གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Martsha Afifah Putri _2451011017

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum Menjawab Artikel

Martsha Afifah Putri _2451011017 གིས-
Nama : Martsha Afifah Putri
NPM : 2451011017

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat pagi Bapak Roy dan teman-teman semua. Mohon izin untuk memberi tanggapan terkait artikel yang bapak berikan.

Artikel yang berjudul "Fungsi Filsafat Pancasila dalam Ilmu Pendidikan di Indonesia" membahas tentang pentingnya Pancasila sebagai fondasi filosofis dalam pengembangan ilmu pendidikan di Indonesia. Berdasarkan isi artikel tersebut, berikut tanggapan terkait permasalahan dan hasil penelitiannya:

Permasalahan

Artikel menggarisbawahi bahwa meskipun Pancasila telah ditetapkan sebagai dasar negara dan nilai-nilai utama dalam sistem pendidikan, masih ada berbagai tantangan yang dihadapi. Tantangan utama adalah belum idealnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan dalam sistem pendidikan itu sendiri. Hal ini terlihat dari beberapa masalah sosial, seperti meningkatnya kenakalan remaja, etos kolektif yang merosot, hingga masalah korupsi dan oligarki. Artikel juga menyebutkan bahwa peran pendidik dalam menyerap nilai Pancasila secara menyeluruh masih kurang, terutama dalam bidang studi di luar Pancasila, sehingga nilai-nilai Pancasila belum terinternalisasi secara luas di seluruh bidang pendidikan.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian dalam artikel menunjukkan bahwa filsafat pendidikan Pancasila perlu dijadikan landasan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan, baik dari segi teoritis maupun praktis. Filsafat ini dianggap sebagai "ruh" yang mampu memberikan identitas dan keunikan pada pendidikan di Indonesia, yang didasari nilai-nilai Pancasila. Dengan mengadopsi pendekatan pendidikan yang didasari oleh Pancasila, diharapkan akan muncul generasi yang memiliki karakter, etika, dan moral yang kuat, sesuai dengan cita-cita bangsa.

Penelitian ini merekomendasikan bahwa sistem pendidikan berbasis Pancasila harus melibatkan lebih banyak aspek kurikulum formal dan tersembunyi (hidden curriculum) agar dapat lebih efektif dalam membentuk karakter siswa. Penggunaan kurikulum tersembunyi, seperti menginternalisasi nilai-nilai melalui interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah, dianggap dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap pembentukan karakter generasi muda.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, artikel menekankan pentingnya peran Pancasila dalam ilmu pendidikan sebagai landasan untuk memperkuat integritas bangsa. Dengan sistem pendidikan yang berlandaskan Pancasila, diharapkan dapat membangun karakter dan identitas bangsa yang kuat, sehingga pendidikan bukan hanya sebagai sarana untuk pengetahuan akademik, tetapi juga sebagai medium untuk menanamkan nilai-nilai yang penting bagi kehidupan sosial dan berbangsa.

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum Jawab pertanyaan

Martsha Afifah Putri _2451011017 གིས-
Nama : Martsha Afifah Putri
NPM : 2451011017

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi Bapak Roy dan teman-teman. Mohon izin untuk menjawab pertanyaan yang bapak berikan terkait materi yang sudah diberikan.

Pancasila menjadi filsafat negara yang terus dipelajari hingga perguruan tinggi karena ia berfungsi sebagai landasan nilai, moral, dan ideologi yang membentuk jati diri bangsa Indonesia. Di perguruan tinggi, generasi muda belajar Pancasila untuk memperkuat pemahaman mereka akan identitas nasional serta tanggung jawab mereka sebagai warga negara yang beretika. Di era globalisasi, Pancasila menjadi penangkal terhadap pengaruh negatif dari luar yang tidak sesuai dengan nilai bangsa, sehingga tetap relevan dan perlu dipahami secara mendalam.

Pancasila sebagai filsafat negara sangat penting karena menjadi fondasi nilai dan ideologi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Lima sila dalam Pancasila merangkum prinsip-prinsip dasar yang menuntun warga negara untuk hidup dalam kerukunan, keadilan, dan demokrasi, serta menjaga kemanusiaan dan kesejahteraan bersama.

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum diskusi

Martsha Afifah Putri _2451011017 གིས-
Nama : Martsha Afifah Putri
NPM : 2451011017

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Pak Roy. Saya izin menjelaskan isi materi dan permasalahan pada artikel pertemuan 9

Artikel ini membahas tentang dinamika dan tantangan pendidikan Pancasila di era globalisasi. Pancasila bukan hanya sekadar ideologi negara, tetapi juga merupakan identitas nasional yang harus diinternalisasi melalui pendidikan. Tujuannya adalah membentuk warga negara yang adil, bertanggung jawab, dan berkarakter sesuai nilai-nilai Pancasila. Pendidikan ini menekankan pada aspek kognitif, afektif, dan perilaku, sehingga generasi muda dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, pendidikan Pancasila menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah perubahan kurikulum yang harus terus disesuaikan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Selain itu, Indonesia yang kaya akan keragaman budaya, agama, dan suku menuntut pendidikan Pancasila untuk mampu merangkul perbedaan tersebut dan memperkuat toleransi serta persatuan. Di era digital, teknologi juga membawa tantangan baru, seperti risiko disinformasi dan radikalisme. Oleh karena itu, literasi digital yang bijak perlu diajarkan agar siswa dapat menerima informasi dengan benar.

Masalah lain muncul dari implementasi kurikulum yang tidak merata di berbagai sekolah. Beberapa sekolah mengalami kendala dalam menyampaikan nilai-nilai Pancasila secara efektif, terutama di daerah terpencil yang kekurangan sumber daya dan akses literatur. Selain itu, kualitas guru juga menjadi perhatian, karena pengajar harus memiliki kompetensi yang memadai untuk menyampaikan materi Pancasila dengan cara inspiratif. Tantangan besar lainnya adalah apatisme generasi muda terhadap Pancasila. Sikap ini memerlukan pendekatan yang kreatif dan relevan agar Pancasila tidak hanya dipandang sebagai kewajiban formal, tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan mereka.

Untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut, artikel ini merekomendasikan beberapa solusi. Peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan sangat penting agar mereka dapat mengajarkan nilai-nilai Pancasila dengan lebih efektif. Kurikulum juga harus inklusif dan interaktif, dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai mata pelajaran serta memanfaatkan teknologi digital untuk menarik minat siswa. Di samping itu, kolaborasi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah diperlukan agar pendidikan Pancasila dapat diterapkan dengan lebih optimal.

Terakhir, pendidikan Pancasila harus terus dievaluasi dan direfleksikan untuk memastikan relevansinya dalam menghadapi perubahan sosial, ekonomi, dan budaya. Dengan dukungan dari semua pihak dan pendekatan yang holistik, generasi muda Indonesia diharapkan mampu memahami, menghayati, dan mempraktikkan nilai-nilai Pancasila. Hal ini penting agar mereka siap menghadapi tantangan global, menjaga persatuan, dan berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa yang berkeadilan dan bermartabat.

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum Diskusi

Martsha Afifah Putri _2451011017 གིས-
Nama : Martsha Afifah Putri
NPM : 2451011017

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi Bapak Roy dan teman teman semua. Saya Izin memberi tanggapan terkait video dan materi

Pancasila dipandang sebagai produk filsafat karena berfungsi sebagai pandangan hidup dan pedoman praktis. Pancasila sebagai sistem filsafat menawarkan wawasan yang berbeda dari aliran filsafat lain seperti materialisme atau liberalisme. Dengan lima sila yang saling terkait, Pancasila mencakup hubungan manusia dengan Tuhan, dirinya sendiri, sesama, bangsa, dan negara.

Pendekatan deduktif dan induktif digunakan untuk memahami Pancasila, deduktif menekankan analisis sistematis tiap sila, sedangkan induktif melihat maknanya dari fenomena sosial budaya. Pendekatan filsafat dalam Pancasila menggabungkan aspek ontologi (hakikat nilai), epistemologi (sumber pengetahuan), dan aksiologi (nilai-nilai praktis).

Sebagai filsafat, Pancasila mencerminkan realitas budaya bangsa, sekaligus memberikan arah untuk mewujudkan kehidupan bernegara yang adil dan harmonis.