Nama: Sinthia Wardani
NPM: 2313031063
BAB 3: KERANGKA TEORITIS, PIKIRAN, DAN HIPOTESIS
Tujuan Pembelajaran:
Memahami fungsi kerangka teoritis.
Memahami fungsi kerangka pikir.
Memahami fungsi hipotesis.
Memahami hubungan antara kerangka teoritis, kerangka pikir, dan hipotesis.
A. Kerangka Teoritis
Kerangka teoritis adalah konsep abstrak hasil pemikiran dan kerangka acuan untuk mencapai tujuan dimensi. Pemikiran teoritis melekat pada peneliti yang menyusun penelitian. Teori terdiri dari konsep dan proporsi, di mana konsep menggambarkan kejadian atau individu, dan proporsi adalah hubungan logis antar konsep. Fungsi teoritis adalah menjelaskan fenomena yang diamati.
Teori adalah variabel, definisi, dan proporsi yang saling berhubungan. Secara umum, teori adalah sistem konsep abstrak yang mengindikasikan hubungan antara konsep untuk memahami fenomena. Secara khusus, teori adalah seperangkat konsep, definisi, dan proporsi yang menjelaskan hubungan sistematis fenomena. Kerangka teoritis berfungsi untuk memperjelas variabel, menemukan fakta, merumuskan hipotesis, menyusun instrumen, dan memberikan saran.
B. Fungsi Kerangka Pikir
Kerangka berpikir adalah sintesa yang mencerminkan keterkaitan antar variabel yang diteliti. Kerangka berpikir adalah tuntutan untuk memecahkan masalah dan merumuskan hipotesis. Kerangka berpikir adalah pembahasan berdasarkan pertanyaan peneliti yang akan dijadikan penelitian. Kerangka pemikiran memuat metode yang akan digunakan dalam menjawab masalah penelitian.
Kerangka pemikiran merupakan rancangan yang disajikan peneliti untuk memecahkan masalah dengan memberikan jawaban sementara atau dugaan.
C. Fungsi Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan sementara yang harus dicari kebenarannya. Hipotesis berasal dari bahasa Yunani (hupo dan thesis) yang berarti pernyataan/dugaan. Hipotesis digunakan untuk menyatakan masalah yang akan diuji, biasanya pada metode kuantitatif.
Untuk memecahkan masalah, dibutuhkan tiga hubungan:
Hubungan asimetris.
Hubungan simetris.
Hubungan reciprocal.
Hipotesis dianggap sebagai tonggak teori. Hipotesis memberikan batasan atau bagian mana yang akan diteliti. Hipotesis memberikan fakta-fakta yang membantu dalam penelitian. Hipotesis dapat diuji apakah adanya kebenaran ataupun tidak.
Hipotesis adalah panduan dalam pengujian berdasarkan fakta-fakta pengujian. Hipotesis membantu rangka kesimpulan. Hipotesis menghubungkan teori dengan realitas.
D. Hubungan Antara Kerangka Teoritis, Kerangka Pikir, dan Hipotesis
Hipotesis diturunkan dari teori dan tinjauan literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Pernyataan hubungan antar variabel merupakan dugaan sementara atas masalah yang didasarkan pada hubungan yang dijelaskan dalam kerangka teori. Teori yang tepat menghasilkan hipotesis yang tepat untuk digunakan sebagai jawaban atau dugaan sementara atas masalah yang sedang diteliti.