak-hak perempuan. Selain itu, masalah pelanggaran HAM di Papua, rasisme, dan ketimpangan sosial juga menjadi isu besar. Pemerintah dinilai gagal dalam menegakkan keadilan bagi korban pelanggaran HAM masa lalu dan melindungi hak seluruh masyarakat Indonesia.
Namun, ada upaya positif dalam menghadapi tantangan ini, seperti reformasi kunci, penguatan supremasi hukum, dan peningkatan keamanan untuk memastikan perlindungan HAM. Selain itu, keterlibatan gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial juga mencerminkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memperbaiki kondisi penegakan HAM di Indonesia.
2.Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
=Demokrasi Indonesia mengakar pada nilai-nilai adat dan budaya asli, seperti musyawarah yang melibatkan partisipasi masyarakat, kebebasan menyampaikan pendapat, dan gotong royong yang menekankan kebersamaan. Pemilihan pemimpin, seperti kepala desa, juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Secara keseluruhan, demokrasi Indonesia mengutamakan kepentingan bersama, solidaritas, dan keadilan di atas kepentingan individu.
menurut pendapat saya, prinsip nilai “ketuhanan yang maha esa” semakin menghargai adanya perbedaan dalam setiap hal di masyarakat yang bisa saling menghormati perbedaan tersebut sehingga ikut serta mensejahterakan masyarakat.
3.Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawab:
= Meskipun Pemilu dan aturan tentang perlindungan HAM menunjukkan keberadaan demokrasi di Indonesia, praktik demokrasi seringkali tidak sesuai dengan Pancasila, UUD 1945, dan mengabaikan nilai Hak Asasi Manusia. Banyak pelanggaran HAM, diskriminasi terhadap kaum minoritas, serta lemahnya penegakan hukum. Demonstrasi mahasiswa yang seharusnya menjadi bentuk partisipasi aktif sering dihadapi dengan kekerasan aparat, pembungkaman hak berpendapat, bahkan ancaman nyawa. Hal ini menunjukkan bahwa praktik demokrasi di Indonesia masih belum sepenuhnya berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan HAM, sehingga aturan yang tertulis dalam konstitusi terasa hanya sebagai formalitas.
4.Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
= saya prihatin karena masyarakat sering kali dijadikan alat untuk kepentingan anggota parlemen dan elit. Padahal, anggota parlemen seharusnya menjadi wadah aspirasi masyarakat. Saya mengkritik perlunya pengawasan ketat terhadap kinerja anggota parlemen, bahkan dengan sanksi jika diperlukan. Anggota parlemen harus mendengarkan kebutuhan rakyat dan bertindak sebagai "wakil rakyat." Keterlibatan aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan sangat penting, sesuai prinsip demokrasi. Negara seharusnya melayani kepentingan masyarakat, bukan kepentingan diri sendiri atau kelompok. Jika hal ini diabaikan, demokrasi akan melemah dan negara kehilangan integritas.
5.Bagaimanakah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
= menurut saya, Penyalahgunaan kekuasaan di Indonesia seringkali dipicu oleh emosi masyarakat yang lebih dominan daripada rasionalitas, terutama dalam memberikan dukungan kepada pihak yang berkuasa. Pihak-pihak ini kemudian memanfaatkan loyalitas dan emosi rakyat untuk mencapai tujuan pribadi atau kelompok, tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat. Hal ini mengarah pada pelanggaran demokrasi dan hak asasi manusia (HAM), karena kepentingan rakyat tidak lagi diutamakan, menciptakan ketidakadilan dan mengabaikan hak untuk memperoleh keadilan.
Penyalahgunaan kekuasaan yang membatasi partisipasi aktif masyarakat juga mengabaikan nilai-nilai demokrasi yang menekankan keterlibatan rakyat dalam pengambilan keputusan. Jika masyarakat tidak memiliki akses atau peran, maka hak asasi manusia, terutama dalam konteks demokrasi, akan terabaikan.
Oleh karena itu, di era sekarang, penting untuk menegakkan demokrasi yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 serta menjunjung tinggi HAM. Indonesia perlu usaha lebih keras untuk mewujudkan demokrasi yang adil dan menghormati HAM.