Posts made by Intan Fadillah

PBSI TSM A 2023-2024 -> DISKUSI VI -> Diskusi VI -> Re: Diskusi VI

by Intan Fadillah -
Nama : Intan Fadillah
NPM : 2313041025
Kelas : 2A

Perbedaan teori Sigmund Freud dan Jung. Sigmund Freud berbicara tentang id, ego, dan superego. Sedangkan Jung berbicara tentang mimpi yang dikaitkan dengan sifat religius dan gen dari nenek moyang. Freud berfokus pada tingkah laku. Sedangkan Jung tidak meletakkan pandangan determinisik dan dipengaruhi oleh artetip. Sigmun Freud menjelaskan bahwa ego ada hadir untuk memisahkan id, dan superego menjadi penengah untuk menjembatani atau memberikan keseimbangan antara id dan superego. Sedangkan Jung berfokus pada mimpi dan khayalan. Menurutnya, dari mimpi kita bisa menelisik. Untuk menjadi diri sendiri kita harus menjadi orang lain.

PBSI TSM A 2023-2024 -> DISKUSI III -> DISKUSI III -> Re: DISKUSI III

by Intan Fadillah -
Nama: Intan Fadillah
NPM: 2313041025


Ketika saya sebagai mahasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan skripsi dengan bidang sastra, maka dari keempat pendekatan yang telah Abrams kemukakan, saya akan membedah sebuah karya sastra secara maksimal dengan memilih menggunakan pendekatan ekspresif. Kenapa saya memilih menggunakan pendekatan ekspresif untuk menjadikan pisau bedah sebuah sastra? karena menurut saya pendekatan ini secara tidak langsung dapat menjawab asumsi yang ditimbulkan pembaca ketika sedang membaca novel ataupun puisi dengan memberikan jawaban dari penulis atau pengarang langsung terkait dengan maksud dari sebuah kejadian yang dialami tokoh tersebut apakah sama atau memiliki hubungan dengan keadaan yang dialami dari penulis. Membedah sebuah karya sastra (novel atau puisi) menggunakan pendekatan ekspresif dengan berfokus pada penulis atau pengarang dengan cara mewawancarai penulis atau pengarang. Seperti menanyakan secara langsung pesan apa yang hendak penulis atau pengarang sampaikan lalu, seperti apa yang mendasari karya sastra (novel atau puisi) tersebut di tulis.

Alasan lain mengapa saya memilih menggunakan pendekatan ekspresif karena dengan pendekatan ini saya bisa menelisik lebih dalam tentang bagaimana seorang pengarang atau penulis menuangkan pengalamannya ke dalam karya sastra serta perasaan, emosi, atau keadaan psikologis si pengarang yang tercermin dalam karyanya. Seperti yang kita ketahui bahwa teori ekspresif menekankan pada ekspresi atau ungkapan perasaan, pemikiran, dan pengalaman pribadi pengarang yang tertuang dalam karyanya.

Namun, perlu diperhatikan bahwa membedah sebuah karya sastra menggunakan pendekatan ekspresif harus memperhatikan jenis dari karya sastra tersebut. Serta memperhatikan kondisi, apakah karya sastra tersebut layak untuk dibedah menggunakan pendekatan ekspresif ini.
Izin menjawab Pak, saya Intan Fadillah (2313041025). Menurut saya:

1. Kualitas dalam sastra mengacu pada keunggulan atau keistimewaan serta nilai pada suatu karya sastra. Ketika seorang penulis berhasil menuangkan imajinasinya kedalam sebuah karya sastra dengan rangkaian kalimat yang menyentuh jiwa seorang pembaca, maka kualitas sastra tersebut telah tercapai. Namun perlu diingat, bahwa dalam mendefinisikan kualitas dalam sastra berbeda dengan sudut pandang dari pembaca.

2. Hubungan karya sastra dengan penulis memiliki ikatan yang erat, sebab dengan kemampuan serta imajinasi dari penulis atau pengalaman dari sang penulis sehingga terlahir lah sebuah karya sastra. Penulis merupakan subjek yang melahirkan karya berupa hasil tiruan atau gambaran dari kenyataan (mimesi).

3. Peran pembaca dalam sastra adalah untuk mengkritik sebuah karya sastra serta menilai apakah karya tersebut menarik atau tidak. Selain itu, dengan adanya pembaca dalam dunia sastra dapat memberikan perkembangan baik dalam produksi karya sastra ataupun segi keilmuannya.

4. Status yang diberikan pada media teks adalah sebagai media untuk menyampaikan pendapat serta sebagai seni verbal yang diberikan agar dapat memberikan kesan estetis dan hiburan.