གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Sinthia 2313031063

MPPE C2025 -> Diskusi

Sinthia 2313031063 གིས-
Nama: Sinthia Wardani
NPM: 2313031063

1. Teori
Teori adalah seperangkat konsep, prinsip, dan generalisasi ilmiah yang menjelaskan suatu fenomena berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Teori berfungsi sebagai landasan pikir untuk memahami hubungan antarvariabel dalam penelitian. Melalui teori, peneliti memperoleh dasar logis untuk menjelaskan mengapa suatu variabel dapat berpengaruh pada variabel lainnya. Dengan kata lain, teori memberikan “peta ilmiah” yang menjadi pegangan peneliti.

2. Kerangka Pikir
Kerangka pikir (framework) adalah alur logis yang menggambarkan hubungan antarvariabel dalam penelitian berdasarkan teori-teori yang telah dipilih. Kerangka pikir berisi penjelasan sistematis tentang bagaimana variabel saling berhubungan dan mengapa hubungan tersebut dapat terjadi. Kerangka pikir biasanya ditampilkan dalam bentuk narasi dan dapat disertai diagram. Fungsinya adalah menjembatani teori dengan hipotesis agar penelitian menjadi konsisten dan terarah.

3. Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara mengenai hubungan antarvariabel yang kebenarannya harus dibuktikan melalui pengumpulan dan analisis data. Hipotesis disusun berdasarkan teori dan kerangka pikir. Dalam penelitian kuantitatif, hipotesis dinyatakan secara jelas, spesifik, dan dapat diuji secara empiris. Contoh: “Terdapat pengaruh positif antara efektivitas promosi digital dan keputusan memilih universitas.”

4. Hubungan antara Teori, Kerangka Pikir, dan Hipotesis
Ketiganya memiliki hubungan yang sangat erat dan membentuk alur penyusunan penelitian yang logis:
a. Teori → Kerangka Pikir
Teori memberikan dasar konseptual. Peneliti kemudian memilih teori-teori relevan untuk menghubungkan variabel penelitian dalam kerangka pikir.
b. Kerangka Pikir → Hipotesis
Berdasarkan alur logis dalam kerangka pikir, peneliti merumuskan hipotesis sebagai pernyataan yang siap diuji secara empiris.
c. Teori → Hipotesis
Hipotesis tidak boleh muncul tanpa dasar teori. Teori memberikan alasan ilmiah kenapa hubungan antarvariabel diasumsikan terjadi.
Dengan demikian, teori menjadi fondasi, kerangka pikir menjadi jembatan, dan hipotesis menjadi turunan logis yang harus diuji.

MPPE C2025 -> ACTIVITY: RESUME

Sinthia 2313031063 གིས-
Nama: Sinthia Wardani
NPM: 2313031063

BAB 3: KERANGKA TEORITIS, PIKIRAN, DAN HIPOTESIS

Tujuan Pembelajaran:
Memahami fungsi kerangka teoritis.
Memahami fungsi kerangka pikir.
Memahami fungsi hipotesis.
Memahami hubungan antara kerangka teoritis, kerangka pikir, dan hipotesis.

A. Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis adalah konsep abstrak hasil pemikiran dan kerangka acuan untuk mencapai tujuan dimensi. Pemikiran teoritis melekat pada peneliti yang menyusun penelitian. Teori terdiri dari konsep dan proporsi, di mana konsep menggambarkan kejadian atau individu, dan proporsi adalah hubungan logis antar konsep. Fungsi teoritis adalah menjelaskan fenomena yang diamati.
Teori adalah variabel, definisi, dan proporsi yang saling berhubungan. Secara umum, teori adalah sistem konsep abstrak yang mengindikasikan hubungan antara konsep untuk memahami fenomena. Secara khusus, teori adalah seperangkat konsep, definisi, dan proporsi yang menjelaskan hubungan sistematis fenomena. Kerangka teoritis berfungsi untuk memperjelas variabel, menemukan fakta, merumuskan hipotesis, menyusun instrumen, dan memberikan saran.

B. Fungsi Kerangka Pikir
Kerangka berpikir adalah sintesa yang mencerminkan keterkaitan antar variabel yang diteliti. Kerangka berpikir adalah tuntutan untuk memecahkan masalah dan merumuskan hipotesis. Kerangka berpikir adalah pembahasan berdasarkan pertanyaan peneliti yang akan dijadikan penelitian. Kerangka pemikiran memuat metode yang akan digunakan dalam menjawab masalah penelitian.
Kerangka pemikiran merupakan rancangan yang disajikan peneliti untuk memecahkan masalah dengan memberikan jawaban sementara atau dugaan.

C. Fungsi Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara yang harus dicari kebenarannya. Hipotesis berasal dari bahasa Yunani (hupo dan thesis) yang berarti pernyataan/dugaan. Hipotesis digunakan untuk menyatakan masalah yang akan diuji, biasanya pada metode kuantitatif.
Untuk memecahkan masalah, dibutuhkan tiga hubungan:
Hubungan asimetris.
Hubungan simetris.
Hubungan reciprocal.
Hipotesis dianggap sebagai tonggak teori. Hipotesis memberikan batasan atau bagian mana yang akan diteliti. Hipotesis memberikan fakta-fakta yang membantu dalam penelitian. Hipotesis dapat diuji apakah adanya kebenaran ataupun tidak.
Hipotesis adalah panduan dalam pengujian berdasarkan fakta-fakta pengujian. Hipotesis membantu rangka kesimpulan. Hipotesis menghubungkan teori dengan realitas.

D. Hubungan Antara Kerangka Teoritis, Kerangka Pikir, dan Hipotesis
Hipotesis diturunkan dari teori dan tinjauan literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Pernyataan hubungan antar variabel merupakan dugaan sementara atas masalah yang didasarkan pada hubungan yang dijelaskan dalam kerangka teori. Teori yang tepat menghasilkan hipotesis yang tepat untuk digunakan sebagai jawaban atau dugaan sementara atas masalah yang sedang diteliti.