Kiriman dibuat oleh Tria Meilisma

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Tria Meilisma -

Nama: Tria Meilisma

NPM: 2313031029

A.    Teknik Sampling

Salah satu fase penting dalam penelitian pada umumnya adalah fase penerapan metode berpikir induktif, yaitu mengadakan observasi untuk kemudian menyimpulkan sesuatu tentang populasi dari hasil observasi yang sifatnya terbatas tersebut (Hyde, 2000). Medium inferensi ini adalah teknik sampling. Jelasnya peneliti membuat inferensi tentang karakteristik populasi berdasarkan informasi tentang karakteristik sampel (cuplikan) yang di observasinya.

B.    Macam-Macam Teknik Sampling

1.     Sampel Acak

a.      Pengambilan Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling)

b.     Pengambilan Sampel Acak Sistematis (Systematic Random Sampling)

c.      Pengambilan Sampel Acak Berstrata (Stratified Random Sampling)

d.     Pengambilan Sampel Acak Berdasar Area (Cluster Random Sampling)

e.      Area Sampling atau sampel wilayah Bertingkat (Multi Stage Sampling)

2.     Sampel Tidak Acak

a.      Purposive Sampling

b.     Snowball Sampling

c.      Accidental Sampling

d.     Quota Sampling

e.      Teknik Sampel Jenuh

f.      Sampling Sistematis atau Systematic Sampling

C.    Desain Penelitian

Desain penelitian (research design) merupakan kerangka atau rencana dasar (frame work) yang membimbing pengumpulan data dan tahapan analisis dari proyek riset dan merupakan kerangka kerja yang menetapkan jenis informasi yang harus dikumpulkan, sumber data, dan prosedur pengumpulan data” (Widayat, 2004: 34).

D.    Instrumen Penelitian dan Persyaratannya

Instrumen penelitian dapat diartikan sebagai alat untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menyajikan datadata secara sistematis serta objektif dengan tujuan memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis (Anderson, 2005). Jadi semua alat yang bisa mendukung suatu penelitian bisa disebut instrumen penelitian atau instrumen pengumpulan data.

E.    Bentuk - Bentuk Instrumen Penelitian

1.     Bentuk Instrumen Tes

2.     Bentuk Instrumen Angket atau Kuesioner

3.     Bentuk Instrumen Interview

4.     Bentuk Instrumen Observasi

5.     Bentuk Instrumen Skala Bertingkat atau Rating Scale

6.     Bentuk Instrumen Dokumentasi

Nama: Tria Meilisma
NPM: 2313031029

Populasi adalah merupakan generalisasi yang terdiri dari objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang,tetapi juga benda -benda alam yang lain.populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh objek atau subjek itu.

Populasi dapat di bedakan berikut ini

1.     Populasi terbatas atau populasi terhingga,yakni populasi yang memiliki  batas kuantitatif secara jelas karena memiliki karakteristik yang terbatas.

2.     Populasi tak terbatas atau populasi tak terhingga yakni populasi yang tidak dapat ditemukan batas-batasnya,sehingga tidak dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah secra kuantitatif.

Populasi dapat dibedakan ke dalam hal berikut ini

1. populasi teoritis yakni sejumlah populasi yang bats-batasnya ditetapkan secara kualitatif.

2. populasi yang tersedia yakni sejumlah populasi yang secara kuantitatif dapat dinyatakan dengan tegas.

Populasi penelitian harus dibedakan ke dalam sifat beriku ini:

1.     Populasi yang bersifat homogen,yakni populasi yang unsur-unsur memiliki sifat yang sama sehingga tidak perlu dipersoalkan jumlahnya secara kuantitatif.

2.     Populasi yang bersifat heterogen yakni populasi yang unsur-unsur nya memiliki sifat atau keadaan yang bervariasi,sehingga perlu ditetapkan batas-batasnya,baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif.

Pengertian Sampel

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut,atauapun bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya.jika populasi besar dan peneliti tidak mungkin dipelajari seluruh yang ada di populasi,hal seperti ini dikarenakan adanya keterbatasan dana atau biaya,tenaga dan waktu,maka oleh sebab itu peneliti dapat memakai sampel yang diambil dari populasi.

Teknik Sampling

Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan.teknik sampling pada dasamya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu Probability Sampling dan Nonprobability Sampling.

a.      Probability Sampling

Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sarna bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini meliputi, simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random, sampling area (cluster) sampling (sampling menurut daerah).

1.     Simple Random Sampling

2.     Proportionate Stratified Random Sampling

3.     Disproportionate Stratified Random Sampling

4.     Cluster Sampling (Area Sampling)

 

b.     NonProbability Sampling

adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesernpatan sarna bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampel ini meliputi,

1.     Sampling Sistematis

2.     Sampling Kuota

3.     Sampling Insidental

4.     Sampling Purposive

5.     Sampling Jenuh

6.     Snowball Sampling

Menentukan Ukuran Sampel

Jumlah anggota sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel. Jumlah sampel yang diharapkan 100% mewakili populasi adalah sarna dengan jumlah anggota populasi itu sendiri. 1adi bila jumlah populasi 1000 dan hasil penelitian itu akan diberlakukan untuk 1000 orang terse but tanpa ada kesalahan, maka jumlah sampel yang diambil sarna dengan jumlah populasi tersebut yaitu 1000 orang. Makin besar jumlah sampel mendekati populasi, maka peluang kesalahan generalisasi semakin keeil dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel menjauhi populasi, maka makin besar kesalahan generalisasi.

Cara Mengambil Anggota Sampel

Pengambilan sampel secara randornlacak dapat dilakukan dengan bilangan random, komputer, maupun dengan undian. Bila pengarnbilan dilakukan dengan undian, maka setiap anggota populasi diberi nomor terlebih dahulu, sesuai dengan jurnlah anggota populasi. Karena teknik pengambilan sampel adalah random, maka setiap anggota populasi mempunyai peluang sarna untuk dipilih menjadi anggota sampel. Untuk contoh diatas peluang setiap anggota populasi = 111000. Dengan demikian cara pengambilannya bila nomor satu telah diambil, maka perlu dikembalikan lagi, kalau tidak dikembalikan peluangnya menjadi tidak sarna lagi.

Dalam jurnal yang saya baca bahwa Jurnal ini menegaskan bahwa penentuan populasi dan sampel merupakan aspek krusial dalam penelitian pendidikan karena berpengaruh langsung terhadap validitas dan representativitas hasil penelitian. Populasi dipahami sebagai keseluruhan subjek yang memenuhi kriteria tertentu, sedangkan sampel merupakan bagian dari populasi yang dipilih untuk mewakilinya. Teknik pengambilan sampel mencakup probability sampling dan non-probability sampling, yang penggunaannya disesuaikan dengan tujuan dan kondisi penelitian. Tantangan yang diidentifikasi meliputi keragaman karakteristik subjek, keterbatasan sumber daya, serta ketidaktepatan dalam pemilihan teknik dan ukuran sampel.

sumber :Ramadani, U. P., Muthmainnah, R., Ulhilma, N., Wazabirah, A., Hidayatullah, R., & Harmonedi, H. (2025). Strategi Penentuan Populasi dan Sampel dalam Penelitian Pendidikan: Antara Validitas dan Representativitas. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 3(2), 574–585.

MPPE A2025 -> Menulis Summary e-journal

oleh Tria Meilisma -
Nama: Tria Meilisma 
NPM: 2313031029

Jurnal berjudul “Distinguishing between Theory, Theoretical Framework, and Conceptual Framework: A Systematic Review of Lessons from the Field” karya Charles Kivunja, jurnal ini membahas perbedaan serta hubungan antara tiga konsep penting dalam penelitian akademik, yaitu teori, kerangka teoretis, dan kerangka konseptual. Penulis menyoroti bahwa banyak mahasiswa dan peneliti pemula sering kali mengalami kebingungan dalam membedakan ketiga istilah ini, terutama saat menulis proposal, tesis, atau disertasi. Teori dijelaskan sebagai seperangkat prinsip atau proposisi abstrak yang digunakan untuk menjelaskan dan memprediksi suatu fenomena, biasanya disusun dari hasil penelitian sebelumnya. Sementara itu, kerangka teoretis adalah struktur yang dibangun dari teori-teori yang relevan dan digunakan sebagai dasar untuk menafsirkan data dalam penelitian.

 Berbeda dengan itu, kerangka konseptual memiliki cakupan yang lebih luas, mencakup keseluruhan rencana penelitian seperti tujuan, metode, variabel, pendekatan analisis, dan teori yang digunakan. Meski begitu, penulis menyarankan agar fokus utama dalam penulisan proposal atau tesis lebih diarahkan pada kerangka teoretis daripada kerangka konseptual karena yang terakhir cenderung terlalu luas dan kompleks untuk dijelaskan secara rinci.

Kerangka teoretis juga memiliki fungsi penting dalam penelitian, antara lain untuk membimbing proses pengumpulan dan analisis data, menjelaskan hubungan antar variabel, serta meningkatkan validitas dan kredibilitas penelitian. Dalam mengembangkan kerangka teoretis, peneliti perlu melakukan kajian literatur yang mendalam, memilih teori yang relevan dengan topik penelitian, merumuskan konsep dan variabel kunci, serta menyusun kerangka secara logis dan aplikatif. Kerangka teoretis yang baik ditandai dengan relevansi terhadap pertanyaan penelitian, kejelasan hubungan antar konsep, serta dasar teori yang kuat dan dapat diterapkan dalam praktik.