Nama: Najwa Ayudia Aura Rachim
NPM: 2313031027
Kelas: A
1. Teknik Sampling
Teknik sampling adalah cara peneliti mengambil sebagian anggota populasi untuk dijadikan sampel. Bab ini menegaskan bahwa penelitian tidak selalu harus memakai seluruh populasi, sehingga pemilihan teknik sampling yang tepat menjadi krusial. Tujuan Teknik Sampling yaitu menghasilkan sampel yang mampu mewakili populasi. Dan emungkinkan generalisasi hasil penelitian. Pembagian Umum Teknik Sampling dibagi menjadi dua kelompok besar:
A. Probability Sampling (Acak)
Setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih.
Jenis-jenisnya:
1. Simple Random Sampling – pengambilan sampel secara acak sederhana.
2. Stratified Random Sampling – populasi dibagi dalam strata lalu diambil sampelnya.
3. Area Sampling – pengambilan sampel berdasarkan wilayah.
4. Systematic Sampling – sampel dipilih dengan interval tertentu.
B. Non-Probability Sampling (Tidak Acak)
Tidak semua anggota populasi memiliki peluang yang sama.
Jenis-jenisnya:
1. Purposive Sampling – berdasarkan pertimbangan tertentu.
2. Snowball Sampling – sampel berkembang melalui referensi.
3. Accidental/Incidental Sampling – siapa saja yang ditemui.
4. Quota Sampling – berdasarkan proporsi tertentu.
5. Sampling Jenuh – seluruh populasi dijadikan sampel jika jumlahnya kecil.
2. Desain Penelitian (Research Design)
Desain penelitian merupakan kerangka dasar, rencana, atau strategi yang digunakan peneliti sebagai pedoman dalam proses pengumpulan data dan analisis. Desain penelitian membantu memastikan bahwa penelitian berjalan teratur dan sesuai tujuan. Serta Kerangka kerja yang menetapkan data apa yang dikumpulkan, bagaimana cara mengumpulkannya, dan bagaimana menganalisisnya dan juga Rencana strategis untuk menjawab tujuan atau hipotesis penelitian.
Unsur Pokok Desain Penelitian
1. Judul penelitian
2. Latar belakang masalah
3. Tujuan dan hipotesis
4. Kerangka dasar penelitian
5. Penarikan sampel
bahwa banyak peneliti turun ke lapangan tanpa desain yang baik sehingga hasilnya tidak sistematis. Desain penelitian membantu mengatasi hal tersebut.
3. Instrumen Penelitian dan Persyaratannya
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan peneliti untuk mengukur variabel, merekam data, atau mengumpulkan informasi. Instrumen dapat berupa tes, angket/kuesioner, pedoman wawancara, observasi, maupun dokumentasi. Instrumen adalah alat untuk mengukur objek ukur, engumpulkan data secara sistematis dan mendapatkan informasi kuantitatif dari suatu variable. Menurut Arikunto dan Suryabrata, instrumen harus mampu mencatat data secara objektif dan sistematis.
Macam-Macam Instrumen
• Tes (hasil belajar, IQ, kemampuan)
• Non-tes (observasi, wawancara, angket, dokumentasi)
Instrumen yang baik harus memenuhi tiga syarat utama:
1. Validitas
Mengukur apa yang seharusnya diukur. Jenis validitas:
• Isi
• Konstruksi
• Empiris
2. Reliabilitas
Konsistensi alat ukur jika digunakan berulang kali. Metode pengujiannya:
• Test-retest
• Konsistensi internal
3. Praktikabilitas (Usability)
Instrumen harus:
• Ekonomis (waktu & biaya)
• Mudah digunakan
• Hasilnya mudah diinterpretasikan
Jadi dalam bab 4 menekankan Pentingnya menentukan teknik sampling untuk memperoleh sampel yang representative, Desain penelitian adalah strategi yang membantu peneliti mencapai tujuan dan menjawab hipotesis dan Instrumen penelitian harus valid, reliabel, dan praktis agar mampu menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Bab ini memberikan landasan penting sebelum melangkah ke tahap berikutnya, yaitu menentukan populasi dan sampel secara lebih detail
NPM: 2313031027
Kelas: A
1. Teknik Sampling
Teknik sampling adalah cara peneliti mengambil sebagian anggota populasi untuk dijadikan sampel. Bab ini menegaskan bahwa penelitian tidak selalu harus memakai seluruh populasi, sehingga pemilihan teknik sampling yang tepat menjadi krusial. Tujuan Teknik Sampling yaitu menghasilkan sampel yang mampu mewakili populasi. Dan emungkinkan generalisasi hasil penelitian. Pembagian Umum Teknik Sampling dibagi menjadi dua kelompok besar:
A. Probability Sampling (Acak)
Setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih.
Jenis-jenisnya:
1. Simple Random Sampling – pengambilan sampel secara acak sederhana.
2. Stratified Random Sampling – populasi dibagi dalam strata lalu diambil sampelnya.
3. Area Sampling – pengambilan sampel berdasarkan wilayah.
4. Systematic Sampling – sampel dipilih dengan interval tertentu.
B. Non-Probability Sampling (Tidak Acak)
Tidak semua anggota populasi memiliki peluang yang sama.
Jenis-jenisnya:
1. Purposive Sampling – berdasarkan pertimbangan tertentu.
2. Snowball Sampling – sampel berkembang melalui referensi.
3. Accidental/Incidental Sampling – siapa saja yang ditemui.
4. Quota Sampling – berdasarkan proporsi tertentu.
5. Sampling Jenuh – seluruh populasi dijadikan sampel jika jumlahnya kecil.
2. Desain Penelitian (Research Design)
Desain penelitian merupakan kerangka dasar, rencana, atau strategi yang digunakan peneliti sebagai pedoman dalam proses pengumpulan data dan analisis. Desain penelitian membantu memastikan bahwa penelitian berjalan teratur dan sesuai tujuan. Serta Kerangka kerja yang menetapkan data apa yang dikumpulkan, bagaimana cara mengumpulkannya, dan bagaimana menganalisisnya dan juga Rencana strategis untuk menjawab tujuan atau hipotesis penelitian.
Unsur Pokok Desain Penelitian
1. Judul penelitian
2. Latar belakang masalah
3. Tujuan dan hipotesis
4. Kerangka dasar penelitian
5. Penarikan sampel
bahwa banyak peneliti turun ke lapangan tanpa desain yang baik sehingga hasilnya tidak sistematis. Desain penelitian membantu mengatasi hal tersebut.
3. Instrumen Penelitian dan Persyaratannya
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan peneliti untuk mengukur variabel, merekam data, atau mengumpulkan informasi. Instrumen dapat berupa tes, angket/kuesioner, pedoman wawancara, observasi, maupun dokumentasi. Instrumen adalah alat untuk mengukur objek ukur, engumpulkan data secara sistematis dan mendapatkan informasi kuantitatif dari suatu variable. Menurut Arikunto dan Suryabrata, instrumen harus mampu mencatat data secara objektif dan sistematis.
Macam-Macam Instrumen
• Tes (hasil belajar, IQ, kemampuan)
• Non-tes (observasi, wawancara, angket, dokumentasi)
Instrumen yang baik harus memenuhi tiga syarat utama:
1. Validitas
Mengukur apa yang seharusnya diukur. Jenis validitas:
• Isi
• Konstruksi
• Empiris
2. Reliabilitas
Konsistensi alat ukur jika digunakan berulang kali. Metode pengujiannya:
• Test-retest
• Konsistensi internal
3. Praktikabilitas (Usability)
Instrumen harus:
• Ekonomis (waktu & biaya)
• Mudah digunakan
• Hasilnya mudah diinterpretasikan
Jadi dalam bab 4 menekankan Pentingnya menentukan teknik sampling untuk memperoleh sampel yang representative, Desain penelitian adalah strategi yang membantu peneliti mencapai tujuan dan menjawab hipotesis dan Instrumen penelitian harus valid, reliabel, dan praktis agar mampu menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Bab ini memberikan landasan penting sebelum melangkah ke tahap berikutnya, yaitu menentukan populasi dan sampel secara lebih detail