Kiriman dibuat oleh Zahrani Nurkhasanah 2416041065

NAMA: Zahrani Nurkhasanah
NPM: 2416041065
KELAS: Reguler B
PRODI: Ilmu Administrasi Negara

Jurnal ini mengangkat pentingnya kesadaran akan peran setiap warga negara dalam bela negara, terutama dalam menghadapi pandemi COVID-19. Bela negara bukan hanya tentang kesiapan fisik atau militer, tetapi juga mencakup aspek kesiapan mental dan sosial. Winarno dalam penjelasannya menegaskan bahwa bela negara adalah kesediaan setiap warga negara untuk berkorban demi mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan, dan keutuhan negara. Dalam masa pandemi, bela negara bisa dilakukan dengan cara yang lebih sederhana, seperti menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan, serta membantu mencegah penyebaran virus dengan tidak mudik atau bepergian ke zona merah. Selain itu dalam bersosial media, jagan menyebarkan berita yang tidak valid, yang dapat membuat masyarakat lain panik akan berita tersebut.

Salah satu tantangan terbesar dalam penanggulangan covid-19 adalah tingginya jumlah orang tanpa gejala. Oleh karena itu, langkah isolasi mandiri menjadi salah satu tindakan yang sangat penting dalam melindungi diri dan orang lain, terutama bagi mereka yang lebih rentan, seperti lansia. Mengikuti himbauan pemerintah dan menjaga protokol kesehatan adalah bentuk bela negara yang sederhana namun sangat berarti dalam memerangi pandemi. Secara keseluruhan, bela negara bukan hanya tentang perjuangan fisik atau senjata, tetapi juga tentang kesadaran sosial dan upaya untuk menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat. Dalam menghadapi ancaman pandemi, setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan ketahanan negara.
NAMA: Zahrani Nurkhasanah
NPM: 2416041065
KELAS: Reguler B
PRODI: Ilmu Administrasi Negara

Ketahanan nasional mencakup keuletan, keterampilan, ketanggungan, kemampuan mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang datang. Ketahanan nasional dibagi menjadi dua aspek utama, yaitu aspek alamiah (Trigata) dan aspek sosial (Panca Gatra). Kedua aspek ini sangat penting dalam menjaga integritas bangsa, karena keduanya saling berkaitan dan memengaruhi satu sama lain dalam menghadapi tantangan dan ancaman yang datang.

Aspek alamiah atau Trigata, terdiri dari tiga unsur utama yang mencakup lokasi dan posisi geografis, sumber daya alam, serta kemampuan penduduk. Lokasi dan posisi geografis Indonesia yang strategis di antara dua samudra dan dua benua, dan letak posisi Indonesia dengan negara tetangga. Sumber daya alam Indonesia yang melimpah menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan negara. Sedangkan, kemampuan penduduk, baik dari segi kuantitas maupun kualitas tenaga kerja dan pendidikan, sangat menentukan seberapa besar potensi Indonesia dalam menghadapi ancaman dan memanfaatkan peluang yang ada.

Di sisi lain, aspek sosial yang dikenal dengan Panca Gatra berfokus pada lima elemen penting, yaitu ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan-keamanan (hankam). Ideologi, yang dalam hal ini adalah Pancasila, memberikan dasar dan panduan dalam bertindak dan bernegara. Ekonomi yang kuat dapat menghadapi krisis akan meningkatkan ketahanan negara, sementara sosial budaya yang harmonis mendukung terciptanya kerukunan antar bermacam kelompok dalam masyarakat. Pertahanan dan keamanan yang baik di dalam negeri dapat menghadapi ancaman dari luar.

Ketahanan nasional tidak hanya berkaitan dengan potensi dan sumber daya yang dimiliki negara, tetapi juga dengan kemampuan negara dalam menghadapi ancaman, tantangan, gangguan, dan hambatan. Ancaman ini bisa datang dari berbagai sisi, baik itu secara langsung maupun tidak langsung, dan bisa berasal dari dalam negeri atau luar negeri. Ancaman yang berasal dari Trigata misalnya, disebabkan oleh posisi geografis yang rawan bencana alam, ketergantungan pada sumber daya alam yang terbatas atau kurangnya kuantitas dan kualitas tenaga kerja dan pendidikan. Sedangkan ancaman dari Panca Gatra bisa mencakup disintegrasi politik, krisis ekonomi, atau konflik sosial budaya yang mengancam kesatuan dan tujuan nasional. Oleh karena itu, ketahanan nasional harus dibangun secara holistik, dengan mempertimbangkan semua aspek ini agar Indonesia dapat menghadapi tantangan dan tetap menjaga kedaulatan serta kesejahteraan bangsa.
NAMA: Zahrani Nurkhasanah
NPM: 2416041065
KELAS: Reguler B
PRODI: Ilmu Administrasi Negara

Menurut analisis saya dalam video tersebut yaitu mengenai perbedaan antara UUD 1945 versi pengesahan 18 Agustus 1945 dan versi yang berlaku saat ini menunjukkan adanya transformasi besar dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Pada awalny, UUD 1945 disusun secara singkat dan masih bersifat umum. Meskipun demikian, UUD 1945 pada awalnya sudah mencerminkan cita-cita negara Indonesia yang merdeka, berdaulat, dan berdasarkan Pancasila.

Seiring berjalannya waktu, UUD 1945 mengalami perubahan yang signifikan. Perubahan tersebut bertujuan untuk menyesuaikan dengan tuntutan demokrasi yang lebih luas dan kebutuhan negara untuk mengatur lembaga-lembaga negara dengan lebih baik. Salah satu perubahan utama yang terjadi adalah penguatan prinsip demokrasi, seperti penguatan peran DPR, serta pembagian kekuasaan yang lebih jelas antara lembaga negara, terutama dalam hal eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Prof. Jimly dalam penjelasannya menguraikan tahapan perkembangan UUD 1945 sejak pertama kali disahkan hingga saat ini. Setiap adanya amandemen selalu melakukan perubahan substansial, seperti penambahan pasal mengenai hak asasi manusia, pembentukan Mahkamah Konstitusi, serta pengaturan yang lebih terperinci tentang mekanisme pemilihan umum dan pembagian kekuasaan. Prof. Jimly menekankan bahwa perubahan dalam UUD 1945 seharusnya tidak hanya dilihat sebagai suatu keharusan, tetapi juga sebagai refleksi dari semangat demokrasi dan kebutuhan untuk memperkuat tata kelola negara.