NAMA: Zahrani Nurkhasanah
NPM: 2416041065
KELAS: Reguler B
PRODI: Ilmu Administrasi Negara
Ketahanan nasional mencakup keuletan, keterampilan, ketanggungan, kemampuan mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang datang. Ketahanan nasional dibagi menjadi dua aspek utama, yaitu aspek alamiah (Trigata) dan aspek sosial (Panca Gatra). Kedua aspek ini sangat penting dalam menjaga integritas bangsa, karena keduanya saling berkaitan dan memengaruhi satu sama lain dalam menghadapi tantangan dan ancaman yang datang.
Aspek alamiah atau Trigata, terdiri dari tiga unsur utama yang mencakup lokasi dan posisi geografis, sumber daya alam, serta kemampuan penduduk. Lokasi dan posisi geografis Indonesia yang strategis di antara dua samudra dan dua benua, dan letak posisi Indonesia dengan negara tetangga. Sumber daya alam Indonesia yang melimpah menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan negara. Sedangkan, kemampuan penduduk, baik dari segi kuantitas maupun kualitas tenaga kerja dan pendidikan, sangat menentukan seberapa besar potensi Indonesia dalam menghadapi ancaman dan memanfaatkan peluang yang ada.
Di sisi lain, aspek sosial yang dikenal dengan Panca Gatra berfokus pada lima elemen penting, yaitu ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan-keamanan (hankam). Ideologi, yang dalam hal ini adalah Pancasila, memberikan dasar dan panduan dalam bertindak dan bernegara. Ekonomi yang kuat dapat menghadapi krisis akan meningkatkan ketahanan negara, sementara sosial budaya yang harmonis mendukung terciptanya kerukunan antar bermacam kelompok dalam masyarakat. Pertahanan dan keamanan yang baik di dalam negeri dapat menghadapi ancaman dari luar.
Ketahanan nasional tidak hanya berkaitan dengan potensi dan sumber daya yang dimiliki negara, tetapi juga dengan kemampuan negara dalam menghadapi ancaman, tantangan, gangguan, dan hambatan. Ancaman ini bisa datang dari berbagai sisi, baik itu secara langsung maupun tidak langsung, dan bisa berasal dari dalam negeri atau luar negeri. Ancaman yang berasal dari Trigata misalnya, disebabkan oleh posisi geografis yang rawan bencana alam, ketergantungan pada sumber daya alam yang terbatas atau kurangnya kuantitas dan kualitas tenaga kerja dan pendidikan. Sedangkan ancaman dari Panca Gatra bisa mencakup disintegrasi politik, krisis ekonomi, atau konflik sosial budaya yang mengancam kesatuan dan tujuan nasional. Oleh karena itu, ketahanan nasional harus dibangun secara holistik, dengan mempertimbangkan semua aspek ini agar Indonesia dapat menghadapi tantangan dan tetap menjaga kedaulatan serta kesejahteraan bangsa.