Kiriman dibuat oleh Suci Tri Wahyuni 2313031012

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Suci Tri Wahyuni 2313031012 -
Nama: Suci Tri Wahyuni
Npm: 2313031012
Kelas: A

BAB 1 — Konsep Penelitian Ilmiah dan Langkah-Langkah Serta Prosedur Penelitian

Bab ini menjelaskan pengertian penelitian ilmiah, tujuan penelitian, jenis metode penelitian, langkah-langkah penelitian, serta manfaat dan prosedur penelitian.

1. Pengertian Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah adalah kegiatan meneliti yang dilakukan dengan metode ilmiah, yaitu proses berpikir kritis, rasional, empiris, dan sistematis untuk memecahkan masalah berdasarkan fakta dan data yang dapat diukur.

Penelitian ilmiah dilakukan untuk:
• memperoleh pengetahuan baru,
• menguji teori yang ada,
• memecahkan masalah dalam kehidupan nyata.

Metode ilmiah yang digunakan disebut penelitian ilmiah.

2. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian secara umum:
• mencari pemahaman dan kebenaran ilmiah,
• menghasilkan solusi terhadap suatu masalah,
• memberikan manfaat praktis bagi masyarakat atau lembaga,
• mengembangkan ilmu pengetahuan.

3. Jenis-Jenis Metode dalam Penelitian
Penelitian ilmiah dapat dilakukan dengan berbagai metode sesuai masalah yang diteliti, antara lain:
• Metode survei
• Penelitian deskriptif
• Penelitian evaluasi
• Penelitian kualitatif
• Penelitian eksperimen
• Studi kasus

Pemilihan metode tergantung tujuan penelitian dan bentuk masalah yang diteliti.

4. Langkah-Langkah Penelitian Ilmiah
Penelitian ilmiah memiliki proses yang sistematis agar hasil yang diperoleh akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Secara umum langkah penelitian meliputi:
1. Menemukan dan merumuskan masalah
2. Mengkaji teori atau kajian pustaka
3. Menyusun tujuan dan manfaat penelitian
4. Membuat hipotesis (jika diperlukan)
5. Menentukan desain penelitian
6. Menentukan populasi, sampel, dan teknik sampling
7. Menentukan instrumen penelitian
8. Mengumpulkan data
9. Menganalisis data
10. Menarik kesimpulan dan menulis laporan

Penelitian harus dilakukan secara sabar, teliti, dan tidak tergesa-gesa karena hasil penelitian harus dapat dibuktikan dan diuji ulang.

5. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian dapat berupa:

• Manfaat teoritis: memperkaya khazanah ilmu pengetahuan
• Manfaat praktis: membantu menyelesaikan masalah nyata di lapangan (misalnya di sekolah, pemerintah, lembaga, masyarakat)

Manfaat penelitian membantu memperkuat alasan pentingnya kegiatan penelitian dilakukan.

Kesimpulan Bab 1

Bab 1 menekankan bahwa penelitian ilmiah adalah kegiatan pemecahan masalah yang dilakukan menggunakan metode ilmiah yang sistematis, rasional, dan empiris. Penelitian harus mengikuti langkah-langkah yang runtut agar hasilnya valid, akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Suci Tri Wahyuni 2313031012 -
Nama : Suci Tri Wahyuni
Npm : 2313031012
Kelas : A

BAB 4 — Teknik Sampling, Desain Penelitian, Instrumen Penelitian dan Persyaratannya

Bab ini menjelaskan tiga komponen penting dalam metodologi penelitian, yaitu teknik sampling, desain penelitian, dan instrumen penelitian — yang semuanya harus direncanakan secara tepat untuk menghasilkan penelitian yang ilmiah, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.

1. Teknik Sampling
Teknik sampling adalah cara pengambilan sampel untuk menentukan bagian populasi yang akan diteliti. Pemilihan sampel harus dilakukan secara hati-hati agar sampel dapat merepresentasikan populasi dengan baik.
Teknik sampling dibagi menjadi dua kelompok besar:
• Probability Sampling (acak): Simple random sampling, proportionate stratified random, disproportionate stratified random, area/cluster sampling.

• Non-Probability Sampling (non-acak): sistematis, kuota, aksidental, purposive sampling, sistem jenuh, snowball sampling.

Probability sampling memberi peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk menjadi sampel, sedangkan non-probability sampling tidak memberi peluang yang sama bagi semua anggota populasi.

2. Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan kerangka atau rencana dasar yang menjadi pedoman dalam proses pengumpulan dan analisis data. Desain penelitian menentukan:
• Jenis informasi yang dikumpulkan
• Sumber data
• Prosedur pengumpulan data
• Cara penarikan sampel

Unsur pokok dalam desain penelitian meliputi:
1. Judul penelitian
2. Latar belakang masalah
3. Tujuan dan hipotesis
4. Kerangka dasar penelitian
5. Teknik penarikan sampel
Tanpa desain yang matang peneliti berisiko turun ke lapangan tanpa arah yang jelas.

3. Instrumen Penelitian dan Persyaratannya
Instrumen penelitian adalah alat bantu untuk mengumpulkan dan mengukur data tentang variabel penelitian. Instrumen dapat berupa tes maupun non-tes (angket, wawancara, dokumentasi, dll).

Sebuah instrumen yang baik harus memenuhi tiga syarat utama:

Syarat : Validitas, Reliabilitas, Praktikabilitas
Penjelasan : Mengukur apa yang seharusnya diukur, Konsisten jika digunakan berulang kali, Mudah digunakan, ekonomis, dan hasilnya dapat ditafsirkan dengan tepat.

Hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun instrumen antara lain:
• Variabel & indikator jelas
• Mengetahui sumber data
• Keterampilan instrumen dalam mengumpulkan data
• Jenis data yang diperoleh harus jelas
• Instrumen mudah digunakan

Kesimpulan Bab 4

Bab ini menegaskan bahwa keberhasilan penelitian dipengaruhi oleh:
1. Teknik sampling yang tepat
2. Desain penelitian yang sistematis
3. Instrumen penelitian yang valid, reliabel, dan praktis

Ketiga komponen ini harus saling mendukung agar data yang dikumpulkan akurat dan representatif, sehingga hasil penelitian valid, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

ASP A2025 -> Diskusi

oleh Suci Tri Wahyuni 2313031012 -
Nama: Suci Tri Wahyuni
Npm: 2313031012

Langkah-langkah dalam mengembangkan laporan audit kinerja sektor publik secara sistematis :
1. Perencanaan Audit
• Menentukan tujuan dan ruang lingkup audit (misalnya efisiensi, efektivitas, atau ekonomis suatu program).
• Mengidentifikasi risiko, sumber daya, dan kriteria kinerja yang akan digunakan.
• Menyusun rencana kerja audit (audit plan) dan menetapkan jadwal pemeriksaan.

2. Pelaksanaan Audit (Pengumpulan Data)
• Melakukan pengumpulan bukti melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen.
• Menggunakan teknik evaluasi kinerja, seperti analisis input-output, indikator kinerja, dan perbandingan dengan standar.
• Mengidentifikasi temuan audit, baik berupa kelemahan sistem, ketidakefisienan, maupun hasil yang tidak sesuai target.

3. Analisis dan Evaluasi
• Menganalisis data yang diperoleh untuk menentukan penyebab dan dampak dari temuan.
• Menilai apakah program telah dilaksanakan secara ekonomis, efisien, dan efektif (3E – Economy, Efficiency, Effectiveness).
• Membandingkan hasil aktual dengan rencana atau standar kinerja.

4. Penyusunan Laporan Audit
° Menyusun laporan yang berisi:
• Tujuan dan lingkup audit
• Metodologi yang digunakan
• Temuan dan analisis
• Kesimpulan dan rekomendasi perbaikan
° Laporan harus jelas, objektif, dan mudah dipahami oleh pihak yang diaudit maupun publik.

5. Penyampaian dan Tindak Lanjut
• Menyampaikan laporan audit kepada pimpinan lembaga, DPR/DPRD, atau instansi terkait.
• Memantau tindak lanjut rekomendasi audit agar perbaikan benar-benar dilaksanakan.

Kesimpulan:
Langkah-langkah pengembangan laporan audit kinerja sektor publik meliputi perencanaan, pelaksanaan, analisis, penyusunan laporan, dan tindak lanjut. Proses ini bertujuan memastikan program pemerintah berjalan sesuai prinsip value for money dan meningkatkan akuntabilitas publik.

ASP A2025 -> Proses Audit Kinerja

oleh Suci Tri Wahyuni 2313031012 -
Nama: Suci Tri Wahyuni
Npm: 2313031012

Langkah-langkah dalam mengembangkan laporan audit kinerja sektor publik secara sistematis :
1. Perencanaan Audit
• Menentukan tujuan dan ruang lingkup audit (misalnya efisiensi, efektivitas, atau ekonomis suatu program).
• Mengidentifikasi risiko, sumber daya, dan kriteria kinerja yang akan digunakan.
• Menyusun rencana kerja audit (audit plan) dan menetapkan jadwal pemeriksaan.

2. Pelaksanaan Audit (Pengumpulan Data)
• Melakukan pengumpulan bukti melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen.
• Menggunakan teknik evaluasi kinerja, seperti analisis input-output, indikator kinerja, dan perbandingan dengan standar.
• Mengidentifikasi temuan audit, baik berupa kelemahan sistem, ketidakefisienan, maupun hasil yang tidak sesuai target.

3. Analisis dan Evaluasi
• Menganalisis data yang diperoleh untuk menentukan penyebab dan dampak dari temuan.
• Menilai apakah program telah dilaksanakan secara ekonomis, efisien, dan efektif (3E – Economy, Efficiency, Effectiveness).
• Membandingkan hasil aktual dengan rencana atau standar kinerja.

4. Penyusunan Laporan Audit
° Menyusun laporan yang berisi:
• Tujuan dan lingkup audit
• Metodologi yang digunakan
• Temuan dan analisis
• Kesimpulan dan rekomendasi perbaikan
° Laporan harus jelas, objektif, dan mudah dipahami oleh pihak yang diaudit maupun publik.

5. Penyampaian dan Tindak Lanjut
• Menyampaikan laporan audit kepada pimpinan lembaga, DPR/DPRD, atau instansi terkait.
• Memantau tindak lanjut rekomendasi audit agar perbaikan benar-benar dilaksanakan.

Kesimpulan:
Langkah-langkah pengembangan laporan audit kinerja sektor publik meliputi perencanaan, pelaksanaan, analisis, penyusunan laporan, dan tindak lanjut. Proses ini bertujuan memastikan program pemerintah berjalan sesuai prinsip value for money dan meningkatkan akuntabilitas publik.