NAMA : Silvi Aninda
NPM : 2456041003
KELAS : Mandiri A
PRODI : Ilmu Administrasi Negara
1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakkan Hak Asasi Manusia dan berikan analisis mu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Jawaban :
Artikel ini menjelaskan beberapa pelanggaran Hak Asasi Manusia yang terjadi di Indonesia, yang mencangkup tindakan represif terhadap aktivis, pembatasan kebebasan berekspresi, dan perlakuan tidak adil terhadap kelompok minoritas. Ada banyak kasus pelanggaran yang tidak di tangani secara serius oleh pihak yang berwenang. Artikel ini juga menjelaskan adanya kesenjangan antara kebijakan yang ada dan realitas dilapangan. Hal positif yang saya dapat adalah meningkatnya kesadaran tentang isu-isu HAM yang ada di Indonesia dan juga pentingnya penegakan hak-hak tersebut. Perjuangan aktivis dan organisasi masyarakat sipil memberikan banyak inspirasi untuk bisa terlibat dalam upaya penegakan HAM. Meskipun juga banyak tantangan yang dihadapi, ini menunjukkan bahwa perubahan mungkin saja bisa terjadi jika ada kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan komunitas internasional.
2. Berikan analisis mu Tentang demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya yang berke-tuhanan yang maha Esa?
Jawaban :
Pancasila sebagai ideologi negara indonesia yang mengutamakan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa berada di urutan paling atas. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penerapan demokrasi, spiritualitas dan moralitas telah menjadi dasar yang penting. Dalam konteks demokrasi, nilai ini penting untuk memastikan bahwa suara semua pihak didengar dan dihargai, serta mengurangi kemungkinan terjadinya konflik. Ini juga menggambarkan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Ketuhanan Yang Maha Esa juga mendorong sikap toleransi antarumat beragama dan antarbudaya. Dalam masyarakat yang beragam seperti Indonesia, sikap toleransi ini sangat penting untuk menjaga kerukunan dan stabilitas sosial.Toleransi dalam konteks demokrasi memungkinkan terjadinya dialog dan interaksi antar kelompok yang berbeda, yang pada gilirannya dapat memperkuat kohesi sosial dan mencegah terjadinya konflik.
3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan pancasila dan UUD NRI 1954 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Jawaban :
Praktik demokrasi yang ada di Indonesia menunjukkan adanya kemajuan, tetapi juga masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk memastikan kesesuaian dengan Pancasila dan UUD 1945. Diperlukan upaya lebih lanjut untuk menegakkan hak asasi manusia dan memastikan bahwa semua warga negara dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses demokrasi. Sila keempat Pancasila menegaskan bahwa Indonesia menganut demokrasi, baik secara langsung maupun tidak langsung.Namun, dalam praktiknya masih terdapat tantangan dalam memastikan partisipasi masyarakat yang luas dan inklusif. kasus pelanggaran hak asasi manusia juga masih terjadi di indonesia, hal ini menunjukkan harus ada perhatian yang lebih dalam menegakkan hukum dan perlindungan hak.
4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi dimana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi menlaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Jawaban :
Ketika anggota parlemen tidak bisa mewakili kepentingan masyarakat, bisa menimbulkan kekecewaan dan ketidakpercayaan terhadap institusi politik. Karena rakyat merasa suaranya tidak didengar dan tidak dihargai. Sebagai anggota parlemen seharusnya juga bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan yang mereka ambil. Perlu diingatkan kembali bahwa mereka itu dipilih untuk mewakili kepentingan rakyat bukan kepentingan pribadi, dan jika mereka menyimpang dari tugasnya, mereka juga harus siap menerima konsekuensinya, termasuk kritik dari masyarakat dan kemungkinan pemecatan dalam pemilihan selanjutnya.
5. Bagaimana pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Jawaban :
Pihak yang mempunyai kekuasaan kharismatik sering menggunakan argumen yang kuat dan simbol-simbol budaya maupun agama untuk membangun emosi rakyat. Hal ini bisa menuju pada pengorbanan individu atau kelompok demi kepentingan yang lebih besar, sering juga tidak jelas atau tidak terdefinisi dengan baik. Ketika loyalitas ini dipakai untuk tujuan yang merugikan, yaitu seperti konflik atau diskriminasi, yang menjadi masalah serius. Ketika rakyat dipaksa demi kepentingan kekuasaan, hal ini sering melanggar hak asasi manusia. Hak untuk hidup, hak atas kebebasan berpendapat, dan juga hak untuk tidak didiskriminasi dapat teracuhkan. Seharusnya dalam konteks demokrasi, hak asasi manusia menjadi landasan utama, dan tindakan yang merugikan suatu individu atau kelompok harus dilawan.