Posts made by Tria Meilisma

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Tria Meilisma -

Nama: Tria Meilisma

NPM: 2313031029

A.Penelitian Ilmiah

Kegiatan penelitian ilmiah dapat dimulai dengan bagaimana kita mampu berpikir secara ilmiah. Tentu saja berpikir ilmiah berbeda dengan cara berpikir sehari hari, berpikir ilmiah memiliki sifat khusus seperti sistemik, testability, fleksibilitas, dan kemampuan untuk memprediksi atau menebak. Semakin tinggi tingkat pendidikan suatu masyarakat, semakin dibutuhkan pemikiran ilmiah untuk mengatasi banyak permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Secara etimologis, Research berasal dari bahasa Inggris yang artinya kembali mencari.Pertimbangan dalam Memilih Masalah untuk Penelitian Ilmiah Secara teori ada beberapa pertimbangan bagi seorang peneliti dalam memilih masalah penelitian, yaitu:

1. Pertimbangan Workability

2. Pertimbangan Critical Mass

3.  Pertimbangan Interest

4. Pertimbangan Theoretical Value

5. Pertimbangan Practical Value

B. Metode Penelitian Ilmiah

Metode penelitian ilmiah mengacu pada operasionalisasi metode ilmiah. Dengan kata lain, struktur pemikiran yang memuat langkah-langkah penyelidikan ilmiah adalah metode ilmiah. Metode penelitian yang dipilih ketika melakukan penelitian sangat tergantung pada pertanyaan yang diajukan. Metode penelitian yang benar adalah metode yang dapat menjawab pertanyaan penelitian dengan baik

1.Penelitian Dasar (Basic/ Pure Research)

2.Penelitian Terapan (Applied Research)

C.Metode Penelitian Berdasarkan “Tujuan”

Berdasarkan tujuan penelitian, maka metode penelitian dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1.Metode Eksplorasi (explorative method)

2.Metode Deskriptif (descriptive method)

3.Metode Verifikatif (verificative method)

D.Metode Penelitian Berdasarkan “Sifat” Metode penelitian menurut sifat penelitian yang dilakukan dapat dikategorikan sebagai berikut:

1.Studi kasus

2. Studi Sejarah

3.Penelitian Eksperimental

4.Studi

5.Studi Banding

ELangkah-langkah atau Prosedur dalam Melakukan Penelitian

Ada langkah-langkah yang harus dilaksanakan dalam melakukan penelitian kuantitatif, yaitu:

1.Mengidentifikasi, memilih, dan merumuskan masalah

2.Menyusun kerangka pemikiran

3.Merumuskan hipotesis

Langkah-langkah dalam penelitian metode kualitatif dimulai dengan identifikasi masalah, tinjauan pustaka, kejelasan tujuan penelitian, pengumpulan data, observasi, sampel, wawancara, masalah etis, dan analisis data.

MPPE A2025 -> CASE STUDY

by Tria Meilisma -

Nama: Tria Meilisma 

NPM: 2313031029

1.Teknik pengumpulan data dengan angket sudah sesuai dengan pendekatan kuantitatif karena angket memungkinkan pengukuran variabel secara sistematis dan kuantitatif, melalui pertanyaan-pertanyaan yang terstruktur dan menggunakan skala Likert. Ini memungkinkan data yang diperoleh berupa angka yang dapat dianalisis secara statistik untuk menguji hubungan antara gaya kepemimpinan dan motivasi kerja guru

2. Kelebihan angket dalam penelitian meliputi:

-  Efisien dan praktis untuk mengumpulkan data dalam jumlah besar.

-  Memungkinkan responden menjawab secara anonim dan leluasa

-  Mempermudah pengolahan data secara statistic.

Kelemahan:

-  Angket kaku dan tidak fleksibel untuk menjawab variasi atau detail yang subjektif

-  Risiko responden tidak jujur atau kurang teliti dalam menjawab

- Sulit mendapat penjelasan jika ada pertanyaan yang kurang jelas

3. Teknik analisis statistik yang paling tepat:

- Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja, analisis regresi linier atau regresi linier berganda dapat digunakan karena mengukur hubungan dan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.

- Untuk mengetahui perbedaan motivasi kerja berdasarkan tingkat pendidikan guru, analisis varians (ANOVA) lebih tepat karena membandingkan rata-rata motivasi kerja di antara kelompok kategori pendidikan yang berbeda

4. Potensi bias dan masalah validitas:

- Bias respons, seperti jawaban tidak jujur atau sosial desirabilitas, dapat muncul

-  Validitas pertanyaan angket bisa kurang jika tidak dirancang dengan baik atau tidak diuji coba

-  Responden mungkin tidak mengerti semua pertanyaan sehingga data kurang akurat

Cara mengatasinya:

- Menggunakan angket yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya

- Memberikan instruksi jelas dan anonim untuk meminimalkan bias respons

-  Melakukan uji coba angket (pilot test) sebelum pengumpulan data utama

MPPE A2025 -> CASE STUDY

by Tria Meilisma -

Nama: Tria Meilisma

NPM: 2313031029

1.Jenis skala pengukuran yang digunakan dalam item kuensioner

Usia responden:Rasio,data usia bersifat numerik dan memiliki nilai nol mutlak yang menunjukkan tidak adanya usia (baru lahir).data ini memungkinkan operasi matematika seperti penjumlahan,pengurangan,dan perhitungan rata-rata

Jenis kelamin:Nominal, data ini mengelompokkan responden ke dalam kategori tanpa urutan tertentu yaitu laki-laki dan Perempuan.tidak ada urutan atau jarak tertentu antara kategori ini.

Tingkat kepuasan terhadap pelayanan dosen pembimbing akademik: ordinal, data ini menunjukkan tingkatan kepuasan yang diurutkan dari sangat tidak pusa sampai sangat puas,dengan urutan yang bermakna tetapi jarak antar tingkatan tidak harus sama.

Jumlah mata kuliah yang diambil semester ini: rasio,data ini merupakan angka yang menunjukkan kuantitas nyata dengan nilai nol mutlak dan operasi matematika yang memungkinkan dilakukan.

Urutan prioritas dalam memilih universitas: Ordinal,data ini merupakan ranking dari prioritas yang diurutkan dari yang paling penting sampai yang paling tidak penting, tanpa jarak yang sama antar peringkat.

2.Tidak seluruh data dari kuesioner di atas dapat dianalisis menggunakan statistik parametrik.Data nominal dan ordinal, seperti jenis kelamin dan tingkat kepuasan, tidak memenuhi asumsi statistik parametrik yang biasanya membutuhkan data interval atau rasio dengan distribusi normal dan tingkat pengukuran tertentu. Sedangkan data interval dan rasio, seperti usia dan jumlah mata kuliah, dapat dianalisis menggunakan statistik parametrik jika memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas varians

3.Metode analisis yang paling tepat adalah Korelasi Spearman (rho), Kedua metode ini cocok untuk melihat hubungan antara variabel ordinal (kepuasan) dan variabel rasio/ordinal (jumlah mata kuliah) yang mungkin tidak memenuhi asumsi normalitas.
Selain itu, keduanya tidak mengharuskan data memenuhi asumsi distribusi normal, sehingga cocok untuk analisis hubungan variabel yang diukur dengan skala ordinal dan rasio.

MPPE A2025 -> CASE STUDY

by Tria Meilisma -

Nama: Tria Meilisma

NPM:2313031029

1.     Populasi:

Populasi adalah seluruh siswa kelas XI di SMA negeri di Provinsi Jawa Barat.

Alasan: Peneliti ingin mengetahui efektivitas metode pembelajaran hybrid pada semua siswa kelas XI SMA negeri di provinsi ini, bukan hanya di beberapa sekolah atau kota tertentu. Jadi, populasi mencakup 600 SMA negeri dan seluruh siswa kelas XI di sekolah-sekolah tersebut.

Sampel:
Sampel adalah sekelompok siswa kelas XI dari beberapa SMA negeri yang dipilih untuk mewakili seluruh populasi.

Alasan: Karena jumlah sekolah sangat banyak dan tersebar di berbagai kota/kabupaten, peneliti tidak mungkin meneliti semua siswa. Sampel harus diambil secara representatif agar hasil penelitian bisa digeneralisasi ke populasi.

2.     Teknik Sampling yang Paling Tepat

Berdasarkan kondisi:

-        Sekolah tersebar di banyak kota/kabupaten.

-        Kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur digital berbeda di tiap daerah.

-        Jumlah siswa tiap sekolah bervariasi.

Teknik sampling yang paling tepat: Stratified Cluster Sampling (atau kombinasi stratifikasi dan cluster).

Alasan:

a.     Stratifikasi:

-        Populasi bisa dibagi menjadi strata berdasarkan kota/kabupaten atau kategori lain yang relevan (misalnya tingkat urbanisasi, kondisi ekonomi, atau infrastruktur digital).

-        Hal ini memastikan representasi setiap wilayah dan kondisi berbeda dalam sampel, sehingga hasil lebih valid dan dapat digeneralisasikan.

b.     Cluster Sampling:

-        Setelah menentukan strata, sekolah dalam tiap kota/kabupaten bisa diperlakukan sebagai cluster, lalu dipilih secara acak beberapa sekolah dari setiap cluster.

-        Kemudian, dari sekolah terpilih, dipilih siswa kelas XI secara acak sebagai sampel.

-        Hal ini memudahkan peneliti untuk melakukan penelitian tanpa harus meneliti seluruh sekolah atau siswa.

Cara penerapan:

-        Bagi semua 600 SMA negeri di 27 kota/kabupaten menjadi strata berdasarkan kota/kabupaten.

-        Dalam tiap strata, pilih beberapa sekolah secara acak (cluster).

-        Dari tiap sekolah terpilih, pilih siswa kelas XI secara acak sebagai sampel.

Dengan cara ini, sampel mewakili kondisi sosial, ekonomi, dan infrastruktur digital yang berbeda-beda di seluruh provinsi.

3.    Potensi Kelemahan Jika Hanya Mengambil Sampel dari Kota Besar

Jika peneliti hanya mengambil sampel dari sekolah di kota besar seperti Bandung dan Bekasi:

Kelemahan:

a.     Tidak representative

b.     Bias lokasi

c.     Validitas eksternal rendah

d.     Kesimpulan tidak bisa digeneralisasikan

e.     Berpotensi menyesatkan

MPPE A2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Tria Meilisma -

Nama: Tria Meilisma 

NPM: 2313031029

Populasi, Sampel dan Teknik Sampling

A.    Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari atas obyek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Nugroho, 2018). Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Fink, 2003).

B.    Teknik Sampling

Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian.

Teknik sampling pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu probability sampling dan nonprobability sampling. bability sampling meliputi simple random, proportionate stratified random, disproportionate stratified random, dan area random. Nonprobability sampling meliputi sampling sistematis, sampling kuota, sampling aksidental, purposive sampling, sistem jenuh, dan snowball sampling.

C.    Menentukan Desain Penelitian

Pada saat melakukan penelitian, terlebih lagi untuk penelitian kuantitatif, salah satu langkah yang penting ialah membuat desain penelitian. Desain penelitian pada hakikatnya merupakan suatu strategi untuk mencapai tujuan penelitian yang telah ditetapkan dan berperan sebagai pedoman atau penuntun peneliti pada seluruh proses penelitian (Yonita, 2020).

D.    Instrumen Penelitian

Instrumen merupakan suatu alat yang memenuhi persyaratan akademis sehingga dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur suatu objek ukur atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel. Instrumen dapat berbentuk tes dan juga dapat berbentuk non-tes, namun untuk memperoleh sampel tingkah laku dari ranah kognitif digunakan tes. Bentuk instrumen berkaitan dengan metode pengumpulan data, misal metode wawancara yang instrumennya pedoman wawancara. Metode angket atau kuesioner, instrumennya berupa angket atau kuesioner.