Dalam teori mimetik, objektif, pragmatik, dan ekspresif, yang memiliki kekhasan masing-masing. Saya akan memilih dan berfokus kepada teori pragmatik. Mengapa demikian?
seperti yang kita ketahui teori pragmatik sendiri merupakan pendekatan yang melihat karya sastra sebagai media untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca. Tujuan tersebut dapat berupa tujuan yang ada kaitannya dengan pendidikan, moral, politik, agama, ataupun tujuan yang lain.
Secara singkatnya pragmatik ini berfokus kepada karya sebagai sesuatu yang dirancang untuk menghasilkan respons emosional dan moral tertentu terhadap pembaca.
Wahyudi (2008:190) menyatakan bahwa pendekatan pragmatik merupakan kajian sastra yang
membahas secara nyata tentang peranan pembaca dalam menerima, memahami, dan menghayati karya sastra. Karya sastra yang hadir di hadapan pembaca akan memiliki daya komunikasi yang ditimbulkan oleh isi yang disampaikan melalui bahasa. Pembaca karya sastra yang memilki latar belakang kemampuan berbeda-beda dapat menangkap kesan, makna, dan manfaat dari isi karya sastra tersebut.
Teori pragmatik melibatkan pemahaman tentang konteks dan maksud penggunaan bahasa dalam karya sastra. Hal ini mencakup tentang bagaimana karakter berkomunikasi, dan bagaimana pembaca menafsirkan dialog. Pragmatik juga dapat membantu memahami bagaimana karakter berinteraksi, bagaimana konflik berkembang, dan pesan moral yang disampaikan kepada pembaca melalui narasi dan dialog. Contohnya, melalui teori pragmatik, kita dapat mempelajari bagaimana penggunaan bahasa dan karakter yang dapat mengungkapkan status sosial, emosi, atau tujuan mereka.
seperti yang kita ketahui teori pragmatik sendiri merupakan pendekatan yang melihat karya sastra sebagai media untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca. Tujuan tersebut dapat berupa tujuan yang ada kaitannya dengan pendidikan, moral, politik, agama, ataupun tujuan yang lain.
Secara singkatnya pragmatik ini berfokus kepada karya sebagai sesuatu yang dirancang untuk menghasilkan respons emosional dan moral tertentu terhadap pembaca.
Wahyudi (2008:190) menyatakan bahwa pendekatan pragmatik merupakan kajian sastra yang
membahas secara nyata tentang peranan pembaca dalam menerima, memahami, dan menghayati karya sastra. Karya sastra yang hadir di hadapan pembaca akan memiliki daya komunikasi yang ditimbulkan oleh isi yang disampaikan melalui bahasa. Pembaca karya sastra yang memilki latar belakang kemampuan berbeda-beda dapat menangkap kesan, makna, dan manfaat dari isi karya sastra tersebut.
Teori pragmatik melibatkan pemahaman tentang konteks dan maksud penggunaan bahasa dalam karya sastra. Hal ini mencakup tentang bagaimana karakter berkomunikasi, dan bagaimana pembaca menafsirkan dialog. Pragmatik juga dapat membantu memahami bagaimana karakter berinteraksi, bagaimana konflik berkembang, dan pesan moral yang disampaikan kepada pembaca melalui narasi dan dialog. Contohnya, melalui teori pragmatik, kita dapat mempelajari bagaimana penggunaan bahasa dan karakter yang dapat mengungkapkan status sosial, emosi, atau tujuan mereka.