NAMA : NABILA LUTHFISYAH
KELAS : ANE 1 REG A
NPM : 2416041027
PRODI : ADMINISTRASI NEGARA
Artikel ini membahas kasus penodaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan dampaknya terhadap penegakan hukum di Indonesia. Penetapan Ahok sebagai tersangka diwarnai dengan pro dan kontra, tetapi keputusan tersebut tetap didasarkan pada pertimbangan hukum meskipun ada tekanan masyarakat. Gugatan class action yang diajukan mencerminkan tuntutan masyarakat terhadap aparat penegak hukum untuk bertindak profesional dan adil.
Secara lebih luas, artikel ini mengkritisi masalah dalam sistem hukum Indonesia, seperti korupsi dan ketidakberesan internal aparat penegak hukum, yang menghambat penegakan hukum yang adil dan efisien. Meskipun UUD 1945 menjamin kesetaraan warga negara di hadapan hukum, kenyataannya, penegakan hukum sering kali terhambat oleh praktik-praktik buruk dalam sistem peradilan dan kepolisian. Presiden Jokowi menegaskan pentingnya reformasi hukum untuk memperbaiki sistem ini dan meningkatkan kepercayaan publik. Namun, tantangan utama tetap pada rendahnya kualitas aparat dan ketidakkonsistenan dalam penerapan hukum, yang mengarah pada ketidakadilan dan penurunan kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum.
KELAS : ANE 1 REG A
NPM : 2416041027
PRODI : ADMINISTRASI NEGARA
Artikel ini membahas kasus penodaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan dampaknya terhadap penegakan hukum di Indonesia. Penetapan Ahok sebagai tersangka diwarnai dengan pro dan kontra, tetapi keputusan tersebut tetap didasarkan pada pertimbangan hukum meskipun ada tekanan masyarakat. Gugatan class action yang diajukan mencerminkan tuntutan masyarakat terhadap aparat penegak hukum untuk bertindak profesional dan adil.
Secara lebih luas, artikel ini mengkritisi masalah dalam sistem hukum Indonesia, seperti korupsi dan ketidakberesan internal aparat penegak hukum, yang menghambat penegakan hukum yang adil dan efisien. Meskipun UUD 1945 menjamin kesetaraan warga negara di hadapan hukum, kenyataannya, penegakan hukum sering kali terhambat oleh praktik-praktik buruk dalam sistem peradilan dan kepolisian. Presiden Jokowi menegaskan pentingnya reformasi hukum untuk memperbaiki sistem ini dan meningkatkan kepercayaan publik. Namun, tantangan utama tetap pada rendahnya kualitas aparat dan ketidakkonsistenan dalam penerapan hukum, yang mengarah pada ketidakadilan dan penurunan kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum.