Kiriman dibuat oleh Meilisa Mutiara Anggraini

Nama: Meilisa Mutiara Anggraini
NPM: 2416041054
Kelas: Reguler B
Prodi: Ilmu Administrasi Negara

1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang Anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Menurut analisis saya, secara keseluruhan artikel tersebut memaparkan tantangan besar dalam penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019. Beberapa masalah mencakup pelanggaran HAM berat yang belum diselesaikan, diskriminasi berbasis gender, pelanggaran di Papua, serta pembatasan kebebasan sipil. Hal positif yang saya dapatkan adalah semangat perjuangan masyarakat dan harapan bahwa langkah-langkah kecil dapat menjadi landasan untuk perbaikan di masa yang akan datang.

2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia!Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
Menurut analisis saya, demokrasi di Indonesia memiliki akar dalam nilai gotong royong dan musyawarah mufakat yang mencerminkan keberagaman masyarakat kita. Namun, praktik demokrasi saat ini terkadang melupakan prinsip tersebut, terutama karena adanya pengaruh politik modern yang cenderung individualis dan dapat atau selalu diperdebatkan. Jika nilai-nilai adat istiadat dipadukan dengan baik dalam demokrasi, Indonesia dapat menciptakan sistem yang lebih adil dan harmonis. Pendapat saya mengenai demokrasi yang berketuhanan yang maha esa yaitu pada dasarnya demokrasi di Indonesia tidaklah selalu berfokus pada kebebasan, tetapi juga harus memegang nilai moral dan etika beragama. Inilah yang menjadi pembeda dari demokrasi negara lain. Namun, menurut saya pelaksanaannya masih sering terhambat oleh politik agama yang justru dapat merusak nilai-nilai keadilan.

3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Belum sesuai, karena meski dasar hukumnya Pancasila dan UUD NRI 1945 sudah jelas menjunjung tinggi HAM, namun pada kenyataannya masih saja terdengar kasus yang berhubungan dengan pelanggaran HAM. Contohnya adalah pembatasan kebebasan berpendapat dan penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu yang terabaikan. Padahal Demokrasi yang sejati harus mampu melindungi hak semua warga tanpa diskriminasi.

5. Bagaimanakah sikap Anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Saya memandang hal ini sebagai pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat. Anggota parlemen seharusnya mewakili dan merealisasikan suara rakyat, bukan malah menjadi alat kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Karena sangat disayangkan mereka yang sudah dipilih oleh rakyat malah mengkhianati rakyat dan terkadang melaksanakan sesuatu yang tidak sesuai dengan janji mereka saat berkampanye. Oleh karena itu, saya berharap masyarakat harus lebih kritis dalam berpikir dan berani melawan jika terjadi ketidakadilan terhadap rakyat.

6. Bagaimanakah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi maupun agama, tega menggerakkan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas, dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Menurut pendapat saya, kekuasaan kharismatik yang disalahgunakan untuk memanipulasi rakyat itu sangat bertentangan dengan prinsip HAM dan demokrasi. Dalam era modern, setiap individu memiliki hak untuk berpikir dan membuat keputusan secara bebas tanpa tekanan dari figur atau otoritas tertentu. Demokrasi yang sehat harus memastikan bahwa kekuasaan tidak digunakan untuk menindas, melainkan untuk memberdayakan masyarakat.
Nama: Meilisa Mutiara Anggraini
NPM: 2416041054
Kelas: Reguler B
Prodi: Ilmu Administrasi Negara

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang dapat kamu ambil dari membaca artikel tersebut?
Artikel ini berisi informasi penting mengenai konflik di perbatasan antara Indonesia dan Timor-Leste yang menggambarkan kerumitan hubungan bilateral di daerah perbatasan. Hal yang baik tentang artikel ini adalah mengenai pentingnya penyelesaian permasalahan di perbatasan secara damai dan pentingnya memperkuat diplomasi antar-etnis untuk mencegah konflik serupa di masa yang akan datang. Artikel ini juga menyoroti pentingnya pendekatan yang kolaboratif antar negara untuk mengatasi permasalahan sosial-budaya masyarakat di perbatasan.

2. Bagaimanakah menurut pendapatmu dan apa yang terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Tanpa konsep wawasan nusantara yang menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan wilayah, maka negara Indonesia akan rentan terhadap konflik internal dan konflik eksternal yang akan berdampak pada kurangnya upaya perlindungan wilayah perbatasan sehingga menimbulkan konflik antar-daerah dan hilangnya jati diri bangsa. Sebagaimana dijelaskan dalam artikel tersebut, dalam konteks wilayah perbatasan hal ini dapat memperparah konflik, sehingga mengakibatkan hilangnya wilayah dan kemungkinan rusaknya hubungan antar masyarakat.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel diatas?
Wawasan Nusantara bertujuan untuk membangun cara pandang yang menyeluruh terhadap wilayah dan kedaulatan Indonesia. Sebagaimana dijelaskan dalam artikel tersebut, wawasan Indonesia dapat berperan dalam pencegahan konflik, meningkatkan hubungan sosial, dan dapat meningkatkan rasa cinta tanah air serta kesadaran akan pentingnya persatuan antar masyarakat termasuk yang tinggal di perbatasan.
Nama: Meilisa Mutiara Anggraini
NPM: 2416041054
Kelas: Reguler B
Prodi: Ilmu Administrasi Negara

Video tersebut membahas tentang geopolitik. Geopolitik adalah ilmu penyelenggaraan negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah-masalah geografi, wilayah atau tempat suatu bangsa. Geopolitik memiliki beberapa macam teori diantaranya yaitu:
1. Teori geopolitik Frederich Ratzel
2. Teori geopolitik Rudolf Kjellen
3. Teori geopolitik Karl Haushofer
4. Teori geopolitik Harford Mackinder, dan yang lainnya.

Teori geopolitik menyatakan bahwa pancasila sebagai pertimbangan dasar dalam menentukan politik nasional ketika dihadapkan pada kondisi dan kedudukan wilayah geografis Indonesia. Teori geopolitik pertama kali diperkenalkan oleh Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Geopolitik Indonesia memiliki prinsip yaitu tidak mementingkan wilayah, tetapi lebih kepada membangun kesatuan bangsa dalam satu wilayah.

Konsep wawasan nusantara sebagai geopolitik Indonesia:
Wawasan nusantara adalah wawasan nasional yang bersumber dari pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia. Hakikatnya wawasan nusantara adalah kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah Indonesia.

Bangsa Indonesia memiliki beberapa cara pandang yaitu perwujudan kepulauan dimana nusantara sebagai suatu kesatuan politik, ekonomi, sosial-budaya, serta pertahanan keamanan.

Video ini juga membahas tentang kehidupan bernegara dalam konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah tercantum dalam pasal 1 ayat 1 Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia yang isinya: "Negara Indonesia ialah negara kesatuan yang berbentuk Republik."
Sebagai Negara Kesatuan, Indonesia memiliki kesatuan wilayah yang mencakup:
1. Kesatuan politik.
2. Kesatuan hukum.
3. Kesatuan sosial-budaya.
4. Kesatuan pertahanan dan keamanan.